SDM MILENIAL DAN Z SERTA TEKNOLOGI UNTUK LEMBAGA PENDIDIKAN
SDM MILENIAL DAN Z SERTA TEKNOLOGI UNTUK LEMBAGA PENDIDIKAN
Konon katanya milenial dan z adalah generasi tercerdas dari sekian regenerasi homo sapiens, generasi milenial dan z di Indonesia saat ini sudah berada pada kisaran 40% (BPS, 2015) dari total populasi. Soewito (2019) mengatakan bahwa generasi milenial dan z itu generasi yang unik, berbeda dengan generasi lain. Hal ini banyak dipengaruhi oleh munculnya smartphone, meluasnya internet, dan munculnya jejaring sosial media. Ketiga hal tersebut banyak mempengaruhi pola pikir, nilai-nilai dan perilaku yang dianut. Yang mencolok dari generasi milenial dan z ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya musik. Kehidupan generasi milenial dan z tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, enternainment atau hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.
Teknologi memiliki peran yang penting dalam menentukan manusia dalam berperilaku khususnya pada mereka yang sadar dan melek akan teknologi seperti generasi milenial dan z. Pada era pasca Covid ini kita hampir memasuki era 5.0 ditandai dengan produk-produk teknologi yang akan mengikuti gaya hidup masyarakat milenial dan z dan z. Teknologi juga yang membuat para generasi milenial dan z tersebut mengandalkan media sosial sebagai wadah atau tempat untuk mendapatkan informasi. Hingga saat ini, media sosial telah menjadi platform yang kian digemari para milenial dan z dan menjadi sumber berita paling utama bagi masyarakat. Lekatnya para milenial dan z dengan dunia maya, mempunyai kemampuan dan pengetahuan tinggi dalam menggunakan perangkat mobile, ternyata melahirkan titik lemah bagi para generasi milenial dan z. Titik lemah ini berdampak buruk terhadap keberlangsungan kehidupan sosial para milenial dan z di dunia maya maupun dunia nyata.
Teknologi komunikasi, informasi dan media baru yang berhasil mengubah pola komunikasi dan pencarian informasi menjadi faktor yang berkontribusi besar dalam perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya dalam gaya berkomunikasi dan pencarian informasi. Semenjak booming internet pada awal milenium ketiga, kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang apa pun. Internet juga memungkinkan orang untuk saling berkomunikasi menggunakan fasilitas surel, media sosial, dan juga layanan perpesanan. Sarana komunikasi jarak jauh ini jamak digunakan untuk berbagai keperluan. Jika kita kemudian menengok kepada konteks budaya kerja, kondisi tersebut juga mengimbas kepada pola relasi kerja. Hari ini orang tidak lagi melulu bergantung pada komunikasi tatap muka dengan rekan kerja atau mitra untuk menyelesaikan pekerjaan. Internet telah memungkinkan komunikasi dan koordinasi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung. Sehingga sebuah pekerjaan bisa dikerjakan tanpa harus selalu bertemu secara langsung.
Rujukan
- Yuania, N. Prastiwi., & Suci, N. Fauyi’ah. (2016). Peran Teknologi Terhadap SDM.
- Mukhammad, H., Susilo, S., & Yuniarto. (2016). Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan.
- Ratina, H., Roy, F., & Sofia, S. (2016). Pengaruh Penguasaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Telkom Indonesia Cabang Manado.
- Ariwan, K., Perdana. (2019). Generasi Milenial dan Strategi Pengelolaan SDM Era Digital. Jurnal Studi Pemuda, 8(1), 75-80.
- Sinta Nafira & Tri Diana Sari. (2021). Strategi Pengembangan Kualitas Sdm “Generasi Millenial & Generasi Z” Dalam Menghadapi Persaingan Global Era 5.0, 1(1), 22-25
