Kelincahan Belajar Gen Y & Z

KELINCAHAN BELAJAR MILENIAL DAN Z PADA LEMBAGA PENDIDIKAN

            Perekonomian Global saat ini dapat digambarkan dengan istilah VUCA. VUCA merupakan singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (Johansen dalam Azzaini, 2018). Pada kondisi Ambiguity, keadaan terasa mengambang dan kejelasan yang masih dipertanyakan. Beberapa Lembaga Pendidikan berupaya mempersiapkan organisasinya untuk menghadapi tantangan di era VUCA.

VUCA pada akhirnya juga mempengaruhi dari sumber daya manusia. Beberapa tenaga pendidik bertalenta yang menjadi unggulan dan penentu perubahan akan menghadapi situasi penuh ketidakpastian sehingga organisasi membutuhkan individu yang bisa beradaptasi untuk bertahan.

            Angkatan kerja Era pasca Covid di beberapa sektor didominasi oleh milenial bahkan z. Dalam perubahan dunia yang cukup cepat, bertransisi dan berkembang menjadi hal yang menantang karena individu menghadapi situasi yang samar-samar. Salah satu tantangan dari sektor pendidikan adalah menciptakan sebuah pemimpin yang agile yang dapat menghadapi persaingan dimasa depan, baik dari perusaban era, kolaborasi antar generasi, dan menjalankan peran di era saat itu serta berbagi pengetahuan dan informasi yang menjadi semakin mudah.

Generasi milenial dan z perlu memiliki kemampuan yang “Learning Agility” agar dapat memenuhi keinginan Lembaga Pendidikan akan SDM yang Agile. Agility akan berbentrokan dengan kesulitan akan fleksibilitas.

            Para Milenial dan Z dengan agility yang tinggi mengambil pelajaran yang tepat dari berbagai pengalaman mereka dan melakukan penerapan dari pelajaran tersebut di situasi-situasi yang belum pernah ditemui sebelumnya. Mereka cenderung akan mencari tantangan-tantangan baru terus menerus, aktif mencari feedback dari orang lain dengan tujuan untuk bertumbuh dan berkembang, cenderung merefleksi diri, dan mengevaluasi pengalaman dan menarik kesimpulan.

Ada beberapa cara-cara baru untuk melibatkan tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan yaitu dengan menggunakan media sosial yang merupakan salah satu cara untuk membantu memudahkan  dalam mempelajari banyak hal baru yang dapat memudahkan pekerjaannya.

Dalam memenuhi persyaratan ini, Lembaga Pendidikan memerlukan kebijakan orang yang lebih tinggi yang sesuai dengan kebijakan yang mendukung penggunaan media sosial karyawan (Cho et al. 2013) dalam (Turner, 2020). Hal ini dapat memainkan peran yang efektif karena dampaknya terhadap kualitas komunikasi yang terkait erat dengan komitmen afektif dan kepuasan kerja (Sievert dan Scholtz 2017; Kim dan Scott 2019) dalam (Turner, 2020).

Rujukan

  • Jatmika, D., & Puspitasari, K. (2019). Learning Agility Pada Karyawan Generasi Millennial Di Jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 3(1), 187. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v3i1.3446
  • Turner, P. (2020). Employee Engagement in Contemporary Organizations. In Employee Engagement in Contemporary Organizations. https://doi.org/10.1007/978-3-030-36387-1