• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Blog & PowerPoint

Tes Psikologi Pendidikan

Fungsi Tes Psikologi untuk Pendidikan

Fungsi Tes Psikologi

Menurut tinjauan sejumlah literatur, tes psikologi memiliki beberapa fungsi-fungsi. Tes Psikologi dapat memberikan data untuk membantu para siswa/ mahasiswa dalam meningkatkan penerimaan diri (self acceptance), pemahaman diri (self understanding), dan penilaian diri (self evaluation). Hasil yang diperoleh dari psikotes dapat digunakan siswa/ mahasiswa untuk meningkatkan persepsi dirinya secara optimal dan untuk mengembangkan kemampuan individu (eksplorasi) dalam beberapa bidang tertentu. Tes psikologi (psikotes) berfungsi dalam banyak hal yang meliputi fungsi memprediksi, fungsi memperkuat, serta fungsi meyakinkan para siswa.

Fungsi utama Tes psikologi antara lain:

  1. Fungsi Diagnosis : Sebagai alat yang berfungsi mendiagnosis kesehatan dan potensi siswa. Tes psikologi dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik, gejala, penyebab maupun tanda-tanda yang mengarah pada bentuk bentuk gangguan, masalah atau penyakit yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar para siswa. Misalkan, seorang pelajar yang mengalami gangguan konsentrasi belajar kemudian diberikan tes psikologi guna menggali penyebab kesulitan belajar tersebut. Dari hasil tes akan diketahui faktor-faktor penyebabnya, misalnya masalah dalam hubungan keluarga, masalah dengan guru dan teman sekolah, masalah penyesuaian diri, atau mungkin ada gangguan pada saraf yang kemudian akan diberi rekomendasi-rekomendasi pemeriksaan medis oleh pihak-pihak yang ahli sesuai profesinya.
  2. Fungsi Prediksi : Tes psikologi bertujuan untuk memprediksi potensi/kemampuan yang dimiliki siswa dalam kaitannya dengan pencapaian hasil belajar di masa yang akan datang. Contoh tes psikologi untuk memprediksi keberhasilan siswa/mahasiswa dalam belajar tugas-tugas pada suatu jurusan tertentu.
  3. Fungsi Monitoring : Tes psikologi akan membantu dalam melihat seberapa jauh perkembangan dan kemajuan siswa/ mahasiswa, mulai dari siswa tersebut diterima di sekolah, saat orientasi, mengikuti pelajaran, maupun beraktivitas dan berkreasi di sekolah. Jika memang siswa tidak mengalami perkembangan atau kemajuan sesuai yang diharapkan, maka perlu ada bimbingan dan penanganan khusus.
  4. Fungsi Evaluasi : Sebagai alat evaluasi, tes psikologi melanjutkan fungsi monitoring, yakni apabila dari hasil tes terdahulu siswa yang dinyatakan bermasalah akan dikenai bimbingan atau penanganan. Setelah bimbingan dan penanganan tersebut, tentunya akan diketahui efektivitas dari pemberian bimbingan dan penanganan itu.

Secara spesifik, tes psikologis mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

  1. Fungsi seleksi : Fungsi seleksi ini berguna untuk memutuskan siswa-siswa mana yang akan dipilih, misalnya tes seleksi suatu lembaga kependidikan/ perguruan tinggi atau tes seleksi suatu jenis jabatan/ pekerjaan tertentu.
  2. Fungsi klasifikasi : Fungsi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan siswa-siswa dalam kelompok sejenis, misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah yang sejenis, sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
  3. Fungsi deskripsi : Fungsi deskripsi yaitu hasil tes psikologis yang telah dilakukan tanpa klarifikasi tertentu, misalnya melaporkan profil seseorang yang telah dites inventori minat.
  4. Mengevaluasi suatu treatment : Bertujuan untuk mengetahui suatu tindakan yang telah dilakukan terhadap siswa atau sekelompok siswa telah tercapai atau belum. Misalnya, seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan tugas-tugas remedial. Setelah pelaksanaan remedial kemudian diadakan tes untuk mengetahui apakah tugas remedial tersebut sudah efektif atau belum.
  5. Menguji suatu hipotesis : Bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis yang dikemukakan dari sebuah teori itu terbukti atau tidak terbukti. Untuk menguji hipotesis yang dikemukakan itu dapat dilakukan suatu metode penelitian kuantitatif.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tes psikologis memiliki berbagai fungsi, diantaranya untuk evaluasi, klasifikasi, deskripsi, menguji hipotesis, juga berfungsi untuk seleksi. Semua fungsi-fungsi diatas dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan karir di masa yang akan datang.

Demikian semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Tes Psikologi untuk pengembangan Mutu Pendidikan


Mutu Pendidikan ISO 9004

ISO 9004:2009 bagian 1

Standar ISO 9004 : 2009

Dear teman-teman Penjaminan Mutu Pendidikan yang berbahagia,

Selain ISO 9001:2015, organisasi dapat juga mengimplementasikan ISO 9004:2009 sebagai pedoman yang lebih menyeluruh untuk perbaikan dan peningkatan organisasi. Dengan menerapkan ISO 9004:2009, organisasi (lembaga pendidikan) akan memiliki keunggulan karena telah melampaui persyaratan minimal standar yang dituangkan dalam ISO 9001:2015.

Untuk lebih jelaskan silahkan diunduh file powerpoint berikut ini:

ISO 9004 : 2009 bagian 1

Demikian, Tetap Semangat dan Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Prosedur

Menyusun SOP yang Baik

“Bagaimana Menyusun SOP yang Baik”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bagaimana menyusun SOP (Standard Operating Procedure) yang baik. Paling tidak ada 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat SOP, yaitu:

  1. SOP harus Efektif/ Efisien
  2. SOP harus Konsisten
  3. SOP harus Standart
  4. SOP harus Sistematis
SOP harus Efektif & Efisien
  • Efektif : “Do The Right Things”
  • Efisien : “Do The Things Right”

SOP yang efektif harus menjamin tercapainya tujuan atau target yang ingin dicapai. Tahapan yang disusun harus dapat memastikan kemudahan pencapaian tujuan organisasi.

SOP yang efisien artinya hemat sumber daya. Ringkas, praktis, simple, mudah untuk dijalankan.

SOP harus Konsisten

SOP hendaknya disusun tertandar. Bentuk dan sistematikanya sama untuk semua bagian dalam organisasi yang menerapkan prosedur tersebut.

  • Konsistensi Pada Lokasi: Dengan menguji “ Apakah sebuah prosedur diterapkan secara sama dilokasi atau bagian yang berbeda.”
  • Konsisten Pada Prosedur: Dengan menguji “Apakah sebuah prosedur diterapkan secara sama dilokasi yang sama”

Bagaimana penjelasan detailnya? Bagi yang yang ingin mendalami dapat mengunduh file SlideShare berikut ini:

Metode Penyusunan SOP bag 3

Demikian, semoga uraian singkat tentang Menyusun SOP yang Baik, dapat bermanfaat. Tetap Semangat & Salam Mutu…

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


mutupendidikan.com


Perbaikan pendidikan

ISO 9004 untuk Perbaikan, Inovasi dan Belajar (bag.3)

Perbaikan, Inovasi & Belajar

Yang terhormat Bapak/Ibu/Saudara Penggerak Penjaminan Mutu yang berbahagia,

Berikut kami sampaikan materi ISO 9004:2009 yang dapat mendukung proses improvement (perbaikan), inovasi dan proses belajar pada organisasi pendidikan. Dalam materi ini, akan dibahas tentang cara-cara melakukan perbaikan seperti penyusunan visi, misi dan sasaran mutu. Strategi melakukan inovasi dan metode pengembangan Knowledge Management.

Untuk lebih jelasnya silahkan diunduh materi PDF berikut ini:

ISO 9004:2009 untuk Perbaikan, Inovasi dan Belajar (bag.3)

Terima kasih, selamat berkarya & salam mutu,

Admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

 

TQM

Tim Kerja

Membangun Tim yang Tangguh

Teamwork (tim kerja) merupakan serangkaian nilai, sikap dan perilaku dalam sebuah tim. Tim kerja tidak selamanya terdiri dari sekumpulan orang dengan gaya, sikap, dan cara kerja yang sama. Perbedaan antar anggota tim justru merupakan kekuatan/ potensi yang akan membuat tim menjadi kreatif, produktif dan inovatif.

Guna mendapatkan kerjasama tim yang baik perlu ditumbuhkan sikap-sikap/perilaku positif antar anggota tim. Seperti misalnya kebiasaan untuk saling mendengarkan, berempati sehingga tercipta komunikasi yang baik. Saling memberi dukungan kepada anggota tim yang membutuhkan, dan adanya apresiasi terhadap kontribusi/ pencapaian yang diperoleh dari anggota tim. Sebuah tim kerja akan menjadi penentu berhasilnya perjalanan organisasi. Melalui kerjasama dan koordinasi, sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan semua tugas-tugas secara efektif.

Tim boleh jadi merupakan kelompok kerja yang relatif permanen, namun juga bisa bersifat temporer yang bertugas untuk menyelesaikan sebuah proyek tertentu. Tim yang relatif permanen biasanya dinamakan “natural team work”, sedangkan yang temporer banyak disebut sebagai “a cross-functional action team”biasanya terdiri dari orang-orang dari berbagai bagian atau departemen. Bentuk tim yang dianggap paling maju adalah “self-directed”, karenanya tim semacam ini kurang memerlukan pengawasan, dan memiliki otoritas penuh dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Agar tim bisa bekerja secara efektif dalam mengembangkan produktivitas, banyak organisasi yang memandang pembangunan tim merupakan salah satu aspek penting dari pengembangan organisasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut dapat diunduh materi powerpoint tentang tim kerja, silahkan diunduh:

Tim Kerja

Demikan semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com

 

Pelatihan

Temuan Umum dalam Audit ISO 9001:2008 Klausul 4

Temuan dalam ISO 9001:2008

Dear Bapak/Ibu pengelola SPMI, SPMP dan ISO Sekretariat,

Auditor dan Auditee (pihak teraudit) perlu mengetahui temuan-temuan apa saja yang sering terjadi (common findings) dalam Audit ISO 9001:2008. Dengan mengetahui temuan-temuan tersebut, baik Auditor maupun auditee akan lebih terinspirasi dan lebih berhati-hati dalam menjalankan profesional pekerjaan mereka.

Berikut kami unggah/upload file presentasi (ppt) terkait materi temuan umum (common findings) Audit ISO 9001:2008 klausul 4. Silahkan di didownload disini:

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 4

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Mutu & tetap Semangat

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Lengkap Audit Mutu Pendidikan:

Silahkan klik disini


 

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 5

TEMUAN UMUM AUDIT ISO 9001:2008 KLAUSUL 5

Dear Bapak/Ibu pengelola SPMI / SPMP /Kantor Jaminan Mutu/ ISO Sekretariat, di manapun berada, apa kabar?

Kami doakan agar semua senantiasa sehat dan semoga tetap bersemangat menjalanan Continuous Improvement pada SPMI/ SPMP yang menjadi tugas pekerjaan kita sehari-hari.

Pada posting materi kali ini, kami unggah/upload, temuan umum/ common findings terkait klausul 5 ISO 9001:2008. Dengan mempelajari materi ini, InsyaAllah kita akan lebih memahami persyaratan-persyaratan apa saja yang sering diabaikan oleh auditee.

Sebagai auditor diharapkan mendapat inspirasi dan lebih jeli dalam melihat peluang-peluang perbaikan. Sebagai Auditee mudah-mudahan akan lebih terinspirasi dan lebih bersemangat untuk memberbaiki kualitas kerja di unit/departemen masing-masing. Bravo dan tetap semangat.

Silahkan materi (ppt) di unduh disini:

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 5

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Temuan Umum Audit untuk ISO 9001 Klausul 7

Temuan Umum Audit untuk ISO 9001 Klausul 7

Yang Terhormat Bapak/Ibu Pengelola Penjaminan Mutu Pendidikan dimanapun berada,

Berikut kami unggah/upload, file presentasi tentang temuan umum (common finding) untuk ISO 9001:2008 Klausul 7.

Dengan mempelajari temuan-temuan ini, masing-masing unit kerja akan lebih terinspirasi untuk memperbaiki Sistem Manajemen Mutu di departemen masing-masing.

Bagi yang berminat dapat mngunduh/download file pdf berikut ini:

Temuan Umum Audit ISO 9001 klausul 7

Salam mutu dan tetap semangat,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 6

Common Finding Audit ISO 9000

Dear Pengelola Unit Jaminan Mutu yang berbahagia,

Berikut, kami share materi Common finding (Temuan yang sering muncul pada saat audit) dalam Audit ISO 9001:2008 Klausul 6.

Bagi kawan-kawan yang tertarik untuk mempelajari Audit dalam lingkup ISO 9001:2008, silahkan diunduh materi power point berikut ini:

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 6

Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

 


Info Pengembangan SPMI Perguruan tinggi, Sekolah & Madrasah

Silahkan Klik: disini


 

Pendidikan Indonesia

ISO 9004 & Manajemen Resiko (bag. 4)

Pendidikan & Manajemen Resiko

Yang Terhormat, Bapak/Ibu Penggerak Penjaminan Mutu dimanapun berada,

Lembaga Pendidikan, dan juga organisasi bentuk lainnya, pasti akan menghadapi berbagi ancaman dan resiko, baik itu ancaman dari luar organisasi maupun dari dalam organisasi.

ISO 9004:2009, dalam klausul 9.3.5 juga memberikan panduan bagi organisasi untuk mengelola resiko-resiko yang mereka hadapi (risk control). Dengan manajemen resiko yang baik, diharapkan kegiatan penjaminan mutu organisasi akan berjalan lancar dan dapat mencapai sasaran mutu sesuai harapan segenap stakeholder nya.

Untuk lebih mengenal program Pengendalian Resiko bagi institusi pendidikan, silahkan di unduh file berikut ini:

ISO 9004 & Manajemen Resiko

Salam Mutu dan Tetap Semangat,

admin,

mutupendidikan.com

Pendidikan & Latihan

%d blogger menyukai ini: