• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Pelatihan

Ikutilah Pelatihan Pengendalian Dokumen

Info Kegiatan:

Pelatihan online tersedia dalam waktu dekat, hubungi kami untuk detail kegiatan


PENGENDALIAN DOKUMEN & CATATAN MUTU

Pelatihan Pengendalian dokumen dan catatan mutu (Document Control) mengajarkan pengetahuan dasar-dasar pengendalian dokumen dan catatan mutu. Peserta akan dibimbing bagaimana mengembangkan sistem pengendalian dokumen yang efektif dan bagaimana mengelola dokumen tersebut agar tetap update, mudah ditelusur dan fungsional.

Pengendalian dokumen berpengaruh pada hampir semua departemen/unit kerja, mulai dari pengelolaan dokumen SPMI atau ISO 9001/ 21001 seperti Kebijakan, manual mutu,  prosedur, instruksi kerja, formulir dan bahkan dokumen eksternal yang berasal dari luar organisasi.

Pengendalian dokumen sangat penting untuk diterapkan di setiap lembaga pendidikan baik untuk Perguruan Tinggi, Sekolah dan Madrasah, selain untuk mendukung kinerja institusi, pengendalian dokumen merupakan bentuk bukti kepatuhan pada saat diaudit oleh Badan akreditasi, Badan sertifikasi maupun oleh stakeholder lainnya.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan Document Control (Pengendalian dokumen dan catatan mutu), peserta diharapkan mampu:

  • Memahami bagaimana mengelola dokumen SPMI / ISO 9001 / 21001 secara efisien dan mudah untuk ditelusur.
  • Meningkatkan perbaikan pengendalian dokumen yang ada agar lebih efektif dan tidak menjadi birokratis yang kaku.
  • Mengetahui dan memahami pola penyimpanan arsip/Document Control yang efektif, cepat dan tepat serta efisien serta modifikasinya
  • Mengetahui & memahami konsep digital filing system
  • Memahami secara benar, konseptual, dan komprehensif tentang persyaratan Sistem Manajemen dalam hal dokumentasi
  • Memahami kebijakan-kebijakan institusi yang perlu dituangkan dalam pengendalian dokumen sistem manajemen
MATERI PELATIHAN
  • Pengantar Pengendalian Dokumen & Catatan Mutu untuk lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah)
  • Tugas dan Tanggung Jawab Pengendali Dokumen/ Document Controller
  • Mengenal pendekatan proses sistem pendokumentasian lembaga pendidikan
  • Penomoran & identifikasi dokumen di setiap bagian / departemen
  • Mengenal dan memahaman jenis-jenis dokumen (Internal dan eksternal)
  • Menyusun dan mengembangkan dokumen Daftar Induk Dokumen
  • Pengendalian dokumen secara Sentralisasi vs Desentralisasi
  • Tata Cara Mengidentifikasi Dokumen dan Rekaman (Catatan Mutu)
  • Tata Cara Mengendalikan Dokumen & Catatan Mutu
  • Penanganan soft copy dokumen
  • Proses revisi dan pemeliharaan dokumen
  • Kiat-kiat dalam menerapkan Pengendalian dokumen
PESERTA
  • Tim Penjaminan Mutu
  • Pimpinan Institusi Pendidikan (Rektor, Kepala Sekolah)
  • Manajemen representatif (Wakil Manajemen)
  • Document Controller / Pengendali Dokumen
  • Unit Tata usaha/ Unit Kerja lainnya
  • HRD / Personalia
 DURASI PELATIHAN

Pelatihan online selama 3hari.

 METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Bagus Suminar SE., SPsi., MM. & Team

  • Certified Lead Auditor
  • ISO 21001
  • Dosen Perguruan Tinggi
  • Konsultan TQM, 5S dan Organizational Development
  • Praktisi Bisnis dan Motivator
INVESTASI
  1. Rp. 475.000,- /peserta
FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Softcopy modul pelatihan


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan “Pengendalian dokumen & Catatan Mutu”

Hubungi Customer Service Anda disini


Kata kunci untuk penelusuran: bimtek, bimbingan Teknis, dcc, pengendalian dokumen, document control, document controller, catatan mutu, record, arsip, pengendalian, rekaman, workshop kearsipan, pelatihan kearsipan kantor, manajemen arsip, lokakarya dokumentasi SPMI,

Temuan Audit Mutu Internal dalam SPMI dan ISO 21001

Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal

“Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lembaga Pendidikan diwajibkan menjalankan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI).

IG: @mutupendidikan

Ketika menjalankan tugas audit, seringkali auditor mendapatkan beberapa temuan (finding). Jenis temuan dapat bermacam-macam, diantaranya:

  1. Temuan Positif
    • Good Practice; Prestasi
    • Conformities; kesesuaian
  2. Temuan negatif
    • Ketidak sesuaian; Non-conformities (NC)
      • Major (berat)
      • Minor (ringan)
  3. Observasi (OB)
    • Peluang untuk perbaikan (Opportunities for Improvement)

_________________________________

_________________________________

Jenis-Jenis Temuan

Temuan Positif (kesesuaian):

Ketika mendapatkan temuan positif. Auditor harus mencatat segala prestasi, keberhasilan, kesuksesan, kesesuaian yang ditemukan. Jadi jangan hanya temuan negatif (non-conformities) saja yang dicatat, namun juga temuan-temuan positif.

Contoh Temuan-temuan positif seperti:
  • Kesesuaian program dengan standar
  • Target standar berhasil dilampaui
  • SOP dijalankan dengan benar
  • Target SOP dilampaui.
  • Manual SPMI (PPEPP) diimplemenasikan dengan baik
  • Kebijakan SPMI dipatuhi dan disosialisasikan.
  • Formulir digunakan dengan baik.

Temuan-temuan positif harus dicatat dan disampaikan dalam laporan audit mutu internal.

Untuk memperkuat perilaku-perilaku positif agar diulang lagi dikemudian hari. sangat dianjurkan, untuk memberi penghargaaan (reward) bagi unit kerja yang berhasil mendapatkan temuan positif. Hal ini sesuai dengan teori motivasi B.F. Skinner (Reinforcement Theory)

Baca juga: Klasifikasi Audit Mutu

Temuan Ketidak sesuaian (KTS):
Kategori Berat:
  • KTS yang menghambat keberhasilan sertifikasi, akreditasi atau registrasi.
  • KTS yang berpengaruh besar terhadap kualitas produk/pelayanan PT
  • KTS yang menyebabkan risiko kehilangan konsumen/ mahasiswa
  • KTS yang merupakan ancaman/ gangguan terhadap kegiatan atau para pelaksana dalam organisasi.
Kategori Ringan:
  • KTS yang mudah diperbaiki/diralat
  • KTS yang tidak secara langsung mempengaruhi kualitas produk/pelayanan.
  • KTS yang tidak menghambat perolehan sertifikasi/akreditasi/ registrasi dll.
Pertanyaan Diskusi:
  1. Sejauh mana peran Audit Mutu Internal bagi keberhasilan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) lembaga pendidikan?
  2. Jenis-jenis temuan apa saja yang ditemukan saat kegiatan AMI?
  3. Bagaimana cara mencatat temuan audit  dengan benar ?
  4. Bagaimana cara menulis PTK (Permintaan Tindakan Koreksi)?

Untuk mengenal lebih dalam tentang temuan-temuan audit dan aspek-aspeknya, silahkan diunduh file Slideshare diatas.

Demikian uraian singkat tentang Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal. Semoga bermanfaat & salam sukses selalu.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

mutupendidikan.com

Explore: Training & Development

Pelatihan & Pendampingan SPMI, AMI dan ISO 21001


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan Daring /Pelatihan Kerja / TQM / PDCA / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model / Sekolah SPMI /

Peran Pendidikan dan Pelatihan bagi TQM

Peran Pendidikan dan Pelatihan bagi TQM

“Peran Pendidikan dan Pelatihan bagi implementasi TQM”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Menurut Prof. Sondang P. Siagian, pengertian pendidikan adalah keseluruhan proses, teknik dan metode mengajar dalam rangka mengalihkan sesuatu pengetahuan dari seseorang kepada orang yang lain dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Instagram: @mutupendidikan

Sedangkan pelatihan adalah juga proses belajar mengajar dengan memakai teknik dan metode tertentu.

Belajar Mudah dengan PowerPoint (PDF):

Pendidikan dan Pelatihan

Sementara John Suprihanto menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses pembinaan pengertian dan pengetahuan terhadap kelompok fakta, aturan serta metode yang terorganisasikan dengan megutamakan pembinaan, kejujuran dan ketrampilan.

Pendapat pakar lain Wijaya, “Pendidikan dimaksudkan untuk membina kemampuan atau mengembangkan kemampuan berpikir para pegawai, meningkatkan kemampuan mengeluarkan gagasan-gagasan pada pegawai sehingga mereka dapat menunaikan tugas kewajiban dengan sebaik-baiknya”. Waktu yang diperlukan untuk pendidikan bersifat lebih formal. Sedangkan latihan lebih mengembangkan ketrampilan teknis sehinga pegawai dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Latihan berhubungan dengan pengajaran tugas pekerjaan dan waktunya belajarnya lebih singkat,  dan tidak terlalu formal formal.

Pelatihan dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kemampuan pegawai melaksanakan tugas sekarang, sedangkan pendidikan lebih berorientasi pada peningkatan produkktivitas kerja pegawai di masa depan. Namun demikian perbedaan itu tidak perlu ditonjolkan karena kedua pengertian itu umumnya sering digunakan bersama-sama.

Menurut Soekidjo Natoatmodjo, berbedaan antara pendidikan dan pelatihan secara teoritis dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

No.ParameterPendidikanPelatihan
1Pengembangan KemampuanMenyeluruh (komprehensif)Khusus (spesific)
2Area kemampuanArea Kognitif, afektifArea Psikomotorik
3Jangka waktu pelaksanaanPanjang /lamaPendek /singkat
4Materi yang diberikanLebih umumLebih khusus
5Penekanan penggunaan Metode Belajar MengajarKonvensionalInkonvensional
6Penghargaan akhir prosesGelar (degree)Sertifikat (Non gelar)
Perbedaan antara Pendidikan dengan Pelatihan


Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulkan bahwa pelakasanaan pendidikan (education) dan pelatihan (training) menitikberatkan pada :

  • Membantu karyawan guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
  • Pengetahuan  dan ketrampilan yang diperoleh sangat erat hubungannya dengan pekerjaan sekarang maupun pekerjaan di masa yang akan datang.

Pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan hendaknya direncanakan dan diorganisasikan sebaik mungkin untuk mendapatkan efektivitas program kerja.

Pertanyaan:
  1. Bagaimana Peran Pendidikan dan Pelatihan bagi keberhasilan manajemen mutu (SPMI, TQM, ISO 21001)?
  2. Sejauh mana kesesuaian program Pelatihan dan Pengembangan di Lembaga Pendidikan dengan tuntutan SPMI?

Untuk materi detail tentang implementasi program pendidikan dan pelatihan  menurut pakar manajemen mutu /TQM, Silahkan diunduh pada file power point diatas.

Demikian semoga bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

“Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Institusi Pendidikan yang ingin terdepan dalam pengelolaan mutu pendidikan, dapat menerapkan teknik-teknik manajemen dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Instagram: @mutupendidikan

Pengambilan keputusan dalam suatu organisasi, merupakan tugas yang sangat penting bagi pimpinan organisasi seperti lembaga pendidikan. Pimpinan disini dapat rektor, dekan, atau kepala unit kerja. Dapat Kepala sekolah, wakil dan pimpinan departemen.

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.

Keberhasilan SPMI sebagai sistem mutu, juga sangat tergantung keberhasilan pimpinan lembaga pendidikan dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Banyak keputusan penting terkait SPMI , seperti penetapan standar yang SMART ( Spesific, Measurable, Attainable, Relevant & Timed). Penetapan isi kebijakan SPMI, Manual PPEPP, isi prosedur, bentuk form dll.

Penguasaan teknik pengambilan keputusan, dapat meningkatkan keberhasilan proses PDCA atau PPEPP dalam SPMI. Pakar mutu, Edward Deming merekomendasikan penggunaan alat-alat berikut ini untuk membantu proses pemecahan masalah/ pengambilan keputusan.

  • Cause-and-effect diagrams: Merupakan diagram yang menunjukkan berbagai penyebab dari sebuah even yang spesifik. Ide diagram ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pakar manajemen mutu bernama Kaoru Ishikawa.
  • Flowcharts: Merupakan bagan (chart) yang menunjukkan aliran (flow) dalam program atau prosedur dalam sebuah sistem. Bagan alir tersebut dimanfaatkan sebagai alat bantu koordinasi, komunikasi dan dokumentasi.
  • Pareto charts: Merupakan grafik berbentuk batang yang menunjukkan masalah berdasarkan urutan banyaknya jumlah kejadian. Urutannya mulai dari jumlah masalah yang paling banyak sampai yang paling sedikit. Batang grafik tertinggi (posisipaling kiri) hingga grafik terendah (paling kanan). Diagram Pareto bermanfaat untuk menentukan prioritas masalah yang akan diselesaikan. Tentu saja Masalah yang paling banyak dan sering terjadi merupakan prioritas utama.
  • Run charts: Run chart adalah tools / alat untuk pengembangan/ memperbaiki sebuah proses. Caranya dengan menampilkan dan mempelajari data yang diamati dalam urutan waktu. Data-data yang ditampilkan seringkali mewakili beberapa aspek output atau kinerja dari sebuah proses. Misalnya; Bagaimana kita bisa menampilkan data komplain wali murid dari waktu ke waktu. Bgm pola yang terbentuk, akan membantu melihat/ menemukan masalah dan mencari solusi yang tepat.
  • Histograms: Manfaat Histogram untuk memberikan gambaran/ informasi tentang variasi sebuah proses. Histogram membantu manajemen untuk membuat keputusan dalam rangka peningkatan proses. Misalnya proses belajar mengajar di sekolah.
  • Control charts: Berguna untuk memastikan apakah proses- proses (misal: pendidikan) sedang dalam keadaan kontrol statistik. Control chart dapat memberi panduan untuk melakukan perbaikan. Control chart dapat juga dimanfaatkan sebagai alat untuk memonitor adanya resiko.
  • Scatter diagrams: Disebut diagram tebar, berfungsi untuk melakukan pengujian seberapa kuat hubungan antara 2 variabel, dan untuk menentukan jenis hubungan dari 2 variabel tersebut. Apakah mempunyai hubungan Positif, Negatif atau tidak ada hubungan sama sekali.

Ada banyak metode dan pendekatan dalam proses pemecahan masalah / pengambilan keputusan. Pimpinan lembaga pendidikan dan pelaksana SPMI atau tim Gugus Kendali Mutu (GKM) sangat dianjurkan menerapkan metode-metode pemecahan masalah /pengambilan keputusan agar diperoleh hasil yang maksimal menuju perbaikan terus menerus.

Berikut Slide PPT yang dapat diunduh:

Demikian semoga uraian tentang Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan ini dapat bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


mutupendidikan.com

Info Pelatihan SPMI


Kata Kunci untuk membantu penelusuran: Download ppt, file ppt, pengambilan keputusan, problem solving, pendidikan, SMA, SMP, SD, Perguruan Tinggi, Cause-and-effect diagrams, Flowcharts, Pareto charts, Run charts, Histograms, Control charts, Scatter diagrams, makalah seven tools, contoh kasus senen tools, new seven tools, pelatihan mutu pendidikan

SPMI dan Sasaran Mutu

Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

“Pembuatan Sasaran Mutu SPMI”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pembuatan Sasaran Mutu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) bagi lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah)  merupakan kegiatan yang sangat penting.

Sasaran Mutu

Dengan adanya Sasaran Mutu yang jelas dan spesifik, Lembaga Pendidikan akan mengetahui target & arah yang hendak dituju. Dengan adanya sasaran mutu yang SMART, masing-masing unit kerja akan dapat menyusun program kerja yang sesuai, dan dapat menetapkan kebutuhan sumber daya (resources).

Instagram: @mutupendidikan

Sasaran mutu (quality objective) institusi dibuat dengan mengacu pada Renstra, Renop dan Standar Mutu Institusi. Sasaran Mutu Institusi selanjutnya perlu di breakdown ke masing-masing departemen/bidang/unit kerja yang ada dibawahnya secara berjenjang (cascading).

Sasaran Mutu masing-masing bidang/departemen/unit, dibuat dengan mengacu pada Standar Mutu yang telah ditetapkan institusi dan juga mengacu pada pencapaian Job Description masing-masing unit kerja.

Kriteria SMART

Secara teknis, Sasaran Mutu hendaknya memenuhi kriteria SMART, yang merupakan singkatan dari:

  • Spesific. Sasaran mutu yang baik apabila disusun spesifik, jelas, mengenai hal tertentu, topik tertentu.
  • Measurable. Sasaran mutu yang baik, apabila bisa dievaluasi dan bisa diukur.
  • Attainable. Sasaran mutu yang baik apabila bisa dicapai dengan kerjakeras dan upaya yang maksimal. Cukup menantang dan memotivasi anggota organisasi.
  • Relevant. Sasaran mutu yang baik apabila relevan dengan visi dan misi organisasi, mendukup RIP, Renstra dan Renop organisasi.
  • Timed. Sasaran mutu yang baik apabila ada target waktu yang terukur. Misalnya 1 bulan, 6 bulan, 12 bulan dll.

Sasaran Mutu disarankan dituangkan kedalam sebuah form, yakni form Sasaran Mutu, selanjutnya formulir tersebut dilengkapi dengan mengisikan:

  • Sasaran Mutu. Dirumuskan SMART, dan diambil dari Standar dan Job Description.
  • Cara Pengukuran dan Media Monitoring. Tetapkan cara mengukuran yang efektif dan efisien. Dapat dilakukan di awal proses, ditengah proses atau di akhir proses.
  • Target. Tetapkan target yang terukur, usahakan kwantitatif.
  • Hasil pengukuran. Dalam kolom hasil pengukuran, dapat diisi hasil yang diperoleh disaat kegiatan monev.
  • Ketercapaian. Informasikan apakah target sasaran mutu dapat dicapai? Hasilnya untuk masukan kegiatan perbaikan dimasa yang akan datang.

Apakah unit kerja Anda sudah memiliki sasaran mutu? Sasaran mutu biasanya digunakan organisasi pendidikan yang menerapkan standar mutu ISO 21001 : 2018 dan dapat diintegrasikan dengan SPMI

Tertarik ingin mempelajari lebih dalam?

Silahkan di unduh pada file SlideShare berikut ini: (dapat gunakan sebagai referensi sederhana, Anda dapat melengkapi/menyempurnakan untuk ISO 21001:2018, SPMI Perguruan Tinggi dan SPMI Dikdasmen)

Demikian, semoga artikel singkat tentang Pembuatan Sasaran Mutu ISO 21001:2018/ SPMI ini dapat bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


mutupendidikan.com

Info Pelatihan SPMI


Dapatkan Informasi Terkait: Pelatihan, Training, Pelatihan Kerja, Leadership, Training Center, Bimbingan Teknis, Bimtek, Kepemimpinan, TQM, Manajemen, Pendidikan Tinggi, Madrasah, Islamic Schools, SMA, SMP, SD, Sekolah, Indonesia, sasaran mutu, quality objective, mutu pendidikan, workshop mutu pendidikan

Ikutilah Pelatihan 5S Tata Graha untuk Pendidikan

Ikutilah Pelatihan 5S Tata Graha untuk Pendidikan

“Ikutilah Pelatihan 5S Tata Graha untuk Pendidikan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

CATAT JADWAL BERIKUT:
  • 17-18 Maret 2021 di Hotel Neo Jl Jawa no. 17 Gubeng Surabaya
  • 16-17 Juni 2021 di Hotel Neo Jl Jawa no. 17 Gubeng Surabaya

Kontak kami bila memerlukan brosur dan undangan


PELATIHAN 5S / 5R

Institusi Pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses pembangunan suatu bangsa. Lembaga pendidikan akan tumbuh dan berkembang dengan cepat apabila didukung dengan sarana dan prasarana belajar yang memadai.

Mengelola sarana dan prasarana (Sarpras) memang bukan pekerjaan yang mudah. Selain diperlukan standar sarpras dan SOP yang memadai, metode pengelolaan sarpras harus dikelola secara efektif dan efisien.

5S adalah singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke yang dapat diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Metode ini terbuktif efektif dalam berbagai industri baik industri manufaktur maupun jasa.

Saat ini lembaga pendidikan juga sudah mulai banyak yang menerapkan pendekatan Tata Graha 5S. Ada banyak alasan, salah satunya adalah masalah yang terkait  tentang kebersihan, keteraturan dan kenyamanan sarana prasarana pendidikan.

Pelatihan 5S bertujuan membimbing institusi pendidikan dalam mengelola semua fasilitas, seperti ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang kerja dosen/guru dll., agar menjadi lebih nyaman, teratur, bersih dan rapi. Dengan kondisi lingkungan tersebut, tentunya akan memberikan kepuasan maksimal bagi siswa/ mahasiswa yang belajar maupun bagi pengajar/pegawai yang bekerja dalamnya.

Pelatihan 5S adalah dasar dari segala program peningkatan mutu dan produktivitas. Dengan 5S organisasi diharapkan akan mampu mencapai target prestasi, pelayanan prima dan produktifitas kerja.

MANFAAT PELATIHAN 

Setelah mengikuti training 5S ini, diharapkan peserta pelatihan akan dapat:

  1. Memahami KAIZEN, dan Falsafahnya
  2. Memahami konsep Kualitas & Kepuasan Pelanggan dalam dunia Pendidikan
  3. Memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S bagi Institusi Pendidikan
  4. Memahami Penerapan Konsep 5S pada Institusi Pendidikan
  5. Mempersiapkan langkah-langkah Implementasi program 5S untuk Institusi Pendidikan
  6. Melaksanakan Benchmarking dan Praktek pelaksanaan 5S.
GARIS BESAR PROGRAM TRAINING 5S
  1. TQM & KAIZEN (Continuous Improvement)
  2. Kepuasan Pelanggan dan Pelayanan Prima
  3. Standar Sarana Prasarana dan SOP Tata Graha
  4. Konsep 5S, Definisi, Aktivitas dan Sasaran
  5. Konsep 5S dan penerapannya dalam dunia pendidikan: Seiri-Ringkas, Seiton-Rapi, Seiso-Resik, Seiketsu-Rawat, Shitsuke-Rajin
  6. Penerapan Program 5S di lembaga pendidikan:
    • Organisasi 5S dan Peran Dosen/Guru/Pegawai.
    • Langkah-langkah Penerapan dan dokumentasi
    • Teknik motivasi, Alat-alat bantu 5S & Media Suasana
    • Kunci sukses di dalam Penerapan Program 5S dan Audit  5 S
  7. Bencmarking, Praktek lapangan dan diskusi kelompok.
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN 5S

Pimpinan Institusi Pendidikan, Kepala Unit Kerja, Dosen, Guru, MR, Ka TU, Yayasan. dll

 DURASI TRAINING 5S

Pelatihan dilaksanakan 2 hari mulai pukul : 09.00 s.d 16.00 WIB

METODE PELATIHAN

Metode pelatihan diberikan dalam bentuk presentasi dan diskusi di kelas dan dilanjutkan dengan lokakarya yang terdiri dari pembahasan studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia. Setiap kasus diselesaikan secara kelompok untuk kemudian dipresentasikan.

FASILITATOR

Untuk informasi Fasilitator, kunjungi halaman berikut: Tentang Kami

INVESTASI
  • Rp. 2.000.000,- /peserta (harga normal)
  • Early bird : Rp. 1.800.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, Coffee Break 2x

(Peserta diharapkan membawa laptop)

Demikian informasi Pelatihan 5S Tata Graha untuk Pendidikan, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


mutupendidikan.com

Instagram: @mutupendidikan

Menyediakan Informasi terkait: Pelatihan / Training / In house Training / Pelatihan Kerja / Contoh Pelatihan / Training Center / 5R / 5 S / Tata Graha / House Keeping / TQM / Workshop / Tutorial / SPMI / Audit Mutu


Courses, Training & Development


 
Pelayanan Prima

Pelatihan Pelayanan Prima (Tatap Muka)

“PELATIHAN PELAYANAN PRIMA UNTUK LEMBAGA PENDIDIKAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


  • Selasa, 2 Maret 2021
  • Rabu, 2 Juni 2021
  • Senin, 2 Agustus 2021

Tempat: Hotel Neo Jl Jawa no. 17 Gubeng Surabaya

Jumlah Peserta dibatasi maksimal 15 orang, Menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat


PENDAHULUAN

Pelatihan pelayanan prima (service excellent)  ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan mengenai bagaimana memperlakukan stakeholder/konsumen sehingga merasa puas dan dapat terjalin relasi jangka panjang.

Instagram: @mutupendidikan

Lembaga pendidikan memiliki berbagi stakeholder yang memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda. Ketrampilan hubungan personal dan memahami aspirasi konsumen (stakeholder) menjadi pusat dari pelatihan pelayanan prima ini, termasuk didalamnya bagaimana memperlakukan stakeholder yang kecewa terhadap layanan pendidikan yang telah diberikan.

MATERI PELATIHAN
  1. Mengenal keinginan & kebutuhan stakeholder lembaga pendidikan (Siswa, Ortu, Komite, Masyarakat, dll)
    • Pentingnya memenuhi kebutuhan stakeholder
    • Mengambil hati stakeholder
    • membina hubungan dengan stakeholder
    • Dapatkan cinta dari konsumen & pastikan stakeholder kembali lagi
  2. Bagaimana penanganan untuk Stakeholder yang kecewa?
    • Hal-hal yang menyebabkan stakeholder kecewa & langkah-langkah memperbaiki
    • Bagaimana kiat melayani stakeholder yang kecewa
    • Membalik situasi & menumbuhkan sikap positif
  3. Menghadapi pribadi yang “sulit”
    • Ancaman & dampak bagi kepuasan stakeholder pendidikan
    • Rahasia memenangkan kerjasama & membangun sinergi
  4. Langkah strategis/ taktis dalam manajemen Pelayanan Prima
    • Membangun organisasi, budaya mutu & budaya pelayanan prima
    • Kiat sukses pelayanan prima dalam dunia pendidikan
    • Latihan dan praktek pelayanan prima
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Pimpinan Institusi Pendidikan, Yayasan, Kepala Unit Kerja, Dosen, Guru, MR, Ka TU, Yayasan. dll

 DURASI PELATIHAN

Pelatihan berlangsung selama 1 (satu) hari. Pkl. 09.00 s.d. 16.00.

 METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Bagus Suminar SE SPsi MM. & Team

(Konsultan MSDM, SPMI, ISO 21001 : 2018, Pengembangan Softskills, Pengembangan Organisasi, Analisis Jabatan, Motivasi, Perilaku Keorganisasi, Membangun Komunikasi efektif, Budaya Organisasi, Pelayanan Prima & Selling skills)

INVESTASI
  1. Rp. 1.000.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 900.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Softcopy modul pelatihan, Training kit, Lunch, Coffee Break 2x

(Peserta diharapkan membawa laptop)


Courses, Training & Development


Berminat Pelatihan Daring? Klik


Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan SPMI/ Training / Pelatihan Kerja / Training Center / Pelayanan Prima / Service Excellence / Manajemen / Sumber Daya Manusia / Sekolah / SMA /SMP /Perguruan Tinggi / Pendidikan / Indonesia


Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP

Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP

“Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP Lembaga Pendidikan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

CATAT JADWAL BERIKUT:
  1. Tgl 5-6 April 2021, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  2. Tgl 5-6 Juli 2021, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya

Hubungi kami untuk mendapatkan brosur


Dalam era global seperti saat ini, Perguruan Tinggi/ Sekolah/Madrasah sebagai suatu organisasi, harus dikelola secara lebih tersistem. Membangun sistem berarti membangun SOP (Standard Operating Procedure).

SOP berfungsi mengintegrasikan masing masing bagian/unit kerja agar bisa bersinergi mencapai sasaran organisasi. Membangun SOP ternyata bukan pekerjaan yang mudah, perlu proses yang panjang, mulai membentuk tim, mendesain isi, uji coba dan pengesahannya.

Instagram: @mutupendidikan

Dengan adanya SOP yang komprehensif, simpel dan ter-update, kesalahan komunikasi akan dapat dihindari, konflik kerja akan dapat diminimalkan dan pada akhirnya target mutu dan kinerja lembaga pendidikan (terakreditasi BAN-PT/ BAN-S/M atau LAM) akan dapat diraih sesuai harapan stakeholder.

Komitmen membangun SPMI Pendidikan
SOP Mendukung Pencapaian Sasaran Organisasi
Sasaran Pelatihan SOP
  1. Peserta memahami dan mengerti dasar-dasar kegunaan/manfaat SOP untuk Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah
  2. Peserta memahami dan mengerti metode, prinsip dan teknik pembuatan SOP
  3. Peserta memahami dan mengerti pedoman pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan Institusi Pendidikan
Metode Pelatihan SOP

Pelatihan ini dirancang berbentuk kelas kecil, maksinal 20 peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, studi kasus, workshop, dan konsultasi interaktif. Tersedia fasilitas E-learning untuk melengkapi bahan pelatihan.

Garis Besar Materi Pelatihan SOP
  1. Perguruan Tinggi/sekolah/madrasah sebagai entitas lembaga pendidikan yang sistemik
  2. Praktek-praktek baik lembaga Pendidikan yang sehat
  3. Hubungan antar muka (interface relationship) internal organisasi, sdm, dan proses-proses pekerjaan yang menyertainya.
  4. Analisis hirarki organisasi, job description, budaya kerja dan sistem pengambilan keputusan organisasi.
  5. Analisis strategi, kebijakan sebagai dasar pembuatan SOP
  6. SOP sebagai bagian dari Dokumentasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  7. Menyusun SOP lembaga pendidikan melalui evaluasi proses kerja dan evaluasi hubungan antar fungsi
  8. Metode menyusun dan menulis SOP
  9. Menyiapkan Tim Penyusun SOP, model koordinasi struktural ataupun fungsional, dan menyiapkan mekanisme revisi SOP
  10. Proses sosialisasi SOP, uji coba, monitoring, revisi, dan pengesahan.
  11. Diskusi dan studi kasus berbagai contoh-contoh SOP.

Baca juga: Fungsi, Tujuan & Manfaat SOP bagi Sekolah

Sasaran Peserta

Pimpinan PT, Rektor, ketua, Direktur, Kepala Sekolah, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Staf SPMP, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder.

Durasi dan Jadwal Pelatihan Penyusunan SOP

Pelatihan dilaksanakan 2 hari mulai pukul : 09.00 s.d 16.00 WIB

Fasilitator Pelatihan:

Kunjungi halaman berikut: Tentang Kami

Biaya Investasi:
  1. Rp. 2.000.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 1.800.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
Fasilitas Pelatihan:

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break

Demikian informasi tentang Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Courses, Training & Development


Berminat Pelatihan Daring? Klik


Dapatkan Informasi Terkait: Standard Operating Procedure, Pelatihan Pembuatan Prosedur Kerja, Training SOP, Instruksi Kerja, Work Instruction, Menulis Prosedur Kerja, Work Instruction, Standard Operating Procedure, Manual Prosedur, Quality Procedure

Ikutilah Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

Ikutilah Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

“Ikutilah Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

CATAT JADWAL BERIKUT:
  • 7-10 Juni 2021, Neo Hotel, Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  • 7-10 September 2021, Neo Hotel, Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya

* Jadwal diatas InsyaAllah akan running apabila jumlah peserta minimal 7 orang. Maksimal 15 peserta untuk Protokol Kesehatan.


Hubungi kami untuk mendapatkan brosur dan undangan


MEMBANGUN SPMI & AMI YANG UNGGUL UNTUK PERGURUAN TINGGI
Tujuan Pelatihan

Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi agar dapat memahami konsep SPMI & Total Quality Management (TQM) secara tepat.

Peserta akan dibimbing merumuskan filosofi Continuous Improvement kedalam berbagai dokumen SPMI yang meliputi Kebijakan Mutu, Manual Mutu PPEPP, Prosedur dan formulir.

Institusi Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjalankan kegiatan Audit Mutu Internal secara periodik. Untuk itu jumlah dan kualitas tenaga Auditor yang dimiliki harus senantiasa ditingkatkan.

Kompetensi Auditor  perlu ditingkatkan secara terus menerus agar hasil audit (AMI) yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah  yang maksimal bagi organisasi.

 Keunikan Pelatihan
  1. Penerapan “Kelas Kecil”, sehingga memungkinkan interaksi dan diskusi yang maksimal
  2. Diperbanyak praktek dan latihan pembuatan dokumen SPMI yang mengacu 9 kriteria IAPT & IAPS serta Standar Merdeka Belajar
  3. Bonus materi tambahan integrasi antara SPMI dengan ISO 21001:2018 (Pendidikan)
  4. Undangan diskusi online group WA pasca pelatihan
  5. Akses gratis fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan (Pengembangan SPMI, Audit Mutu Intrnal, Membangun Budaya Mutu, ISO 21001:2018)
Sasaran Pelatihan

Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada hari 1 dan 2, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami filosofi SPMI, TQM dan Continuous Improvement.
  2. Memahami fungsi dan peran penting berbagai dokumen SPMI.
  3. Mampu menyusun Kebijakan SPMI, Manual PPEPP, Standar SPMI, Prosedur dan Formulir.
  4. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku sesuai standar Dikti.

Setelah mengikuti pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) pada hari ke 3 dan 4, peserta diharapkan dapat:

  1. Mampu melaksanakan audit mutu internal secara profesional, independen, dan objektif;
  2. Mampu mengidentifikasi bahwa kegiatan proses pendidikan telah/belum sesuai dengan standar SPMI yang telah ditetapkan; dan
  3. Mampu mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkan secara berkelanjutan.
Materi Pelatihan Hari I dan II (SPMI)
  1. Pengenalan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Dasar hukum & peran penting
  2. Pengenalan SPME : 9 Kriteria IAPT dan IAPS
  3. Penyusun Kebijakan SPMI yang terintegrasi dengan Renstra, LED & LKPT/S
  4. Latihan menyusun Manual SPMI (PPEPP) yang mendukung proses PDCA (Kaizen)
  5. Latihan menyusun  Standar SPMI yang mengacu 9 Kriteria BAN-PT / LAM-PT
  6. Menyusun Sasaran Mutu yang Spesific, Measurable, Attainable, Relevant & Timed
  7. Latihan menyusun Business Process, SOP dan Instruksi Kerja SPMI
  8. Latihan menyusun Formulir SPMI
  9. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku yang sesuai dengan standar Dikti.
Materi Pelatihan Hari III dan IV (Audit Mutu Internal)
  1. Pengantar Audit Mutu
  2. Klasifikasi Audit
  3. Istilah-Istilah dalam Audit
  4. Perencanaan Audit dan Unsur dalam Audit
  5. Metode Audit
  6. Daftar Pengecekan
  7. Teknik Bertanya dalam Pengauditan
  8. Kiat Keberhasilan dalam Audit
  9. Ketidaksesuaian
  10. Tindakan Koreksi
  11. Laporan Audit
  12. Tinjauan Manajemen/ Kajiulang Manajemen
  13. Kualifikasi Auditor
Siapa Yang Perlu Hadir?

Pimpinan PT, Rektor, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder lainnya.

 Durasi Pelatihan

4 hari kerja, Pkl. 09.00 s.d. 16.00 WIB.

 Metode Pelatihan

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

Fasilitator

Bagus Suminar SE., SPsi., MM & Tim

Kompetensi Fasilitator:

  • Praktisi SPMI PerguruanTinggi
  • Konsultan ISO 21001 : 2018
  • Certified Lead Auditor
  • Fasilitator SPMI & Audit Mutu Internal
  • Konsultan TQM, 5S dan Organizational Development
  • Praktisi Bisnis dan Motivator
Investasi
  • Rp. 3.600.000,- /peserta (harga normal)
  • Early bird : Rp. 3.200.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)

* Biaya diatas tidak termasuk biaya penginapan

Fasilitas Pelatihan

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break


Courses, Training & Development

Instagram: @mutupendidikan


Kata Kunci untuk memudahkan penelusuran: Bimtek SPMI, Bimbingan Teknis SPMI dan AMI, Lokakarya SPMI dan AMI, Training SPMI dan AMI, Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

Kepemimpinan, SPMI & Budaya Mutu

SPMI & Peran Penting Kepemimpinan

“SPMI & Peran Penting Kepemimpinan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Untuk membangun Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) & budaya mutu pada lembaga pendidikan, tentu saja dibutuhkan pola kepemimpinan yang sesuai (Leadership style). Mencetak pemimpin yang efektif tentu saja tidak mudah, perlu proses dalam bentuk pendidikan dan pelatihan.

Instagram: @mutupendidikan

Edward Sallis dalam bukunya Total Quality Management in Education menjelaskan panjang lebar tentang pola kepemimpinan TQM pada organisasi kependidikan. Bagaimana penjabarannya?


Silahkan diunduh file ppt/pdf:

Peran Kepemimpinan Lembaga Pendidikan


Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan atau kekuatan dalam diri seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal bekerja, dimana tujuannya adalah untuk mencapai target (Standar) organisasi yang telah ditentukan 

SPMI & Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan unsur penting dalam SPMI. Pemimpin harus membangun visi dan mampu menerjemahkan visi tersebut ke dalam kebijakan yang jelas dan tujuan yang spesifik.

Perspektif Kepemimpinan Lembaga Pendidikan
  • Membangun Visi dan simbol-simbol
  • MBWA adalah gaya kepemimpinan yang dibutuhkan bagi institusi
  • Fokus pada kepentingan pelajar
  • Otonomi, eksperimentasi dan antisipasi tergadap kegagalan
  • Menciptakan rasa ’kekeluargaan’
  • Ketulusan, kesabaran, semangat, intensitas dan antusiasme
Komitmen  pada Mutu

Komitmen terhadap mutu harus menjadi peran utama bagi seorang pemimpin.

Mengkomunikasikan Visi
  • Dalam Institusi Pendidikan, seluruh pimpinan harus menjadi pengerak dan pejuang proses mutu. Mereka harus mengkomunikasikan visi dan menggerakkan/ menginspirasi ke seluruh orang dalam institusi.
  • Mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
  • Mengembangkan segenap potensi tenaga pengajar / tenaga kependidikan dan memberikan mereka kesempatan yang luas untuk berinisiatif.
Fungsi Utama Pemimpin Lembaga Pendidikan
  • Memiliki visi mutu terpadu bagi institusi
  • Memiliki komitmen yang jelas terhadap proses peningkatan mutu
  • Mengkomunikasikan pesan-pesan mutu
  • Memastikan kebutuhan pelanggan menjadi pusat kebijakan dan praktek institusi
  • Mengarahkan perkembangan & karir karyawan
  • Berhati-hati dengan tidak menyalahkan orang lain saat persoalan muncul tanpa bukti-bukti yang nyata
  • Memimpin gerakan inovasi dalam institusi
  • Mampu memastikan bahwa struktur organisasi secara jelas telah mendefinisikan tanggungjawab dan mampu mempersiapkan delegasi yang tepat.
  • Memiliki komitmen untuk menghilangkan rintangan, baik yang bersifat organisasional maupun Kultural.
  • Membangun tim kerja yang efektif.
  • Mengembangkan mekanisme yang tepat untuk mengawasi dan mengevaluasi kesuksesan

Baca juga: Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan

Untuk uraian selanjutnya, silahkan di unduh file Slideshare power point (PDF) pada tautan diatas.

Demikian semoga uraian singkat tentang SPMI & Peran Penting Kepemimpinan, semoga bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________

mutupendidikan.com

Courses, Training & Development