• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

SPMI dan Kesadaran Mutu

SPMI dan Kesadaran Mutu

SPMI dan Kesadaran Mutu

SPMI dan Kesadaran Mutu

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dikdasmen adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai SNP.

Kesadaran Mutu 

Kesadaran mutu (Quality awareness) adalah kemampuan organisasi atau karyawan untuk mengenali, memahami dan menghargai pentingnya mutu dalam segala aspek kehidupan atau organisasi. Kesadaran mutu meliputi keterampilan untuk mengidentifikasi standar-standar mutu yang baik dan mencari solusi untuk meningkatkan mutu secara terus menerus.

Kesadaran mutu sangat penting bagi strategi pengelolaan organisasi. Quality awareness dapat membantu meningkatkan kepuasan stakeholder, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan citra organisasi. 

SPMI dan Kesadaran Mutu

Kesadaran mutu merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI perguruan tinggi dibangun melalui 4 (empat) dokumen penting yaitu: Kebijakan SPMI, Manual PPEPP, Standar SPMI dan Formulir-formulir. Dokumen-dokumen diatas dibangun berdasarkan keinginan yang kuat untuk membangun mutu pendidikan. Tentu saja membangun dokumen mutu harus diawali adanya kesadaran mutu yang kuat.

Berikut beberapa contoh manfaat kesadaran mutu bagi keberhasilan SPMI:

  1. Kepuasan stakeholder: Kesadaran mutu membantu institusi pendidikan (perguruan tinggi, sekolah dan madrasah) untuk lebih memahami need & want stakeholder. Upaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan menghasilkan layanan yang bermutu. 
  2. Meningkatkan produktivitas: Kesadaran mutu membantu institusi pendidikan untuk mengidentifikasi masalah-masalah mutu. Masalah mutu akan segera dicarikan solusi dengan berbagai tindakan, seperti tindakan koreksi, korektif dan preventif, upaya ini tentu berpengaruh pada produktivitas dan efisiensi organisasi.
  3. Keterlibatan karyawan: Kesadaran mutu membantu anggota organisasi (dosen, guru, tendik) untuk memahami bagaimana tugas dan pekerjaan mereka berkontribusi pada mutu pendidikan. Kesadaran mutu dapat meningkatkan keterlibatan karyawan, rasa ikut memiliki serta memotivasi segenap karyawan untuk bekerja dengan lebih baik.
  4. Mengurangi biaya operasional: Kesadaran mutu tentu dapat membantu mengurangi biaya-biaya operasional. Pekerjaan dilakukan dengan sungguh-sungguh, tindakan preventif lebih diutamakan daripada upaya-upaya koreksi. Budaya mengutamakan pencegahan (preventif) dapat mengurangi biaya-biaya operasional organisasi.
  5. Citra organisasi: Institusi pendidikan yang memiliki mutu yang baik dapat membangun reputasi di mata pelanggan dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya. Citra organisasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Semua hal diatas tentu saja diawali dari terbangunnya kesadaran mutu dari internal organisasi.

Sebagai penutup, kesadaran mutu (quality awareness) memiliki peran yang penting bagi keberhasilan SPMI. Bila lembaga pendidikan (perguruan tinggi, sekolah, madrasah) ingin memiliki sistem mutu SPMI yang handal, mulailah secara terus menerus membangun kesadaran mutu di internal organisasi.

Dengan meningkatkan kesadaran mutu, organisasi dapat meningkatkan kepuasan stakeholder, produktivitas kerja, keterlibatan karyawan, mengurangi biaya, serta membangun citra (image) yang baik di mata pelanggan (stakeholder). Stay Relevant!


Instagram: @mutupendidikan

Info Pelatihan Mutu Pendidikan

admin

MOTTO: Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Mutu Pendidikan di Indonesia

×

Layanan Informasi

× Hubungi Kami