• 628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Blog & PowerPoint

Standar SPMI & Key Performance Indicator

Mengenal Key Performance Indicator (KPI)


Silahkan diunduh file presentasi berikut:

Key Performance Indicator


Dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), ukuran kinerja harus diciptakan. Lembaga pendidikan harus mampu mengukur kemajuan yang sudah di capai selama ini.

Salah satu tool penting dalam SPMI adalah “Standar SPMI”. Dalam pembuatan standar SPMI, ada 2 metode yang sering digunakan, metode KPI (Key Performance Indicator) dan metode ABCD (Audience, Behavior, Competence & Degree). Pada artikel kali ini akan sedikit di uraikan tentang penggunaan metode KPI.

Key Performance Indicator (KPI)

Ukuran atau indikator kualitatif yang digunakan oleh organisasi untuk mengukur atau membandingkan kinerja yang berguna untuk menngkatkan kualitas serta mutu yang dimilikinya.

Membuat KPI Lembaga Pendidikan
  1. Pembuatan KPI harus dimulai berdasarkan masalah yang sudah di sajikan dalam bentuk real data
  2. Mudah di kontrol, mudah digunakan baik untuk data maupun untuk dokumen
  3. Dibuat secara terperinci sehingga dapat membantu tercapainya target yang di tetapkan.
  4. Dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut, dapat melakukan aktivitas improvement atau perbaikan terhadap proses
  5. Simple, mudah di mengerti baik oleh pendidik maupun peserta didik agar tidak menimbulkan mispersepsi
  6. Kredible, tidak mudah di manipulasi sehingga kebenarannya dapat dikatakan akurat
Manfaat KPI bagi penilaian prestasi dosen/ guru/ tenaga kependidikan
  • Lebih mudah untuk mengukur dan menilai kinerja karyawan
  • Karyawan lebih paham terhadap keinginan manajemen
  • Kinerja lebih terukur
  • Memberikan referensi untuk menggapai tujuan
  • Membangun motivasi kerja (goal setting theory)
 Prinsip KPI
  1. Spesific: sasaran strategi harus secara rinci dan detail menggambarkan apa yang kita raih.
  2. Measurable: harus dapat diukur baik volume, presentase, dan angka nominal.
  3. Achievable: target yang ditetapkan masih bisa dicapai dengan dukungan dan sumber daya yang tersedia.
  4. Relevant: sarsaran kinerja harus bersifat relevan dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang di emban oleh seluruh lini lembaga pendidikan
  5. Time: sasaran kinerja yang disusun harus memiliki target waktu yang jelas.
Langkah membuat KPI
  1. Review tugas inti
  2. Review tugas Ad Hoc (khusus)
  3. Analisa sasaran kinerja
  4. Tentukan KPI dan bobot setiap KPI
  5. Tentukan strategi KPI

Demikian sedikit uraian tentang KPI, untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh file presentasi dibawah ini:

Key Performance Indicator

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Membangun & Mengembangkan SPMI:

Silahkan di klik: E-Learning Pengembangan SPMI Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk Informasi/Kritik/Saran:

Hubungi Customer Service Anda klik disini


Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: key performance indicator, standar spmi, pelatihan mutu pendidikan, bimtek spmi, pembuatan standar spmi, metode abcd, training key performance indicator

Training need analysis & SPMI

Training Need Analysis bagi Lembaga Pendidikan

“Mengelola Training Need Analysis bagi Lembaga Pendidikan”


Silahkan diunduh materi power point berikut:

Mengelola Training Need Analysis


Setiap institusi pendidikan yang menjalankan SPMI tentu memerlukan SDM yang handal & berkinerja tinggi. SDM lembaga pendidikan harus memiliki keunggulan dalam segi kemampuan, karakter, dan pemikiran. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus secara berkesinambungan mengadakan training atau pelatihan bagi segenap pegawainya (dosen/ guru/ tenaga kependidikan). Untuk mencapai tujuan pelatihan tersebut, tentu saja harus didahului dengan kegiatan yang dikenal dengan istilah “Training Need Analysis”.

Pengertian Pelatihan (Training)

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Kegiatan training harus tepat sasaran, sehingga mampu memenuhi kebutuhan lembaga pendidikan.

Manfaat Pelatihan:

  1. Implementasi SPMI akan berjalan lebih efektif dan efisien.
  2. Peningkatan produktivitas kerja Lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah)  sebagai keseluruhan
  3. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan
  4. Proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat
  5. Motivasi & semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam prganisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi
  6. Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipati
  7. Membangun komunikasi yang lebih efektif
  8. Membantu penyelesaian konflik secara fungsional.
Pengertian Training Need Analysis (TNA)

Proses analisis yang di lakukan manajemen lembaga pendidikan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam organisasi agar dapat meningkatkan kinerja lembaga pendidikan.

Tujuan TNA bagi lembaga pendidikan
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja anggota organisasi
  2. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  3. Dasar dalam penyusunan materi training
  4. Sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

Dalam pelaksanaan TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Performa
  • Analisis Konten
  • Analisis Biaya-Manfaat.
Menentukan Metode

Pelaksanaan Training Need Analysis (TNA) dapat direalisasikan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi lembaga pendidikan.

Langkah-Langkah TNA
  1. Analisis organisasi: menetapkan prioritas training yang sesuai dengan tujuan, visi & misi lembaga pendidikan.
  2. Analisis tugas: mengelola & menyusun tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu: memahami karakteristik SDM yang akan berpartisipasi dalam training.
Menetapkan Peserta Training

Penetapkan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan.  Setelah peserta ditetapkan akan memudahkan dalam pemilihan trainer yang tepat. Dengan demikian proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

Dukungan dan Komitmen Pimpinan Lembaga Pendidikan

Komitmen dari pimpinan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan.  Dengan adanya dukungan yang tepat, memudahkan implementasi apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan.

Suasana Kondusif di Lembaga Pendidikan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya (the right man in the right place)
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh pegawai (dosen, guru, karyawan)
  • Memberikan reward yang adil dan layak bagi pekerja berkinerja baik.
  • Memberikan feedback atas kinerja keryawan secara berkala. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi kerja para pegawai.
Biaya untuk kegiatan pelatihan

Biaya pelatihan merupakan Investasi yang harus dikeluarkan oleh lembaga pendidikan ketika memutuskan program pelatihan. Kegiatan pelatihan harus dapat meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi lembaga pendidikan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide ppt (pdf) diatas.

Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat, salam sukses selalu.

Salam hormat

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Pelatihan :

Layanan Mutu Pendidikan


Kata kunci untuk penelusuran: training need analysis, analisis kebutuhan pelatihan, motivasi, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia, spmi

SPMI, budaya mutu dan employee engagement

Employee Engagement dalam Organisasi Pendidikan

 


Silahkan diunduh materi dibawah ini:

(Employee Engagement dalam Organisasi Pendidikan)


Dapatkah SPMI & Budaya Mutu Pendidikan dicapai bila “Employee Engagement” masih belum optimal?

Istilah employee engagement diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menjelaskan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri. Keterikatan disini bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi juga secara emosional.

Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang “penuh dan positif” yang diberikan karyawan lembaga pendidikan (dosen/guru/ tenaga pendidikan) terhadap pekerjaan dan organisasi.

Beberapa pertanyaan:

  1. Bagaimana Employee Engagement Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  2. Bagaimana Motivasi Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  3. Bagaimana Komitmen Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  4. Bagaimana Kepuasan Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  5. Bagaimana Budaya Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
Tipe-Tipe Pegawai
  1. Engaged : pegawai yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya.
  2. Not engaged : pegawai yang menghabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi untuk organisasi.
  3. Actively disangaged : pegawai yang tidak hanya membenci pekerjaannya namun juga menutupi ketidak bahagiaanya.
Pengertian Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Bentuk Sikap pegawai
  • kejujuran dan integritas : selalu menjunjung tinggi sikap jujur serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
  • keterampilan interpersonal : mampu mendengarkan dan memahami orang lain. Mampu berkomunikasi dengan baik.
  • sikap positif : percaya diri, optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • keterbukaan : mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • menghargai & menghormati rekan kerja : mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
Pengertian Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari pegawai lembaga pendidikan. Job Involvement secara psikologis terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor yang mempengaruhi job involvement dalam lembaga pendidikan
  1. Aktif & proaktif berpartisipasi dalam pekerjaannya
  2. Memandang pekerjaannya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
  3. Membuktikan bahwa pekerjaannya sebagai yang utama
 
Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh pegawai (pimpinan dan bawahan) yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 
Pilar yang membangun Komitmen Organisasi
  • Rasa antusias
  • Rasa memiliki
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pegawai lembaga pendidikan menjadi “engaged”
  1. Feedback dan dialog berkala dengan pimpinan lembaga pendidikan (Rektor, Ketua, Kepala Sekolah)
  2. Hubungan kerja yang berkualitas/ harmonis antar rekan kerja
  3. Persepsi positif pegawai mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  4. Kejelasan informasi mengenai harapan atas pekerjaan dalam organisasi pendidikan
  5. Peluang dan peningkatan karier
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi (formal dan informal)

Silahkan diunduh Slide Presentasi dibawah ini:

(Employee Engagement dalam Organisasi Pendidikan)


Semoga ringkasan point-point singkat ini bermanfaat.

Salam hormat

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Pelatihan :

Pelatihan & Pendampingan


Kata kunci untuk penelusuran: employee engagement, komitmen pegawai, motivasi karyawan, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia, mutu pendidikan, spmi, standar spmi

 

Memberi Solusi bagi Pengembangan Mutu Pendidikan & SPMI

Gugus Kendali Mutu (GKM)

Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah sekelompok kecil karyawan (Dosen, Guru, Pegawai) yang terdiri dari 3-8 orang dari unit kerja/ pelaksana proses yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.


Power Point (PDF):

Gugus Kendali Mutu Institusi Pendidikan


Saat ini dalam lingkup Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), institusi pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) dapat meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu dengan menambahkan peran GKM (Gugus Kendali Mutu).

Baca juga: Kumpulan Artikel MSDM 1

Tentu tidak mudah untuk membangun Tim KGM yang handal, perlu komitmen, kesadaran mutu prima dan sistem manajemen yang tepat dengan didukung standar dan SOP yang benar.

Baca juga: Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

Nah.. bagaimana bentuknya, mekanisme kerjanya, tupoksinya? Silahkan diunduh file PPT pada tautan diatas.

Tetap semangat dan Salam Mutu…

Hormat kami,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu Pendidikan:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Kata kunci untuk memudahkan pencarian: Bimtek, Bimbingan Teknis, Quality Circle, GKM untuk Pendidikan, Gugus Kendali Mutu, Penjaminan Mutu Pendidikan, Nasional, SPMI, SPMP, Manajemen Mutu Terpadu, TQM, Team Work, Quality circle, Training Gugus Kendali Mutu, Pelatihan Gugus Kendali Mutu

TQM untuk Sekolah

TQM untuk Lembaga Pendidikan bag. 1

TOTAL QUALITY MANAGEMENT

“Mutu lebih menekankan pada kegembiraan dan kebahagiaan pelanggan dan bukan sekedar kepuasan pelanggan”

(Tony Henry, Rektor East Birmingham College, dikutip dalam Sallis dan Hingley,
Total Quality Management, 1992)

Begitu dalam makna  kutipan diatas. Agar manajemen dapat memahami filosofi penjaminan mutu yang benar, institusi pendidikan sangat dianjurkan untuk mendalami konsep Total Quality Management (TQM).

TQM memberikan falsafah dasar bagi pengembangan SPMI/ SPMP yang sekarang banyak dilakukan.

Berikut Slideshare materi TQM untuk diunduh :

TQM untuk Lembaga Pendidikan bag-1

Salam mutu dan kompak selalu,

mutupendidikan.com


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan :

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Kualitas

TQM, Biaya Pencegahan dan Biaya Kegagalan

Biaya Pencegahan & Biaya Kegagalan

Dear Pejuang Penjaminan Mutu Pendidikan dimanapun berada…

Berikut materi lanjutan TQM (Total Quality Management), yang membahas tentang “Biaya Pencegahan” dan “Biaya Kegagalan”. Dengan menyadari kedua jenis komponen biaya ini, Institusi Pendidikan diharapkan dapat mengelola kedua biaya tersebut agar dapat ditekan serendah mungkin. Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh materi pada tautan dibawah ini:

PDF TQM untuk Lembaga Pendidikan bag-5

Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training:

“Pelatihan Dokumentasi SPMI”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Kepemimpinan, budaya mutu & manajemen SPMI

Kepemimpinan, budaya mutu & manajemen SPMI


Tips Sukses SPMI #5:

“Pimpinlah! bila diperlukan seorang Pemimpin…”


Implemantasi SPMI memerlukan figure pemimpin yang dapat memandu kelompok (unit kerja) dengan baik. Lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) diharapkan dapat melaksanakan SPMI dengan baik sehingga mempu menjadi lembaga pendidikan yang terakreditasi unggul.

Apakah siap bila mendengar bahwa Anda mendapat tugas/amanah baru menjadi bagian dari tim di unit kerja baru? Apakah Anda menyadari bahwa konsensus akan menjadi metode pengambilan keputusan, dan selanjurnya bahwa “kepemimpinan” adalah proritas tinggi dalam Manajemen SPMI? Siapkah Anda memimpin tim Anda?

Mengapa dibutuhkan pemimpin, bukankah setiap orang dalam tim itu memiliki suara yang sama dan semua keputusan akan diambil sebagai kelompok? Jawabannya terletak dalam definisi kata “pemimpin”. Seorang pemimpin pada standar TQM adalah orang yang “memandu kelompok”. Ini tidak berarti “mengatur kerjaan kelompok” atau “mendikte kelompok”.

Seorang pemimpin dapat menjadi seorang anggota kelompok yang memiliki pengalaman pribadi atau keahlian teknis dalam bidangnya. Sebagai contoh, andaikan tim Anda diputuskan untuk mempublikasikan satu laporan berkala dua-bulanan, untuk mengkomunikasikan apa yang terjadi dalam departemen Anda kepada anggota lain dari institusi Anda. Salah satu dari anggota tim Anda cakap dalam dekstop publishing dan berharap ada “peran kepemimpinan yang memandu dalam membuat laporan berkala itu agar siap dicetak. Anggota tim lain memiliki ide-ide dan akan membantu membuat laporan berkala itu siap, tetapi orang yang mempunyai keahlian akan “memandu” kelompok melalui keputusan-keputusan yang perlu dilakukan menyangkut tata letak, dan selanjutnya barangkali akan bertanggung jawab untuk mengawasi bahwa itu sudah dilakukan dengan benar.

Inisiatif dan kesiapan untuk memimpin sangat diperlukan dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). SPMI tidak akan dapat berjalan baik bila tidak didukung Leadership yang kokoh. Ketrampilan untuk memandu anggota tim lain untuk bersama-sama mencapai target-target standar Dikti yang telah ditetapkan.

Ketrampilan Kepemimpinan dapat dilatih dan dikembangkan. Seorang pemimpin yang baik diharapkan memiliki lima karakteristik penting yakni:

  1. Mempunyai keterampilan komunikasi yang baik, pemimpin yang baik harus bisa menyampaikan ide-idenya secara ringkas dan jelas, serta dengan cara yang tepat. Mampu mengkomunikasikan target dan standar-standar SPMI dengan baik dan benar.
  2. Memiliki pengaruh positif, pemimpin yang baik memiliki pengaruh dan menggunakan pengaruh tersebut untuk hal-hal yang positif. Mampu menggerakkan dan memberi motivasi agar mampu melampaui target dan standar pendidikan (SNP) yang telah ditetapkan.
  3. Memiliki tanggung jawab seimbang, keseimbangan disini adalah antara tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Memahami manual PPEPP dalam mengembangkan dan meningkatkan Standar SPMI.
  4. Model peranan yang positif, peranan disini adalah tanggung jawab, perilaku, atau prestasi yang diharapkan dari seseorang yang memiliki posisi khusus tertentu. Menjadi role model dalam kelompoknya. Menjadi teladan dan panutan.
  5. Memiliki kemampuan untuk meyakinkan (mempersuasi) orang lain, pemimpin sukses adalah pemimpin yang dapat menggunakan keterampilan komunikasi dan pengaruhnya untuk meyakinkan orang lain terhadap sudut pandangnya serta mengarahkan mereka pada tanggung jawab total terhadap sudut pandang tersebut. Menetapkan metode dan cara-cara yang tepat dalam mencapai target standar mutu yang telah ditetapkan.

Praktek Latihan:

APAKAH ANDA SIAP MEMIMPIN?
  • Pikirkan tentang keahlian atau pengalaman yang Anda bawa ke dalam tim. Tuliskan satu atau dua bidang atau situasi di mana Anda dapat memimpin.
  • Bagaimana tim Anda menyeleksi orang untuk mengandaikan peran kepemimpinan pada satu proyek?

Demikan, semoga uraian singkat ini dapat bermanfaat…Aamiin Yaa Rabb.

Salam Mutu,

Admin

Mutupendidikan.com


Hubungi Customer Service Kami untuk:

Pelatihan/ workshop Kepemimpinan & Budaya Mutu SPMI


 

Membangun Tim Kerja budaya mutu SPMI

Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI

“Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI”


Tips Sukses SPMI #4:

“Bangun Budaya Saling Tolong Menolong dan Bersinergi…”


Membangun tim kerja yang handal merupakan keniscayaan dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Tolong menolong, bantu membantu merupakan tuntutan kerja yang tidak bisa diabaikan. Beban kerja yang berfluktuasi sesuai tanggal dan bulan-bulan tertentu, mengharuskan Anda untuk siap menolong dan siap ditolong.

Baca juga: Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target

“Sinergi” pencapaian Standar Pendidikan merupakan tuntutan dalam pelaksanaan SPMI. Menggabungkan kekuatan dan keahlian dari masing-masing anggota organisasi bertujuan untuk meningkatkan produktifitas & menumbuhkan sinergi positif. Membangun sinergi positif secara terus menerus merupakan bagian & tuntutan dari budaya organisasi. Apakah Anda siap memberi bantuan pada tim kerja Anda? Apakah pimpinan lembaga pendidikan telah merencanakan program sinergi dengan baik?

Kadang-kadang, sulit untuk menerima pertolongan/bantuan dari orang lain, karena Anda berpikir itu membuat Anda tidak efektif atau lemah. Dalam organisasi TQM, menawarkan dan menerima bantuan ketika diperlukan merupakan bagian dari budaya dan kerja tim. Konsep Lean & Agile (ramping dan lincah) merupakan menjadi suatu keharusan dalam lingkungan disrupsi seperti saat ini.

Tidak menerima bantuan dan kemudian menghadapi tenggat waktu atau harus mencari alasan karena tidak menyelesaikan satu tugas, tentu itu lebih tidak efektif dalam pekerjaan.

Meminta bantuan itu bukan stigma kegagalan, itu adalah suatu afirmasi bahwa Anda memiliki komitmen yang Anda buat pada tim Anda dan organisasi Anda. Anda ingin melihat bahwa tujuannya (Standar SPMI) tercapai, tenggat (target) waktunya terpenuhi, pekerjaan diserahkan sesuai janji. Sebagai anggota tim Anda dapat merasa bebas untuk meminta bantuan dan mengetahui  bahwa kemudian Anda akan sebaliknya dimintai bantuan juga.

Baca juga: Sukses SPMI, Jadilah Bagian Dari Solusi

Jika Anda menjumpai diri Anda sendiri terus-terus mencari bantuan dari orang lain, berbicaralah dengan penyelia Anda atau anggota tim lain tentang bagaimana Anda mungkin meningkatkan produktivitas Anda, atau mengorganisasikan beban kerja Anda. Dari sini akan dicari akar masalah dan direncanakan tindakan solusi yang tepat.

Periksalah apakah ada hal-hal berikut yang berlaku pada Anda:
  • Dalam pelaksanaan standar SPMI, apakah Anda terlalu banyak meminta bantuan unit lain (orang lain)?
  • Apakah proses perkiraan (target capaian standar) Anda terlalu optimis?
  • Apakah Anda membutuhkan beberapa bantuan menyangkut manajermen waktu?

Sekali lagi, meminta bantuan adalah langkah pertama dalam mengatasi ketidakefisian pekerjaan.

Bagaimana Budaya Tolong Menolong dalam Implementasi SPMI di tempat Anda?

Pikirkan tentang saat ketika Anda ingin meminta bantuan, tetapi masih prihatin tentang bagaimana orang lain akan melihatnya. Kapan Anda meminta bantuan dan ditolak? Mengapa itu terjadi?

Diskusi:

Diskusikan dalam tim Anda proses pemberian beban kerja dan permintaan bantuan jika dibutuhkan.

Demikan, uraian singkat tentang Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI, semoga bermanfaat.

___________________________________

mutupendidikan.com

Kunjungi: Pelatihan & Pendampinan


Hubungi Customer Service Anda untuk:

Outbound & Pelatihan Membangun Budaya Mutu Pendidikan /SPMI

Pelatihan SPMI & Membangun “Team Work” dalam Organisasi Pendidikan


Manajemen Waktu untuk sukses SPMI Lembaga Pendidikan

Manajemen Waktu untuk keberhasilan SPMI


Tips Sukses SPMI #3:

“Buatlah Daftar “Apa yang Harus Dilakukan” Setiap Hari”


Keberhasilan SPMI sangat terkantung dari sejauh mana pimpinan lembaga pendidikan dan kepala unit kerja berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan. Standar-standar Dikti, disusun sedemikian rupa bukan untuk sekedar pajangan atau memiliki dokumen dalam lemari, tetapi merupakan target indikator yang harus dicapai secara efektif dan efisien.

Untuk itu pembekalan “time management“, merupakan ketrampilan penting yang harus dimiliki segenap pimpinan lembaga pendidikan. Dengan manajemen waktu yang baik, tentu saja pemanfaatan waktu yang ada dapat dilakukan secara lebih produktif.

Penting untuk mendisiplinkan diri Anda agar selalu sesuai target setiap hari. Banyak dari kita membuat daftar ketika kita sudah kewalahan, tetapi tidak sungguh-sungguh untuk melakukannya ketika kita berhadapan hanya dengan masalah-masalah harian.

Daftar “apa yang harus dilakukan setiap hari (To Do List)” membantu Anda melihat bagaimana menghabiskan waktu Anda, apakah Anda mencapai atau tidak tujuan Anda. Waktu adalah satu hal yang tak pernah tampak cukup, dan itu harus dikelola dengan baik untuk digunakan secara bijaksana.

Dalam atmosfer perbaikan terus-menerus, daftar “apa yang harus dilakukan” merupakan satu potret dari tugas dan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Anda mungkin ingin menyimpan daftar harian Anda dalam sebuah buku catatan kecil atau kalender, sehingga Anda dapat menengok kembali dan melihat berapa banyak yang sudah Anda selesaikan selama satu periode waktu tertentu. Ini memberikan Anda kepercayaan bahwa Anda melakukan kemajuan dan bahwa perbaikan sudah merupakan satu proses yang berlanjut bagi Anda. Dapatkah Anda melihat bagaimana daftar harian itu dapat membantu Anda menjadi lebih terorganisir dan efisien?

Dalam situasi kerja Anda, hal macam apa yang akan ada pada daftar “apa yang harus dilakukan” setiap hari?

  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________

 

Dengan menggunakan contoh berikut, rancanglah sebuah “Daftar Apa yang Harus Dilakukan” yang dapat Anda salin dan gunakan untuk menjaga diri Anda tetap pada sasaran.

 

(Sampel)

DAFTAR APA YANG HARUS DILAKUKAN

Tanggal: _____________

___________________________________________________________________________

Prioritas Tugas Status/Selesai
1 Standar A In-Progress
2 Standar B Closed
3 Sasaran A Open
4 Sasaran B Closed
….. ….
….. ….

Dapatkah Anda melihat bagaimana sebuah daftar ‘apa yang dilakukan” mingguan bagi tim Anda, mungkin merupakan perluasan yang bermanfaat dari proses ini?

Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat…Aamiin.

Salam Mutu,

Admin

mutupendidikan.com


Hubungi Kami untuk:

Pelatihan & Pendampingan Membangun Budaya Mutu SPMI

Pelatihan Manajemen Waktu untuk Lembaga Pendidikan


 

Manajemen Keuangan dan Mutu Pendidikan

Manajemen Keuangan


Dapatkan Slideshare dibawah ini:

Manajemen Keuangan


Tidak ada organisasi yang berbasis profit maupun sosial dapat bertahan atau bahkan berjalan setiap hari tanpa biaya dan pendekatan manajemen keuangan yang profesional. Topik ini sangat penting, hingga sulit mencari rangkaian manajemen yang tidak melibatkan bagian keuangan, hal ini bukan berarti bahwa setiap manajer harus ahli dalam hal keuangan tetapi paling tidak harus memahami anggaran, pengeluaran, cara pendapatan diperoleh, dan mengetahui cara penyusunan biaya organisasi.

Pada materi ini terdapat beberapa model penawaran dan permintaan ekonomi sederhana yang menunjukkan penjualan dan pendapatan yang harus diingat ketika manajer menjalankan perencanaan bisnis, pengembangan produk baru, dan pengembangan bisnis sebagai bagian dari rencana strategis jangka panjang perusahaan. Dalam banyak kasus, manajer sering ditugaskan untuk mengidentifikasi penghematan biaya lewat perbaikan proses dan peningkatan efisiensi atau lewat pengurangan biaya bahan dan sumber daya. Terdapat sejumlah pilihan terbuka untuk mereka yang diminta menekan biaya dan salah satu model itu memberikan beberapa petunjuk tentang cara pendekatan relatif ini dibandingkan.

Selain model ekonomi sederhana, materi ini biasanya juga membahas rasio keuangan standar yang dapat digunakan untuk mengawasi kinerja organisasi, lebih dari itu rasio ini dianggap sebagai petunjuk pentingmengenai kesehatan keuangan perusahaan.

Akuntansi dan Keuangan menunjukkan tiga subjek yang berbeda tetapi saling berhubungan:

  • Akuntansi keuangan, yang menggabungkan manajemen keuangan yang mencakup desain dan manajemen sistem catatan saldo bank dan saldo kas, pemasukan, pembayaran, dan bermacam-macam aset dan kewajiban
  • Akuntansi biaya dan manajemen, yang melibatkan pemenuhan kebutuhan informasi manajemen. Akuntansi ini berfungsi membantu pembuatan pengambilan keputusan, sebagai contoh: merencanakan kinerja ekonomi organisasi, mngendalikan biaya, dan meningkatkan kemampulabaan.
  • Pemeriksaan internal maupun eksternal, untuk memastikan kesesuaian dan pengaturan yang selaras dengan proses perusahaan dan pemeriksaan eksternal guna menguji keberadaan, kepemilikan, dan basis penilaian aset dan investasi tetap.
PROSES KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

            Model ini menunjukkan cara tujuan berhubungan dengan pengambilan keputusan  melalui pengumpulan data dan tugas alternative keuangan dan non keuangan.Meskipun model ini membahas tentang pengambilan keputusan  investasi  modal dan berasal dari badan professional UK yang bernama CIMA, model ini juga menunjukkan keterkaitan dengan strategi perusahaan dengan lingkungan internal dan eksternal.

MEMAHAMI PRODUK/JASA MODEL FOKUS STRATEGI

            Tanpa harus meningkatkan harga, kemampuan labaan jangka panjang dapat dicapai melalui dua cara, pada dasarnya dengan penjualan produk atau jasa yang lebih banyak atau peningkatan efesiensi.

PROYEKSI ARUS KAS KONTRAK MANAJEMEN PELUNASAN BERTAHAP

Proyeksi arus kas menunjukkan arus pendapatan yang berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada nilai tinggi atau proyek dengan waktu yang lama, pendekatan yang biasa untuk penyusunan kontrak ini adalah harus memiliki filosofi pembayaran pelunasan bertahap yang berusaha memadukan biaya dan pedapatan untuk mengurangi peminjaman dana dari penyediaan dank arena itu, biaya keselurhannya akan berkurang bagi klien.

Analisis rasio keuangan

Terdapat sejumlah pendekatan standar untuk melaksanakan analisis keuangan perusahaan dan rasio dan perhitungan di bawah ini akan sering muncul dalam penilaian apapun atas komitmen terkini dan sebagai petunjuk terhadap potensi kinerja.

PENDEKATAN PENGURANGAN BIAYA
  1. Pengeluaran Bebas adalah tidak berkepanjangan dan biaya merangkak naik karena peraturan untuk pengeluaran menjadi banyak dan sistem mengendur.
  2. Pengurangan Biaya adalah menampilkan Lompatan yang cepat tetapi merangkak kembali selama periode waktu tertentu, tetapi tidak mencapai level awal.
  3. Pengurangan berbasis proses menampilkan Pengurangan bertahap dari pengenala proses baru.
  4. Manajemen laba berbasis aktivitas adalah Penetapan biaya berbasis aktivitas

Demikian uraian singkat ini, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan Manajemen Mutu Pendidikan

Pendampingan & Pengelolaan Standar Pembiayaan

%d blogger menyukai ini: