• 08123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

SPMI dan Sinkronisasi Kerja

SPMI dan Sinkronisasi Kerja

SPMI dan Sinkronisasi Kerja

SPMI dan Sinkronisasi Kerja

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dikdasmen adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai SNP.

Sinkronisasi Kerja

Sinkronisasi adalah proses menyelaraskan 2 (dua) atau lebih elemen-elemen agar dapat berjalan bersama-sama, dapat bekerja dalam keseimbangan yang baik. Dalam konteks mutu organisasi, sinkronisasi merujuk pada integrasi dan koordinasi antara berbagai departemen, devisi atau fungsi dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama. Sinkronisasi memastikan bahwa semua kegiatan/ program/ aktivitas organisasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. 

Sinkronisasi juga dapat mencakup koordinasi yang ketat antara orang, sistem, atau proses untuk memastikan semua karyawan mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif. 

Sinkronisasi juga dapat membantu organisasi agar terhindar dari konflik dan tumpang tindih pekerjaan (overlapping), baik antar individu, antara unit kerja, antar departemen maupun antar divisi.  

SPMI dan Sinkronisasi Kerja

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) baik di lingkungan Pendidikan Tinggi maupun Dikdasmen akan berjalan optimal apabila manajemen mampu melakukan sinkronisasi pekerjaan antar unit kerja.

Berikut contoh beberapa alasan mengapa sinkronisasi penting dalam SPMI:

  1. Kepuasan Pelanggan: Sinkronisasi antara departemen / unit kerja dalam lingkup SPMI dapat membantu meningkatkan kepuasan pelanggan (stakeholder) Dalam SPMI, membangun mutu dan kepuasan pelanggan dianggap sebagai salah satu indikator yang paling penting. 
  2. Responsivitas (tanggap): SPMI melibatkan interaksi yang intens antara lembaga pendidikan dengan stakeholder. Misal, melalui tracer study, alumni sering memberikan umpan balik tentang mutu atau layanan pendidikan, dan institusi harus  mampu merespons dengan cepat untuk memperbaiki masalah atau meningkatkan standar mutu SPMI. 
  3. Efisiensi: Dalam SPMI, setiap departemen atau bagian organisasi berkontribusi pada pencapaian standar-standar SPMI yang berkaitan dengan mutu pendidikan. Jika setiap departemen / prodi / unit kerja jalan sendiri sendiri tanpa koordinasi, hal ini tentu dapat mengakibatkan tumpang tindih (overlapping)  dalam penggunaan sumber daya, jelas ini tidak efisien.
  4. Mengurangi Kesalahan: SPMI melibatkan upaya yang berkelanjutan (kaizen) untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Sinkronisasi antara departemen/ fakultas/ Program studi penting sekali untuk dioptimalkan. Informasi data dan hasil evaluasi harus dikoordinasikan dan dibagi secara efektif. Bila informasi gagal disinkronkan dengan baik, masalah-masalah dapat terjadi yang menyebabkan biaya-biaya dan pemborosan.

Kesimpulan, sinkronisasi (integrasi dan koordinasi) yang baik sangat penting bagi keberhasilan SPMI (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah). Sinkronisasi membantu meningkatkan kepuasan konsumen (stakeholder), meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan dan meningkatkan responsivitas. Semangat!


Instagram: @mutupendidikan

Info Pelatihan Mutu Pendidikan

admin

MOTTO: Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Mutu Pendidikan di Indonesia

    ×

    Layanan Informasi

    × Hubungi Kami