• 08123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

SPMI dan Pengukuran Kepuasan

SPMI dan Pengukuran Kepuasan

SPMI dan Pengukuran Kepuasan

SPMI dan Pengukuran Kepuasan

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dikdasmen adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai SNP.

Kepuasan Konsumen

Kepuasan Konsumen (stakeholder) adalah ukuran apakah konsumen merasa puas  dengan produk atau layanan yang telah diberikan oleh suatu organisasi atau perusahaan. 

Kepuasan konsumen dapat dievaluasi dan diukur melalui berbagai indikator, seperti jumlah pengaduan, tingkat retensi konsumen, loyalitas konsumen, dan lain sebagainya. 

Kepuasan konsumen sangat penting bagi keberhasilan organisasi, karena dapat mempengaruhi reputasi dan citra (image) suatu organisasi. Kepuasan konsumen dapat mempengaruhi loyalitas dan keputusan pembelian di masa yang akan depan. 

SPMI dan Mengukur Kepuasan

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah suatu pendekatan manajemen yang bertujuan untuk memastikan kepuasan konsumen/ stakeholder dapat dicapai. Pendekatan manajemen ini dilakukan dengan mengintegrasikan konsep mutu dalam semua aspek organisasi. Kepuasan konsumen/ stakeholder dituangkan dalam standar-standar  SPMI yang harus dicapai.

Berikut beberapa cara untuk mengukur kepuasan konsumen:

  1. Survei Kepuasan: Survei kepuasan dapat dilakukan dengan mengirimkan kuesioner atau melakukan wawancara langsung dengan stakeholder. Cara ini sering digunakan untuk mendapatkan umpan balik terkait kepuasan konsumen seperti: mahasiswa, pengguna lulusan, orang tua terhadap layanan pendidikan yang telah diberikan.
  2. Keluhan Konsumen: Lembaga pendidikan dapat mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data keluhan konsumen. Cara ini bertujuan untuk menemukan masalah yang sering muncul dalam proses pendidikan, selanjutnya dicari upaya tindakan solusi yang tepat.
  3. Analisis data: Lembaga pendidikan dapat mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan kepuasan konsumen. Contoh data yang diperlukan seperti: kepuasan terhadap proses belajar mengajar, bimbingan akademik, tingkat retensi mahasiswa, jumlah pengaduan, waktu penyelesaian komplain dan lain lain. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan teknik statistik yang tepat. 
  4. Analisis Komplain dan Saran: Penting sekali untuk menganalisis komplain dan saran konsumen. Selanjutnya dicari akar masalah dan bentuk tindakan perbaikan yang relevan. Tindakan perbaikan dapat berbentuk tindakan koreksi, korektif dan preventif.
  5. Observasi: Lembaga melakukan observasi (mengamati) terhadap layanan yang diberikan, serta dapat melakukan diskusi (focus group) dan pembicaraan langsung untuk mendapatkan masukan dari konsumen.

Penutup, untuk keberhasilan SPMI, pengukuran kepuasan konsumen perlu dilaksanakan secara rutin. Pengukuran ini  memungkinkan organisasi untuk mengevaluasi apakah tujuan SPMI telah tercapai atau tidak. Stay Relevant!


Instagram: @mutupendidikan

Info Pelatihan Mutu Pendidikan

admin

MOTTO: Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Mutu Pendidikan di Indonesia

    ×

    Layanan Informasi

    × Hubungi Kami