• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tag Archive Motivasi

Karakter & Budaya Mutu SPMI

Membangun Karakter & Budaya Mutu SPMI

“Membangun Karakter & Budaya Mutu SPMI”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mutu Tidak Terletak pada “Dokumen”

Membuat produk dan jasa yang bermutu, seperti jasa pendidikan tentu saja tidak mudah. Tidak cukup dengan hanya membuat sistem dokumen mutu yang terdiri dari kebijakan SPMI, standar, prosedur maupun manual mutu.

Mutu tidak terletak pada tinta diatas kertas. Mutu ada pada diri pribadi-pribadi manusia yang menjadi penggerak roda organisasi.

Mutu terletak pada nilai-nilai, emosi, sikap dan kepribadian anggota organisasi secara keseluruhan. Semua level dalam organisasi memiliki andil penting dalam mewujudkan arti sebuah mutu.

Semua anggota organisasi harus memiliki kepedulian, perilaku dan sikap yang sesuai untuk membangun sebuah mutu.

Pentingnya Karakter & Sikap Positif

Dalam membangun mutu, yang perlu dibangun adalah sikap masing-masing individu anggota organisasi.

Secara definisi, pengertian sikap (attitude) adalah perasaan, pikiran, dan kecenderungan seseorang yang relatif permanen mengenal aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. 

Komponen-komponen sikap terdiri dari pengetahuan (kognitif), perasaan-perasaan (afektif), dan kecenderungan untuk bertindak (psikomotorik).

Contoh bentuk sikap-sikap yang positif (mendukung mutu) antara lain sikap peduli, kreatif, bertanggung jawab, jujur, melayani, responsif, proaktif dll.

Sedangkan sebaliknya, contoh sikap-sikap yang negatif (tidak sesuai dengan mutu) seperti sikap acuh, tidak jujur, tidak bertanggung jawab, pasif, kaku dll.

Peran Pemimpin dalam Membangun Sikap

Bagaimana terbentuknya sikap dari seorang karyawan? Sikap seorang karyawan dapat terbentuk dari pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan dan lingkungan pendidikan yang mereka peroleh sebelumnya.

Organisasi tempat kerja, bisa juga membentuk sikap kerja melalui proses rekruitmen, seleksi, pelatihan, pembinaan serta pengkondisian dengan sistem mutu yang ada.

Peran utama ada pada faktor pemimpin. Pemimpinlah yang memberi arahan, motivasi, teladan, reward & Punishment.

Dengan arahan pemimpin dan didukung sistem manajemen mutu yang baik, perilaku karyawan akan dapat dibimbing kearah budaya mutu secara konsisten dan konsekuen.

Perilaku mutu yang dilakukan secara terus menerus lama kelamaan akan menjadi habit (kebiasaan). Kebiasaan yang dilakukan oleh seluruh karyawan akan menjadi budaya, dan bila budaya tersebut semakin kuat akan menjadi karakter organisasi.

Membangun mutu dengan karakter yang sesuai, bisa dipastikan jauh lebih efektif dan efisien. Bagaimana pendapat Anda?

Baca juga: Membangun Budaya Mutu Organisasi

Demikian uraian singkat tentang Membangun Karakter & Budaya Mutu SPMI. Semoga bermanfaat dan sukses Mutu Pendidikan Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

Konsultasi, Online / Offline Training, Pelatihan & In-house Training

spmi motivasi kerja budaya mutu

Motivasi Kerja & Budaya Mutu

“Motivasi Kerja & Budaya Mutu”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) pegawai dalam menghadapi situasi kerja di dalam organisasi (lembaga pendidikan). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri pegawai/karyawan/guru/dosen yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi (lembaga pendidikan).

Sikap mental pegawai yang pro dan positif terhadap situasi-kondisi kerja itulah yang memperkuat motivasi pegawai untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.

______________________________________

Power Point (PDF):

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu

Follow Instagram: @mutupendidikan

______________________________________

Secara umum, teori-teori motivasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu teori motivasi dengan pendekatan isi/kepuasan (content theory), teori motivasi dengan pendekatan proses (process theory) dan teori motivasi dengan pendekatan penguatan (reinforcement theory)

Teori-teori tersebut dapat diimplementasikan pada berbagai bentuk lembaga pendidikan, baik Perguruan Tinggi, Sekolah maupun madrasah.

Keberhasilan implementasi SPMI, tidak luput dari sejauh mana pimpinan organisasi pendidikan mampu menerapkan teknik-teknik motivasi yang tepat dalam mengelola sumber daya manusia.

Penerapan teknik motivasi yang sesuai akan mampu meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan kualitas Sistem manajemen Mutu pendidikan dan membantu membangun Budaya Mutu pendidikan dan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

Pencapaian Standar SPMI akan sulit dicapai bila anggota organisasi (tenaga struktural, dosen, guru, tenaga kependidikan) tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. Inilah tantangan yang dihadapi organisasi pendidikan saat ini.

Pimpinan lembaga pendidikan, wajib menggerakan seluruh anggota organisasi agar dapat bekerja dengan kinerja yang tinggi. Kinerja ini diwujudkan dalam pencapaian standar SPMI yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk memahami lebih dalam tentang teori-teori motivasi, berikut dapat di unduh materi SlideShare file power point (PDF) pada tautan diatas.

Baca juga: Perencanaan Karir & Budaya Mutu

Demikian, semoga bermanfaat dan berkah selalu.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Teori Motivasi

SPMI, Budaya Mutu & Perencanaan Karir Individu

Perencanaan Karir & Budaya Mutu

“Perencanaan Karir & Budaya Mutu”


Power Point (PDF):

Individual Career Planning


Titik awal dari perencanaan karir tergantung pada individu masing-masing, dimana setiap orang bertanggung jawab atas tercapainya karir masing-masing. Untuk mencapai tujuan ahkir karir, organisasi/ lembaga pendidikan didorong menyediakan layanan konseling untuk memberikan motivasi dan pemahaman karir pada segenap karyawan (dosen/ guru/tenaga kependidikan)

Pengertian Karir (Career) 

Suatu pekerjaan yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang dalam suatu organisasi yang memberikan kelangsungan, keteraturan, dan nilai bagi kehidupan seseorang. Contoh karir dalam lembaga pendidikan adalah tenaga pendidik (guru, dosen, dan tutor), tenaga struktural, administrasi, dan pustakawan.

Pertanyaan Pembuka
  • Sejauh mana “Kejelasan Peluang Karir” berpengaruh positif pada motivasi kerja Dosen/ Guru/ Tenaga Kependidikan?
  • Dapatkah organisasi/ lembaga pendidikan meningkatkan “Motivasi Kerja & Budaya Mutu” apabila kebutuhan “Growth” pegawai belum terpenuhi?
Komponen Career dalam Organisasi
  • Alur karir: pola pekerjaan yang beruntun
  • Tujuan karir: pernyataan posisi yang akan dicapai di masa yang akan datang
  • Perencanaan karir: seleksi tujuan karir dan arus karir
  • Pengembangan karir: perbaikan personal untuk menggapai tujuan karir
Tipe Career
  1. Steady state. Mengabdikan diri dalam satu jenis pekerjaan tertentu. Misalnya pekerjaan profesi pada lembaga pendidikan yaitu guru, pustakawan, dosen, dll.
  2. Linier. Adanya peningkatan keatas dalam satu jenis pekerjaan. Misalnya saat ini anda bekerja sebagai guru/ dosen pendidik kemudian anda beralih menjadi kepala sekolah atau dekan
  3. Spiral. Tetap menekuni satu bidang pekerjaan dalam waktu tertentu kemudian beralih pekerjaan dengan menggunakan pengalaman yang sudah ada. Misalnya anda bekerja di sebuah lembaga pendikan sebagai dosen, kemudian beberapa tahun kemudian anda beralih menjadi konselor pendidikan.
  4. Transitory. Beralih karir dalam jangka waktu yang cepat. Misalnya anda bekerja sebagai dosen kemudian beralih profesi sebagai seorang analyst.

Baca juga: Budaya Organisasi

Individual Career Planning

Proses dimana individu  dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langah untuk menggapai tujuan karirnya. Keterlibatan lembaga pendidikan sangat diperlukan dalam membantu siswa dalam mengidentifikasi dalam mengembangkan karirnya.

Alur Individual Career Planning
  1. Penilaian diri: mengenali kesempatan untuk perbaikan
  2. Periksa realitas: mengenali kebutuhan realistik untuk berkembang
  3. Penetapan sasaran: mengenali sasaran dan metode untuk menentukan kemajuanya
  4. Rencana tindakan: mengenali langkah dan jadwal untuk mencapai sasaran
Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Career
  1. Pendidikan formal
  2. Pengalaman kerja
  3. Sikap atasanya
  4. Prestasi kerja
  5. Bobot pekerjaanya
  6. Lowongan jabatan
  7. Produktivitas kerja

Baca juga: SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu

Manfaat Program Pengembangan Career
  • Meningkatkan motivasi kerja dosen/ guru/ tenaga kependidikan
  • Membantu pengembangan budaya mutu dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  • Memperbaiki implementasi Standar SPMI, khususnya standar dosen, guru dan tenaga kependidikan.
  • Menggunakan segenap potensi yang dimiliki secara baik dan bermanfaat
  • Meningkatkan tingkat keilmuan dengan baik dengan mengikuti steps pembelajaran yang ada di lembaga pendidikan.
  • Adanya tantangan dalam belajar yang membuat individu dapat melangkah menjadi lebih baik lagi
  • Meningkatkan tanggung jawab baik terhadap diri sendiri maupun jenis pekerjaannya

Demikian, semoga artikel Perencanaan Karir, SPMI & Budaya Mutu ini dapat bermanfaat.

mutupendidikan.com


e-Learning : 

Membangun Budaya Mutu 1

Membangun Budaya Mutu 2


Info Public Training:

 Public Training

Quotes Hari Ini…

Quotes tentang Sikap Zuhud, Rendah Hati dan Kesederhanaan dari Sang Guru Abuya Sayyid Muhammad:

Sikap Zuhud dan Rendah Hati

 

 

Quotes Minggu Ini…

Pendidikan karakter

Quotes Hari Ini…

Komunikasi

Quotes Hari Ini…

Motivasi

1