• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Mengenal Sistem Manajemen Mutu Sekolah

Sistem Manajemen Mutu Sekolah

Mengenal Sistem Manajemen Mutu Sekolah


Dapatkan Slideshare di bawah ini:

Mengenal SIstem Manajemen Mutu Pendidikan


Peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah harus dilakukan secara terus-menerus. Walaupun demikian, proses pendidikan tidak  boleh berhenti hanya menunggu penyempurnaan sistem, sarana, dan sumber daya manusia. Sebagai institusi pendidikan, sekolah selalu menjadi perhatian utama untuk terus diperbaiki dan dijaga kualitas proses pembelajarannya. Pengelolaan sekolah harus dilakukan secara efektif, yakni mampu menciptakan proses belajar pada diri siswa. Dalam upaya pengelolaan sekolah secara efektif diterapkan  Manajemen Berbasis sekolah (School-Based Management).

Realisasi Manajemen Mutu berbasis sekolah sangat berkaitan erat dengan pelaksanaan otonomi daerah, seperti tercantum dalam Undang-Undang No.22 Tahun 1999, tentang pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepemerintah daerah dalam wujud otonomi daerah.

Tujuan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah)
  1. Agar sekolah lebih berdaya
  2. Sekolah makin akrab dengan masyarakat
  3. Tercipta iklim belajar mengajar yang makin bermutu
  4. Kepala sekolah mempunyai otonomi yang luas
  5. Sekolah dan guru-gurunya menjadi lebih sejahtera
Pilar Penyangga MBS
  1. Pemberdayaan
  2. Transparansi
  3. Standardiasi mutu
  4. Partisipasi masyarakat
  5. Akuntabilitas

Peningkatan mutu akademik, sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proses pendidikan, merupakan proses dalam rangka pembangunan sumber daya manusia.Peningkatan mutu akademik harus dilakukan secara terarah, terencana, dan insentif sehingga mampu menyiapkan bangsa Indonesia dalam memasuki  era globalisasi yang sarat persaingan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu akademik, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi guru, pengadaan buku dan alat pengajaran, perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan mutu manajemen sekolah.

ACUAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
  • Reliability, yaitu ketepercayaan pemakaian jasa pendidikan .
  • Assurance, yaitu keterjaminan program pendidikan yang ditawarkan.
  • Tangible, yaitu kebersihan, kesehatan, kerapian, keteraturan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.
  • Empaty, yaitu perhatian terhadap aspirasi dan kebutuhan pelanggan pendidikan.
  • Responsiveness, yaitu tanggap terhadap keluhan pemakai jasa pendidikan.
DEFINISI KUALITAS

Kualitas merupakan tingkat (degree) atau taraf atau derajat melakukan kabaikan sesuatu. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (1999:677), kualitas atau mutu adalah ukuran baik buruk suatu benda, keadaan , taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan dan sebagainya).

Menurut Garvin (Giri, 2008:2), ada lima macam perspektif kualitas yang dapat menjelaskan mengapa kualitas diartikan beraneka ragam, sebagai berikut .

  1. Transcendental approach, kualitas dipandang  sebagai innate excellence, dimana kualitas dapat dirasakan, diketahui, tetapi sulit didefiniskan dan dioperasionalisasikan.
  2. Product-based approach, bahwa kualitas merupakan atribut ataupun spesifikasi secara kuantitatif dan dapat diukur.
  3. User-based approach, bahwa kualitas tergantung pada orang yang memandangnya sehingga pelayanan yang paling memuaskan preferensi seseorang merupakan pelayanan yang paling berkualitas tinggi.
  4. Manufacturing-based approach, mendasari diri pada supply dan terutama memerhatikan praktik-praktik perekayasaan dan manufaktur serta mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan persyaratan.
  5. Value-based approach, memandang kualitas dari segi nilai dan harga.
TIGA KOMPONEN DASAR KUALITAS PELAYANAN.
  1. Kualitas teknis atau hasil. Apa yang pelanggan terima dalam interaksinya dengan perusahaan jelas sangat penting untuk mereka dan pada penilaian kualitas mereka.
  2. Kualitas fungsional atau yang diberikan dengan proses. Selain itu pelanggan juga dipengaruhi oleh bagaimana mendapat pelayanan atau bagaimana dia mengalami proses produksi dan konsumsi yang simultan, yang merupakan dimensi dari kualitas, yang sangat terkait dengan hubungan pembeli dan penjual sehingga disebut kualitas fungsional.
  3. Citra perusahaan. Biasanya penyedia layanan tidak dapat bersembunyi dibalik nama merek.

Bedasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas  merupakan derajat keunggulan suatu produk (barang/jasa), baik yang tangible maupun yang intangible yang bersifat relative dan dinamis. Dalam pandangan modern, kualitas bersifat relatif karena kriterianya tergantung pada konsumen atau pihak-pihak yang memanfaatkan produk itu. Pengertian relatif mengandung maksud bahwa barang atau jasa sesuai dengan tujuan penggunaannya. Suatu produk yang berkualitas tidak sekedar berfungsi sesuai peruntukannya tetapi juga harus memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan harapan konsumen.

 DIMENSI KUALITAS

Ketika orang menagatakan suatu produk berkualitas, maka alasan mereka biasanya tidak tunggal. Misalnya, pelanggan transportasi bus mengatakan bahwa perusahaan angkutan itu berkualitas. Alasan mengatakan berkualitas boleh jadi karena busnya nyaman, supirnya tidak ugal-ugalan, harganya relatif murah, tepat waktu dan lainnya. Dengan kata lain, kualitas bus jasa angkutan bus memiliki banyak dimensi sehingga dipersepsikan berkualitas oleh konsumen atau pelanggan.

SEPULUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN
  1. Reliability mencakup dua hal pokok, yaitu konsitensi kinerja dan keandalan.
  2. Responsiveness berfokus pada sikap kesediaaan dan kesiapan dari karyawan untuk menyediakan pelayanan.
  3. Competence berarti memiliki pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan.
  4. Access meliputi kemudahan untuk dicapai atau dihubungi.
  5. Courtesy melibatkan kesopanan, rasa hormat, pertimbangan dan keakraban dari tiap karyawan.
  6. Communication berarti menjaga pelanggan tetap mendapatkan informasi dalam bahasa yang pelanggan mengerti dan mendengarkan pelanggan.
  7. Credibility melibatkan sikap dapat dipercaya, jujur, mendapatkan perhatian pelanggan dengan sikap yang terbaik.
  8. Security merupakan bebas dari kata bahaya, risiko, maupun keraguan.
  9. Understanding/knowing the customer berarti berusaha untuk mengerti kebutuhan pelanggan.
  10. Tangibles meliputi bukti fisik dari pelayanan.
DIMENSI KUALITAS PRODUK YANG BERBENTUK BENDA
  1. Kinerja, seberapa baik suatu produk melakukan apa yang harus dilakukan.
  2. Features, pernik-pernik yang melengkapi atau meningkatkan fungsi dasar produk.
  3. Keandalan, berkaitan dengan kemampuan produk untuk bertahan selama penggunaan yang biasa.
  4. Kesesuaian, seberapa baik produk tersebut sesuai dengan standar.
  5. Daya tahan, ukuran umur produk, dan teknologi modern memungkinkan teknologi ini.
  6. Kemudahan perbaikan, produk yang digunakan untuk jangka waktu tertentu, sering harus diperbaiki.
  7. Keindahan, kualitas produk tidak saja tergantung dari kemampuan fungsional, tetapi juga keindahan.
  8. Persepsi terhadap kualitas, dimensi ini tidak didasarkan pada produk itu sendiri tetapi pada citra atau reputasinya.
DIMENSI PADA KUALITAS JASA
  1. Berwujud, dapat dilihat pelanggan saat jasa sedang dikerjakan , fasilitas, pegawai, perlengkapan dan peralatan.
  2. Keandalan, sama seperti produk berupa barang, jasa juga harus andal.
  3. Responsif, pelanggan tidak ingin harus menunggu untuk dilayani.
  4. Kepastian, pelanggan mengharapkan personel jasa sopan dan terpelajar.
  5. Empati, personel jasa harus menunjukkan perhatian yang tulus pada para pelanggan dan kebutuhan mereka.
PENTINGNYA KUALITAS

Kualitas adalah sesuatu yang sangat penting bagi organisasi. Kualitas bukan hanya sekedar persoalan reputasi organisasi, melainkan juga bentuk pertanggung jawaban moral produsen kepada konsumen. Dengan suatu peningkatan kualitaslah produsen mampu memuaskan konsumen. Dengan produk yang berkualitas maka masyarakat konsumen akan terhindar dari produk-produk yang merugikan dan membahayakan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kualitas dianggap penting Bagi organisasi karena:
  1. Meningkatkan reputasi organisasi
  2. Penurunan biaya
  3. Peningkatan pangsa pasar
  4. Pertanggungjawaban produk
  5. Dampak internasional
  6. Penampilan produk atau jasa
SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Istilah penjaminan mutu (quality assurance) pada awal dipakai dalam dunia bisnis. Penjaminan mutu dimaksudkan untuk menciptakan budaya peduli mutu. Penjaminan mutu dibutuhkan institusi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan. Penjaminan mutu bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam aktifitas program kerjanya dan semua aspek-aspeknya melalui proses evaluasi dan perbaikan diri secara terus menerus.

Manajemen mutu merupakan satu cara dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat komprehensif dan berintegrasi yang diarahkan dalam rangka, yaitu;

  1. Memenuhi pelanggan secara konsisiten.
  2. Mencapai peningkatan terus-menerus dalam setip aspek aktivitas organisasi.

Mutu pendidikan didefinisikan sebagai tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional. Definisi tersebut terjemahan dari aspek proses dan produk pendidikan, sebagai berikut.

  1. Proses pendidikan, yaitu upaya sistematis oleh institusi dan perorangann dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah sesuai dengan konsensus nasional melalui undang-undang Sistem Pendidikan nasional No.20 tahun 2003 (pasal 4).
  2. Proses pendidikan, yaitu segala yang dihasilkan dalam pendidikan melalui persekolahan yang menjadi harapan masyarakat dan sesuai konsensus nasional melalui undang-undang Sistem Pendidikan nasional No.20 tahun 2003 (pasal 4).

Sistem penjaminan mutu pendidikan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sistem penjaminan mutu. Aplikasi standar dalam sistem pendidikan mencakup dua kegiatan besar.

  1. Peningkatan mutu yang dilandaskan dengan target mutu yang sekolah harapkan.
  2. Mengukur mutu pencapaian kinerja untuk mengetahui tingkat pemenuhan standar berdasarkan target program yang telah ditetapkan.

Jaminan mutu internal (internal quality assurance) adalah kearah penjaminan yang dapat memenuhi mutu yang dijanjikan dan diharapkan masyarakat. Kegiatan penjaminan mutu difokuskan pada proses membangun kepercayaan dengan cara pemenuhan segala persyaratan atau standar minimum sesuia yang diharapkan oleh pelanggan

Secara umum dapat dikemukakan, sistem penjaminan mutu pendidikan dikembangkan untuk tujuan sebagai berikut;

  1. Sebagai acuan dalam memetakan mutu pengelolaan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota, sekolahan dan pembelajaran.
  2. Proses dan produk SPMP dapat meyakinkan bahwa pendidikan dan pembelajaran telah dapat diupayakan secara terus-menerus memuaskan bagi peserta didik, orang tua siswa dan masyarakat, sumberdaya pendidikan sekolah, dan para pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan.
  3. Menentukan model fasilitasi peningkatan kinerja sekolah, meliputi sistem pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan pemberdayaan masyarakat pendidikan pada masyarakat luas dalam pengelolaan pendidikan di sekolah.

Tujuan akhir penjaminan mutu pendidkan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-ciakan oleh pembukaan undang-undang dasar Negara republik Indonesia tahun 1946 yang dicapai melalui penerapan SPMP.Tujuan antara yang hendak dicapai melalui sistem penjaminan muu pendidikan ini adalah terbangunnya system penjaminan mutu pendidikan, sebagai berikut.

  1. Terbangunnya budaya mutu pendidikan formal, non formal dan informal.
  2. Pembagian tuga dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan non formal pada satuan atau program  pendidikan, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, dab pemerintah.
  3. Diterapkannya secara nasional acuan mutu dalam pejaminan mutu pendidikan formal dan non formal.
  4. Terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan non formal yang dirinci menurut provinsi,kabupaten atau kota dan satuan atau program pendidikan.
  5. Terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal, terpadu, dan tersambung yang menghubungkan satuan program pendidikan, penyelenggara satuan atau atau program  pendidikan, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, dab pemerintah.
PRINSIP DASAR SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
  1. Keberlanjutan
  2. Terencana dan sistematis, dengan kerangka waktu dan target-target capaian mutu yang jelas dan terukur dalam jaminan mutu penddikan formal dan non formal.
  3. Menghormati otonomi satuan pendidikan formal dan non formal
  4. Memfasilitasi pembelajaran informal masyarakat berkelanjutan dengan regulasi Negara yang seminimal mungkin.
  5. SPMP merupakan sistem terbuka yang terus disempurnakan secara berkelanjutan
Penjaminan mutu pendidikan mengacu pada mutu kehidupan manusia sekurang-kurangnya mencakup:
  1. Mutu keimanan, ketakwaan, akhlak, budinpekerti dan kepribadian.
  2. Kompetensi intelektual, estetik, psikomotorik,kinestetik, vokasional, serta kompetensi kemanusiaan lainnya sesuai dengan bakat, kompetensi dan minat masing-masing.
  3. Muatan dan tingkat kecanggihan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mewarnai dan memfasilitasi kehidupan.
  4. Kreativitas dan inovasi dalam menjalani kehidupan.
  5. Tingkat kemandirian serta daya saing dan kemampuan untuk menjamin keberlanjutan diri dan lingkungannya

Pengukuran kecepaian standar mutu acuan dilakukan setelah audit kinerja , akreditasi, sertifikasi dan bentuk lain pengukuran capain mutu pendidikan.Audit kinerja dilakukan dengan cara monitoring .Akreditasi merupakan salah atu pengukuran ketercapaian standar acuan mutu pendidikan yang dilakukan secara eksternal oleh badan akreditasi. Sedangkan sertifikasi merupakan pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian standar mutu yang berkaitan dengan standar pendidik.

Penjaminan mutu pendidikan informal dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat dapat melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan informal secara perorangan, kelompok maupun kelembagaan.

PENDEKATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
  1. Perbaikan secara terus-menerus
  2. Penentuan standar mutu.
  3. Perubahan kultur.
  4. Perubahan organisasi.
  5. Mempertahankan hubungan dengan pelanggan

 

Demikian semoga bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Training & Pendampingan

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...
Avatar
admin

MOTTO: Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Mutu Pendidikan di Indonesia

Leave a Reply