SPMI dan Kemalasan Sosial

Menakar Keberhasilan SPMI: Efektifkah Siklus PPEPP?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kebijakan Pemerintah yang dipandang cukup strategis untuk meningkatkan dan menjaga mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 menekankan pentingnya perguruan tinggi menerapkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar) untuk mendorong perbaikan mutu secara berkelanjutan (kaizen). Namun, di tengah […]

Menakar Keberhasilan SPMI: Efektifkah Siklus PPEPP? Read More »

SPMI dan Mission Differentiation

PPEPP dan Realitas di Kampus: Perspektif Teori Mazmanian dan Sabatier

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Pendahuluan Implementasi Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi adalah regulasi penting ditetapkan pemerintah untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Siklus PPEPP—Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar—berfungsi sebagai panduan bagi perguruan tinggi untuk “mengintegrasikan” kebijakan mutu ke dalam semua aspek operasional dan proses pembelajaran​. Peraturan Pengintegrasian SPMI

PPEPP dan Realitas di Kampus: Perspektif Teori Mazmanian dan Sabatier Read More »

Pengembangan SPMI Digital

Revolusi Mutu Perguruan Tinggi dan SPMI Digital

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) telah menjadi regulasi penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia. Siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) memastikan bahwa standar mutu diterapkan secara berkelanjutan (kaizen), sehingga perguruan tinggi dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu sesuai dengan tuntutan zaman. SPMI berperan penting dalam

Revolusi Mutu Perguruan Tinggi dan SPMI Digital Read More »

Menjaga relevansi Standar SPMI di era VUCA

Integrasi Konsep McKinsey 7S untuk Penguatan SPMI

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan framework penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Menurut Permendikbudristek 53 tahun 2023, dalam pasal 68 ayat 1, diatur tentang implementasi siklus PPEPP. Melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), SPMI memungkinkan perguruan tinggi untuk menyesuaikan proses pendidikan sesuai dengan standar minimal yang

Integrasi Konsep McKinsey 7S untuk Penguatan SPMI Read More »

SPMI dan Marketing Mix

SPMI Dinamis: Peningkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi (PT) memberikan kerangka (framework) yang kuat untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara konsisten. SPMI membantu institusi menjalankan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) guna mencapai standar mutu yang diharapkan. Namun, dalam era kompetisi global, bila PT hanya berpegang pada “isi” standar SPMI saja

SPMI Dinamis: Peningkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Read More »

SPMI dan LAMEMBA

SPMI: Rahasia di Balik Akreditasi LAMEMBA

SPMI Kunci Sukses? Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan pilar penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, terutama dalam program studi bisnis, manajemen, ekonomi, dan akuntansi, akreditasi menjadi alat penting untuk menilai mutu institusi. Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berperan dalam mengevaluasi

SPMI: Rahasia di Balik Akreditasi LAMEMBA Read More »

SPMI dan Budaya Mutu

SPMI: Tanggung Jawab Kolektif?

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah instrumen utama untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi, khususnya di Indonesia. Walaupun sering “diasumsikan” bahwa tanggung jawab utama SPMI berada di pundak Rektor atau Kepala Penjaminan Mutu, kenyataannya SPMI melibatkan lebih banyak pihak. SPMI adalah “sistem mutu” yang seharusnya dikelola secara kolektif oleh semua aras

SPMI: Tanggung Jawab Kolektif? Read More »

SPMI dan Lingkungan BANI

Ketika Mutu Tidak Lagi Linier

Dunia pendidikan tinggi di Indonesia sedang menghadapi krisis yang signifikan. Sebanyak 84 perguruan tinggi swasta (PTS) terancam ditutup (news.detik.com) karena gagal memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kasus ini menyoroti kerapuhan sistem pendidikan tinggi di era transformasi besar. Perguruan tinggi yang sebelumnya dianggap eksis kini mengalami kelalaian dalam pengelolaan

Ketika Mutu Tidak Lagi Linier Read More »

SPMI dan Pelatihan AMT

SPMI Butuh Kecepatan, Bukan “Slow Respon”

Pendahuluan Di era digital atau yang dikenal sebagai era BANI, kecepatan komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung operasional organisasi, termasuk perguruan tinggi. BANI menggambarkan lingkungan yang rapuh, gelisah, non-linier, dan sulit dipahami, sehingga menuntut organisasi untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dalam menyampaikan dan menerima informasi sangat penting agar organisasi tetap

SPMI Butuh Kecepatan, Bukan “Slow Respon” Read More »

SPMI dan Mutu Pendidikan Indonesia

SPMI & Fenomena ‘Knowledge Hoarding’ di Kampus

Pendahuluan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik dan non akademik melalui siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar). Ketentuan pemerintah tentang SPMI diatur dalam Permendikbudristek 53 Tahun 2023 pasal 67 sampai pasal 70. Sementara ketentuan sebelumnya, SPMI diatur dalam Permenristekdikti no 62 tahun

SPMI & Fenomena ‘Knowledge Hoarding’ di Kampus Read More »

Scroll to Top