Kualifikasi Auditor

Topik 12: Kualifikasi Auditor (Jum’at)

Audit mutu internal adalah salah satu fungsi utama untuk menjaga keunggulan sistem manajemen dalam sebuah organisasi/lembaga Pendidikan, dimana keberhasilan audit mutu internal harus ditunjang dengan kualifikasi yang menjadi softskill utama seorang auditor.

Ada banyak keterampilan, kompetensi, dan kualifikasi yang wajib dimiliki oleh seorang auditor. Untuk itu dalam modul ini akan dibahas mengenai apa saja kualifikasi auditor yang membuat proses audit menjadi lebih efektif dan efisien.

Kompetensi Auditor

Kompetensi artinya auditor harus mempunyai kemampuan, ahli, dan memiliki pengalaman dalam memahami kriteria dan menentukan bahan bukti yang nantinya digunakan untuk menentukan keputusan yang akan diambil.

Kompetensi yang dimiliki seorang auditor dapat diperoleh melalui Pendidikan serta pengalaman, semakin banyak kompetensi yang dimiliki maka tingkat kualitas jasa dan profesionalismenya dalam memberikan pelayanan sebagai auditor juga baik.

Laporan Audit Mutu Internal
Auditor harus membangun skill yang tapat

Softskill Yang Harus Dimiliki Auditor

  • Sikap professional
  • Trampil berkomunikasi
  • Cakap dalam menjelaskan dan mengikuti aturan.
  • Diplomatis.
  • Jujur dan tidak bias dalam melakukan penilaian.
  • Punya rasa ingin tahu dan pengamat yang baik.
  • Cakap dalam menjelaskan dan mengikuti aturan.
  • Diplomatis.
  • Jujur dan tidak bias dalam melakukan penilaian.
  • Punya rasa ingin tahu dan pengamat yang baik.

Tanggung Jawab Auditor

  • Pemenuhan persyaratan pelaksanaan audit: Auditor wajib memenuhi segala persyaratan baik terkait kompetensi, softskill maupun jenjang pendidikan yang dimilikinya.
  •  Berkomunikasi dan menjelaskan persyaratan pelaksanaan audit: Seorang auditor wajib menjelaskan segala sesuatu sebelum dimulainya proses audit dengan media komunikasi yang jelas dan mudah dipahami.
  •  Merencanakan dan melaksanakan tugas yang diberikan: Auditor harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengaudit sesuai dengan lingkupnya tentunya dengan sikap professionalitas.
  • Mencatat hasil temuan audit (jika ada): Seorang auditor wajib mencatat segala temuan (kesesuaian atau KTS) untuk nantinya dikonfirmasi kepada auditee.
  •  Memverifikasi efektivitas dari tindakan perbaikan: Auditor wajib meminta bukti kejelasan mengenai tindak perbaikan yang telah dilakukan oleh auditee.
  •  Bekerja sama dan mendukung tugas Ketua Tim Auditor: Membangun hubungan baik dengan auditee, hal ini dilakukan agar proses auditor berjalan dengan lancar.
  •  Menjaga kerahasiaan dokumen yang diaudit: Auditor dilarang untuk menyebarluaskan rahasia dari pihak auditee, karena hal ini dapat melanggar kode etik sebagai auditor.

Atribut Yang Harus Dimiliki Auditor

  • Memiliki kepribadian yang positif: Kepribadian ini menyangkut diri seorang auditor, dimana kepribadian positif dapat membantu memperlancar proses audit.
  • Memiliki pengetahuan/Pendidikan dalam bidang yang akan diaudit: Seorang auditor wajib memiliki pengetahuan yang didapat melalui Pendidikan maupun sertifikasi sebelum berprofesi menjadi seorang auditor.
  • Memiliki pengalaman teknis audit: Semakin banyak pengalaman seorang auditor maka sikap profesionalitasnya juga meningkat, karena sudah mengerti akan suatu kasus saat audit berlangsung.
  • Memiliki kemampuan manajerial: Seorang auditor dituntut memiliki kemampuan dalam mengatur, mengoordinasikan, dan mengarahkan terkait proses audit.
  • Berwibawa dan disegani dalam organisasi: Mampu besikap benar dan adil sehingga sikap ini akan dianggap sebagai wibawa yang dimiliki auditor.
  • Trampil berkomunikasi dan berbahasa: Mampu mengkomunikasikan segala permasalahan kepada auditee dengan Bahasa yang mudah dipahami.
  • Bersikap adil, jujur, dan tidak bias: Auditor wajib memiliki sikap ini untuk dimana seorang auditor dituntut netral (tanpa memihak).

Tips untuk Auditor

  • Sedikit berbicara: Pada saat proses audit berlangsung pihak yang diharapkan untuk  banyak berbicara adalah auditee, karena disini penjelasan auditee merupakan bahan utama dalam proses audit.
  • Banyak mendengarkan: Auditor hendaknya mendengarkan segala sesuatu yang diampaiakan oleh auditee, karena penjelasan auditee merupakan jawaban atas pertanyaan audit yang telah disampaikan.
  • Banyak mengamati: Auditor hendaknya mengamati segala sesuatu yang berhubungan dengan audit (fasilitas, Gedung, metode pembelajaran, dll) hal ini berguna untuk menemukan bukti adanya KTS dll.

Open Mind & Sikap Etis Seorang Auditor

  • Bersikap dewasa
  • Bersikap professional
  • Berfikir realistic
  • Tidak bias
  • Tidak mengungkapkan rahasia perusahaan
  • Bersahabat & kolegial
  • Open mind & obyektif

Perlu Diingat Oleh TIM Auditor

  • Tidak mengaudit pekerjaan/bidang/departemen yang menjadi tanggung jawabnya sendiri
  • Senantiasa bersikap jujur & menjaga agar tidak bias
  • Memiliki pengetahuan/wawasan yang cukup atas topik-topik yang dibahas dalam audit
  • Mempunyai pengalaman mengenai lokasi dan tempat audit
  • Tidak ada Conflict of interest dengan teraudit 

Video: Kompetensi Auditor


Materi (untuk download)


Latihan Soal

Audit Mutu Internal SPMI

Memperhatikan gambar anekdot diatas, bila dikaitkan dengan kualifikasi auditor, berikan opini saudara?

Catatan:

  • Hanya untuk latihan, tidak perlu dikumpulkan.
  • Bila ada pertanyaan dapat memanfaatkan forum diskusi group WA atau zoom

Penutup

Wow… Alhamdulillah senang sekali topik ini bisa dijalani dengan baik. Semangat….open mind membuat kita senantiasa bergairah untuk belajar! Yes..Yes..Yes..

Budaya Mutu, SPMI dan Sikap Kerja
If you keep an open mind, you can learn so much from the people around you. (Lynn Good)

Selingan teka-teki jenaka: Benda apa yang kalau diikat baru bisa jalan ? Jawab: Tali sepatu. 🙂 🙂 🙂

Catatan: Agar dapat membuka materi selanjutnya, silakan klik tombol hijau “tandai selesai” di bagian bawah.

×

Layanan Informasi

× Hubungi Kami