SPMI dan Bounded Rationality

SPMI dan Konsep Bounded Rationality

Pendahuluan Konsep rasionalitas terbatas (bounded rationality) yang diperkenalkan oleh Herbert A. Simon memiliki implikasi yang signifikan bagi keberhasilan organisasi. Konsep ini dipaparkan beliau dalam buku berjudul “The Sciences of the Artificial” (1969). Konsep rasionalitas terbatas merupakan salah satu kontribusi terbesar Simon dalam ilmu pengetahuan sosial. Ia berargumen bahwa dalam pengambilan keputusan, manusia “tidak mampu” mengevaluasi […]

SPMI dan Konsep Bounded Rationality Read More »

SPMI dan Design Thinking

SPMI dan Design Thinking

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sangat penting dalam memastikan terpenuhinya target standar mutu dan peningkatan berkelanjutan (kaizen) di institusi pendidikan tinggi. Namun, pendekatan tradisional dalam implementasi SPMI sering kali menghadapi berbagai tantangan seperti penolakan (resistensi) terhadap perubahan, kurangnya keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder), dan kesulitan dalam mengidentifikasi serta mengatasi akar masalah mutu. Design Thinking, dengan

SPMI dan Design Thinking Read More »

SPMI dan Self-fulfilling prophecy

SPMI dan Self-Fulfilling Prophecy

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan kerangka kerja (framework) yang esensial bagi perguruan tinggi dalam upaya memastikan mutu pendidikan yang tinggi dan berkelanjutan. SPMI mencakup serangkaian proses (siklus) yang melibatkan penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar (PPEPP) yang bertujuan untuk menjamin dan meningkatkan mutu institusi pendidikan tinggi. Salah satu pendekatan (strategi) yang dapat

SPMI dan Self-Fulfilling Prophecy Read More »

SPMI dan 10 Peran Manajer

SPMI dan 10 Peran Manajer (Teori Henry Mintzberg)

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi merupakan mekanisme yang esensial untuk memastikan bahwa standar pendidikan (SNP) dan mutu pelayanan selalu terjaga dan ditingkatkan. Keberhasilan SPMI sangat dipengaruhi oleh peran manajer dalam mengelola, mengarahkan, dan memantau pelaksanaan sistem ini. Manajer adalah ujung tombak bagi keberhasilan organisasi. Dalam konteks perguruan tinggi, manajer adalah semua

SPMI dan 10 Peran Manajer (Teori Henry Mintzberg) Read More »

SPMI dan Problematik Administratif

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan mekanisme penting dalam memastikan pencapaian mutu pendidikan di perguruan tinggi. SPMI, melalui siklus PPEPP dirancang untuk memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kinerja institusi secara terus-menerus (continuous improvement). SPMI memiliki fungsi dan peran strategis dalam memastikan mutu pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, implementasi SPMI sering kali menghadapi berbagai tantangan dan kendala.

SPMI dan Problematik Administratif Read More »

SPMI dan Kecerdasan Emosional

SPMI dan Kecerdasan Emosi

Pendahuluan Pendidikan tinggi di Indonesia terus menghadapi tantangan untuk memenuhi tuntutan standar mutu yang semakin tinggi. Salah satu strategi utama untuk mencapai mutu pendidikan yang unggul adalah melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI berfungsi untuk memastikan bahwa setiap proses akademik dan administratif berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Keberhasilan SPMI sangat

SPMI dan Kecerdasan Emosi Read More »

Teori Motivasi Maslow

SPMI dan Teori Motivasi Maslow

Pendahuluan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh anggota organisasi, mulai dari tim dosen, staf karyawan, hingga jajaran manajemen. Motivasi kerja individu merupakan salah satu faktor kunci sukses yang mempengaruhi efektivitas dan keberhasilan SPMI. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami dan meningkatkan motivasi kerja karyawan adalah

SPMI dan Teori Motivasi Maslow Read More »

Kepemimpinan dalam SPMI

SPMI dan 8 Karakter Pemimpin

SPMI dan 8 Kareakter Penting Pemimpin Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dikdasmen adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan

SPMI dan 8 Karakter Pemimpin Read More »

SPMI dan Komunikasi Internal

Penguatan SPMI melalui Komunikasi Internal Perguruan Tinggi

Pendahuluan Peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan salah satu prioritas utama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dengan siklus PPEPPnya, menjadi instrumen vital dalam memastikan bahwa seluruh proses pendidikan memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan SPMI sangat bergantung pada efektivitas komunikasi internal yang

Penguatan SPMI melalui Komunikasi Internal Perguruan Tinggi Read More »

PPEPP vs PDCA

PPEPP vs. PDCA

Pendahuluan Manajemen mutu adalah salah satu elemen kunci dalam meningkatkan performance dan efisiensi organisasi. Dua kerangka kerja yang sering digunakan untuk tujuan perbaikan mutu adalah PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) dan PDCA (Plan, Do, Check, Act). Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu perbaikan berkelanjutan (Kaizen), terdapat perbedaan penting dalam pendekatan dan implementasi masing-masing.

PPEPP vs. PDCA Read More »

Scroll to Top