• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan

Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan dan SPMI

Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan


Dapatkah Slideshare di bawah ini:

TUJUAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN


Penentuan tujuan merupakan langkah pertama dalam membuat perencanaan. Penentuan rencana tersebut untuk mengarahkan setiap gerak organisasi agar efektif dan efisiensi. Setiap organisasi memiliki tujuan yang hendak semakin tinggi tujuan yang hendak diraih, kadang manusia sangatlah sederhana dan konkret, yaitu hanya ingin terpenuhi sandang, pangan dan papan.

Maslow membagi tingkat kebutuhan manusia menjadi lima yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis.
  2. Kebutuhan rasa aman.
  3. Kebutuhan cinta dan dimiliki.
  4. Kebutuhan dihargai.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri
TUJUAN AKHIR PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Dalam pasal 2 ayat (1) Permendiknas No.63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan dinyatakan bahwa tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa salah satu cita-cita pendiri Negara Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Makna ‘Cerdas’ dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) mencakup budi dan tubuh. Kata cerdas memiliki dua arti,  yaitu sempurna perkembangan akal budinya dan sempurna pertumbuhan tubuhnya. Orang cerdas berarti orang yang berkembang akal budinya secara sempurna. Orang tersebut memiliki daya piker yang tajam. Selain itu, orang yang cerdas juga orang yang sempurna dalam pertumbuhan tubuhnya. Tubuhnya sehat dan kuat sehingga dapat digerakkan secara sempurna.

Pasal 4 ayat 1 Tahun 2009
  1. Mutu keimanan, ketakwaan, akhlak, budi pekerti dan kepribadian.
  2. Kompetensi intelektual, estetik, psikomotorik, kinestetik, vokasional, serta kompetensi kemanusiaan lainnya sesuai dengan bakat, potensi dan minat masing-masing.
  3. Muatan dan tingkat kecanggihan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang mewarnai dan memfasiltasi kehidupan.
  4. Kreativitas dan inovasi dalam menjalani kehidupan.
  5. Tingkat kemandirian serta daya saing dan kemampuan untuk menjamin keberlanjutan diri dan lingkungannya.
TUJUAN ANTARA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Untuk mencapai tujuan akhir maka diterapkanlah tujuan antara penjaminan mutu pendidikan. Dalam pasal 2 ayat 2 Permendiknas No. 63 tahun 2009 dinyatakan bahwa tujuan antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SMPM termasuk sebagai berikut:

  1. Terbangunnya budaya mutu pendidikan formal, non formal dan informal.
  2. Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan non formal pada satuan pendidikan
  3. Diterapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan non formal.
  4. Terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan non formal yang dirinci menurut provinsi, kabupaten atau kota dan satuan program pendidikan.
  5. Terbangunnya system informasi system mutu pendidikan formal dan non formal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal, terpadu dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi dan pemerintah.
Terbangunnya budaya mutu pendidikan

Perubahan yang dinamis mempunyai dampak yang luar biasa terhadap kehidupan pendidikan. Perubahan mendasar yang mengarah kepada peningkatan kreativitas,  inovasi, orientasi baru menuntut perubahan  budaya dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan harus mampu menentukan kebijakan mutu yang  jelasdan membudayakan. Dengan adanya kebijakan mutu yang membudaya atau lembaga diharapkan tumbuh kemandirian lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan yang meningkat berarti pelayanan kebutuhan dan perkembangan peserta didik dapat diberikan secara professional.

Delapan elemen dalam membangun budaya mutu
  1. Etika
  2. Integritas
  3. Kepercayaan
  4. Pelatihan (Trainning)
  5. Kerja sama tim
  6. Kepemimpinan
  7. Komunikasi
  8. Penghargaan
Tiga jenis tim yang diadopsi untuk membangun budaya mutu
  1. Tim perbaikan mutu (Quality Improvement Teams)
  2. Tim penyelesaian masalah (Problem Solving Teams)
  3. Tim kerja biasa (Natural Work Teams)
Prinsip-Prinsip seorang pemimpin
  1. Teguh dalam tujuan tetapi fleksibel dalam
  2. Berdo’a dan
  3. Kejujuran lebih berharga dari pada setumpuk
  4. Jer basuki mawabeya
  5. Just do it.
  6. Less is more
  7. Kembali ke sistem.
Tahapan untuk melakukan perubahan budaya mutu dalam organisasi
  1. Identifikasi perubahan yang dibutuhkan
  2. Tulis rencana
  3. Mengembangkan rencana perubahan
  4. Memahami proses transisi emosional
  5. Mengidentifikasi orang yang berpengaruh dan buat mereka menjadi
  6. Lakukan pendekatan persuasive
  7. Terapkans trategi pengenalan
PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB YANG JELAS DAN PROPORSIONAL

Pembagian tugas dan tanggung jawab antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat merujuk pada PP No.38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah antara pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Dalam pasal 2 disebutkan bahwa urusan pemerintah yeng menjadi wewenang pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional, serta agama. Semua urusan pemerintah diluar itu di bagi bersama antar tingkat dan susunan pemerintah. Urusan pemerintah diluar kewenangan pemerintah pusat terdiri atas 3 bidan urusan pemerintah yang salah satunya ialah bidang pendidikan

DITERAPKANNYA SECARA NASIONAL ACUAN MUTU

Dalam penjaminan mutu pendidikan diperlukan adanya acuan mutu yang jelas. Acuan tersebut dapat berlaku secara nasional. Acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan memiliki tiga tingkatan mutu, yaitu:

  1. Standar pelayanan Minimal
  2. Standar Nasional Pendidikan
  3. Standar Mutu pendidikan diatas SNP.

SPM diterapkan oleh menteri. Standar mutu pendidikan diatas SNP dapat juga berupa standar mutu berbasis keunggulan local atau standar mutu yang mengadopsi dan mengadaptasi standar internasional tertentu. SPM berlaku untuk satuan atau program pendidkan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi.

 

TERPETAKANNYA SECARA NASIONAL MUTU PENDIDIKAN

Pemetaan mutu pendidikan berperan sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan. Pemetaan menyajikan data yang dibuat berdasarkan hasil penelitian. Pemetaan dirinci mulai dari sekolah, kabupaten/kota, provisi, sampai dengan tingkat nasional. Pemetaan mutu pendidikan menunjukkan kondisi nyata tentang kualitas pendidikan. Kondisi nyata tersebut menjadi titik tolak pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, pemetaan pendidikan sangat berguna bagi pemegang kebijakan untuk membuat keputusan.

Pemetaan pendidikan secara nasional dapat ditempuh dengan berbagai macam cara. Misalnya:

  1. Mengadakan evaluasi pencapaian kompetensi siswa.
  2. Evaluasi tingkat pemenuhan delapan standar nasional pendidikan
TERBANGUNNYA SISTEM INFORMASI MUTU PENDIDIKAN

Penjaminan mutu pendidikan diharapkan membangun sistem informasi pendidikan. Sistem ini menyajikan informasi yang berkualitas  terkait sangat penting karena informasi merupakan bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan strategis, keputusan taktis, maupun keputusan teknis. Informasi haruslah memiliki tingkat relevansi dan akurasi yang tinggisertaketepatanwaktu.Olehkarenaitu, perlu adanya sistem informasi yang memanfaatkan teknologi yang mutakhir. Sehingga sistem tersebut dapat menghubungkan sekolah dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Tiga Aktivitas dasar sistem informasi
  1. Aktivitas input
  2. Aktivitas proses
  3. Aktivitas output

Pengelolaaan data menjadi informasi awalnya adalah manusia. Dunia memberikan data yang sangat komplek dan organisasi membutuhkan informasi yang tidak sedikit. Dengan kemampuannya yang terbatas, manusia tidak dapat menerima banyak data dan mengelolahnya serta menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi. Keterbatasan manusia kemudian ditutupi oleh teknologi komputer sebagai sebuah sistem informasi. Keunggulan–keunggulan komputer dibandingkan manusia ialah tingkat akurasinya tinggi, efesiensi terhadap penggunaan sumber daya manusia, tidak pernah lelah dan mudah digunakan sewaktu-waktu.

Demikian, semoga uraian singkat ini bermanfaat, terima kasih.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan SPMI

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 8-11 Oktober 2019, Neo Hotel, Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...
Avatar
admin

MOTTO: Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Mutu Pendidikan di Indonesia

Leave a Reply