
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Instagram: @mutupendidikan
Mutu pendidikan tinggi adalah landasan utama dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Mutu ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kurikulum, staf dosen yang kompeten, hingga fasilitas sarana prasarana yang memadai. Mutu pendidikan tinggi tidak hanya bicara tentang pencapaian akademik, namun juga tentang bagaimana perguruan tinggi dapat berkiprah sebagai pusat inovasi dan solusi atas segala problem yang dihadapi pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, mutu pendidikan tinggi adalah mutu keseluruhan (totalitas) dari proses pendidikan yang mampu memenuhi tuntutan standar nasional maupun internasional. Hal ini mencakup kemampuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis, keterampilan praktis, dan sikap kerja (attitude) yang profesional. Mutu pendidikan tinggi adalah tolok ukur (indikator) keberhasilan perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa untuk berkiprah di dunia nyata.
Mutu pendidikan tinggi memiliki dampak langsung pada mahasiswa. Lulusan dari institusi yang bermutu lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata karena mereka telah dibekali dengan berbagai ketrampilan, diantaranya keterampilan kritis (hard skills dan soft skills), ketrampilan berkolaborasi, dan daya adaptasi yang tinggi. Mereka tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten dan berintegritas, namun juga siap untuk memimpin masa depan yang berubah dengan cepat.
Dampak mutu pendidikan tinggi tentu akan dirasakan juga oleh masyarakat luas. Perguruan tinggi yang bermutu akan berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi. Mereka akan menghasilkan penelitian yang aplikatif dan inovatif. Institusi yang bermutu akan mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan, membantu mengatasi problematik yang dihadapi masyarakat, seperti kelaparan, ketimpangan, dan konflik sosial politik.
Sebaliknya, perguruan tinggi yang kurang bermutu cenderung menghasilkan lulusan yang tidak siap berkompetisi. Lulusannya memiliki keterampilan yang kurang relevan dan daya saing yang rendah. Institusi yang kurang bermutu, sering kali gagal memanfaatkan potensi penelitian dan pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi nyata bagi pemangku kepentingan.
Baca juga: Penguatan SPMI dengan 10 Peran Manajer ala Mintzberg
Era AI menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi relevansi mutu pendidikan tinggi. Kemajuan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) mengubah banyak hal terkait cara belajar, cara bekerja, dan cara berinovasi. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus mampu mengintegrasikan teknologi AI ke dalam semua standar pendidikan yang relevan untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu tinggi. Dengan dukungan AI, mahasiswa dapat menikmati pembelajaran yang relevan disesuaikan dengan harapan dan kebutuhan semua pihak.
Lebih jauh lagi, institusi perlu memastikan bahwa lulusan siap menghadapi dunia kerja yang akan didominasi oleh teknologi AI. Ini berarti mencakup banyak hal seperti pembelajaran tentang etika AI, keterampilan digital tingkat lanjut, dan pemahaman bagaimana AI dapat diterapkan dalam berbagai tipe indusri. Perguruan tinggi yang bermutu akan menyiapkan lulusan yang trampil sebagai pengguna AI, dan juga “sekaligus” trampil sebagai inovator AI.
Baca juga: Seni Merancang Mission Differentiation Perguruan Tinggi
Mutu pendidikan tinggi tidak dapat dicapai instan hanya dengan satu kali ikhtiar; ini adalah proses terus menerus tanpa henti, yang memerlukan evaluasi dan perbaikan secara ajeg. Institusi pendidikan tinggi perlu memastikan bahwa semua aktivitas dan program kerja, mulai dari kurikulum hingga pelayanan kepada mahasiswa, berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) adalah salah satu cara untuk memastikan hal tersebut.
Baca juga: Kebijakan SPMI: Pilar Utama Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi
Di samping itu, umpan balik (feed back) dari mahasiswa, alumni, dan dunia kerja (DUDI) memainkan peran krusial dalam proses peningkatan mutu. Dengan mendengar masukan dari pemangku kepentingan (customer voice), perguruan tinggi akan mampu melakukan inovasi yang relevan dengan tuntutan nyata mereka. Langkah ini tidak hanya memperkuat kepercayaan (trust) dari pemangku kepentingan, namun juga mendukung institusi untuk siap bertransformasi agar senantiasa relevan di tengah-tengah masyarakat.
Baca juga: Kemalasan Sosial: Musuh Tersembunyi SPMI
Mutu pendidikan tinggi adalah kunci penting untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, unggul, dan siap menghadapi tantangan di era AI. Dengan memahami esensi mutu dan dampaknya, perguruan tinggi didorong untuk terus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui upaya adaptasi teknologi AI, evaluasi rutin, dan kolaborasi strategis, pendidikan tinggi Insya Allah akan menjadi motor penggerak bagi kemajuan bangsa di masa yang serba digital. Stay Relevant!
Baca juga: Knowledge Management: Rekomendasi untuk Revisi Permendikbudristek 53 Tahun 2023
Referensi
Oleh: Bagus Suminar, wakil ketua ICMI Orwil Jatim, dosen UHW Perbanas Surabaya, direktur mutupendidikan.com
Instagram: @mutupendidikan
Manajemen Mutu Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perkebangan ilmu pengetahuan, teknologi serta berbagai perteuan riset ilmiah dan mutakhir dalam kehidupan manusia tidak lepas dari kerja keras yang diperankan oleh perguruan tinggi. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara profesional dan berkualitas selain didukung oleh kucuran dana yang cukup, sarana prasarana yang lengkap, dosen dan tenaga pendidik yang berorientasi pada mutu pendidikan, tidak akan berjalan sempurna tanpa adanya perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki literatur dan sumber rujukan lengkap serta dikelola secara profesional.
Merupakan salah satu pusat sumber informasi yang berada pada setiap institusi perguruan tinggi yang dikelola dengan menggunakan manajemen baik mencakup manajemen kepemimpinan perpustakaan, manajemen koleksi, manajemen tenaga perpustakaan, manajemen pengelolaan koleksi, serta manajemen layanan informasi yang secara khusus diberikan kepada seluruh civitas akademika dengan tujuan turut mensukseskan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi.
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan bagian pokok dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi dan secara mutlak tidak boleh disepelekan. Perpustakaan juga bisa dijadikan slogan sebagai jantungnya perguruan tinggi yang berfungsi sebagai pemompa kualitas pendidikan disetiap perguruan tinggi.
Mutu secara teknis dapat didasarkan pada upaya memenuhi kebutuhan pelanggan dengan sebaik-baiknya dalam setiap jenis kegiatan layanan. Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka sebagai pelanggan secara berkualitas tentu diperlukan berbagai upaya diantaranya: menciptakan budaya kerja yang bermutu, adanya motivasi peningkatan mutu dll.
Baca juga: Penghambat Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi
Menurut “Bryson”
Perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu pusat informasi harus mampu menyedikan kinerja secara berkualitas dan terukur sehingga mampu menyediakan jasa layanan informasi secara cepat, tepat, dan akurat.
Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat… Aamiin.
Sumber Literatur: Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, Koreksi & Implementasi Oleh: Safrudin Aziz, M.Pd.I. Penerbit Gava Media, Cetakan 1, 2016
Salam hormat,
Admin,
MutuPendidikan.com
Pendampingan & Pelatihan SPMI
Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)
INFO PUBLIC TRAINING :
Silahkan di Klik : Public Training
Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, Pengembangan, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, manajemen mutu perpustakaan perguruan tinggi, iso 9001, standar perpustakaan
Dalam era kompetitif saat ini, masing-masing lembaga pendidikan sudah harus memperhatikan kualitas layanan yang disajikan kepada stakeholder. Kualitas layanan dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan Pelayanan Prima (service excellence). Kegiatan pelayanan prima dapat dilatih pada segenap dosen/guru/ tenaga kependidikan, misalnya bagaimana menyapa, menyambut, menerima, melayani segenap stakeholder yang ada.
Sulitkah mengimplementasikan kegiatan pelayanan Prima? Untuk lebih jelasnya, bagi kawan-kawan yang berminat silahkan diunduh Slideshare berikut ini:
Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 2
Demikian semoga bermanfaat.
Salam hangat,
admin,
www.mutupendidikan.com
Pelatihan & Pendampingan
Silahkan kontak bagian Customer Service kami
“Mengenal Sistem Penjaminan Mutu Sekolah”
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah harus dilakukan secara terus-menerus. Walaupun demikian, proses pendidikan tidak boleh berhenti hanya menunggu penyempurnaan sistem, sarana, dan sumber daya manusia.
Sebagai institusi pendidikan, sekolah selalu menjadi perhatian utama untuk terus diperbaiki dan dijaga kualitas proses pembelajarannya. Pengelolaan sekolah harus dilakukan secara efektif, yakni mampu menciptakan proses belajar pada diri siswa. Dalam upaya pengelolaan sekolah secara efektif diterapkan Manajemen Berbasis sekolah (School-Based Management).
Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) dibawah ini:
PowerPoint (PDF):
Mengenal SIstem Manajemen Mutu Pendidikan
Realisasi Manajemen Mutu berbasis sekolah sangat berkaitan erat dengan pelaksanaan otonomi daerah, tentang pemberian kewenangan dari pemerintah pusat kepemerintah daerah dalam wujud otonomi daerah.
Peningkatan mutu akademik, sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proses pendidikan, merupakan proses dalam rangka pembangunan sumber daya manusia.
Peningkatan mutu akademik harus dilakukan secara terarah, terencana, dan insentif sehingga mampu menyiapkan bangsa Indonesia dalam memasuki era globalisasi yang sarat persaingan.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu akademik, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi guru, pengadaan buku dan alat pengajaran, perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan mutu manajemen sekolah.
Kualitas merupakan tingkat (degree) atau taraf atau derajat melakukan kabaikan sesuatu. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (1999:677), kualitas atau mutu adalah ukuran baik buruk suatu benda, keadaan , taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan dan sebagainya).
Menurut Garvin (Giri, 2008:2), ada lima macam perspektif kualitas yang dapat menjelaskan mengapa kualitas diartikan beraneka ragam, sebagai berikut .
Bedasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas merupakan derajat keunggulan suatu produk (barang/jasa), baik yang tangible maupun yang intangible yang bersifat relative dan dinamis.
Dalam pandangan modern, kualitas bersifat relatif karena kriterianya tergantung pada konsumen atau pihak-pihak yang memanfaatkan produk itu.
Pengertian relatif mengandung maksud bahwa barang atau jasa sesuai dengan tujuan penggunaannya. Suatu produk yang berkualitas tidak sekedar berfungsi sesuai peruntukannya tetapi juga harus memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan harapan konsumen.
Ketika orang mengatakan suatu produk berkualitas, maka alasan mereka biasanya tidak tunggal. Misalnya, pelanggan transportasi bus mengatakan bahwa perusahaan angkutan itu berkualitas.
Alasan mengatakan berkualitas boleh jadi karena busnya nyaman, supirnya tidak ugal-ugalan, harganya relatif murah, tepat waktu dan lainnya. Dengan kata lain, kualitas bus jasa angkutan bus memiliki banyak dimensi sehingga dipersepsikan berkualitas oleh konsumen atau pelanggan.
Kualitas adalah sesuatu yang sangat penting bagi organisasi. Kualitas bukan hanya sekedar persoalan reputasi organisasi, melainkan juga bentuk pertanggung jawaban moral produsen kepada konsumen.
Dengan suatu peningkatan kualitaslah produsen mampu memuaskan konsumen. Dengan produk yang berkualitas maka masyarakat konsumen akan terhindar dari produk-produk yang merugikan dan membahayakan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Istilah penjaminan mutu (quality assurance) pada awal dipakai dalam dunia bisnis. Penjaminan mutu dimaksudkan untuk menciptakan budaya peduli mutu. Penjaminan mutu dibutuhkan institusi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan. Penjaminan mutu bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam aktifitas program kerjanya dan semua aspek-aspeknya melalui proses evaluasi dan perbaikan diri secara terus menerus.
Manajemen mutu merupakan satu cara dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat komprehensif dan berintegrasi yang diarahkan dalam rangka, yaitu;
Mutu pendidikan didefinisikan sebagai tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional. Definisi tersebut terjemahan dari aspek proses dan produk pendidikan, sebagai berikut.
Sistem penjaminan mutu pendidikan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sistem penjaminan mutu. Aplikasi standar dalam sistem pendidikan mencakup dua kegiatan besar.
Jaminan mutu internal (internal quality assurance) adalah kearah penjaminan yang dapat memenuhi mutu yang dijanjikan dan diharapkan masyarakat. Kegiatan penjaminan mutu difokuskan pada proses membangun kepercayaan dengan cara pemenuhan segala persyaratan atau standar minimum sesuia yang diharapkan oleh pelanggan
Baca juga: Pengantar Total Quality Management
Secara umum dapat dikemukakan, sistem penjaminan mutu pendidikan dikembangkan untuk tujuan sebagai berikut;
Tujuan akhir penjaminan mutu pendidkan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-ciakan oleh pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang dicapai melalui penerapan SPMP.
Tujuan antara yang hendak dicapai melalui sistem penjaminan muu pendidikan ini adalah terbangunnya sistem penjaminan mutu pendidikan, sebagai berikut.
Pengukuran kecepaian standar mutu acuan dilakukan setelah audit kinerja, akreditasi, sertifikasi dan bentuk lain pengukuran capain mutu pendidikan.
Audit kinerja dilakukan dengan cara monitoring. Akreditasi merupakan salah atu pengukuran ketercapaian standar acuan mutu pendidikan yang dilakukan secara eksternal oleh badan akreditasi. Sedangkan sertifikasi merupakan pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian standar mutu yang berkaitan dengan standar pendidik.
Penjaminan mutu pendidikan informal dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat dapat melakukan upaya penjaminan mutu pendidikan informal secara perorangan, kelompok maupun kelembagaan.
Demikian uraian singkat tentang Sistem Penjaminan Mutu Sekolah. bermanfaat.
خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ
____________________
mutupendidikan.com
Explore: Training & Development
IG: @mutupendidikan
Konsultasi, Online / Offline Training, Pelatihan & In-house Training
Lembaga pendidikan dari sekolah tinggi menjadi institut atau bahkan universitas tidak sebatas dibuktikan dengan megahnya sarana fisik dan mewahnya alat transportasi yang dimilki setiap dosen. Akan tetapi perbaikan dan pengembangan mutu akademik harus senantiasa dikembangkan secara dinamis guna menghadapi tantangan masa depan. Dalam istilah lain perbaikan dan pengembangan mutu harus dilakukan melalui penciptaan iklim dan tradisi akademik setiap dosen dan mahasiswanya.
Secara analogis mengembangkan mutu perguruan tinggi pada prinsipnya sama dengan mengembangkan perangkat teknologi informasi yang memerlukan hardware, software dan brainware.
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Pasal 1, UU Dikti 12/2012)
Pemahaman guru termasuk dosen terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya.
Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlaq mulia.
Kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dan bergaul sacara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidik, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
Baca juga: Kendala Utama Implementasi SPMI
Penilaian kinerja dosen pada hakikatnya merupakan proses analisis intristik dalam pelaksanaan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkualitas. Pengajaran bermutu tentunya membantu mahasiswa untuk mencapai pembelajaran berkualitas baik.
Penilaian kinerja dosen secara teknis dilakukan oleh petugas gugus mutu fakultas artinya petugas gugus mutu fakultas bertugas melakukan pencatatan perhitungan skor sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
Seorang dosen dituntut harus mampu mengembangankan diri semaksimal mungkin sehingga senantiasa memberikan sumbangan ilmiah kepada peserta didik dan masyarakat. Adapun pengembangan akademik setiap dosen dapat dilakukan lembaga melalui workshop, pelatihan, seminar, studi banding, studi lanjut melalui perguruan tinggi unggulan negeri baik di dalam maupun luar negeri, pemberian reward dan punishment atas prestasi atas kinerja dosen.
Demikian semoga bermanfaat.
Salam Mutu,
mutupendidikan.com
Pelatihan & Pendampingan
Silahkan Klik : Public Training
Layanan Informasi