• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tes Psikologi

Tes psikologi atau psikotes untuk sekolah dasar dan menengah

Pengertian Psikotes Menurut Para Ahli

Sebelum mengenal serba-serbi tentang tes psikologi atau psikotes, berikut akan sedikit diulas tentang pengertian tes menurut para ahli psikologi.

Kata “Tes” berasal dari bahasa latin, yang berbunyi “testum”,  artinya adalah alat untuk mengukur tanah. Dalam bahasa Perancis kuno,  kata “tes”  memiliki makna ukuran yang digunakan untuk membedakan emas dan perak dari benda atau logam-logam yang lain. Dalam perjalanan waktu, lama kelamaan arti “tes” menjadi lebih umum, dan digunakan dalam berbagai disiplin ilmu.

Dalam disiplin ilmu psikologi,  kata “tes” awalnya digunakan oleh pakar psikologi bernama J.M Cattell (1890). Bagaimana dengan saat ini? Ternyata para ahli memiliki pendapat yang beragam tentang makna dan pengertian tes. Berikut akan di uraikan pengertian tes dari berbagai ahli psikologi:

  1. Philip L. Harriman (tahun 1963) merumuskan makna tes adalah ….. any task (or series of task) that yield a score which may be compared score made by other individuals.
  2. Peters & shetzer (tahun 1974) mendefinisikan arti tes sebagai suatu prosedur / langkah-langkah yang sistematis untuk mengobservasi tingkah laku individu dan menggambarkan tingkah laku itu melalui skala angka atau sistem kategori
  3. Anne anastasi (tahun 1990) menjelaskan pengertian tes sbb: A Psychological test essentially an objective and standardized measure of a sampel of behavior.
  4. Soemadi soeryabrata (tahun 1984) mengartikan bahwa tes merupakan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan yang berdasar atas bagaimana testi menjawab pertanyaan-pertanyaan dan atau melakukan perintah-perintah itu, selanjutnya penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dengan standard atau testi yang lain.
  5. Lee J.Cronbach (tahun 1984) memaknai pengertian tes adalah: A Testis a systematic procedure for comparing the behavior of two or more person

Demikian penjelasan singkat tentang pengertian “Tes” dari berbagai pakar /ahli dibidang psikologi. Bagaimana pengertian”Tes” Menurut Anda?

 

Demikian semoga bermanfaat

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes (Tes Psikologi)
>>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini:

jasa psikotes untuk sma, layanan psikotes untuk sd, tes psikologi untuk sd, tes psikologi untuk perguruan tinggi, konseling dan tes psikologi, biro psikologi, biro tes psikologi, psychology testing for education, cari jasa tes psikologi jakarta, info layanan tes psikologi di surabaya, layanan tes psikologi di bandung, jasa psikotes yogyakarta, layanan psikotes surabaya, layanan psikotes depok, jasa psikotes bekasi dan tangerang

Manfaat Tes Psikologi

Manfaat Tes Psikologi bagi Pendidikan


Layanan Jasa Tes Psikologi
 >>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<

Manfaat Tes Psikologi

Tes Psikologi bermanfaat untuk mengklasifikasi potensi siswa didik sehingga mereka bisa mengambil manfaat dari berbagai jenis jurusan / pelajaran sekolah yang berbeda-beda. Beberapa anak mungkin dapat memahami matematika dengan mudah namun sebagian anak lainnya menganggap matematika adalah mata pelajaran yang rumit. Dengan mengetahui tingkat pemahaman peserta didik, memudahkan guru dalam memberikan pelajaran dan memberikan bimbingan yang lebih intensif pada siswa. Siswa yang memiliki kemampuan yang menonjol pada satu atau beberapa mata pelajaran tertentu dapat lebih memaksimalkan potensi dan kemampuannya. Dalam kasus permasalahan belajar, tes psikologi juga bermanfaat untuk membantu proses konseling, baik pada tingkat pra sekolah, tingkat sekolah dasar /menengah dan perguruan tinggi.

Ragam Tes Psikologi

Cukup banyak ragam tes psikologi yang dapat diterapkan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa di bidang-bidang tertentu. Tes psikologi yang dapat  digunakan untuk mengetahui tingkat inteligensi dan kemampuan pada anak-anak diantaranya, skala wechsler, skala intelegesi Stanford-Binet, skala kaufman, dan skala kemampuan diferensial.

Terdapat 15 tes dalam tes Stanford-Binet yang mewakili 4 bidang kognitif utama yaitu penalaran verbal, penalaran abstrak/visual, penalaran kuantitatif dan memori jangka pendek. Tim Psikolog,  juga memiliki kesempatan untuk menilai karakteristik emosional dan motivasional tertentu seperti kemampuan konsentrasi , tingkat aktivitas, rasa percayaan diri dan ketekunan.

Skala Wechsler, disamping penggunaannya sebagai pengukuran kemampuan inteligensi umum, skala Wechsler dapat pula digunakan dalam diagnosis psikiatris. Contohnya antara lain observasi kerusakan otak, kemerosotan psikosis, dan lain lain. Kemerosotan emosional dapat mempengaruhi sebagian fungsi intelektual individu.

Skala Kaufman, Kaufman Assessment Battery for Children (K-ABC), adalah alat tes inteligensi yang lebih mutakhir dari tes-tes sebelumnya. Skala kaufman memberi label anak didik dengan angka tunggal dan evaluatif seperti misalnya IQ tentu saja diadakan melalui penggunaan skor-skor majemuk, analisis profil, dan interpretasi diagnostik. Pengukuran Skala Kaufman kurang mengandalkan keterampilan verbal sehingga alat ini dapat digunakan sebagai pilihan untuk anak-anak dengan kemahiran bahasa inggris yang terbatas atau yang memiliki gangguan pendengaran. Bentuk skala lain yang bisa digunakan adalah Skala kemampuan diferensial (Differential Ability Scales). Bentuk skala ini akan diuraikan dalam kesempatan lain.

Sering kita menjumpai pelajar yang pandai saat sekolah di SMU kemudian diterima di perguruan tinggi unggulan  namun kemudian justru mengalami kemunduran saat kuliah, mengapa hal ini dapat terjadi? Alasan yang rasional karena yang menjadi pertimbangan saat pemilihan jurusan tidak hanya kemampuan akademis dan kesesuaian minat tetapi juga prestise kampus maupun pertimbangan kemudahan mendapat pekerjaan setelah lulus. Inilah yang menjadi kendala saat membantu siswa memilih jurusan di perguruan tinggi.

Peran Psikolog

Psikolog dapat menginterpretasikan hasil tes dan menyampaikan hasilnya pada pengguna tes (kepala sekolah/ konselor) dan orang tuanya sebagai dasar acuan dalam pemilihan jurusan yang sesuai maupun dalam pemilihan arah karir sehingga siswa tidak akan merasa keliru dalam pemilihan jurusan yang tidak cocok dengan kemampuan, bakat dan minat siswa.

Psikotes atau Tes psikologi juga sering  dipakai untuk penyeleksian siswa yang melamar masuk sekolah-sekolah profesional. Lembaga pendidikan profesional menuntut siswa untuk memiliki keahlian di bidang tertentu sehingga memerlukan seleksi yang lebih ketat dalam penerimaan siswa baru. Contoh untuk sekolah penerbang yang akan mencetak pilot yang handal, membutuhkan calon siswa yang memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi.

Demikian semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat, Aamiin.

Salam mutu

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Tes Psikologi
 >>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini:

tujuan tes psikologi, manfaat psikotes bagi siswa, penggunaan hasil tes psikologi, tes psikologi untuk anak, tes psikologi anak, manfaat psikologi dalam pendidikan, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru mata pelajaran, tes psikologi pendidikan, penggunaan hasil tes psikologi bagi guru mata pelajaran, manfaat psikologi pendidikan, penggunaan hasil psikotes, penggunaan hasil tes psikotes bagi guru pembimbing

Tes Psikologi atau Psikotes untuk Mutu Pendidikan

Mengenal Tes Kepribadian


Layanan Jasa Psikotes
>>> KLIK DISINI <<<

Tes kepribadian (personality test)  bertujuan untuk memperoleh gambaran tantang kepribadian (personality) individu. Hasil tes kepribadian  dapat digunakan untuk berbagai bidang misalnya  untuk keperluan klinis, HRD, sosial dan lain-lain. Ada berbagai alat yang digunakan untuk mendapatkan gambaran kepribadian individu, berikut contoh tes kepribadian yang sering digunakan.

Tes Menggambar Orang

Tes Menggabar Orang (Draw a Person/DAP) dirintis oleh Florence Goodenough pada tahun 1926. Selanjutnya Dr.Dale B.Harris menyempurnakan tes DAP pada tahun 1963. Dr Harris menyebut tes ini dengan nama Goodenough-Harris Drawing Test. Alat tes ini cukup populer, dan sering dipakai sampai saat ini.

Dalam Tes DAP, psikolog akan meminta klien untuk menggambar orang. Karena tes DAP berbasis grafis (menggabar), maka tidak terlalu sulit bagi klien yang mengalami masalah bahasa dan angka. Melalui psikolog yang berpengalaman, Tes DAP dapat memberikan informasi gambaran karakteristik individu. Bentuk-bentuk fisik orang, ketegasan gambar dan bentuk-bentuk yang dimunculkan dapat memberi makna kepribadian. DAP sering digunakan sebagai salah satu alat untuk seleksi calon pegawai.

Mengenal Tes Wartegg

Tes Wartegg tergolong sebagai salah satu bentuk tes grafis. Tes Wartegg dirintis  oleh Krueger dan Sander, keduanya berasal dari Universitas Leipzig. Perbaikan dan penyempurnaan berikutnya dilakukan oleh Ehrig Wartegg dan Marian Kinget. Walaupun awalnya dirintis oleh Sander dan Krueger, nama Wartegg ternyata lebih dikenal.

Tes warteg dimaksudkan untuk menggambarkan kepribadian manusia dari sudut pandang aspek-aspek tertentu, seperti emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol  dan nilai-nilai atas realitas. Setiap individu memiliki kemampuan untuk mengerjakan tes ini dengan penekanan dan intensitas yang berbeda. Keragaman ini memberikan menegaskan situasi pada individu yang mengerjakan.

Tes Warteg menyuguhkan kertas kerja yang berisi beberapa stimulan gambar. Klien diminta untuk melanjutkan gambar-gambar stimulan tersebut  sesuai kecenderungan masing-masing individu. Penilaian & intepretasi dilakukan oleh psikolog yang berpengalaman berdasarkan pada hasil gambar tersebut.

Mengenal Tes Pauli

Tes Pauli & Kraepelin dirancang untuk mengukur daya tahan individu. Tes Pauli dan Kreapelin juga dapat menggambarkan beberapa aspek psikologi, seperti emosi, kemauan, penyesuaian diri dan stabilitas individu. Tes ini umumnya dilaksanakan pada sesi akhir dari rangkaian kegiatan tes psikologi. Tes ini cukup populer dan  banyak digunakan untuk seleksi penerimaan karyawan.

Tes ini pertama-tama dikembangkan oleh Emil Kraepelin. Kraepelin mulanya mengembangkan alat ini untuk mendiagnosa gangguan pada otak, seperti misalnya dimensia dan alzheimer. Bersama rekannya Richard Pauli, Kraepelin merintis alat ukur tersebut sehingga dapat digunakan untuk mengenali kepribadian individu secara umum.

Bagaimana bentuk dan operasional tes ini? Secara operasional tes ini cukup simpel, tugas yang diminta pada klien hanya perintah pengerjaan penjumlahan deretan angka. Dengan batasan waktu tertentu, klien diminta melakukan penjumlahan angka-angka secara berturut. Salah satu hambatan terbesar pada tes ini adalah jumlah angka yang sangat banyak yang harus dikerjakan. Hal inilah yang menyebabkan tes ini kerap disebut sebagai tes koran. Tes Pauli ini mencoba mencari gambaran kepribadian melalui coretan & perhitungan-perhitungan yang dilakukan. Dengan tes Pauli ini, psikolog akan memperoleh gambaran  individu terkait  konsentrasi, emosi, stabilitas dan daya tahan. Demikian sekilas informasi tentang pengenalan tes kepribadian, semoga bermanfaat.

Dalam kesempatan lain, InsyaAllah akan dikenalkan bentuk-bentuk tes kepribadian lainnya, semangat.

Demikian semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes
>>> KLIK DISINI <<<

Kata kunci untuk memudahkan pencarian informasi:  Informasi tes psikologi, tempat pelayanan tes psikologi, biro tes psikologi indonesia, lembaga psikotes profesional, tes psikologi bandung, tes psikologi jakarta, tes psikologi surabaya, psikotes malang, psikotes yogyakarta, psikotes semarang, tes psikologi indonesia, tes psikologi minat dan bakat, tes psikologi IQ intelegensi, psikotes kepribadian, tes prestasi siswa, jasa tes psikologi

tes Psikologi

Layanan Tes Psikotes Untuk Pendidikan

Pengantar

Saat ini ilmu psikologi terapan semakin dirasakan manfaatnya bagi dunia pendidikan, baik di level Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah, maupun sekolah tingkat dasar.  Dari dukungan psikologi terapan ini akan dapat diprediksi segenap potensi yang ada pada anak didik.

Cara umum yang sering digunakan untuk mengungkap potensi tersebut adalah dengan tes psikologi atau lebih sering disebut “psikotes”. Dari berbagai tes yang kami lakukan akan dapat terukur antara lain : Potensi Bakat, Minat, Tingkat Kecerdasan dan Kepribadian. Hasil tes ini dapat pula mendukung untuk memberikan arah kelanjutan Studi.

Pengukuran aspek psikologi di atas merupakan usaha yang sangat penting dalam usaha memaksimalkan potensi siswa dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil tes, diharapkan dapat memberikan masukan dalam menentukan berbagai macam kebijakan pendidikan dan sebagai data yang akurat bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan (Rektor, Kepala Sekolah, Guru, Murid, Orang tua, dll)

Visi Kami

Penjadi pelaksana jasa Tes Psikologi (Psikotes) terbaik untuk Mutu Pendidikan Indonesia

Misi Kami
  1. Memberikan jasa layanan psikologi secara profesional berbasis kode etik psikologi dan moralitas agama bagi lembaga pendidikan Indonesia
  2. Mengaplikasikan teori psikologi terapan guna membantu menyelesaikan persoalan individu maupun kelompok di lingkungan dunia pendidikan
  3. Mendukung pengembangan proses pendidikan dan proses pembelajaran.
  4. Mendukung program pengabdian pada masyarakat.
Tujuan Tes Psikologi
  1. Mengukur kemajuan prestasi siswa/sekolah maupun prestasi umum.
  2. Mengukur Tingkat Kecerdasan Dasar, Bakat, Minat dan Kepribadian siswa/mahasiswa serta potensi Kelanjutan Studi.
  3. Menelusuri problem belajar dan pengarahan selanjutnya/ bimbingan konseling
  4. Melengkapi data siswa agar lebih akurat untuk sekolah/ guru pembimbing dan orang tua
  5. Membantu siswa dalam memilih sekolah lanjutan.
Manfaat yang akan diperolah
  1. Manfaat bagi Guru Pembimbing : Data informasi yang diperoleh dari psikotes ini akan dapat dipadukan dengan data lain yang relevan dengan data kemajuan akademik/ kegiatan ekstra kurikuler dan masalah lainnya. Dari hasil tes ini diharapkan akan membantu pihak guru pembimbing dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling kepada siswa/mahasiswa secara tepat. Apabila setiap tahun anak menjalani psikotes maka riwayat psikologis anak dapat dimiliki oleh sekolah sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam mengarahkan perkembangan studi anak.
  2. Manfaat bagi Sekolah : Dari hasil pelaksanaan psikotes ini akan dapat membantu ketepatan dalam menyusun kebijakan umum sekolah di masa yang akan datang. Manfaat lain adalah sekolah dapat meningkatkan nilai lebih dimata stakeholder apabila sekolah/perguruan tinggi memiliki kepedulian   tidak saja pada perkembangan prestasi belajar siswa namun juga perkembangan psikologis siswa.
  3. Manfaat bagi Orang  Tua Siswa/Mahasiswa : Bermanfaat untuk mengetahui perkembangan psikologis anak dan sebagai pedoman dalam mengarahkan anak terutama untuk perkembangan prestasi belajar dan mengembangkan bakat yang seringkali tidak sejalan dengan minat anak bersangkutan.
  4. Manfaat bagi Siswa : Dengan mengikuti Psikotes ini, mahasiswa/siswa akan dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kemampuan (ability), kecerdasan serta hal-hal yang ada kaitannya dengan potensi diri siswa. Data ini diharapkan mampu membantu dalam menentukan berbagai keputusan pendidikan siswa di masa yang akan datang.
Program Pelayanan Psikotes Pendidikan

Sasaran untuk tingkat SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi

  1. Tes Bakat & Minat (Aptitude Test) : Siswa Kelas I SMA akan dijuruskan ke program yang sesuai dengan Minat, Bakat serta Kemampuan Siswa. Untuk itu dibutuhkan data-data psikologis siswa yang lengkap dan akurat.  Dengan layanan ini, pihak sekolah mendapatkan gambaran mengenai bakat / minat yang dimiliki hingga dapat menyesuaikan diri secara baik dalam bidang pendidikan  dan karier yang sesuai.
  2. Assesment Psikologi / Tes IQ (Manfaat Seleksi Siswa Baru) : Melalui layanan psikologi ini, Perguruan Tinggi/ Sekolah dapat mengetahui gambaran kognisi siswa dalam bentuk tingkat kecerdasan/ intelegensi (IQ). Lembaga pendidikan baik tingkat SLTP, SMU maupun Perguruan Tinggi, dengan jasa layanan ini dapat memperoleh kemudahan dalam penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Siswa & Mahasiswa Baru setiap tahunnya.
  3. Pemilihan Jurusan/ Fakultas Di Perguruan Tinggi : Permasalahan yang sering dialami baik oleh siswa maupun orang tua murid adalah :”Jurusan atau fakultas apa yang akan dipilih di perguruan tinggi yang sesuai dengan Minat, Bakat serta Potensi Siswa. Tes Psikologi akan membantu mengungkap minat, bakat serta potensi siswa agar tidak salah dalam memilih jurusan yang tepat.
Potensi Siswa yang akan di telusuri:
  1. Potensi Kepribadian, yang meliputi aspek : Motivasi Kerja, Optimisme, Sosialisasi, Kecepatan Kerja, Ketelitian Kerja, Kreativitas.
  2. Kemampuan Umum, yang meliputi  aspek : Intelegensi Umum, Kemampuan Verbal, Kemampuan Numerical, Logika Abstrak, Mekanika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Minat Subjek.
  3. Saran-saran untuk potensi keberhasilan studi lanjut. Informasi yang diungkap meliputi dinamika psikologis yang berpengaruh terhadap kelanjutan studinya serta rekomendasi terhadap hal-hal yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, maupun perkembangan yang perlu diwaspadai.
Biaya/ketentuan Pelaksanaan Tes
  1. Permintaan minimal 40 Siswa
  2. Biaya transport dan akomodasi dibebankan pihak sekolah
  3. Biaya Pelaksanaan Tes berkisar antara Rp. 150.000,- sd Rp. 400.000,- / anak. Besar biaya tergantung pada jenis kebutuhan sekolah.  Hubungi Customer Service kami untuk penjelasan detail.
  4. Hasil Tes Psikologi akan disampaikan 7 hari setelah kegiatan.
  5. Untuk permintaan dari luar kota atau luar pulau, biaya tranportasi & akomodasi disediakan penyelenggara.
  6. Jaminan kepuasan klien merupakan nilai utama kami
Penutup

Demikian, profile ini disampaikan. Apabila ada hal yang kurang jelas, mohon tidak ragu untuk menghubungi customer service kami, Terima kasih.


Kontak Kami:

Customer Service ( Klik disini )
“Kepuasan Anda adalah komitmen nomor satu kami”

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini: tujuan tes psikologi, manfaat psikotes bagi siswa, penggunaan hasil tes psikologi, tes psikologi untuk anak, tes psikologi anak, manfaat psikologi dalam pendidikan, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru mata pelajaran, tes psikologi pendidikan, penggunaan hasil tes psikologi bagi guru mata pelajaran, manfaat psikologi pendidikan, penggunaan hasil psikotes, penggunaan hasil tes psikotes bagi guru pembimbing, tes psikologi sma, tes psikologi smp, psikotes sd, biro jasa tes psikologi


Tes Psikologi, manfaat & aplikasinya

Pemeriksaan Psikologis & Aplikasinya


Dapatkan slideshare disini:
Pemeriksaan Psikologi dan Aplikasinya

Aplikasi pemeriksaan psikologi dapat diterapkan untuk berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, bidang unit usaha /organisasi dan bidang klinis. Berikut beberapa contoh aplikasi:

Aplikasi Untuk Pendidikan:
  • Placement test, membagi kelas siswa berdasarkan kapasitas intelektual.
  • Tes minat bakat, memberikan masukkan kepada pelajar mengenai minat bakat yang dimilikinya sehingga dapat membantunya menentukan pilihan akademik yang sesuai
  • Ujian masuk, menentukan siswa mana yang diperkirakan mampu mengikuti pelajaran dengan baik berdasarkan karakteristik dan tingkat kesulitan pelajaran/perkuliahan
  • Membantu kesiapan belajar anak
  • Membantu mendiagnosa penyebab kesulitan belajar para siswa.
Aplikasi untuk Organisasi & Perkantoran:
  • Perpanjangan kontrak karyawan
  • Promosi & mutasi karyawan
  • Identifikasi potensi karyawan
  • Mendiagnosa permasalahan karyawan di tempat kerja
  • Seleksi karyawan baru
Aplikasi Dalam bidang Klinis:
  • Pemeriksaan untuk masalah individual
  • Deteksi dini gangguan pada individu
  • Pemeriksaan psikologis untuk kriminologi
  • Kesiapan mental dan kepribadian untuk persyaratan mencalonkan diri dalam legislatif/ eksekutif
  • Diagnosa perkembangan tingkat gangguan/kesembuhan penderita gangguan jiwa

Untuk penjelasan detailnya, silahkan di unduh pada tautan slideshare (ppt) diatas, demikian semoga bermanfaat.

Salam Hormat,

Admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes
>>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<

Kata Kunci untuk penelusuran: tes psikotes untuk sma, hasil psikotes sma, biaya psikotes anak, konsultasi psikologi, biro psikologi jakarta, biro psikotes di surabaya, biro psikologi malang, contoh proposal psikotes, proposal psikotes sekolah, tempat tes psikotes di bandung, mutu pendidikan, power point materi, ppt

Psikotes atau tes psikologi untuk Indonesia merdeka

Keterbatasan Penggunaan Tes Psikologi

“Keterbatasan Penggunaan Tes Psikologi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Lembaga pendidikan saat ini telah begitu banyak yang menggunakan metode psikotes atau tes psikologi sebagai tool atau alat bantu dalam mengenal aspek-aspek psikologi  siswa yang menjadi testi. Perlu diketahui disini, yang namanya alat tes psikologi bukan merupakan sesuai yang sempurna (bebas keterbatasan). Kita perlu menyadari kelemahan/keterbatasan tersebut dalam rangka untuk mengambil langka-langkah antisipatif dan untuk mengurangi keterbatasan tersebut dengan menggunakan tes lain sebagai pembanding.

Berikut akan diuraikan secara singkat, beberapa ketebatasan alat tes psikologi:

Reaksi testi terhadap situasi testing

Tidak dipungkiri, tentu saja ada individu-individu (testi) di sekolah yang menunjukkan reaksi yang berbeda kepada tester. Hal ini dapat dilihat individu yang pada saat mengerjakan tes mengalami stres, takut atau nervous. Tanggapan emosional masing-masing individu terhadap situasi testing dapat berbeda-beda. Ada testi yang merasakan tes sebagai suatu ancaman terhadap konsep-dirinya, sehingga takut dan defensive, lalu mengubah perilaku-perilakunya yang tentu saja dapat berdampak pada validitas hasil tes.

Keterbatasan instrumen tes

Kemampuan alat tes tentu terbatas, hanya mengungkap aspek tertentu dari perilaku individu. Misal alat tes “X”, meskipun dapat mengidentifikasi kemungkinan keberhasilan akademik, tetapi tidak dapat mengetahui indikasi motivasi individu untuk mencapai sukses.

Pengaruh faktor fisik saat pelaksanaan testing

Secara umum diharapkan agar tes itu dilaksanakan dalam ruangan yang tenang, sejuk dengan penerangan yang cukup memadai, meja yang rata, dan terhindar dari kegaduhan, kebisingan atau gangguan-gangguan lainnya. Apabila kondisi diatas tidak dapat terpenuhi tentu saja akan berdampak pada ketepatan hasil akhir yang akan diperoleh.

Demikian informasi singkat terkait faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan hasil tes. Dengan mengetahui keterbatasan tersebut, pihak sekolah dan psikolog perlu berhati-hati dalam menjalankan kegiatan psikotes. Ketentuan, persyaratan dan aturan tes harus di jalankan dengan benar sesuai prosedur.

Demikian uraian tentang Keterbatasan Penggunaan Tes Psikologi, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Layanan Jasa Psikotes

>>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<


Info Pelatihan Mutu Pendidikan

Instagram: @mutupendidikan

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini: keterbatasan tes psikologi, prosedur psikotes, kendala tes psikologi, tantangan tes psikologi, lembaga psikotes indonesia, kantor layanan psikotes, lembaga konsultasi psikologi, biro konsultasi psikologi, kelemahan tes psikologi, kelemahan psikotes, psikotes indonesia jakarta surabaya, lembaga konsultasi psikologi bandung yogyakarta dan semarang.

,

Jenis Tes Psikologi / Psikotes

Jenis Tes Psikologi / Psikotes

“Jenis Tes Psikologi / Psikotes”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Secara garis besar, ada dua jenis tes psikologi / psikotes, yaitu :

  1. Test Kemampuan. Test ini dikenal populer sebagai test intelegensi atau test IQ. Tes ini mengungkapkan kondisi intelegensi seseorang, kemampuan mereka dalam memecahkan masalah, proses kognisi, dan semuanya yang berhubungan dengan faktor kognitif.
  2. Test Kepribadian. Tes kepribadian merupakan jenis test psikologi yang digunakan untuk mengungkapkan kepribadian yang ada di dalam diri seseorang, mulai dari dorongan alam bawah sadar, realitas, performa dalam bekerja, tingkat stress, pengalaman traumatis dll.

Instagram: @mutupendidikan

Kedua jenis test diatas terus berkembang dan mengalami penyempurnaan. Berikut beberapa jenis psikotes yang cukup populer. Informasi ini diharapkan dapat menjadi wacana bagi lembaga pendidikan.

Test Kemampuan

Terdapat beberapa jenis test kemampuan, antara lain :

  • TIU (Test Intelegensi Umum). Merupakan test intelegensi yang sederhana, dan tes ini merupakan battery test.  Test ini digunakan untuk melihat kapasitas dan kategori inteligensi saja, dan tidak memunculkan skor intelegensi.
  • APM / CPM / SPM (Advanced / Children / Standard Progressive Matrices). Tes ini dipergunakan untuk melihat kategori IQ, dan tidak menghasilkan skor IQ. Test terdiri dari serangkaian soal-soal yang berbentuk seperti puzzle.
  • IST (Intelligence Structure Scale). Tes ini terdiri dari 9 subtest. Tiap subtest memiliki batas waktu yang sudah ditentukan secara formal (battery test).
  • Test Kemampuan Dasar (TKD). Tes ini terdiri dari 10 buah subtest, yang masing-masing mengukur kemampuan inteligensi yang dikembangkan oleh seorang pakar bernama Thurstone. Tes ini banyak digunakan sebagai tes inteligensi pada sekolah-sekolah.
  • CFIT (Culture Fair Intelligence Test). Merupakan test inteligensi yang bersifat lintas kultural / universal. CFIT ini terdiri dari 4 subtest, yang memberikan gambaran kapasitas Inteligensi seseorang, dan tidak menghasilkan skor IQ.
  • WAIS / WISC (Weschler Adult Intelligence Scale / Weschler Intelligence Scale for Children). Tes ini terdiri dari 11 subtest, yang terbagi menjadi subtest verbal dan juga performance. Tes ini dipergunakan untuk mengukur IQ individu.
Tes Kepribadian
  • EPPS ( Edward’s Preference Personal Schedule). Tes EPPS ini merupakan test kepribadian yang mencermati berbagai kebutuhan dari individu. Test EPPS ini terdiri dari 220 pernyataan, individu diminta untuk memilih A atau B sesuai dengan apa yang dirasakan oleh individu yang bersangkutan.
  • Tes Warteg. Tes Warteg merupakan test yang sering ditemui saat kegiatan rekrutmen & seleksi di perusahaan. Test Warteg ini terdiri dari satu lembar kertas dengan gambar 8 buah kotak yang didalmnya terdapat beberapa macam tanda–tanda kecil. Tugas individu peserta tes adalah melanjutkan pola tersebut menjadi sebuah bentuk atau gambar tertentu. Test Wartegg ini banyak melihat proses adaptasi individu dan juga kemampuan problem solving.
  • SSCT / Sack’s Sentence Completion Test. Tes SSCT ini merupakan test melengkapi kalimat. Dalam alat test ini terdapat 60 kalimat atau pernyataan yang belum lengkap. Individu peserta tes diminta untuk melengkapi kalimat-kalimat tersebut, sesuai dengan apa yang dipikirkan/ dirasakan pertama kali. Test SSCT ini banyak mengungkapkan kasus masalah masa lalu, masa depan, rasa bersalah, masalah terhadap orangtua dan juga tentang relasi sosial.
  • Tes Rorschach. Tes Rorschach ini merupakan test dengan menggunakan sarana bercak tinta. Tes ini menggunakan 10 buah kartu. Dalam kartu-kartu tersebut terdapat pola – pola abstrak yang dibuat menggunakan bercak-bercak tinta. Tugas peserta adalah menyebutkan pandangan mereka bentuk-bentuk apa saja yang muncul pada masing-masing kartu. Test individual ini merupakan tes yang cukup lengkap. Tes ini mampu melihat pengalaman masa lalu, pengalaman traumatis, emosi, kecemasan, dll
  • RMIB. Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank) ini dikembangkan oleh Rothwell pada tahun 1947. Pada tahun 1950, tes ini kemudian diperbaharui oleh Miller. Tes Rothwell Miller Interest Blank adalah test minat bakat yang sudah terstandarisasi.
  • Tes Pauli dan Kraeplin. Tes Pauli dan Kraeplin merupakan jenis tes kepribadian. Tes ini termasuk kategori battery test yakni test yang menggunakan waktu. Dalam tes ini, individu harus bisa menyelesaikan test dalam waktu tertentu. Tes ini mampu mengukur semangat kerja, kinerja, resistensi terhadap stres dan bakat-bakat lainnya
  • DISC. DISC merupakan alat test psikologi yang terdiri dari 24 nomor, dengan masing-masing nomor memiliki 4 pilihan jawaban. Individu diminta untuk memilih 2 kecendrungan, yaitu yang paling mendekati dirinya (most), dan yang paling tidak mendekati dirinya (least). DISC mengukur 3 macam kondisi atau keadaan, yaitu true self, kepribadian yang ditunjukkan saat berada dalam masalah, dan kepribadian yang ditunjukkan kepada orang lain.
  • Tes Papikostik. Tes ini merupakan tes kepribadian yang cukup populer digunakan dalam kegiatan seleksi pekerjaan. Tes kepribadian Papikostik ini dapat mengungkapkan sifat atau kepribadian seseorang. Aplikasi tes kepribadian ini cukup mudah, peserta hanya perlu mengisi pernyataan-pernyataan yang ada sesuai dengan apa yang dirasakan individu yang bersangkutan.
  • Dragon test. Tes ini disusun oleh J.D Lammerts Van Beuren-Smith (psikolog Swiss). Tes yang ditujukan untuk anak-anak ini termasuk tes proyeksi, digunakan untuk  mengetahui permasalahan emosional, trauma masa lalu yang dialami oleh anak.
  • Draw a Family. Draw a Family test (DAF) ini dikembangkan oleh Hulse pada tahun 1951.   Tes proyeksi ini digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang dengan menggambar keluarga. Tes DAF ini untuk mengetahui hubungan seseorang dengan lingkungan dan sikap mereka terhadap keluarga.
  • Thematic Apperception Test. Tes TAT ini merupakan test kepribadian yang masuk ke dalam test bercerita. Tersedia 20 kartu (versi Murray) atau dapat menggunakan 10 kartu (Versi Bellak). Tugas peserta adalah menceritakan secara lisan kejadian yang muncul pada gambar tersebut, siapa tokoh utama, apa saja penyebab kejadian, dan juga bagaimana ending cerita secara utuh. Test individual ini mampu mengungkap konflik internal, kecemasan, kebutuhan individu & hubungan antar keluarga.
  • Draw A Person. Tes DAP ini, sesuai dengan namanya, peserta hanya diminta untuk menggambarkan manusia. Menggambar bebas, tidak mengikat, peserta boleh menggambar lebih dari satu manusia, jenis kelamin bebas, bentuk tubuh bebas. Tes DAP ini digunakan untuk melihat konsep diri individu yang bersangkutan.
  • BAUM / The Tree Test. Test ini merupakan test yang digunakan untuk melihat struktur kepribadian seseorang. Tes ini untuk melihat kondisi Id, Ego, dan juga Super Ego. Test ini berhubungan dengan Impuls yang ada di dalam diri individu, serta bagaimana individu mampu untuk mengendalikan impuls tersebut. Peserta tes mendapat tugas untuk menggambar pohon yang berkambium. Tes ini untuk melihat seberapa kokohnya individu dalam mengendalikan impuls dan mengontrol dirinya sendiri.
  • House Tree Person (HTP). Dalam tes ini, peserta tes diminta untuk menggambarkan rumah, pohon dan manusia. Peserta bebas menggambar, seberapa banyak, seberapa besar, atau bahkan bisa jadi  tidak menggambar sama sekali. Test ini untuk melihat bagaimana persepsi peserta terhadap sosok ayah, ibu, dan juga dirinya sendiri. Tes ini juga menggambarkan bagaimana penerimaan sosial dari individu yang bersangkutan.

Demikian sekilas informasi tentang “Jenis Tes Psikologi / Psikotes”, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Info Pelatihan SPMI


Layanan Tes Psikologi untuk Perguruan Tinggi, Sekolah & Madrasah

Untuk Informasi Klik disini


Prinsip Penting Tes Psikologi atau Psikotes

Prinsip Penting dalam Tes Psikologi

“Mengenal Prinsip Penting dalam Tes Psikologi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pada kesempatan ini, tim dari Mutu Pendidikan akan sedikit menguraikan prinsip-prinsip penting dalam tes psikologi. Shultz & Schultz (2010) menekankan pentingnya prinsip yang berlaku pada alat ukur psikologi, tujuannya untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengukuran.

Kekeliruan dalam pengukuran psikologi dapat berakibat fatal bagi klien. Berikut akan diuraikan sekilas tentang prinsip penting yang digunakan dalam alat ukur tes psikologi, yaitu:

1. Pentingnya Norma Pengujian

Standar / norma diperlukan agar pengguna dapat mengerti arti suatu skor yang diperoleh pada test tertentu. Dengan adanya norma, seseorang dapat membandingkan kedudukan skor dengan populasi di mana test itu distandarkan. Dalam pengukuran psikologi, penggunaan acuan norma dilakukan untuk menyeleksi dan mengetahui dimana posisi seseorang terhadap kelompoknya. Contoh apabila seseorang mengikuti tes tertentu, maka hasil tes harus memberikan gambaran “posisi” jika dibandingkan dengan populasi yang mengikuti tes tersebut.

2. Pentingnya Objektivitas Tes Psikologi

Objektivitas tes psikologi bertujuan menjauhkan tes psikologi dari pemaknaan-pemaknaan yang sifatnya personal. Nilai-nilai yang kurang tepat, atau bias harus dicegah & dihilangkan pada fase penilaian (scoring). Dengan prinsip objektivitas, penilaian tes dilakukan dengan cara terstandar sehingga diperoleh hasil yang  benar-benar objektif.

3. Standardisasi alat ukur psikologi

Konsistensi penerapan alat ukur harus diberlakukan selama proses asesmen & tes psikologi. Konsistensi juga meliputi standarisasi pada prosedur, tahapan-tahapan dan mekanisme pelaksanaan penilaian. Tes psikologi harus dijalankan pada lingkup yang sama jika dilakukan secara massal (umum), dengan demikian dapat menghasilkan gambaran yang setara.

4. Validitas & Reliabilitas

Alat tes yang digunakan untuk tes psikologi, harus memenuhi kriteria valid dan reliabel.

Validitas adalah kesesuaian penggunaan alat ukur dengan tujuan pengukuran itu sendiri. Mengingat satu alat ukur memiliki tujuan dan lingkup pengukuran, maka alat ukur harus dapat digunakan pada konteks yang benar.

Reliabilitas terkait dengan masalah keajegan. Alat ukur perlu menunjukkan performa/ hasil yang konsisten setelah diterapkan  pada beberapa tes yang menggunakan alat ukur yang sama.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Psikotes

Demikian sekilas informasi tentang penting menegakkan  prinsip-prinsip tes psikologi.

Demikian semoga bermanfaat, dan sukses selalu.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

______________________________

Layanan Tes Psikologi

___________________________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

___________________________________

Kunjungi Lembaga Pelatihan SDM Indonesia:

Tes Psikologi bagi Layanan BK

Tes Psikologi bagi Layanan BK

“Manfaat Tes Psikologi bagi Layanan BK”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

_______________________________

Follow Instagram: @mutupendidikan

_______________________________

Selamat pagi dan salam mutu pendidikan…

Dalam kesempatan ini, tim mutupendidikan.com akan sedikit menguraikan  beberapa fungsi dan manfaat tes psikologis bagi layanan bimbingan & konseling (BK). Manfaat-manfaat psikotes tersebut diantaranya:

Untuk Mengetahui kecerdasan

Setiap siswa tentu memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Oleh karena itu agar bisa terlihat seberapa besar kecerdasan yangdimiliki oleh siswa-siswi tersebut, dapat dilakukan tes yang nantinya akan terlihat dari hasil perhitungan yang dilakukan tim psikolog.

Untuk Mengetahui Bakat

Setiap siswa tentu memiliki bakat dan minat yangberbeda-beda. Untuk melihat dan mengetahui bakat apa saja yang dimiliki oleh siswa, biasanya diketahui melalui tes-tes psikologi yang dilakukan. Dengan mengetahui minat dan bakat siswa sejak dini, para guru akan mudah mengarahkan pada kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan “passion” masing-masing siswa.

Tautan Penting: Klasifikasi jenis-jenis psikotes

Untuk mengetahui kepribadian

Tes kepribadian umumnya memiliki tujuan untuk  dapat melihat  kecenderungan kepribadian seseorang. Metode tes psikologi yang digunakan bisa dalam bentuk tes proyektif dan sejenisnya. Dalam tes tersebut dapat dilihat kecenderungan ciri-ciri karakter/ kepribadian yang dimiliki oleh siswa tersebut. Informasi yang valid tentang kepribadian siswa dapat membantu guru untuk memberikan pola bimbingan yang sesuai bagi para siswa.

Untuk penjurusan

Tes Psikologi juga dapat dipergunakan untuk proses penjurusan siswa. Tes yang dilakukan untuk membantu penjurusan bahasa, IPA ataukah IPS bagi setiap siswa. Dengan proses tes yang valid dan reliable, diharapkan setiap siswa akan mendapatkan jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Untuk seleksi calon anak didik.

Sebelum seorang anak didik masuk diterima ke dalam institusi sekolah atau universitas, sekolah-sekolah tertentu, sering melakukan tes psikologi. Tujuan tes psikologi ini, agar lembaga pendidikan yang bersangkutan dapat menampung siswa-siswi yang sesuai standar kriteria calon siswa.

Untuk pemilihan program studi

Pada beberapa kampus atau sekolah sering dilakukan tes psikologi untuk penjurusan atau pemilihan program studi.  Tujuannya agar siswa / mahasiswa tersebut cocok masuk ke dalam sebuah program studi /jurusan sesuai kriteria tertentu.  Salah dalam memilih jurusan atau program studi tentu akan sangat merugikan siswa, orang tua maupun sekolah/ universitas yang bersangkutan.

Tautan penting: Mengenal jenis-jenis psikotes 

Demikian penjelasan singkat terkait apa saja fungsi tes psikologi bagi kegiatan layanan BK.

Salam sukses, salam dahsyat dan semoga bermanfaat.

______________________________

Layanan Tes Psikologi

______________________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

Syarat syarat tes psikologi yang baik

Kriteria Tes Psikologi Yang Baik

“Mengetahui Kriteria Tes Psikologi Yang Baik”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Lembaga pendidikan baik itu perguruan tinggi, sekolah dan madrasah, menggunakan layanan tes psikologi atau psikotes untuk tujuan membantu mengenal segenap potensi, minat, bakat yang dimiliki siswa. Namun apakah serangkai tes yang telah dilakukan tersebut telah dikatakan baik?

Tes psikologi sebagai alat pembanding atau pengukur agar dapat berfungsi dengan baik haruslah memenuhi persyaratan tertentu. Berikut syarat-syarat yang harus ada dalam kegiatan Psikotes:

  1. Harus mudah digunakan: Syarat tes yang baik harus mudah menggunakannya, walaupun semua syarat yang ada dibawah ini terpenuhi dengan baik, akan tetapi tes apabila penggunaannya sulit dan tidak mudah, maka tes tersebut tetap mempunyai kelemahan. Alat tes dikatakan baik dan bernilai sangat tergantung pada kegunaannya.
  2. Harus terstandar: Standarisasi suatu tes bertujuan agar setiap testi mendapat perlakuan yang benar-benar sama. Mengapa demikian? karena skor/ nilai yang diperoleh hanya mempunyai arti apabila telah dibandingkan satu sama lain. Ada 4 hal penting yang perlu distandarisasikan, meliputi materi tes, metode penyelenggaran tes, scoring hasil tes dan interpretasi hasil.
  3. Harus komprehensif: Artinya tes tersebut dapat sekaligus menyelidiki banyak hal misalnya untuk menyelidiki prestasi individu dalam bahan ujian tertentu, maka tes yang komprehensif akan mampu mengungkapkan pengetahuan testi mengenai hal yang dipelajari, juga hal-hal yang mencegah dorongan berspekulasi.
  4. Harus memenuhi syarat validitas: “Valid” memiliki makna cocok atau sesuai. Suatu tes dapat dikatakan valid, apabila tes tersebut benar-benar mampu mengukur atau memberi gambaran tentang sesuatu yang diukur. Misalnya jika tes itu tes intelegensi individu, maka harus mampu mengukur intelegensi seseorang dan bukan memberikan keterangan tentang minat dan bakat individu yang bersangkutan.
  5. Harus memenuhi syarat reliabel: Reliabel artinya handal atau dapat dipercaya. Suatu tes dapat dipercaya apabila hasil yang diperoleh konstan atau tetap tidak menunjukkan perubahan yang berarti walaupun diadakan tes lebih dari satu kali. Reliabilitas menyangkut persoalan stabilitas dari hasil yang dicapai oleh tes tersebut. Ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap stabilitas hasil sesuatu tes yaitu: testi, tester dan alat pengukur itu sendiri.
  6. Harus objektif: Tes psikologi dikatakan objektif apabila pendapat atau pertimbangan tester tidak ikut berpengaruh dalam hasil testing. Tidak ada bias dalam menetapkan score.
  7. Harus diskriminatif: Suatu tes dapat dikatakan diskriminatif apabila mampu menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan yang kecil dari sifat-sifat tertentu dari individu individu yang berbeda-beda.

Baca juga: 6 Manfaat Tes Psikologi bagi Layanan BK

Demikian uraian singkat tentang Kriteria Tes Psikologi Yang Baik. Semoga bermanfaat.

_____________________________________

Layanan Tes Psikologi

_____________________________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

12
×

Assalamu'alaikum...

× Hubungi Kami