• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Blog & PowerPoint

Kepemimpinan, budaya mutu & manajemen SPMI

Kepemimpinan, budaya mutu & manajemen SPMI


Tips Sukses SPMI #5:

“Pimpinlah! bila diperlukan seorang Pemimpin…”


Implemantasi SPMI memerlukan figure pemimpin yang dapat memandu kelompok (unit kerja) dengan baik. Lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) diharapkan dapat melaksanakan SPMI dengan baik sehingga mempu menjadi lembaga pendidikan yang terakreditasi unggul.

Apakah siap bila mendengar bahwa Anda mendapat tugas/amanah baru menjadi bagian dari tim di unit kerja baru? Apakah Anda menyadari bahwa konsensus akan menjadi metode pengambilan keputusan, dan selanjurnya bahwa “kepemimpinan” adalah proritas tinggi dalam Manajemen SPMI? Siapkah Anda memimpin tim Anda?

Mengapa dibutuhkan pemimpin, bukankah setiap orang dalam tim itu memiliki suara yang sama dan semua keputusan akan diambil sebagai kelompok? Jawabannya terletak dalam definisi kata “pemimpin”. Seorang pemimpin pada standar TQM adalah orang yang “memandu kelompok”. Ini tidak berarti “mengatur kerjaan kelompok” atau “mendikte kelompok”.

Seorang pemimpin dapat menjadi seorang anggota kelompok yang memiliki pengalaman pribadi atau keahlian teknis dalam bidangnya. Sebagai contoh, andaikan tim Anda diputuskan untuk mempublikasikan satu laporan berkala dua-bulanan, untuk mengkomunikasikan apa yang terjadi dalam departemen Anda kepada anggota lain dari institusi Anda. Salah satu dari anggota tim Anda cakap dalam dekstop publishing dan berharap ada “peran kepemimpinan yang memandu dalam membuat laporan berkala itu agar siap dicetak. Anggota tim lain memiliki ide-ide dan akan membantu membuat laporan berkala itu siap, tetapi orang yang mempunyai keahlian akan “memandu” kelompok melalui keputusan-keputusan yang perlu dilakukan menyangkut tata letak, dan selanjutnya barangkali akan bertanggung jawab untuk mengawasi bahwa itu sudah dilakukan dengan benar.

Inisiatif dan kesiapan untuk memimpin sangat diperlukan dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). SPMI tidak akan dapat berjalan baik bila tidak didukung Leadership yang kokoh. Ketrampilan untuk memandu anggota tim lain untuk bersama-sama mencapai target-target standar Dikti yang telah ditetapkan.

Ketrampilan Kepemimpinan dapat dilatih dan dikembangkan. Seorang pemimpin yang baik diharapkan memiliki lima karakteristik penting yakni:

  1. Mempunyai keterampilan komunikasi yang baik, pemimpin yang baik harus bisa menyampaikan ide-idenya secara ringkas dan jelas, serta dengan cara yang tepat. Mampu mengkomunikasikan target dan standar-standar SPMI dengan baik dan benar.
  2. Memiliki pengaruh positif, pemimpin yang baik memiliki pengaruh dan menggunakan pengaruh tersebut untuk hal-hal yang positif. Mampu menggerakkan dan memberi motivasi agar mampu melampaui target dan standar pendidikan (SNP) yang telah ditetapkan.
  3. Memiliki tanggung jawab seimbang, keseimbangan disini adalah antara tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Memahami manual PPEPP dalam mengembangkan dan meningkatkan Standar SPMI.
  4. Model peranan yang positif, peranan disini adalah tanggung jawab, perilaku, atau prestasi yang diharapkan dari seseorang yang memiliki posisi khusus tertentu. Menjadi role model dalam kelompoknya. Menjadi teladan dan panutan.
  5. Memiliki kemampuan untuk meyakinkan (mempersuasi) orang lain, pemimpin sukses adalah pemimpin yang dapat menggunakan keterampilan komunikasi dan pengaruhnya untuk meyakinkan orang lain terhadap sudut pandangnya serta mengarahkan mereka pada tanggung jawab total terhadap sudut pandang tersebut. Menetapkan metode dan cara-cara yang tepat dalam mencapai target standar mutu yang telah ditetapkan.

Praktek Latihan:

APAKAH ANDA SIAP MEMIMPIN?
  • Pikirkan tentang keahlian atau pengalaman yang Anda bawa ke dalam tim. Tuliskan satu atau dua bidang atau situasi di mana Anda dapat memimpin.
  • Bagaimana tim Anda menyeleksi orang untuk mengandaikan peran kepemimpinan pada satu proyek?

Demikan, semoga uraian singkat ini dapat bermanfaat…Aamiin Yaa Rabb.

Salam Mutu,

Admin

Mutupendidikan.com


Hubungi Customer Service Kami untuk:

Pelatihan/ workshop Kepemimpinan & Budaya Mutu SPMI


 

Membangun Tim Kerja budaya mutu SPMI

Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI

“Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI”


Tips Sukses SPMI #4:

“Bangun Budaya Saling Tolong Menolong dan Bersinergi…”


Membangun tim kerja yang handal merupakan keniscayaan dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Tolong menolong, bantu membantu merupakan tuntutan kerja yang tidak bisa diabaikan. Beban kerja yang berfluktuasi sesuai tanggal dan bulan-bulan tertentu, mengharuskan Anda untuk siap menolong dan siap ditolong.

Baca juga: Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target

“Sinergi” pencapaian Standar Pendidikan merupakan tuntutan dalam pelaksanaan SPMI. Menggabungkan kekuatan dan keahlian dari masing-masing anggota organisasi bertujuan untuk meningkatkan produktifitas & menumbuhkan sinergi positif. Membangun sinergi positif secara terus menerus merupakan bagian & tuntutan dari budaya organisasi. Apakah Anda siap memberi bantuan pada tim kerja Anda? Apakah pimpinan lembaga pendidikan telah merencanakan program sinergi dengan baik?

Kadang-kadang, sulit untuk menerima pertolongan/bantuan dari orang lain, karena Anda berpikir itu membuat Anda tidak efektif atau lemah. Dalam organisasi TQM, menawarkan dan menerima bantuan ketika diperlukan merupakan bagian dari budaya dan kerja tim. Konsep Lean & Agile (ramping dan lincah) merupakan menjadi suatu keharusan dalam lingkungan disrupsi seperti saat ini.

Tidak menerima bantuan dan kemudian menghadapi tenggat waktu atau harus mencari alasan karena tidak menyelesaikan satu tugas, tentu itu lebih tidak efektif dalam pekerjaan.

Meminta bantuan itu bukan stigma kegagalan, itu adalah suatu afirmasi bahwa Anda memiliki komitmen yang Anda buat pada tim Anda dan organisasi Anda. Anda ingin melihat bahwa tujuannya (Standar SPMI) tercapai, tenggat (target) waktunya terpenuhi, pekerjaan diserahkan sesuai janji. Sebagai anggota tim Anda dapat merasa bebas untuk meminta bantuan dan mengetahui  bahwa kemudian Anda akan sebaliknya dimintai bantuan juga.

Baca juga: Sukses SPMI, Jadilah Bagian Dari Solusi

Jika Anda menjumpai diri Anda sendiri terus-terus mencari bantuan dari orang lain, berbicaralah dengan penyelia Anda atau anggota tim lain tentang bagaimana Anda mungkin meningkatkan produktivitas Anda, atau mengorganisasikan beban kerja Anda. Dari sini akan dicari akar masalah dan direncanakan tindakan solusi yang tepat.

Periksalah apakah ada hal-hal berikut yang berlaku pada Anda:
  • Dalam pelaksanaan standar SPMI, apakah Anda terlalu banyak meminta bantuan unit lain (orang lain)?
  • Apakah proses perkiraan (target capaian standar) Anda terlalu optimis?
  • Apakah Anda membutuhkan beberapa bantuan menyangkut manajermen waktu?

Sekali lagi, meminta bantuan adalah langkah pertama dalam mengatasi ketidakefisian pekerjaan.

Bagaimana Budaya Tolong Menolong dalam Implementasi SPMI di tempat Anda?

Pikirkan tentang saat ketika Anda ingin meminta bantuan, tetapi masih prihatin tentang bagaimana orang lain akan melihatnya. Kapan Anda meminta bantuan dan ditolak? Mengapa itu terjadi?

Diskusi:

Diskusikan dalam tim Anda proses pemberian beban kerja dan permintaan bantuan jika dibutuhkan.

Demikan, uraian singkat tentang Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI, semoga bermanfaat.

___________________________________

mutupendidikan.com

Kunjungi: Pelatihan & Pendampinan


Hubungi Customer Service Anda untuk:

Outbound & Pelatihan Membangun Budaya Mutu Pendidikan /SPMI

Pelatihan SPMI & Membangun “Team Work” dalam Organisasi Pendidikan


Manajemen Waktu untuk sukses SPMI Lembaga Pendidikan

Manajemen Waktu untuk keberhasilan SPMI


Tips Sukses SPMI #3:

“Buatlah Daftar “Apa yang Harus Dilakukan” Setiap Hari”


Keberhasilan SPMI sangat terkantung dari sejauh mana pimpinan lembaga pendidikan dan kepala unit kerja berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan. Standar-standar Dikti, disusun sedemikian rupa bukan untuk sekedar pajangan atau memiliki dokumen dalam lemari, tetapi merupakan target indikator yang harus dicapai secara efektif dan efisien.

Untuk itu pembekalan “time management“, merupakan ketrampilan penting yang harus dimiliki segenap pimpinan lembaga pendidikan. Dengan manajemen waktu yang baik, tentu saja pemanfaatan waktu yang ada dapat dilakukan secara lebih produktif.

Penting untuk mendisiplinkan diri Anda agar selalu sesuai target setiap hari. Banyak dari kita membuat daftar ketika kita sudah kewalahan, tetapi tidak sungguh-sungguh untuk melakukannya ketika kita berhadapan hanya dengan masalah-masalah harian.

Daftar “apa yang harus dilakukan setiap hari (To Do List)” membantu Anda melihat bagaimana menghabiskan waktu Anda, apakah Anda mencapai atau tidak tujuan Anda. Waktu adalah satu hal yang tak pernah tampak cukup, dan itu harus dikelola dengan baik untuk digunakan secara bijaksana.

Dalam atmosfer perbaikan terus-menerus, daftar “apa yang harus dilakukan” merupakan satu potret dari tugas dan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Anda mungkin ingin menyimpan daftar harian Anda dalam sebuah buku catatan kecil atau kalender, sehingga Anda dapat menengok kembali dan melihat berapa banyak yang sudah Anda selesaikan selama satu periode waktu tertentu. Ini memberikan Anda kepercayaan bahwa Anda melakukan kemajuan dan bahwa perbaikan sudah merupakan satu proses yang berlanjut bagi Anda. Dapatkah Anda melihat bagaimana daftar harian itu dapat membantu Anda menjadi lebih terorganisir dan efisien?

Dalam situasi kerja Anda, hal macam apa yang akan ada pada daftar “apa yang harus dilakukan” setiap hari?

  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________

 

Dengan menggunakan contoh berikut, rancanglah sebuah “Daftar Apa yang Harus Dilakukan” yang dapat Anda salin dan gunakan untuk menjaga diri Anda tetap pada sasaran.

 

(Sampel)

DAFTAR APA YANG HARUS DILAKUKAN

Tanggal: _____________

___________________________________________________________________________

Prioritas Tugas Status/Selesai
1 Standar A In-Progress
2 Standar B Closed
3 Sasaran A Open
4 Sasaran B Closed
….. ….
….. ….

Dapatkah Anda melihat bagaimana sebuah daftar ‘apa yang dilakukan” mingguan bagi tim Anda, mungkin merupakan perluasan yang bermanfaat dari proses ini?

Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat…Aamiin.

Salam Mutu,

Admin

mutupendidikan.com


Hubungi Kami untuk:

Pelatihan & Pendampingan Membangun Budaya Mutu SPMI

Pelatihan Manajemen Waktu untuk Lembaga Pendidikan


 

Manajemen Keuangan dan Mutu Pendidikan

Manajemen Keuangan


Dapatkan Slideshare dibawah ini:

Manajemen Keuangan


Tidak ada organisasi yang berbasis profit maupun sosial dapat bertahan atau bahkan berjalan setiap hari tanpa biaya dan pendekatan manajemen keuangan yang profesional. Topik ini sangat penting, hingga sulit mencari rangkaian manajemen yang tidak melibatkan bagian keuangan, hal ini bukan berarti bahwa setiap manajer harus ahli dalam hal keuangan tetapi paling tidak harus memahami anggaran, pengeluaran, cara pendapatan diperoleh, dan mengetahui cara penyusunan biaya organisasi.

Pada materi ini terdapat beberapa model penawaran dan permintaan ekonomi sederhana yang menunjukkan penjualan dan pendapatan yang harus diingat ketika manajer menjalankan perencanaan bisnis, pengembangan produk baru, dan pengembangan bisnis sebagai bagian dari rencana strategis jangka panjang perusahaan. Dalam banyak kasus, manajer sering ditugaskan untuk mengidentifikasi penghematan biaya lewat perbaikan proses dan peningkatan efisiensi atau lewat pengurangan biaya bahan dan sumber daya. Terdapat sejumlah pilihan terbuka untuk mereka yang diminta menekan biaya dan salah satu model itu memberikan beberapa petunjuk tentang cara pendekatan relatif ini dibandingkan.

Selain model ekonomi sederhana, materi ini biasanya juga membahas rasio keuangan standar yang dapat digunakan untuk mengawasi kinerja organisasi, lebih dari itu rasio ini dianggap sebagai petunjuk pentingmengenai kesehatan keuangan perusahaan.

Akuntansi dan Keuangan menunjukkan tiga subjek yang berbeda tetapi saling berhubungan:

  • Akuntansi keuangan, yang menggabungkan manajemen keuangan yang mencakup desain dan manajemen sistem catatan saldo bank dan saldo kas, pemasukan, pembayaran, dan bermacam-macam aset dan kewajiban
  • Akuntansi biaya dan manajemen, yang melibatkan pemenuhan kebutuhan informasi manajemen. Akuntansi ini berfungsi membantu pembuatan pengambilan keputusan, sebagai contoh: merencanakan kinerja ekonomi organisasi, mngendalikan biaya, dan meningkatkan kemampulabaan.
  • Pemeriksaan internal maupun eksternal, untuk memastikan kesesuaian dan pengaturan yang selaras dengan proses perusahaan dan pemeriksaan eksternal guna menguji keberadaan, kepemilikan, dan basis penilaian aset dan investasi tetap.
PROSES KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

            Model ini menunjukkan cara tujuan berhubungan dengan pengambilan keputusan  melalui pengumpulan data dan tugas alternative keuangan dan non keuangan.Meskipun model ini membahas tentang pengambilan keputusan  investasi  modal dan berasal dari badan professional UK yang bernama CIMA, model ini juga menunjukkan keterkaitan dengan strategi perusahaan dengan lingkungan internal dan eksternal.

MEMAHAMI PRODUK/JASA MODEL FOKUS STRATEGI

            Tanpa harus meningkatkan harga, kemampuan labaan jangka panjang dapat dicapai melalui dua cara, pada dasarnya dengan penjualan produk atau jasa yang lebih banyak atau peningkatan efesiensi.

PROYEKSI ARUS KAS KONTRAK MANAJEMEN PELUNASAN BERTAHAP

Proyeksi arus kas menunjukkan arus pendapatan yang berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada nilai tinggi atau proyek dengan waktu yang lama, pendekatan yang biasa untuk penyusunan kontrak ini adalah harus memiliki filosofi pembayaran pelunasan bertahap yang berusaha memadukan biaya dan pedapatan untuk mengurangi peminjaman dana dari penyediaan dank arena itu, biaya keselurhannya akan berkurang bagi klien.

Analisis rasio keuangan

Terdapat sejumlah pendekatan standar untuk melaksanakan analisis keuangan perusahaan dan rasio dan perhitungan di bawah ini akan sering muncul dalam penilaian apapun atas komitmen terkini dan sebagai petunjuk terhadap potensi kinerja.

PENDEKATAN PENGURANGAN BIAYA
  1. Pengeluaran Bebas adalah tidak berkepanjangan dan biaya merangkak naik karena peraturan untuk pengeluaran menjadi banyak dan sistem mengendur.
  2. Pengurangan Biaya adalah menampilkan Lompatan yang cepat tetapi merangkak kembali selama periode waktu tertentu, tetapi tidak mencapai level awal.
  3. Pengurangan berbasis proses menampilkan Pengurangan bertahap dari pengenala proses baru.
  4. Manajemen laba berbasis aktivitas adalah Penetapan biaya berbasis aktivitas

Demikian uraian singkat ini, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan Manajemen Mutu Pendidikan

Pendampingan & Pengelolaan Standar Pembiayaan

Manajemen Hubungan Pelanggan & Mutu Pendidikan

Manajemen Hubungan Pelanggan


Dapatkan slideshare berikut ini:

Manajemen Hubungan Pelanggan


MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN

Organisasi harus mengetahui, merespon, dan memuaskan tuntutan pelanggan jika mereka ingin bisnis tetap berjalan dan mendapat keuntungan dari pertumbuhan di masa depan. Sekali lagi, kata kunci adalah “kepuasan pelanggan”, diikuti dengan periode ketika perusahaan bertujuan “menyenangkan” pelanggan mereka.

Akhir-akhir ini, telah ada gerakan untuk mengelola harapan pelanggan yang menyebabkan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan yang menyebabkan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan utama melalui komunikasi interaksi yang bertujuan mendapatkan pemahaman yang lebih jelas akan tuntutan pelanggan di masa sekarang dan masa depan. Dalam kaitanya dengan perkembangan ini, telah muncul manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/CRM) sebagai strategi formal yang bertujuan menjelaskan, menyimpan, dan menganalisis informasi pelanggan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan dan mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan mereka. Untuk beberapa pemasok, hal ini berarti menetapkan tujuan organisasi di sekitar pemenuhan tuntutan yang muncul dari pelanggan.

Manajemen hubungan pelanggan bertujuan mengetahui, memahami, dan memenuhi tuntutan pelanggan dengan mendorong pelanggan agar terlibat dalam bisnis pemasok melalui sejumlah teknik yang mencakup mendengarkan pelanggan lewat prosedur keluhan dan pertemuan, melakukan riset pasar dan berkonsentrasi pada penyediaan jasa pelanggan dengan staf yang sadar budaya. Terdapat model untuk menggambarkan manfaat mendengarkan dan mengobservasi pelanggan, serta komunikasi dan pelatihan jasa pelanggan. Hal ini juga terdapat pada satu model yang menyatukan semuanya ini menjadi bagian CRM terpadu.

Banyak perusahaan percaya bahwa menggunakan strategi manajemen hubungan pelanggan bukan merupakan pilihan, karena memahami kebutuhan dan perilaku pelanggan dapat menghasilkan hubungan pelanggan yang lebih kuat yang akan memberikan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih besar, sehingga meningkatkan perolehan penerimaan penjualan dan laba. Waktu dan usaha yang diperlukan untuk membuat CRM bekerja seharusnya tidak diremehkan walaupun hal tersebut sejalan dengan penggunaan teknologi untuk meningkatkan komunikasi, meingkatkan efisiensi dan mengatur database yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan informasi pelanggan ke bisnis pemasok.

ORGANISASI YANG BERFOKUS PADA PELANGGAN

Model ini menggambarkan bahwa agar dapat menciptakan organsasi yang berfokus pada pelanggan, ada sejumlah elemen yang perlu dilaksanakan.
1. Desakan bisnis.
2. Kejelasan kelompok.
3. Kemampuan mendengarkan
4. Strategi dan sasaran pelayanan.
5. Proses berbasis pelanggan.
6. Pengembangan SDM
7. Permberdayaan.
8. Komunikasi,penghargaan dan pengakuan.
9. Kesinambungan.

KEINGINAN PELANGGAN “MoSoCoW”
  • Must have (Harus memiliki) – 100% persyaratan
  • Should have (Berharap memiliki) – Persyaratan nyata walaupun tidak penting secara bisnis
  • Could have (Dapat memiliki) – fitur ekstra
  • Would have (Sebaiknya memiliki) – menyenangkan jika bisa membeli keinginan ini)
KEKUATAN PELANGGAN YANG ADA

Perusahaan akan lebih baik jika dapat memaksimalkan penjualan overhead maupun sumber daya mereka jika mereka dapat mengembangkan hubungan bisnis yang berkelanjutan dan banyak dengan pelanggan yang ada. Alasan pelanggan untuk keputusan pembelian pertama didasarkan faktor berwujud atau tangible (kinerja, kualitas, reliabilitas dan biaya) dan tak berwujud atau intangible (perasaan peduli,rasa hormat,dll).

MENGAMATI PERILAKU PELANGGAN

Menerima pendapatan bahwa keharusan perusahaan ialah melihat kinerja organisasi, persaingan dan menguji pengalaman pelanggan yang ditawarkan maka akan memberikan tolak ukur harian sederhana untuk dijalankan.melangkah menuju ‘kaki pelanggan’ memberikan pemahaman tentang memilih tawaran itu, apa pelajaran bagi organisasi dan dapat membantu mengenali standar baru yang harus dibuat.

MENDENGARKAN PELANGGAN

Sejumlah organisasi tidak hanya mendengarkan pelanggan mereka tapi juga melaksanakan proses banchmarking yang sistematis agar dapat mengidentifikasi daerah untuk penegembangan dasarpada praktik. Banchmarking juga membantu mengidentikasi perbedaan pada proses dan kinerja serta dapat menghasilkan rencana tindakan untuk melaksanakan perubahan.

Terdapat empat metode benchmarking yang dapat digunakan :

1. Dibandingkan dengan persaingan langsung.
2. Dibandingkan dengan industri parallel.
3. Dibandingkan dengan bagian lain dari organisasi yang sama.
4. Dibandingkan dengan industry berbeda atau organisasi ‘terbaik di kelasnya’.

CUSTOMER CARE

Standar nasional diterapkan untuk National Vocation Qualifications di UK untuk mengajukan kompetensi dibidang keahlian tertentu.Untuk pelayanan pelanggan, standar ini telah dikembangkankan oleh badan pimpinan jasa pelanggan dibawah dukungan Depertemen Pendidikan Pemerintah. Lima bagian umum dari NVQ adalah:
1. Menjaga pelayanan pelanggan yang dapat diandalkan.
2. Komunikasi dengan pelanggan.
3. Mengembangkan hubungan kerja yang positif dengan pelanggan.
4. Memecahkan masalah demi pelanggan
5. Mengusulkan dan menilai perubahan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

KOMUNIKASI DENGAN PELANGGAN

Diawal komunikasi strategi pelayanan pelanggan, terdapat juga kebutuhan untuk strategi komunikasi yang berfokus pada penyampaian pesan yang terus menerus dalam isi maupun format untuk stakeholder.

ANALISIS PARETO

Teori pareto,seorang ahli ekonomi Italia, merupakan konsep umum yang mempunyai banyak kegunaan. Dari studi pareto,Pembagian 80% – 20% diakui sebagai penemuan umum dan telah digunakan dalam sejumlah bidang bisnis.

Demikian, uraian singkat ini, semoga bermanfaat. Aamiin.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan Penjaminan Mutu Pendidikan      

SPMP dan Standar Nasional Pendidikan di Indonesia

Standar Pendidikan Nasional untuk Sekolah


Dapatkan Slideshare dibawah ini:

Standar Pendidikan Nasional untuk Sekolah


Dalam konteks nasional, pendidikan difungsikan sebagai pemersatu bangsa, pemerataan kesempatan dan pengembang potensi individu. Pendidikan diharapkan dapat memperkuat keutuhan bangsa sehingga dapat menjamin  masa depan bangsa. Pendidikan juga diharapkan dapat memberikan peluang yang sama kepada seluruh warga Negara untuk berpartisipasi atau ikut serta dalam pembangunan bangsa. Pendidikan juga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama kepada warga Negara  untuk mengembangkan potensinya masing-masing secara optimal.

Penjelasan PP No.19 Tahun 2005

Bahwa reformasi pendidikan meliputi empat hal yaitu;

  1. Penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat, dimana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kretivitas peserta didik.
  2. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigma manusia sebagai sumber daya pembangunan, menjadi paradigm manusia sebagai subjek pembangunan secara utuh.
  3. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintegrasi dengan lingkungan sosial-kulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.
  4. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan.
Proses pendidikan harus mencakup:
  1. Penumbuhkembangan keimanan dan ketakwaan
  2. Pengembangan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi dan kepribadian
  3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Pengembangan, penghayatan, apresiasi dan ekspresi seni
  5. Pembentukan manusia yang sehat jasmani dan rohani.
Kriteria penyelenggaraan pendidikan
  1. Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang dan holistik
  2. Proses pembelajaran yang demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas dan dialogis
  3. Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur
  4. Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan
  5. Tersedianya sarana dan prasarana belajar yang memungkinkan berkembangnya potensi secara optimal
  6. Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan suatu pendidikan
  7. Terlaksananya evaluasi, akreditasi dan sertifikasi
Definisi standar nasional pendidikan

Regulasi pendidikan menyebutkan bahwa standar nasional pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia (UU No.20 Tahun 2003 Ps 1). SNP dapat dikatakan sebagai kriteria minimal mengenai berbagai aspek yang relevan dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan (UU No.20 Tahun 2003 Ps 35 ayat 2).

Tujuan dan Fungsi  standar Pendidikan Nasional
  • Standar Pendidikan Nasional adalah bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
  • Standar Pendidikan Nasional adalah berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
  • Standar Pendidikan Nasional disempurnakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global
KOMPONEN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

Standar Pendidikan Nasional  yang diatur dalam peraturan pemerintah No.19 Tahun 2005 telah mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan dinamika perkembangan masyarkat, lokal, nasional, dan global.

Lingkup Standar Pendidikan Nasional meliputi 8 komponen standar yaitu:

  1. Standar isi
  2. Standar proses
  3. Standar kompetensi lulusan
  4. Standar pendidikan dan tenaga kependidikan
  5. Standar sarana dan prasaran
  6. Standar pengelolaan
  7. Standar pembiayaan
  8. Standar penilaian pendidikan
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Standar kompetensi lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kamampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari suatu pendidikan. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi,standar proses, standar penilaian pendidikan, Standar pendidikan dan tenaga kependidikan, Standar sarana dan prasaran,Standar pengelolaan dan Standar pembiayaan.

Tujuan Standar Kompetensi Lulusan
No Jenjang Pendidikan Tujuan SKL
1 Pendidikan dasar Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,kepribadian,akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2 Pendidikan menengah umum Meningkatkan dasar kecerdasan, pengetahuan,kepribadian,akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3 Pendidikan menengah kejuruan Meningkatkan dasar kecerdasan, pengetahuan,kepribadian,akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruanya.
STANDAR ISI

Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.Ketentuan Standar Isi secara lebih rinci diatur dalam Permendikbud No.6 Tahun 2013.Di dalamnya memuat tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi.Kompetensi diartikan sebagai seperangkat sikap pengetahuan dan keterampilan, yang harus dimiliki,dihayati dan dikuasai oleh peserta didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan suatu program, atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu.

Kriteria dasar tingkat kompetensi
  1. Tingkat perkembangan peserta didik
  2. Kualifikasi kompetensi Indonesia
  3. Penguasaan kompetensi yang berjenjang
 Tingkat kompetensi dikelompokkan dalam 8 kategori
  1. PreStructural
  2. UniStructural
  3. Multi-Structural
  4. Relational
  5. Extended Abstract
  6. Psychodelia
  7. Illumination
  8. creativity
STANDAR PROSES

Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar Proses diatur dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang standar Proses Pendidikan Dasar diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kretivitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Prinsip-Prinsip pembelajaran
  1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu.
  2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar.
  3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.
  4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi.
  5. Daripembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.
  6. Dar pembelajaran yang menekan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi.
  7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif.
  8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal dan keterampilan mental.
  9. Pembelajaran mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberian keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
  11. Pembelajaran yang berlangsung dirumah, di sekolah, dan di masyarakat.
  12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa dan dimana saja adalah kelas.
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka  untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan berdasarkan silabus dan disusun secara lengkap dan sistematis. Komponen RPP terdiri dari;

  1. Identitas sekolah
  2. Identitas mata pelajaran
  3. Kelas/semester
  4. Materi pokok
  5. Alokasi waktu

Tujuan pembelajaran dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran.

Prinsip-Prinsip Dalam Membuat RPP
  1. Perbedaan individu peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan social, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan lingkungan peserta didik.
  2. Partisipasi aktif peserta didik.
  3. Berpusat pada pesera didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
  4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
  5. Pemberian umpan balik dan tidak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan dan remidi.
  6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpanduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian dan sember belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpanduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terinteraksi, sistematis dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
STANDAR PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Standar Pendidikan dan tenaga kependidikan adalah kriteria mengenai pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Pendidikan melipiti pendidikan pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SAM/MA, SDLB/SMLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C dan pendidikan pada lembaga kursus dan pelatihan. Pendidikan di TK/RA sekurang kurangnya terdiri atas guru kelas. Pendidikan di SD/MI sekurang kurangnya terdiri atas guru kelas dan guru mata pelajaran. Guru mata pelajaran paling tidak mencakupguru kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

Kompetensi pedagogik terdiri dari
  1. Menguasai karakteristik peserta didik dari semua aspek.
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
  3. Mengembangkan kurikulum yang terkait
  4. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.
  5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.
  6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  7. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik.
  8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
  9. Memanfaatkan hasil dan evaluasi  untuk kepentingan pembelajaran.
  1. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Syarat menjadi kepala perpustakaan melalui jalur tenaga kependidikan
  1. Berkualifikasi diploma dua (D2) ilmu perpustakaan dan informasi bagi pustakawan dengan masa kerja minimal 4 tahun.
  2. Berkulifikasi diploma dua (D2) non ilmu perpustakaan dan infomasi dengan sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah / madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah dengan masakerja minimal 4 tahun di perpustakaan sekolah/madrasah.
STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Standar sarana dan prasarana adalah kriteria mengenai ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lainnya, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Standar sarana dan prasara diatur dalam Permendiknas No.24 tahun 2007 dan Permendiknas No.40 Tahun 2008.Standarisasi sarana dan prasarana sekolah merupakan suatu penyesuaian bentuk, Baik penyesuaian dalam hal spesifikasi, kualitas maupun kuantitas dengan kriteria minimum yang telah ditetapkan.

Tata kelola bangunan
  1. Koefisien dasar bangunan maksimum 30%
  2. Koefesien lantai bangunan dan ketinggian maksimum bangunan yang diterapkan dalam peraturan daerah.
  3. Jarak bebas bangunan yang meliputi garis sempadan bangunan dengan as jalan, tepi sungai, tepi pantai dll.
STANDAR PENGELOLAAN

Standar Pengelolaan adalah kriteria mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

Standar Pengelolaan terdiri 3 bagian:

  1. Standar Pengelolaan oleh satuan pendidikan
  2. Standar Pengelolaan oleh pemerintah daerah
  3. Standar Pengelolaan oleh pemerintah.
Pedoman dalam mengatur kegiatan pengelolaan sekolah
  1. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus
  2. Kalender akademik
  3. Struktur organisasi satuan pendidikan
  4. Pembagian tugas di antara pendidik
  5. Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan
  6. Peraturan akademik
  7. Tata tertib satuan pendidikan
  8. Kode etik hubungan antara sesama
  9. Biaya operasional sekolah
  10. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus
  11. Kalender akademik
  12. Pembagian tugas di antara pendidik
  13. Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan
  14. Peraturan akademik dan kode etik
STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Pembiayaan pendidika terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana,pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bias mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

Biaya operasi satuan pendidikan meliputi

  1. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji.
  2. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai
  3. Biaya operasi pendidikan tak langsung.
STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

Standar penilaian pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik,penilaian  hasil belajar oleh satuan pendidik, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusun laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Isi Mengenai Surat Hasil Ujian  Nasional
  1. Identitas peserta didik
  2. Pernyataan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah menempuh ujian nasional
  3. Tanggal dan tempat pelaksanaan ujian nasional
  4. Nilai ujian nasional untuk setiap mata pelajaran yang diuji
  5. Kriteria pencapaian standar kompetensi lulusan, untuk jenjang SMP/SMPLB/MTS atau bentuk lain yang sederajat, SMA/SMALB/MA atau bentuk lain yang sederajat, dan SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat.

Semoga uraian singkat ini bermanfaat… Ammiin Yaa Rabb.

Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan

Kebijakan SPMI dan Permasalahannya

“Kebijakan SPMI dan Permasalahannya”

Kebijakan SPMI adalah dokumentasi/ pedoman tertulis berisi garis besar penjelasan  tentang bagaimana suatu institusi pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) memahami, merancang, dan melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sehingga terwujud budaya mutu pada Institusi tersebut.

Manfaat adanya kebijakan mutu antara lain:
  • Menjelaskan kepada para stakeholder, tentang pedoman SPMI yang dimiliki institusi, secara ringkas padat dan menyeluruh.
  • Menjadi pedoman dasar atau ‘payung’ bagi seluruh standar, manual, dan formulir SPMI.
  • Membuktikan bahwa SPMI  yang dimiliki telah terdokumentasikan.

Untuk memahami pengertian, fungsi dan berbagai permasalahan terkait pembuatan Kebijakan Mutu SPMI Perguruan Tinggi/ sekolah/ Madrasah, silahkan diunduh materi powerpoint berikut ini:

_______________________________

Klik disini:

PPT Kebijakan SPMI

_______________________________

mutupendidikan.com

Pelatihan dan Pendampingan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk In-House Training Pengembangan Dokumen SPMI
Hubungi Customer Service Kami

Membangun Karakter dan Mutu Pendidikan

Membangun Karakter & Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi


Silahkan di unduh file PPT Show dibawah ini:

Membangun Karakter & Mutu Perguruan Tinggi


Setiap lembaga pendidikan secara  realistis pastinya memiliki segudang problematik yang berhubungan antar individu, antara satu individu dengan sekelompok individu yang lain bahkan dengan institusi tempat kerja yang bersangkutan. Problematika yang terjadi   antar individu atau individu dengan lembaga kerap kali menyangkut perbedaan karakteristik masing-masing. Sehingga pembangunan karakter pada institusi perguruan tinggi kini menjadi suatu keniscayaan.

PROBLEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KARAKTER
  1. Hubungan antar individu yang kurang harmonis.
  2. Kecenderungan komunikasi yang tertutup.
  3. ketidakjujuran dan kecurangan menjadi perhiasan kegiatan kampus.
  4. Sikap menutup diri serta perhitungan dalam berbagi ide dan pengetahuan.
  5. Rendahnya tradisi disiplin
TUJUAN MEMBANGUN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI
  1. Agar setiap masyarakat ilmiah serta civitas akademika perguruan tinggi tidak terbatas cerdas secara intelektual namun unggul dalam moral, bertanggung jawab serta beretika dalan menjalankan kehidupan.
  2. Pembangunan karakter mengajak manusia untuk berakhlaq mulia, memiliki simpati, empati, kepekaan secara sosial sehingga tumbuh kepedulian dan mampu memahami orang lain secara bijak.
  3. Pembangunan karakter bagi mahasiswa lebih ditekankan pada upaya membekali dan melatih serta membiasakan mereka untuk melaksanakan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran agama maupun norma yang ada guna membekali mereka sebagai akademisi sekaligus calon pemimpin bangsa.
PENGEMBANGAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI

Definisi “pembangunan Karakter” secara lengkap telah dikemukakan oleh berbagai  ahli. Akan tetapi muara pembangunan karakter secara prinsipil memahamkan seseorang untuk mengetahui berbagai karakter beserta ruang lingkupnya serta menanamkan akhlak al-karimah pada diri sesorang. Pembangunan karakter di perguruan tinggi tidak sebatas diperlukan bagi setiap mahasiswa semata, namun seluruh masyarakat akademis beserta tenaga pendukungnya harus memperoleh pemahaman dan penerapan prilaku yang berkarakter.

Menurut “Florence litteur” Karakter dalam arti watak, perilaku, ataupun kepribadian seseorang. Empat pola dasar karakter yang dimiliki manusia:

  1. Karakter Sanguinis adalah cenderung ingin populer, ingin disenangi orang lain. Hidupnya penuh warna, senang berbicara,emosinya meledak-ledak dan transparan serta suatu saat ia bisa berteriak beberapa saat kemudian bias menangis.
  2. Karater Koleris golongan ini suka mengatur dan memerintah orang. Akibatnya sifat ini, banyak dari mereka yang tidak punya teman.
  3. Karakter Melankolis adalah cenderung teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola.
  4. Karakter Plegmatis adalah kelompok ini tidak suka konflik, jika timbul masalah, maka ia akan berusaha mencari solusi damai.
Tiga IDE Pemikiran Penting
  1. Proses tranformasi nilai-nilai
  2. Ditumbuh kembangkan dalam kepribadian.
  3. Menjadi satu dalam prilaku

Undang-undang no.20 tahun 2000 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional: Bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Penelitian bidang pendidikan karakter memiliki cakupan yang sangat luas terkait dengan input, berbagai komponen proses dan output serta outcome, bahkan yang terkait dengan kultur lembaga, dan kultur keluarga. Peran kultur sangat menetukan kualitas proses dan hasil pendidikan karakter. Kultur lembaga pendidikan harus selaras dengan nilai-nilai yang dipilih sebagai nilai-nilai target. Kultur positif ini bagaikan ladang yang subur untuk penyemaian dan tumbuh benih-benih moralitas pembangun karakter terpuji.

PEMBANGUNAN KARAKTER DAN PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI

Dengan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara implisit harus dilandasi dengan pembangnan pola prilaku yang berkaitan dengan dimensi moral yang baik. Character strength dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang membangun kebajikan. Salah satu kriteria utama dari character strength adalah bahwa karakter tersebut berkontribusi besar dalam membangun kehidupan yang baik, yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan bangsanya. Keberhasilan pembangunan karakter di perguruan tinggi sangat tergantung pada ada tidaknya knowing, loving,dan doing atau acting.

Komponen-Komponen Unsur Moral Knowing
  1. Moral Awareness Kesadaran Moral
  2. Knowing Moral Values Pengetahuan tentang nilai-nilai moral
  3. Perspective Taking Penentuan sudut pandang
  4. Moral Reasoning Logika Moral
  5. Decision Making Keberanian mengabil menentukan sikap
  6. Self Knowledge Pengenalan Diri
Bentuk-Bentuk Sikap
  1. Self Esteem Kesadaran akan jati diri,percaya diri
  2. Emphaty Kepekaan terhadap derita orang lain
  3. LovingThe Good Cinta kebenaran
  4. Self Control Pengendaian diri
  5. Humility Kerendahan hati

Pendidikan karakter dinilai sukses bila setiap masyarakat akademik diperguruan tinggi telah menunjukkan kebiasaan berprilaku baik dalam kehidupan  sehari-hari. Hal ini tentu saja memerlukan waktu, kesepatan, dan tuntutan yang berkelanjutan. Perilaku berkarakter tersebut akan muncul, berkembang dan menguat pada diri setiap masyarakat akademik apabila mengetahui konsep dan ciri-ciri perilaku karakter merasakan dan memiliki sikap yang positif pada konsep karakter yang baik dan terbiasa untuk melakukannya.

Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat… Aamiin.

Sumber Literatur: Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, Koreksi & Implementasi Oleh: Safrudin Aziz, M.Pd.I. Penerbit Gava Media, Cetakan 1, 2016

Salam hormat,

Admin,

MutuPendidikan.com

Pendampingan, training & Pelatihan SPMI & AMI

Pendampingan Pelatihan soft skills, Karakter & Budi Pekerti


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, character building, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, , Membangun Karakter & Mutu Perguruan Tinggi, sekolah dan madrasah, pendidikan karakter

Mutu Pendidikan & SPMI

Manajemen Mutu Perguruan Tinggi


Silahkan diunduh slideshare PPT berikut ini:

Bab 1: Manajemen Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi


Era globalisasi adalah era persaingan mutu atau kualitas. Maka perguruan tinggi di era globalisasi hendaknya berbasis pada mutu. Dalam menyediakan jasa pendidikan dan mengembangkan sumber daya manusia, perguruan tinggi hendaknya memperhatikan bahwa keunggulan merupakan hal yang sangat penting saat ini. Para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi pada dasarnya mengharapkan hasil berlipat yaitu ilmu pengetahuan, gelar, keterampilan, pengalaman, keyakinan dan perilaku berbudi luhur. Semua itu diperlukan dalam rangka mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja dengan mengharapkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera secara lahir dan batin

Tautan Penting: Kendala Utama Implementasi SPMI

Menurut Anda, apa itu management atau manajemen? Dan jika Anda diminta menyebut dua macam manajemen yang pernah Anda pelajari dalam keseharian, manajemen apakah tersebut? Mungkin ada di antara Anda yang menjawab manajemen pemasaran dan manajemen keuangan.

Kedua manajemen yang Anda sebutkan bisa jadi memang beberapa dari konsep manajemen. Karena manajemen yang anda ketahui tidak selamanya akan membahas pemasaran dan keuangan akan tetapi dalam contant ini kita akan lebih cenderung untuk membahas manajemen mutu pendidikan perguruan tinggi. Karena manajemen mutu tidak selalu sama dengan tahun sebelumnya melainkan kita harus selalu memperbaikinya.

Lalu, apa definisi hakikat manajemen? Karena semakin banyaknya pendidikan perguruan tinggi yang memiliki kualitas mutu yang bagus, tapi bagaimana sebuah perguruan tinggi tersebut bisa menjadi perguruan tinggi yang memiliki mutu yang bagus jika tidak tahu arti dari ‘pendidikan bermutu’ yang sebenarnya. Ini penting karena jika definisi Anda tentang pendidikan bermutu salah maka semua upaya Anda untuk menjadi perguruan tinggi yang berkembang/ bermutu akan salah sasaran.

Tantangannya, jika Anda mencari definisi manajemen mutu di Google, misalnya dengan menulis ‘manajemen mutu’ akan muncul hasil sekitar 1.240.000,- ini artinya, banyak definisi kepemimpinan. Sebagai contoh, beberapa orang berpikir pendidikan bermutu berarti pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik  dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran dan dari buruknya akhlaq dan iman.

Dari semua definisi pendidikan bermutu ialah berarti pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik  dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran dan dari buruknya akhlaq dan iman.

Ruang lingkup perguruan tinggi yang bermutu harus mampu mengantar output lulusan memiliki seperangkat pengetahuan, skill, berkarakter atau memiliki kematangan secara intelektual, emosional dan spiritual serta mampu mengusai dan diterima dalam persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, atau bahkan mampu menciptakan lapangan kerja sacara kreatif dan produktif. Dalam Dalam mengelola mutu, ada sebuah siklus yang disampaikan Deming untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu. Siklus ini terkenal dengan sebutan “Roda Deming”.

Demikian, sekilas informasi tentang Manajemen Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi, semoga bermanfaat.

Sumber Literatur: Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, Koreksi & Implementasi Oleh: Safrudin Aziz, M.Pd.I. Penerbit Gava Media, Cetakan 1, 2016

Salam hormat,

Admin,

MutuPendidikan.com

Pendampingan, training & Pelatihan SPMI & AMI


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, , Membangun manajemen Mutu Perguruan Tinggi, sekolah dan madrasah, quality education

Kinerja Dosen

Penilaian Kinerja Dosen Berbasis Peningkatan Mutu Akademik


Silahkan unduh materi power point dibawah ini:

PPT Penilaian Kenerja Dosen


Lembaga pendidikan dari sekolah tinggi menjadi institut atau bahkan universitas tidak sebatas dibuktikan dengan megahnya sarana fisik dan mewahnya alat transportasi yang dimilki setiap dosen. Akan tetapi perbaikan dan pengembangan mutu akademik harus senantiasa dikembangkan secara dinamis guna menghadapi tantangan masa depan. Dalam istilah lain perbaikan dan pengembangan mutu harus dilakukan melalui penciptaan iklim dan tradisi akademik setiap dosen dan mahasiswanya.

Secara analogis mengembangkan  mutu perguruan tinggi pada prinsipnya sama dengan mengembangkan perangkat teknologi informasi yang memerlukan hardware, software dan brainware.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Pasal 1, UU Dikti 12/2012)

Misi dosen (tugas pokok dan fungsi): Tridharma Perguruan Tinggi
  • Pendidikan
  • Pengabdian kepada Masyarakat
  • Penelitian
Macam-macam kompetensi pendidik
  • Kompetensi Pedagogik
  • Kompetensi Kepribadian
  • Kompetensi Sosial
  • Kompetensi Profesional
  •  
Kompetensi Pedagogik

Pemahaman guru termasuk dosen terhadap peserta didik, perancangan dan  pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi Kepribadian

Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlaq mulia.

Kompetensi Sosial

Kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dan bergaul sacara efektif  dengan  peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidik, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi profesional

Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup     penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi   keilmuannya.

Baca juga: Kendala Utama Implementasi SPMI

PENILAIAN KINERJA DOSEN

Penilaian kinerja dosen pada hakikatnya merupakan proses analisis intristik dalam pelaksanaan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkualitas. Pengajaran bermutu  tentunya membantu mahasiswa untuk mencapai pembelajaran berkualitas baik.

KOMPONEN PENILAIAN KINERJA DOSEN  
  1. Persiapan atau Perencanaan Pembelajaran Yang Dilakukan Dosen
  2. Pelaksanaan Pembelajaran
  3. Evaluasi hasil Pembelajaran
BENTUK DAN BOBOT INDEK PENILAIAN KINERJA DOSEN

Penilaian kinerja dosen secara teknis dilakukan oleh petugas gugus  mutu fakultas artinya petugas  gugus mutu fakultas bertugas melakukan pencatatan perhitungan skor sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.

KENDALA-KENDALA PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA DOSEN
  1. Kendala dari pihak yang dinilai
  2. Adanya beberapa dosen yang kontra terhadap publikasi penilaian
  3. Kendala secara teknis
  4. Belum adanya reward yang jelas
  5. Kendala program digital online IKD
UPAYA PENGEMBANGAN MUTU AKADEMIK BAGI DOSEN

Seorang dosen dituntut harus mampu mengembangankan diri semaksimal mungkin sehingga senantiasa memberikan sumbangan  ilmiah kepada peserta didik dan masyarakat. Adapun pengembangan akademik setiap dosen dapat dilakukan lembaga melalui workshop,  pelatihan, seminar, studi banding, studi lanjut melalui perguruan tinggi unggulan negeri baik di dalam maupun luar negeri, pemberian reward dan punishment atas prestasi atas  kinerja dosen.

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


 Info Public Training

Silahkan Klik : Public Training


 

%d blogger menyukai ini: