• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tag Archive SPMP

Audit Mutu Internal Pendidikan

Seberapa Sering Audit Mutu Internal dilaksanakan?

“Seberapa Sering Audit Mutu Internal Pendidikan Dilaksanakan?”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam lingkungan organisasi yang berubah cepat seperti saat ini, fungsi audit mutu internal (AMI) dan kegiatan kaji ulang manajemen (management review) sebaiknya semakin sering dilakukan.

Dengan kegiatan AMI yang tepat waktu (interval & frekuensi), diharapkan semua permasalahan yang memerlukan penanganan cepat akan dapat diatasi.

Temuan Ketidak Sesuaian (KTS) dapat secepatnya diatasi  dan pada akhirnya institusi pendidikan tidak terlambat dalam mengambil tindakan perbaikan, koreksi maupun pencegahan.

Baca juga: Problem Audit Mutu Internal

Bagaimana jadwal dan frekuensi audit mutu internal (AMI) dan kaji ulang manajemen disusun? Memang tidak ada ketentuan yang berlaku. Lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) secara internal bebas menentukan sendiri frekuensi kegiatan tersebut, apakah akan dilakukan setiap triwulan, semester atau setiap tahun.

Namun demikian waktu 1 tahun tentu saja terlalu lama untuk suatu organisasi yang sangat dinamis. Dalam kurun waktu setahun, telah banyak sekali kejadian-kejadian dalam organisasi. Ada berbagai permasalahan yang muncul, yang memerlukan kajian dan pembahasan cepatnya.

Dalam situasi tersebut, interval AMI dan kegiatan kaji ulang manajemen diharapkan lebih sering dilakukan, misalnya dilakukan tiga bulan sekali. Peran kegiatan Manajemen Resiko diharapkan lebih ditingkatkan.

Perlu dipilah kegiatan-kegiatan yang memiliki resiko yang tinggi atau tidak. Kegiatan organisasi yang beresiko tinggi terhadap keberhasilan organisasi hendaknya dapat di audit lebih sering. Misalnya dalam kasus-kasus yang terkait komplain dari pelajar/ mahasiswa/stakeholder. Kalau hal ini diselesaikan menunggu waktu 6 bulan atau 1 tahun ke depan tentu sudah terlambat, dan akan menyebabkan kekecewaan dari para stakeholder.

Sekali lagi, dalam menetapkan interval pelaksanaan AMI, sangat dianjurkan lembaga pendidikan mempertimbangkan Risk management. Unit kerja dan kegiatan yang memiliki resiko yang tinggi, seharusnya lebih sering diaudit.

Organisasi Pendidikan perlu membuat bagan business Process. Dengan bagan ini, akan dapat diidentifikasi proses-proses mana saja yang beresiko tinggi, sedang dan rendah. Untuk proses-proses yang beresiko rendah, tentu tidak perlu dilakukan proses audit yang terlalu sering.

Baca juga: Audit Sumber Daya Manusia (SDM)

Dalam lembaga pendidikan, proses yang beresiko tinggi, biasanya ternyadi di bidang akademik dan bidang keuangan. Dalam proses bidang tersebut, sangat dianjurkan intensitas kegiatan Audit Mutu Internal dilakukan lebih sering.

Demikian uraian singkat tentang Audit Mutu Internal Pendidikan. Semoga uraian singkat ini dapat bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________

mutupendidikan.com

IG: @mutupendidikan

Kunjungi: Pelatihan & Pendampingan

spmi motivasi kerja budaya mutu

Motivasi Kerja & Budaya Mutu

“Motivasi Kerja & Budaya Mutu”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) pegawai dalam menghadapi situasi kerja di dalam organisasi (lembaga pendidikan). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri pegawai/karyawan/guru/dosen yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi (lembaga pendidikan).

Sikap mental pegawai yang pro dan positif terhadap situasi-kondisi kerja itulah yang memperkuat motivasi pegawai untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.

______________________________________

Power Point (PDF):

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu

Follow Instagram: @mutupendidikan

______________________________________

Secara umum, teori-teori motivasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu teori motivasi dengan pendekatan isi/kepuasan (content theory), teori motivasi dengan pendekatan proses (process theory) dan teori motivasi dengan pendekatan penguatan (reinforcement theory)

Teori-teori tersebut dapat diimplementasikan pada berbagai bentuk lembaga pendidikan, baik Perguruan Tinggi, Sekolah maupun madrasah.

Keberhasilan implementasi SPMI, tidak luput dari sejauh mana pimpinan organisasi pendidikan mampu menerapkan teknik-teknik motivasi yang tepat dalam mengelola sumber daya manusia.

Penerapan teknik motivasi yang sesuai akan mampu meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan kualitas Sistem manajemen Mutu pendidikan dan membantu membangun Budaya Mutu pendidikan dan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

Pencapaian Standar SPMI akan sulit dicapai bila anggota organisasi (tenaga struktural, dosen, guru, tenaga kependidikan) tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. Inilah tantangan yang dihadapi organisasi pendidikan saat ini.

Pimpinan lembaga pendidikan, wajib menggerakan seluruh anggota organisasi agar dapat bekerja dengan kinerja yang tinggi. Kinerja ini diwujudkan dalam pencapaian standar SPMI yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk memahami lebih dalam tentang teori-teori motivasi, berikut dapat di unduh materi SlideShare file power point (PDF) pada tautan diatas.

Baca juga: Perencanaan Karir & Budaya Mutu

Demikian, semoga bermanfaat dan berkah selalu.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Teori Motivasi

Temuan Audit Mutu Internal dalam SPMI dan ISO 21001

Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal

“Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lembaga Pendidikan diwajibkan menjalankan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI).

Ketika menjalankan tugas audit, seringkali auditor mendapatkan beberapa temuan (finding). Jenis temuan dapat bermacam-macam, diantaranya:

  1. Temuan Positif
    • Good Practice; Prestasi
    • Conformities; kesesuaian
  2. Temuan negatif
    • Ketidak sesuaian; Non-conformities (NC)
      • Major (berat)
      • Minor (ringan)
  3. Observasi (OB)
    • Peluang untuk perbaikan (Opportunities for Improvement)

_________________________________

Belajar Mudah dengan Power Point (PDF):

Jenis Temuan dalam AMI

IG: @mutupendidikan

_________________________________

Berikut Poin-poin Penting tentang Jenis-Jenis Temuan

Temuan Positif (kesesuaian):

Ketika mendapatkan temuan positif. Auditor harus mencatat segala prestasi, keberhasilan, kesuksesan, kesesuaian yang ditemukan. Jadi jangan hanya temuan negatif (non-conformities) saja yang dicatat, namun juga temuan-temuan positif.

Contoh Temuan-temuan positif seperti:
  • Kesesuaian program dengan standar
  • Target standar berhasil dilampaui
  • SOP dijalankan dengan benar
  • Target SOP dilampaui.
  • Manual SPMI (PPEPP) diimplemenasikan dengan baik
  • Kebijakan SPMI dipatuhi dan disosialisasikan.
  • Formulir digunakan dengan baik.

Temuan-temuan positif harus dicatat dan disampaikan dalam laporan audit mutu internal.

Untuk memperkuat perilaku-perilaku positif agar diulang lagi dikemudian hari. sangat dianjurkan, untuk memberi penghargaaan (reward) bagi unit kerja yang berhasil mendapatkan temuan positif. Hal ini sesuai dengan teori motivasi B.F. Skinner (Reinforcement Theory)

Baca juga: Klasifikasi Audit Mutu

Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Berat adalah:
  • KTS yang menghambat keberhasilan sertifikasi, akreditasi atau registrasi.
  • KTS yang berpengaruh besar terhadap kualitas produk/pelayanan PT
  • KTS yang menyebabkan risiko kehilangan konsumen/ mahasiswa
  • KTS yang merupakan ancaman/ gangguan terhadap kegiatan atau para pelaksana dalam organisasi.
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Ringan adalah:
  • KTS yang mudah diperbaiki/diralat
  • KTS yang tidak secara langsung mempengaruhi kualitas produk/pelayanan.
  • KTS yang tidak menghambat perolehan sertifikasi/akreditasi/ registrasi dll.
Pertanyaan Diskusi:
  1. Sejauh mana peran Audit Mutu Internal bagi keberhasilan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) lembaga pendidikan?
  2. Jenis-jenis temuan apa saja yang ditemukan saat kegiatan AMI?
  3. Bagaimana cara mencatat temuan audit  dengan benar ?
  4. Bagaimana cara menulis PTK (Permintaan Tindakan Koreksi)?

Untuk mengenal lebih dalam tentang temuan-temuan audit dan aspek-aspeknya, silahkan diunduh file Slideshare diatas.

Demikian uraian singkat ini, semoga bermanfaat & salam sukses Mutu Pendidikan.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

Pelatihan & Pendampingan SPMI, AMI dan ISO 21001


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan Daring /Pelatihan Kerja / TQM / PDCA / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model / Sekolah SPMI /

Mutu Pendidikan Indonesia SNP

Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP

CATAT JADWAL BERIKUT:
  1. Tgl 1-2 Mei 2020, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya

Dapatkan brosur disini


Dalam era global seperti saat ini, Perguruan Tinggi/ Sekolah/Madrasah sebagai suatu organisasi, harus dikelola secara lebih tersistem. Membangun sistem berarti membangun SOP (Standard Operating Procedure). SOP berfungsi mengintegrasikan masing masing bagian/unit kerja agar bisa bersinergi mencapai sasaran organisasi. Membangun SOP ternyata bukan pekerjaan yang mudah, perlu proses yang panjang, mulai membentuk tim, mendesain isi, uji coba dan pengesahannya.

Dengan adanya SOP yang komprehensif, simpel dan ter-update, kesalahan komunikasi akan dapat dihindari, konflik kerja akan dapat diminimalkan dan pada akhirnya target mutu dan kinerja lembaga pendidikan (terakreditasi BAN-PT/ BAN-S/M atau LAM) akan dapat diraih sesuai harapan stakeholder.

Komitmen membangun SPMI Pendidikan

SOP Mendukung Pencapaian Sasaran Organisasi

Sasaran Pelatihan SOP
  1. Peserta memahami dan mengerti dasar-dasar kegunaan/manfaat SOP untuk Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah
  2. Peserta memahami dan mengerti metode, prinsip dan teknik pembuatan SOP
  3. Peserta memahami dan mengerti pedoman pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan Institusi Pendidikan

 

Metode Pelatihan SOP

Pelatihan ini dirancang berbentuk kelas kecil, maksinal 20 peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, studi kasus, workshop, dan konsultasi interaktif. Tersedia fasilitas E-learning untuk melengkapi bahan pelatihan.

 

Garis Besar Materi Pelatihan SOP
  1. Perguruan Tinggi/sekolah/madrasah sebagai entitas lembaga pendidikan yang sistemik
  2. Praktek-praktek baik lembaga Pendidikan yang sehat
  3. Hubungan antar muka (interface relationship) internal organisasi, sdm, dan proses-proses pekerjaan yang menyertainya.
  4. Analisis hirarki organisasi, job description, budaya kerja dan sistem pengambilan keputusan organisasi.
  5. Analisis strategi, kebijakan sebagai dasar pembuatan SOP
  6. SOP sebagai bagian dari Dokumentasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  7. Menyusun SOP lembaga pendidikan melalui evaluasi proses kerja dan evaluasi hubungan antar fungsi
  8. Metode menyusun dan menulis SOP
  9. Menyiapkan Tim Penyusun SOP, model koordinasi struktural ataupun fungsional, dan menyiapkan mekanisme revisi SOP
  10. Proses sosialisasi SOP, uji coba, monitoring, revisi, dan pengesahan.
  11. Diskusi dan studi kasus berbagai contoh-contoh SOP.

 

Sasaran Peserta

Pimpinan PT, Rektor, ketua, Direktur, Kepala Sekolah, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Staf SPMP, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder.

Durasi dan Jadwal Pelatihan Penyusunan SOP

Pelatihan dilaksanakan 2 hari mulai pukul : 09.00 s.d 17.00 WIB

Fasilitator Pelatihan:

Kunjungi halaman berikut: Tentang Kami

Biaya Investasi:
  1. Rp. 1.600.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 1.400.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
Fasilitas Pelatihan:

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break


 Untuk informasi Pelatihan/ In-house Training/Pendampingan, Hubungi:

Customer Service Anda (klik disini)


Dapatkan Informasi Terkait: Standard Operating Procedure, Pelatihan Pembuatan Prosedur Kerja, Training SOP, Instruksi Kerja, Work Instruction, Menulis Prosedur Kerja, Work Instruction, Standard Operating Procedure, Manual Prosedur, Quality Procedure

Memberi Solusi bagi Pengembangan Mutu Pendidikan & SPMI

Gugus Kendali Mutu (GKM)

Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah sekelompok kecil karyawan (Dosen, Guru, Pegawai) yang terdiri dari 3-8 orang dari unit kerja/ pelaksana proses yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.


Power Point (PDF):

Gugus Kendali Mutu Institusi Pendidikan


Saat ini dalam lingkup Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), institusi pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) dapat meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu dengan menambahkan peran GKM (Gugus Kendali Mutu).

Baca juga: Kumpulan Artikel MSDM 1

Tentu tidak mudah untuk membangun Tim KGM yang handal, perlu komitmen, kesadaran mutu prima dan sistem manajemen yang tepat dengan didukung standar dan SOP yang benar.

Baca juga: Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

Nah.. bagaimana bentuknya, mekanisme kerjanya, tupoksinya? Silahkan diunduh file PPT pada tautan diatas.

Tetap semangat dan Salam Mutu…

Hormat kami,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu Pendidikan:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Kata kunci untuk memudahkan pencarian: Bimtek, Bimbingan Teknis, Quality Circle, GKM untuk Pendidikan, Gugus Kendali Mutu, Penjaminan Mutu Pendidikan, Nasional, SPMI, SPMP, Manajemen Mutu Terpadu, TQM, Team Work, Quality circle, Training Gugus Kendali Mutu, Pelatihan Gugus Kendali Mutu

Kebijakan SPMI dan Permasalahannya

“Kebijakan SPMI dan Permasalahannya”

Kebijakan SPMI adalah dokumentasi/ pedoman tertulis berisi garis besar penjelasan  tentang bagaimana suatu institusi pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) memahami, merancang, dan melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sehingga terwujud budaya mutu pada Institusi tersebut.

Manfaat adanya kebijakan mutu antara lain:
  • Menjelaskan kepada para stakeholder, tentang pedoman SPMI yang dimiliki institusi, secara ringkas padat dan menyeluruh.
  • Menjadi pedoman dasar atau ‘payung’ bagi seluruh standar, manual, dan formulir SPMI.
  • Membuktikan bahwa SPMI  yang dimiliki telah terdokumentasikan.

Untuk memahami pengertian, fungsi dan berbagai permasalahan terkait pembuatan Kebijakan Mutu SPMI Perguruan Tinggi/ sekolah/ Madrasah, silahkan diunduh materi powerpoint berikut ini:

_______________________________

Klik disini:

PPT Kebijakan SPMI

_______________________________

mutupendidikan.com

Pelatihan dan Pendampingan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk In-House Training Pengembangan Dokumen SPMI
Hubungi Customer Service Kami

Ciri ciri sekolah bermutu

13 Ciri-Ciri Sekolah Bermutu


Dapatkan SlideShare ppt disini:
>>> Ciri-Ciri Sekolah Bermutu <<<

13 ciri-ciri sekolah bermutu menurut para Ahli, yaitu:
  1. Sekolah yang selalu fokus pada keinginan dan kebutuhan konsumen, baik itu konsumen internal, maupun konsumen eksternal.
  2. Sekolah yang berkomitmen kuat untuk senantiasa memberikan yang terbaik dan bertindak benar sejak awal kegiatan. Dengan demikian sudah diantisipasi munculnya kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi.
  3. Sekolah yang melakukan investasi pada bidang sumber daya manusia secara tepat, sehingga memperoleh kualitas SDM yang benar-benar unggul.
  4. 4.Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
  5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya
  6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
  7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
  8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
  9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horizontal.
  10. Sekolah memiliki strategi jangka panjang, jangka menengah  dan jangka pendek. Sekolah memiliki kriteria evaluasi yang jelas.
  11. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
  12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
  13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan.

Demikan sekilas informasi tentang ciri-ciri sekolah bermutu, bagaimana pendapat Anda?

Tetap Semangat dan Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Free Slideshare “Membangun Budaya Mutu”
Silahkan Klik (disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training

Dapatkan informasi terkait: Pelatihan, In-House Training,  Pengembangan Mutu Pendidikan, Pelatihan SPMI dan AMI, Budaya Mutu.

Audit Mutu

Checklist Pembuatan Laporan Audit

Assalaamu’alaikum. Wr.Wb.

Dear Penggerak SPMI/SPMP yang berbahagia, salam mutu…

Laporan audit yang lengkap dan komprehensif, akan memberikan manfaat besar bagi organisasi / manajemen. Dengan laporan yang lengkap dan komprehensif, maka manajemen lembaga pendidikan akan memperolah data-data yang lengkap untuk mengambil langkah-langkah tindakan perbaikan yang diperlukan.

Tautan penting: E-learning Audit Mutu Internal Pendidikan

Daftar periksa (Checklist) berikut diharapkan dapat membantu Tim Audit untuk mengetahui apa saja yang perlu di dipersiapkan dalam menyusun laporan hasil Audit Mutu Internal yang baik. Untuk mendapatkannya, silahkan diunduh disini:

Checklist Pelaporan Audit Mutu Internal AMI SPMI

“Tetaplah semangat untuk membangun sistem manajemen mutu pendidikan yang efektif dan efisien”

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

SPMI dan Sasaran Mutu

Pembuatan Sasaran Mutu SPMI


Dapatkan slideshare disini:
Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

Pembuatan Sasaran Mutu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) bagi lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah)  merupakan kegiatan yang sangat penting.

Dengan adanya Sasaran Mutu jelas dan spesifik, Lembaga Pendidikan akan mengetahui target & arah yang hendak dituju. Dengan adanya sasaran mutu yang SMART, masing-masing unit kerja akan dapat menyusun program kerja yang sesuai, dan dapat menetapkan kebutuhan sumber daya (resources).

Sasaran mutu (quality objective) institusi dibuat dengan mengacu pada Renstra, Renop dan Standar Mutu Institusi. Sasaran Mutu Institusi selanjutnya perlu di breakdown ke masing-masing departemen/bidang/unit kerja yang ada dibawahnya secara berjenjang (cascading).

Sasaran Mutu masing-masing bidang/departemen/unit, dibuat dengan mengacu pada Standar Mutu yang telah ditetapkan institusi dan juga mengacu pada pencapaian Job Description masing-masing unit kerja.

Secara teknis, Sasaran Mutu hendaknya memenuhi kriteria SMART, yang merupakan singkatan dari:

  • Spesific
  • Measurable
  • Attainable
  • Relevant
  • Timed

Sasaran Mutu dituangkan kedalam sebuah form, yakni form Sasaran Mutu, selanjutnya formulir tersebut dilengkapi dengan mengisikan:

  • Sasaran Mutu
  • Cara Pengukuran dan Media Monitoring
  • Target
  • Hasil pengukuran
  • Ketercapaian

Apakah unit kerja Anda sudah memiliki sasaran mutu?

Tertarik ingin mempelajari lebih dalam?

Silahkan di unduh pada file SlideShare berikut ini:

Dapatkan slideshare disini:
Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam kompak selalu,

admin,

mutupendidikan.com

Public & In-House Training Provider


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training

Untuk Informasi In-House Training :
“Pembuatan Sasaran Mutu yang efektif”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini),

Dapatkan Informasi Terkait: Pelatihan, Training, Pelatihan Kerja, Leadership, Training Center, Bimbingan Teknis, Bimtek, Kepemimpinan, TQM, Manajemen, Pendidikan Tinggi, Madrasah, Islamic Schools, SMA, SMP, SD, Sekolah, Indonesia, sasaran mutu, quality objective, mutu pendidikan, workshop mutu pendidikan

Prinsip Penjaminan Mutu Pendidikan & SPMI

Pengenalan SPMI untuk Sekolah/Madrasah

Selain Perguruan Tinggi, Sekolah /Madrasah juga dituntut untuk terus berbenah untuk membangun sistem manajemen yang dimiliki. Banyak hal yang perlu dikembangkan agar mutu pendidikan dapat  memberi kepuasan bagi segenap stakeholder yang ada.

Dalam website ini, kami mencoba untuk terus mengembangkan materi-materi SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) yang dapat diunduh secara mudah.

Berikut kami share materi pengantar SPMP untuk di download:

Klik disini:

Pengantar SPMP untuk Sekolah/Madrasah

Terima Kasih dan Salam Mutu…

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI


Untuk In-House Training SPMI dan Audit Mutu Internal

Hubungi Customer Service Kami


 

123