• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Pendidikan

Politik dan konflik Organisasi

SPMI, Politik & Konflik Organisasi

“SPMI, Politik & Konflik Organisasi”

mutupendidikan.com – Manajer dalam organisasi yang menerapkan TQM perlu juga memahami tentang perilaku politik dalam organisasi. Perilaku politik internal organisasi, apabila dapat dikelola dengan baik akan membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Sebaliknya apabila tidak terkelola dengan baik akan berdampak pada  buruknya kinerja organisasi.

________________________________

Power Point (PDF):

Politik & Konflik Organisasi

________________________________

Dalam organisasi pendidikan, implementasi SPMI juga rentan terhadap masalah politik dan konflik organisasi. Organisasi pendidikan terdiri dari banyak stakeholder yang masing-masing membawa kepentingan yang ingin dicapai.

Tugas pemimpin dalam organisasi pendidikan adalah mencapat tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan dalam Statuta, RIP dan Renstra. Untuk mencapat tujuan organisasi tentu saja akan ada pihak-pihak yang menolak (resistence) untuk mendukung tujuan organisasi.

Konflik dan politik internal dapat terjadi ketika organisasi menyusun kebijakan SPMI, standar dan manual SPMI. Konflik dan politik internal dapat terjadi saat pelaksanaan Standar, Evaluasi Standar dan pengendalian standar.

Baca juga: SPMI & Manajemen Konflik

Pemimpin yang cakap, dapat mengelola konflik dan perilaku politik internal. Pemimpin dapat menciptakan keseimbangan yang etis yang dapat diterima oleh semua pihak. Konflik dan politik internal merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, namun perlu dikelola dengan baik sehingga dapat mendukung efektifitas organisasi.

Pengertian Politik Internal

Politik internal terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan atau mempengaruhi pengambilan keputusan organisasi untuk tujuan lain selain kepentingan organisasi.

Ada beberapa metode politik internal yang sering digunakan dalam organisasi diantaranya sbb:

  • Melobi
  • Membangun koalisi
  • Menerapkan gangguan dan tekanan
  • Berkampanye
  • Bergosip dan menyebarkan rumor
Bagaimana dampak politik internal terhadap mutu

Tentu saya apabila konflik dan politik internal tidak terkelola dengan baik akan berdampat negatif seperti:

  • Hilang moral
  • Keputusan yang diragukan
  • Persaingan internal yang tidak produktif
  • Kehilangan karyawan yang terbaik
  • Kelangsungan proses, prosedur, dan teknologi yang kadaluarsa
  • Konflik terus menerus
  • Hilangnya kualitas, persaingan, dan pelanggan

Untuk penjelasan lebih lengkap, silahkan di unduh file power point diatas.

Demikian, semoga bermanfaat dan salam mutu.

________________________________

mutupendidikan.com

Kunjungi: Pelatihan & Pendampingan


Hubungi Customer Service kami
Untuk In-House Training “Manajemen Konflik dalam Organisasi”

tes Psikologi

Layanan Tes Psikotes Untuk Pendidikan

Pengantar

Saat ini ilmu psikologi terapan semakin dirasakan manfaatnya bagi dunia pendidikan, baik di level Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah, maupun sekolah tingkat dasar.  Dari dukungan psikologi terapan ini akan dapat diprediksi segenap potensi yang ada pada anak didik.

Cara umum yang sering digunakan untuk mengungkap potensi tersebut adalah dengan tes psikologi atau lebih sering disebut “psikotes”. Dari berbagai tes yang kami lakukan akan dapat terukur antara lain : Potensi Bakat, Minat, Tingkat Kecerdasan dan Kepribadian. Hasil tes ini dapat pula mendukung untuk memberikan arah kelanjutan Studi.

Pengukuran aspek psikologi di atas merupakan usaha yang sangat penting dalam usaha memaksimalkan potensi siswa dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil tes, diharapkan dapat memberikan masukan dalam menentukan berbagai macam kebijakan pendidikan dan sebagai data yang akurat bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan (Rektor, Kepala Sekolah, Guru, Murid, Orang tua, dll)

Visi Kami

Penjadi pelaksana jasa Tes Psikologi (Psikotes) terbaik untuk Mutu Pendidikan Indonesia

Misi Kami
  1. Memberikan jasa layanan psikologi secara profesional berbasis kode etik psikologi dan moralitas agama bagi lembaga pendidikan Indonesia
  2. Mengaplikasikan teori psikologi terapan guna membantu menyelesaikan persoalan individu maupun kelompok di lingkungan dunia pendidikan
  3. Mendukung pengembangan proses pendidikan dan proses pembelajaran.
  4. Mendukung program pengabdian pada masyarakat.
Tujuan Tes Psikologi
  1. Mengukur kemajuan prestasi siswa/sekolah maupun prestasi umum.
  2. Mengukur Tingkat Kecerdasan Dasar, Bakat, Minat dan Kepribadian siswa/mahasiswa serta potensi Kelanjutan Studi.
  3. Menelusuri problem belajar dan pengarahan selanjutnya/ bimbingan konseling
  4. Melengkapi data siswa agar lebih akurat untuk sekolah/ guru pembimbing dan orang tua
  5. Membantu siswa dalam memilih sekolah lanjutan.
Manfaat yang akan diperolah
  1. Manfaat bagi Guru Pembimbing : Data informasi yang diperoleh dari psikotes ini akan dapat dipadukan dengan data lain yang relevan dengan data kemajuan akademik/ kegiatan ekstra kurikuler dan masalah lainnya. Dari hasil tes ini diharapkan akan membantu pihak guru pembimbing dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling kepada siswa/mahasiswa secara tepat. Apabila setiap tahun anak menjalani psikotes maka riwayat psikologis anak dapat dimiliki oleh sekolah sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam mengarahkan perkembangan studi anak.
  2. Manfaat bagi Sekolah : Dari hasil pelaksanaan psikotes ini akan dapat membantu ketepatan dalam menyusun kebijakan umum sekolah di masa yang akan datang. Manfaat lain adalah sekolah dapat meningkatkan nilai lebih dimata stakeholder apabila sekolah/perguruan tinggi memiliki kepedulian   tidak saja pada perkembangan prestasi belajar siswa namun juga perkembangan psikologis siswa.
  3. Manfaat bagi Orang  Tua Siswa/Mahasiswa : Bermanfaat untuk mengetahui perkembangan psikologis anak dan sebagai pedoman dalam mengarahkan anak terutama untuk perkembangan prestasi belajar dan mengembangkan bakat yang seringkali tidak sejalan dengan minat anak bersangkutan.
  4. Manfaat bagi Siswa : Dengan mengikuti Psikotes ini, mahasiswa/siswa akan dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kemampuan (ability), kecerdasan serta hal-hal yang ada kaitannya dengan potensi diri siswa. Data ini diharapkan mampu membantu dalam menentukan berbagai keputusan pendidikan siswa di masa yang akan datang.
Program Pelayanan Psikotes Pendidikan

Sasaran untuk tingkat SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi

  1. Tes Bakat & Minat (Aptitude Test) : Siswa Kelas I SMA akan dijuruskan ke program yang sesuai dengan Minat, Bakat serta Kemampuan Siswa. Untuk itu dibutuhkan data-data psikologis siswa yang lengkap dan akurat.  Dengan layanan ini, pihak sekolah mendapatkan gambaran mengenai bakat / minat yang dimiliki hingga dapat menyesuaikan diri secara baik dalam bidang pendidikan  dan karier yang sesuai.
  2. Assesment Psikologi / Tes IQ (Manfaat Seleksi Siswa Baru) : Melalui layanan psikologi ini, Perguruan Tinggi/ Sekolah dapat mengetahui gambaran kognisi siswa dalam bentuk tingkat kecerdasan/ intelegensi (IQ). Lembaga pendidikan baik tingkat SLTP, SMU maupun Perguruan Tinggi, dengan jasa layanan ini dapat memperoleh kemudahan dalam penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Siswa & Mahasiswa Baru setiap tahunnya.
  3. Pemilihan Jurusan/ Fakultas Di Perguruan Tinggi : Permasalahan yang sering dialami baik oleh siswa maupun orang tua murid adalah :”Jurusan atau fakultas apa yang akan dipilih di perguruan tinggi yang sesuai dengan Minat, Bakat serta Potensi Siswa. Tes Psikologi akan membantu mengungkap minat, bakat serta potensi siswa agar tidak salah dalam memilih jurusan yang tepat.
Potensi Siswa yang akan di telusuri:
  1. Potensi Kepribadian, yang meliputi aspek : Motivasi Kerja, Optimisme, Sosialisasi, Kecepatan Kerja, Ketelitian Kerja, Kreativitas.
  2. Kemampuan Umum, yang meliputi  aspek : Intelegensi Umum, Kemampuan Verbal, Kemampuan Numerical, Logika Abstrak, Mekanika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Minat Subjek.
  3. Saran-saran untuk potensi keberhasilan studi lanjut. Informasi yang diungkap meliputi dinamika psikologis yang berpengaruh terhadap kelanjutan studinya serta rekomendasi terhadap hal-hal yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, maupun perkembangan yang perlu diwaspadai.
Biaya/ketentuan Pelaksanaan Tes
  1. Permintaan minimal 40 Siswa
  2. Biaya transport dan akomodasi dibebankan pihak sekolah
  3. Biaya Pelaksanaan Tes berkisar antara Rp. 150.000,- sd Rp. 400.000,- / anak. Besar biaya tergantung pada jenis kebutuhan sekolah.  Hubungi Customer Service kami untuk penjelasan detail.
  4. Hasil Tes Psikologi akan disampaikan 7 hari setelah kegiatan.
  5. Untuk permintaan dari luar kota atau luar pulau, biaya tranportasi & akomodasi disediakan penyelenggara.
  6. Jaminan kepuasan klien merupakan nilai utama kami
Penutup

Demikian, profile ini disampaikan. Apabila ada hal yang kurang jelas, mohon tidak ragu untuk menghubungi customer service kami, Terima kasih.


Kontak Kami:

Customer Service ( Klik disini )
“Kepuasan Anda adalah komitmen nomor satu kami”

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini: tujuan tes psikologi, manfaat psikotes bagi siswa, penggunaan hasil tes psikologi, tes psikologi untuk anak, tes psikologi anak, manfaat psikologi dalam pendidikan, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru mata pelajaran, tes psikologi pendidikan, penggunaan hasil tes psikologi bagi guru mata pelajaran, manfaat psikologi pendidikan, penggunaan hasil psikotes, penggunaan hasil tes psikotes bagi guru pembimbing, tes psikologi sma, tes psikologi smp, psikotes sd, biro jasa tes psikologi


Riset Pasar untuk Pendidikan

TQM untuk Lembaga Pendidikan bag.3

Perlukah Riset Pasar?

Riset pasar merupakan unsur penting dalam implementasi TQM. Riset ini adalah cara utama untuk mendengarkan pelanggan dan calon pelanggan. Jika pendekatan TQM ingin diterapkan, maka mutu sebagai “menurut apa yang dirasakan pelanggan” harus segera ditetapkan.

Alasan Pentingnya Riset Pasar:

  • Kalimat “mutu yang dirasa” (perceived quality) tersebut, tidak akan berarti apa-apa tanpa riset pasar
  • Riset tersebut akan memberikan data yang akan melengkapi kesan institusi terhadap kelompok pelanggan/ calon pelanggan yang bervariasi.
  • Kelompok pelanggan yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda pula sehingga memerlukan pendekatan serta perlakuan yang berbeda pula
  • Riset pasar bukan sesuatu yang dilaksanakan sekali untuk selamanya
  • Riset pasar perlu dilakukan secara periodik
  • Riset pasar dapat memberikan peringatan tentang perubahan persepsi pelanggan yang berpengaruh pada reputasi institusi
  • REPUTASI membutuhkan waktu untuk berkembang & perlu dijaga

Faktor Penting bagi keberhasilan Institusi Pendidikan:

  • Sistem penerimaan siswa baru yang mudah/ praktis
  • Bentuk pembelajaran yang memenuhi kebutuhan pelajar
  • Tim kerja yang berfungsi secara tepat
  • Nilai rata-rata ujian yang meningkat
  • Berkembangnya nilai-nilai sosial, personal, kultural, & etika dalam diri pelajar
  • Meningkatnya strategi pembelajaran & pengajaran
  • Terlibatnya mayoritas staf dalam tim peningkatan kualitas
  • Meningkatnya kemajuan Institusi diberbagai bidang
  • Meningkatnya akses internal dan eksternal terhadap institusi
  • Meningkatnya kepuasan pelanggan yang dibuktikan melalui survei kepuasan
  • Meningkatnya pasar
  • Meningkatnya kepercayaan golongan minoritas / kelompok yang belum maju
  • Reaksi yang semakin besar terhadap kebutuhan komunitas
  • Hubungan kerjasama dan kemitraan yang semakin kuat dengan dunia industri & perdagangan

Key Success Factor:

  • Faktor-faktor penting sebuah kesuksesan,kadangkala disebut peristiwa kunci, adalah indikator-indikator menyangkut hal-hal apa saja yang harus dicapai oleh sebuah institusi yang ingin memenuhi kepuasan pelanggan & statemen misinya
  • Tujuan dari pembuatan daftar faktor-faktor penting kesuksesan tersebut adalah untuk berkonsentrasi pada kata “penting” & “kesuksesan”

Berikut kami sampaikan Slideshare “TQM & Riset Pasar Institusi Pendidikan” dalam bentuk file PPT. Materi ini merupakan hasil rangkuman yang kami sarikan dari buku Total Quality Management in Education yang ditulis oleh Edward Sallis.

Materi dapat diunduh/ download disini:

Klik disini:

PPT TQM untuk Lembaga Pendidikan bag-3

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Pendampingan & Bimtek


Untuk Pelatihan Survey Kepuasan Konsumen

Hubungi Customer Service kami


Pendidikan Just In Time

Just In Time

Pegertian “Just In Time”, apabila diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia berarti “Tepat Waktu”. Tepat Waktu disini berarti semua persedian bahan baku yang akan diolah menjadi barang jadi harus datang sesuai waktunya dengan jumlah yang sesuai juga. Adapun barang jadi, juga harus siap diproduksi sesuai dengan jumlah yang diminta oleh pelanggan pada waktu yang tepat pula.  Oleh sebab itu tingkat persedian bahan baku, bahan pendukung, komponen, bahan semi jadi  dan juga barang jadi akan diupayakan pada tingkat atau jumlah yang paling sedikit. Hal ini penting untuk mengoptimalkan aliran kas dan menghindari biaya-biaya akibat pemborosan.

Dalam menjalankan sistem produksi JIT ini, dibutuhkan ketelitian dalam merencanakan jadwal-jadwal produksi mulai jadwal pembelian bahan-bahan produksi, jadwal penerimaan bahan, jadwal operasional/produksi, jadwal kesiapan produk hingga ke jadwal pengiriman (delivery).

Ketepatan waktu pengiriman bahan produksi sangat dibutuhkan dalam Sistem JIT. Misalnya pada sebuah perusahaan produksi Handphone, targetnya harus dapat menerima model LCD display yang benar dan dalam jumlah yang dibutuhkan untuk satu hari produksi. Penyedia LCD Display tersebut diharapkan dapat mengirim bahan dan tiba di gudang dalam batas waktu sesuai permintaan. Sistem ini biasanya disebut dengan “Sistem Tarik” atau “Pull System”.

Keunggulan Sistem Just In Time (JIT)

  1. Dengan persedian yang rendah, terjadinya pemborosan, lewat kadaluarsa dan rusak atau usang akan menjadi semakin rendah.
  2. Mencegah penumpukan produk jadi yang tidak terjual perubahan perubahan dalam permintaan.
  3. Tingkat Persediaan yang rendah sehingga menghemat tempat penyimpanan dan biaya-biaya lainnya seperti biaya sewa dan biaya asuransi.
  4. Bahan-bahan kebutuhan operasional hanya tersedia saat diperlukan saja sehingga membutuhkan modal kerja yang rendah.
  5. Menekanan pada kualitas bahan-bahan yang dipasok. Hal ini dapat mengurangi waktu pemeriksaan, waktu tunggu dan pengerjaan ulang barang cacat.

Keterbatasan sistem Just In Time (JIT)

  1. Apabila ada keterlambatan pengiriman oleh salah satu supplier maka dapat mengakibatkan keterlambatan semua jadwal operasional.
  2. Biaya Transaksi relatif menjadi lebih tinggi karena frekuensi Transaksi yang tinggi.
  3. Perusahaan yang menerapkan JIT akan sulit untuk memenuhi permintaan yang mendadak karena tidak ada produk jadi yang tersedia lebih.
  4. Sistem JIT tidak memiliki toleransi terhadap kesalahan sehingga akan sangat sulit untuk melakukan perbaikan ulang pada bahan-bahan produksi yang mengalami kecacatan. Hal ini dapat terjadi karena tingkat persediaan bahan-bahan untuk produksi tersedia sangat minimal.
  5. Ketergantungan yang begitu tinggi terhadap Supplier baik dalam kualitas bahan maupun ketepatan pengiriman. Para Supplier sulit di kontrol karena mereka berada diluar lingkup perusahaan.

Masih ingin penjelasan dan bahan-bahan  tentang Just In Time? Untuk lebih enaknya, silahkan diunduh slideshare/ download ppt berikut ini:

Klik PPT disini : JUST IN TIME

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan / Konsultasi / In-House Training / Manajemen / Training Center / Pelatihan Kerja / Manajemen Kualitas / Perguruan Tinggi / SMA / SMP / SD / Madrasah


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Pengendalian Proses Statistik

SPMI dan Pengendalian Proses Statistik

“SPMI dan Pengendalian Proses Statistik”

Dalam implementasi SPMI, Proses perbaikannya melalui mekanisme PDCA atau dalam istilah Dikti dikenal dengan PPEPP. Proses yang nomor 3 yaitu “E” atau evaluasi pelaksanaan standar SPMI.

Dalam proses evaluasi pelaksanaan standar SPMI, kadang-kadang diperlukan tool statistik untuk mengolah data yang ada sehingga dapat memberikan saran-saran akurat untuk pengambilan keputusan manajemen. Tools ini kita sebut “Pengendalian proses statistik”.

Beberapa pakar menjelaskan manfaat Pengendalian Proses Statistik bagi organisasi antara lain :

  1. Tersedianya data dan informasi yang memadai bagi karyawan apabila akan memperbaiki proses.
  2. Membantu karyawan perusahaan untuk mengenal dan memisahkan sebab umum dan sebab khusus terjadinya kesalahan.
  3. Komunikasi yang lebih baik dengan konsumen/ stakeholder tentang kemampuan produk dalam memenuhi spesifikasi pelanggan.
  4. Membantu institusi/organisasi lebih berorientasi pada data statistik dari pada hanya beberapa asumsi saja.
  5. Perbaikan proses, sehingga kualitas produk menjadi lebih baik, biaya lebih rendah, dan produktivitas meningkat.
  6. Tersedianya Bahasa/ istilah yang baku dalam proses untuk dipahami berbagai pihak.
  7. Mencegah penyimpangan karena sebab khusus untuk mencapai konsistensi dan kinerja yang lebih baik.
  8. Pengurangan waktu (pemborosan) yang signifikan dalam penyelesaian masalah kualitas.
  9. Pengurangan biaya pembuangan produk cacat, pengerjaan ulang terhadap produk cacat, inspeksi ulang, dll.

___________________________________

Power Point (PDF):

Statistical Process Control

___________________________________

Sementara pakar lain menjelaskan beberapa manfaat lain pengendalian proses statistik. Manfaat-manfaat tersebut adalah:

  1. Pengurangan adanya pemborosan.
  2. Meningkatkan pemahaman terhadap proses.
  3. Meningkatkan keterlibatan karyawan.
  4. Pengurangan keluhan pelanggan.
  5. Peningkatan pemberdayaan personil organisasi.
  6. Perbaikan kualitas komunikasi.
  7. Perbaikan pengendalian dalam proses.
  8. Peningkatan efisiensi operasional organisasi
  9. Peningkatan kesadaran karyawan.
  10. Peningkatan jaminan kualitas pelanggan.
  11. Perbaikan analisis dan monitoring proses.
  12. Pengurangan waktu penyampaian jasa atau pelayanan (efisiensi produksi).

Baca juga: Key Performance Indicator (KPI)

Kendala Penerapan

Beberapa kesulitan/ kendala yang dihadapi dalam penerapan pengendalian proses statistik. Kendala-kendala tersebut antara lain (Antony, 2000):

  1. kurangnya dukungan dan komitmen manajemen yang membantu pengenalan program pengendalian proses statistik.
  2. Kurangnya pendidikan dan pelatihan yang memadai. Pendidikan yang jelas mengenai alat dan teknik pengendalian proses statistik, seperti histogram, diagram pareto, diagram sebab-akibat, dan sebagainya.
  3. Ketidak cukupan adanya sistem pengukuran. Industri seringkali mengabaikan sistem pengukuran dalam program pengendalian proses statistik. Pengendalian proses statistik tergantung pada sistem pengukuran yang tepat. Bila sistem pengukuran tidak memenuhi persyaratan, maka pengendalian proses statistik harus ditunda penggunaannya.
  4. Kurangnya pemahaman mengenai apa yang dimonitor, diukur dan dikembangkan. Pengukuran adalah elemen kunci dalam continuous improvement. Kurangnya koordinasi dan komunikasi antara para manajer, perencanan dan operator.

Baca juga: Mutu & Benchmarking untuk Lembaga Pendidikan

Tertarik mengetahui lebih dalam? Berikut materi power point PPT tentang Statistical Process Control. Untuk itu silahkan diunduh slideshare pada tautan diatas.

Demikian uraian singkat tentang SPMI dan Pengendalian Proses Statistik, semoga bermanfaat.

_____________________________________

mutupendidikan.com

Kunjungi: Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Informasi terkait: Statistical Process control / pengendalian proses statistik / Pareto charts / Cause-and-effect diagram / Stratification / Check sheets / Histogram / Scatter diagram / Run charts and control charts / Flowcharts / Design of experiments / pelatihan / training

Visi Misi Organisasi

TQM Pendidikan: Visi, Misi, Nilai & Tujuan

“TQM Pendidikan: Pembangun Visi, Misi, Nilai & Tujuan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Membangun Pernyataan Visi, Misi dan Nilai-Nilai suatu Lembaga Pendidikan merupakan hal yang sangat penting.

Visi dan Misi yang baik akan memberi panduan dan arah yang jelas bagi anggota organisasi untuk melangkah mencapai cita-cita bersama.

Dalam perencanaan strategik, tugas pimpinan lembaga pendidikan adalah membangun pernyataan Visi, Misi, Nilai dan Tujuan organisasi.

Silahkan diunduh file power point (PDF) berikut:

_____________________

Belajar mudah dengan PowerPoint (PDF):

Visi, Misi & Tujuan

IG: @mutupendidikan

_____________________

Berikut poin-poin penting tentang Visi, Misi, Nilai & Tujuan
Pengertian Visi:
  • Pernyataan visi mengisyaratkan tujuan puncak dari sebuah institusi & untuk apa visi itu dicapai.
  • Visi harus singkat, langsung, & menunjukkan tujuan puncak institusi, misalnya : “Seluruh pelajar kita akan sukses”
  • Beberapa organisasi membuat visi yang : pendek, singkat, dan mudah diingat
  • Untuk institusi pendidikan, kalimat seperti “Menyediakan Standar Belajar yang Unggul” bisa menjadi sebuah statemen visi yang tepat
Pengertian Misi:

Statemen misi sangat berkaitan dengan visi dan memberikan arahan yang jelas baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Pernyataan Misi yang Efektif:
  • HARUS mudah diiingat
  • HARUS mudah dikomunikasikan
  • Sifat dasar bisnis HARUS diperjelas
  • HARUS ada komitmen terhadap peningkatan mutu
  • HARUS berupa statemen tujuan jangka panjang dari sebuah organisasi
  • HARUS difokuskan pada pelanggan
  • HARUS fleksibel
Pengertian Nilai-Nilai Organisasi:
  • Merupakan prinsip-prinsip yang menjadi dasar operasi dan pencarian organisasi tersebut dalam mencapai visi & misinya.
  • Nilai-nilai tersebut mengekspresikan kepercayaan dan cita-cita institusi.
Contoh Nilai-Nilai Lembaga Pendidikan:
  1. KITA mengutamakan para pelajar kita
  2. KITA  bekerja dengan standar integritas profesional tertinggi
  3. KITA bekerja sebagai tim
  4. KITA memiliki komitmen terhadap peningkatan yang kontinyu
  5. KITA  memberikan kesempatan yang sama pada semua
  6. KITA akan memberikan mutu pelayanan tertinggi
Pengertian Tujuan / Sasaran Lembaga Pendidikan:
  • Sering diekspresikan sebagai sasaran & cita-cita
  • Sebuah tujuan harus: diekspresikan dalam metode yang TERUKUR sehingga hasil akhirnya dapat dievaluasi
  • REALISTIS
  • DAPAT DICAPAI
Pertanyaan Diskusi:
  1. Apakah Lembaga Pendidikan perlu memiliki Visi, Misi, Nilai-Nilai dan Tujuan?
  2. Bagaimana cara menyusun Visi yang realistis namun juga visioner?
  3. Apa yang dimaksud dengan misi lembaga pendidikan?
  4. Dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), bagaimana evaluasi saudara terkait keberadaan Visi, Misi, Nilai-Nilai dan Tujuan?

Baca juga: SPMI & Peran Penting Kepemimpinan

Slideshare (Power Point) visi, misi & nilai-nilai Organisasi yang kami sarikan dari buku Total Quality Management in Education yang di tulis oleh Edward Sallis. Materi tersebut dapat diunduh (download) pada tautan diatas.

Semoga bermanfaat & Sukses Mutu Pendidikan, Sukses SPMI

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

_________________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

Pendidikan & Manajemen Strategi

TQM untuk Lembaga Pendidikan bag.4

Menyusun Rencana Strategi

Pengantar

Menyusun perencana strategi bagi institusi pendidikan merupakan hal sangat penting. Dengan melakukan evaluasi diri dan analisis SWOT, akan diketahui posisi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada.

Dengan evaluasi diri yang komprehensif, lembaga pendidikan akan dapat menyusun strategi jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.

Rencana Strategi:

  1. Disebut juga dengan RENCANA PENGEMBANGAN USAHA/ INSTITUSI, yang merinci tolak ukur-tolak ukur yang kelak digunakan institusi dalam mencapai misinya, yang biasanya disusun  dalam skala waktu menengah, di atas 3 tahun.
  2. Tanpa rencana tersebut, institusi akan menjadi kurang terarah
  3. Ketika analisa misi, nilai-nilai, SWOT, & faktor penting kesuksesan telah dilakukan, maka rencana strategis harus segera mengarahkan sejumlah isu-isu kunci yang muncul
  4. Institusi Pendidikan perlu denetapkan:
    • Identifikasi pasar
    • Tingkat prosentase pasar yang ingin dimasuki institusi
    • Portofolio layanan
    • Pengembangan portofolio

Ada 3 pilihan strategi pemasaran:

  1. Strategi Biaya Rendah
    • Menuntut sebuah organisasi untuk menjadi institusi yang memiliki biaya paling rendah dalam pasarnya.
    • Dapat dilakukan dengan : Memanfaatkan teknologi, Penghematan waktu, Kontrol yang ketat terhadap biaya
    • Mutu tidak boleh dikorbankan hanya demi menurunkan biaya.
  2. Strategi Pembedaan
    • Menuntut institusi untuk menjadi unik dalam beberapa hal dibanding para pesaingnya
    • Dalam pasar komersial, ini dapat membantu institusi menentukan harga premium
  3. Strategi Fokus
    • Mencakup konsentrasi pada sebuah wilayah geografis, kelompok pelanggan, atau segmen pasar tertentu
    • Strategi ini juga bertujuan untuk memperoleh keunggulan kompetitif

Rencana Operasional:

  • Adalah rencana detail jangka pendek, biasanya 1 tahun, untuk mencapai aspek-aspek tertentu dari strategi institusional jangka panjang
  • Di samping mencakup keuntungan finansial, ia juga harus mencakup keuntungan non-finansial seperti meningkatnya reputasi, profit, dsb

Berikut kami unggah/ upload Slideshare tentang Total Quality Management (TQM) dan Pentingnya Rencana Strategik untuk Lembaga Pendidikan. Materi ini kami sarikan dari Buku Total Quality Management in Education yang ditulis oleh Edward Sallis. Materi tersebut dapat diunduh/download disini:

Klik disini:

PDF TQM untuk Lembaga Pendidikan bag-4

Terima Kasih dan Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Pendampingan & Bimtek

“A goal without a plan is just a wish”


Untuk In-House Training Manajemen Strategik

Hubungi Customer Service kami


IWA 2 dan Tanggung Jawab Manajemen

IWA2 Klausul 5: Tanggung Jawab Manajemen

“Tanggung Jawab Manajemen”

IWA-2 (International Workshop Agreement) merupakan panduan penerapan Sistem Manajemen Mutu  ISO 9001 bagi lembaga pendidikanDengan panduan IWA-2, lembaga pendidikan akan lebih mudah memahami isi standar ISO 9001.

Berikut dapat diunduh materi presentasi dalam bentuk powerpoint:

Klik dibawah ini:

IWA2 klausul 5 untuk SPMI

Catatan:

Saat ini telah ada standar Internasional ISO 21001 : 2018. Sejak ISO 21001 disosialisasikan pada tanggal 1 Mei 2018, kini telah banyak lembaga pendidikan yang menerapkan standar tersebut.

Demikian, semoga bermanfaat.

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Pendampingan & Bimtek


Untuk In-House Training Manajemen Mutu ISO 9001 & SPMI
Hubungi Customer Service Kami

Pelatihan ISO 9001 2015

Perbedaan ISO 9001 versi 2008 dan 2015

Perbedaan ISO versi 2008 dan 2015

Apakah perbedaan standar ISO 9001:2008 dengan standar terbaru ISO 9001:2015?

Berikut dapat diunduh matrik korelasi yang menampilkan kedua standar tersebut:

Klik disini:

Perbedaan ISO 9001 versi 2008 dan versi 2015

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Pendampingan & Bimtek


Untuk Informasi In-House Training ISO 9001:2015
Hubungi Customer Service kami

Kebersihan Sarana Prasarana Sekolah

Program Tata Graha 5-S bag.3

Tempat Belajar yang Bersih & Nyaman

Tempat belajar  dan tempat kerja yang nyaman, bersih dan teratur akan membuat Dosen/Guru/Siswa menjadi senang dan bersemangat. Tempat belajar yang nyaman tentu saja akan meningkatkan prestasi akademik siswa. Ruang kantor yang tertata, barang-barang mudah disimpan/ dicari akan mendukung meningkatkan produktifitas segenap guru, dosen maupun karyawan. Oleh karena itu, pengelolaan standar mutu “Sarana dan Prasarana” (SarPras) institusi pendidikan harus terus ditingkatkan baik secara kualitas dan kuantitas.

Salah satu metode Tata Graha yang bisa diadopsi adalah Metode Kerja 5S. Untuk itu berikut kami upload materi presentasi dalam bentuk file PDF, Silahkan diunduh  :

Klik Disini:

Menata Tempat Belajar berbasis 5-S

Demikian, Semoga Bermanfaat dan Berkah Selalu.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi In-House Training Tata Graha 5 S untuk Sarpras Sekolah

Hubungi Customer Service Kami


12
×

Layanan Informasi

× Hubungi Kami