• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tag Archive Temuan

Tindakan Koreksi dalam AMI dan SPMI

Tindakan Koreksi dalam Audit Mutu Internal

Koreksi, Korektif & Preventif

Bapak/Ibu yang terhormat,

Tindakan koreksi, adalah langkah perbaikan yang dilakukan ketika ada temuan KTS (Ketidak-sesuaian) dalam proses audit. Dalam praktek seringkali tindakan koreksi yang dilakukan terkesan seadanya, tidak lengkap, tidak mencukupi dan tidak efisien, kalau hal ini terjadi tentu saja harapan adanya perbaikan berkelanjutan dari proses PDCA tidak akan sesuai harapan.

Untuk memahami bagaimana metode yang benar, dalam ISO diperkenalkan 3 tindakan yaitu tindakan koreksi, korektif dan preventif. Bagaimana mekanismenya  dan siapa saja yang terlibat dalam proses ini, silahkan diunduh file SlideShare berikut ini:

Tindakan Koreksi dalam Audit Mutu Intenal

Demikian, semoga bermanfaat.

Terima kasih dan salam mutu.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Audit Mutu lainnya:

Silahkan klik disini


Untuk informasi In-house Training silahkan kontak:

Hasan Bagus

Email: mutupendidikan.info@gmail.com

atau kirim SMS/WA ke nomor: 08123070905

Kata Kunci untuk penelusuran: Permintaan Tindakan Koreksi dan Pencegahan, Korektif, Preventif, Audit, AMI, Finding, Tindakan koreksi dan pencegahan, Correction action, Corrective action, Preventive action

Permasalahan Audit Mutu Internal

12 Kendala Pelaksanaan AMI

Permasalahan AMI

Kegiatan Audit Mutu Internal adalah kegiatan penting yang wajib dilakukan oleh institusi Pendidikan yang menjalaskan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) atau yang mengadopsi SMM ISO 9001.

Tujuan audit mutu internal (AMI) adalah untuk menilai seberapa efektif penerapan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) atau penerapan sistem manajemen mutu lainnya seperti ISO 9001 :2015

Pelaksanaan AMI akan menunjang proses perbaikan yang berkelanjutan di lingkungan Institusi Pendidikan. Proses ini dikenal dengan istilah PPEPP, yang meliputi Penetapan Standar, Pelaksanaan Standar, Evaluasi Standar, Pengendalian Standar & Peningkatan Standar.

Dalam prakteknya banyak kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan audit mutu internal. Berikut adalah beberapa kendala yang sering dijumpai.

 

12  Kendala Audit Mutu Internal:

  1. Auditee/teraudit kurang memahami kegunaan audit bagi unit kerja masing-masing sehingga audit dianggap merepotkan dan merupakan beban pekerjaan tambahan.
  2. Ada persepsi bahwa kegiatan audit mutu internal hanya mengganggu pekerjaan utama sehari-hari.
  3. Auditor mutu internal yang ada tidak memiliki keahlian/ kompetensi sebagai auditor dan bahkan tidak paham tata cara mengelola audit mutu internal.
  4. Auditor Mutu internal tidak memiliki kekuasaan (power) yang cukup sehingga auditee / teraudit kerap menganggap enteng dan tidak menindaklanjuti temuan-temuan audit yang ada.
  5. Tidak disiapkan reward /penghargaan yang memadai bagi petugas Auditor. Hal ini berdampak pada motivasi kerja tim auditor.
  6. Auditor memiliki beban tugas dan pekerjaan yang cukup padat, memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan utamanya (seperti jadwal mengajar yang cukup padat bagi seorang dosen/guru) sehingga auditor sulit menepati jadwal audit yang telah ditetapkan.
  7. Lemahnya dukungan manajemen puncak berkaitan dengan kegiatan audit mutu internal. Manajemen kurang menerapkan reward & punishment terhadap jalannya kegiatan AMI. Manajemen puncak acuh terhadap kegiatan AMI, tidak memberikan teladan yang benar.
  8. Batasan yang tegas pembagian temuan audit seperti temuan mayor/minor yang tidak jelas kriterianya sehingga membuat auditee kebingungan, konflik dan kecewa.
  9. Temuan audit tidak di tindaklanjuti (follow up) sebab selama ini tidak ada sangsi jika tidak ada tindak lanjaut (follow up).
  10. Masih banyak pihak yang beranggapan bahwa audit dilakukan untuk mencari kesalahan orang. AMI memilik citra yang negatif dimata auditee/teraudit.
  11. Update penyegaran ketrampilan auditor jarang dilakukan sehingga kompetensi auditor kurang berkembang.
  12. Tidak lanjut yang dilakukan auditee tidak menyentuh akar masalah, sehingga masalah yang sama akan terulang lagi dimasa yang akan datang.

Demikian, sekilas informasi tentang permasalahan AMI di lapangan, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan, Pelatihan & Training


Dapatkan Informasi Terkait: ami /amai / training / pelatihan / temuan / akar masalah / ppepp / konflik /temuan audit /standar /mutu internal / sma /smp / sd / perguruan tinggi / pendidikan / mutu

Audit Mutu INternal

Formulir Permintaan Tindakan Koreksi (PTK)

Audit Mutu Internal Pendidkan

Yang terhormat kawan-kawan SPMI…

Setelah proses audit mutu dilakukan, auditor perlu menuangkan temuan-temuan yang diperoleh ke dalam formulir PTK (Permintaan Tindakan Koreksi). Bagi kawan-kawan PJM yang belum memiliki formulir PTK, berikut kami share contoh formulir PTK untuk menjadi bahan pertimbangan.

Berikut contoh fomulir PTK, silahkan diunduh:

  1. Formulir Permintaan Tindakan Koreksi Model 1
  2. Formulir Permintaan Tindakan Koreksi Model 2

Demikian, semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com


Untuk Informasi Pelatihan/In-House Training/Pendampingan Audit Mutu Internal

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)


 

Metode Audit Mutu Internal (AMI)

Metode AMI Pendidikan

Agar proses Audit Mutu Internal (AMI) atau Audit Mutu Akademik Internal (AMAI) dapat berjalan dengan baik, sukses dan lancar, metode-metode nya perlu disiapkan dan dipahami dengan baik. Mulai bagaimana melakukan perencanaan, apa saja yang harus dipersiapkan, bagaimana menyiapkan daftar periksa (checklist), bagaimana proses audit akan dilakukan, bagaimana penyiapan timnya dll.

Untuk itu berikut kami upload slideshare metode Audit Mutu Pendidikan, bagi yang tertarik, silahkan diunduh disini:

Metode Audit Mutu SPMI

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi silahkan kontak:

Hasan Bagus

Email: mutupendidikan.info@gmail.com

SMS/WA : 08123070905

1