• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tag Archive SPMP

Mutu Pendidikan dan Manajemen konflik

SPMI & Manajemen Konflik


Silahkan diunduh Slideshare dibawah ini:

SPMI & Manajemen Konflik


Pentingnya mengelola konflik untuk keberhasilan SPMI…

mutupendidikan.com – Setiap organisasi selalu memiliki tujuan, proses-proses dan sumber daya. Dalam mengelola hal tersebut seringkali manajemen dihadapkan dengan situasi konflik yang menuntut untuk diselesaikan secara konstruktif, baik itu konflik antar individu, antar kelompok, maupun antar organisasi.

Lembaga pendidikan yang mengembangkan SPMI tentu saja juga akan menghadapi situasi konflik yang tidak nyaman. Lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) perlu mengembangkan teknik-teknik manajemen konflik yang fungsional sehingga konflik tersebut dapat diselesaikan secara kondusif dan mampu mendorong pencapaian sasaran organisasi dengan baik.

Konflik adalah satu proses yang dimulai jika satu pihak beranggapan bahwa pihak lain secara negatif telah mempengaruhi secara negatif (Robbins dalam Munandar, 2001). Manajemen Konflik merupakan hal yang sangat penting dalam implementasi SPMI. Jika konflik dikelola secara sistematis dapat berdampak positif yaitu, memperkuat hubungan kerja sama, meningkatkan kepercayaan dan harga diri, mempertinggi kreativitas dan produktivitas, dan meningkatkan kepuasan kerja.

Tujuan manajemen konflik adalah untuk mencapai kinerja yang optimal dengan cara memelihara konflik tetap fungsional dan meminimalkan akibat konflik yang merugikan. Mengingat kegagalan dalam mengelola konflik dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi, maka pemilihan teknik pengendalian konflik menjadi perhatian pimpinan organisasi.

Manajemen Konflik

Mengelola konflik berarti kita harus meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka pencapaian sasaran secara efektif & efisien. Mengelola konflik perlu skala prioritas, agar tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi & integrasi antar fungsi/divisi dalam organisasi

3 Hal pokok dalam konflik

3 hal pokok yang perlu di perhatikan dalam manajemen konflik adalah:

  1. KONFLIK berkaitan dengan PERILAKU terbuka, bisa muncul karena adanya ketidaksetujuan antar individu & kelompok yang dibiarkan memuncak.
  2. KONFLIK muncul karena ada 2 PERSEPSI yang berbeda
  3. ADANYA PERILAKU yg dilakukan secara sadar oleh salah satu pihak UNTUK MENGHALANGI tujuan fihak lain

4 strategi penyelesaian konflik

4 Strategi yang dapat dilakukan dalam mengelola konflik adalah Menghindar, Memperhalus, Memaksa dan Berkolaborasi. Pengertian masing-masing adalah sebagai berikut:

  1. Menghindar (Denial) : menarik diri secara fisik dan mental dari konflik yang terjadi
  2. Memperhalus (smoothing) : mengakomodasikan kepentingan pihak lain
  3. Memaksa (fight) : menggunakan taktik kekuasaan untuk memenangkan konflik
  4. Kolaborasi : menghadapi konflik secara langsung dan menyelesaikannya dengan cara memuaskan semua pihak.

Untuk penjelasan detailnya silahkan diunduh file slideshare dibawah ini:


Silahkan diunduh Slideshare dibawah ini:

SPMI & Manajemen Konflik


Demikian, semoga materi singkat ini bermanfaat…

Salam mutu,

mutupendidikan.com

pelatihan & pendampingan


Untuk In-house training “SPMI & Manajemen Konflik dalan Organisasi”
Hubungi Customer Service kami

Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: Konflik dalam lembaga pendidikan, Konflik di perguruan tinggi, konflik di sekolah, konflik di madrasah, SPMI, TQM, ISO 21000, Manajemen Konflik, Conflict Management, Konflik yang fungsional, Konflik organisasi, Pelatihan, Training, In-house Training

Permasalahan Pendidikan & manajemen mutu

Kendala utama implementasi SPMI


Dapatkah Slideshare disini:

Quo Vadis SPMI


Tidak sedikit lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) yang menerapkan sistim penjaminan mutu SPMI, tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Program penjaminan mutu telah dilaksanakan, perangkatnya telah disiapkan, dokumennya telah dibangun, investasi jutaan rupiah telah dikeluarkan, namun perbaikan mutu yang diharapkan tidak kunjung dapat dirasakan dan tidak ada perubahan signifikan, bahkan tragisnya semua pelaksana menjadi apatis, mengapa hal ini dapat terjadi?

Dari begitu banyak problem/ kendala implementasi SPMI diantarannya adalah sbb:

  • Lemahnya komitmen dari otoritas institusi pendidikan (PT, Sekolah dan Madrasah)
  • Lemahnya dasar hukum untuk menjamin legalitas pelaksanaan SPMI-PT & SPMP Sekolah /Madrasah.
  • Gaya kepemimpinan yang kurang optimal
  • Keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM pada PT/ Sekolah yang paham tentang SPMI/SPMP secara utuh dan benar.
  • Ketidak-pedulian dari para pemangku kepentingan internal tentang pentingnya budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • Budaya penolakan (resistance) yang kuat terhadap setiap perubahan, termasuk perubahan ke arah perbaikan mutu, dari pejabat struktural, dosen, guru maupun tenaga kependidikan.
  • Kelemahan dalam sosialisasi terhadap seluruh pemangku kepentingan, termasuk juga kesalahan strategi pengelolaan organisasi.
  • Sikap dan pendapat bahwa tanggungjawab untuk menjamin, meningkatkan, dan membudayakan mutu hanya terletak pada Pimpinan atau para pejabat struktural, dan bukan pada setiap individu yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
  • Kelemahan dalam merumuskan isi kebijakan, standar dan manual SPMI/SPMP, termasuk kelemahan dalam perumusan indikator Sasaran keberhasilan yang terukur.
  • Ketidak-siapan sarana dan prasarana di bidang teknologi informasi.

Bagi kawan2  yang berminat mempelajari lebih dalam, silahkan diunduh file berikut ini:


Klik disini:

Quo Vadis SPMI/ SPMP.


Demikian sekilas informasi, semoga bermanfaat dan salam mutu…

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Ingin mengenal SPMI lebih dalam? Klik tautan dibawah ini:

Mutu Pendidikan


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan

“Membangun Budaya Mutu”

(Customer Service) 


Kata kunci untuk membantu penelusuran: Kaizen, Improvement, Perbaikan, SPMI, SPMP, Budaya Mutu, Penjaminan Mutu, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah, Quo vadis, Komitmen, Resistence, Sosialisasi, Instrumen, Metode, peningkatan mutu pendidikan, kendala utama implementasi SPMI, bimtek spmi, workshop sistem penjaminan mutu internal

Motivasi SPMI

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu


Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) pegawai dalam menghadapi situasi kerja di dalam organisasi (lembaga pendidikan). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri pegawai/karyawan/guru/dosen yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi (lembaga pendidikan). Sikap mental pegawai yang pro dan positif terhadap situasi-kondisi kerja itulah yang memperkuat motivasi pegawai untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.

Secara umum, teori-teori motivasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu teori motivasi dengan pendekatan isi/kepuasan (content theory), teori motivasi dengan pendekatan proses (process theory) dan teori motivasi dengan pendekatan penguatan (reinforcement theory)

Teori-teori tersebut dapat diimplementasikan pada berbagai bentuk lembaga pendidikan, baik Perguruan Tinggi, Sekolah maupun madrasah. Penerapan teknik motivasi yang sesuai akan dapat meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan kualitas Sistem manajemen Mutu pendidikan dan membantu membangun Budaya Mutu pendidikan dan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

Untuk memahami lebih dalam tentang teori-teori motivasi, berikut dapat di unduh materi SlideShare berikut ini:


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu


Demikian, semoga bermanfaat dan berkah selalu.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Teori Motivasi Maslow / Hirarki Kebutuhan Maslow / ERG dari Alderfer / Teori Keadilan dari Adams / Teori Penguatan / Teori X dan Y McGregor / Teori Kebutuhan McClelland / Budaya Mutu / Perbaikan Berkelanjutan

Memberi Solusi bagi Pengembangan Mutu Pendidikan & SPMI

Gugus Kendali Mutu (GKM)


Silakan di unduh:

Gugus Kendali Mutu Institusi Pendidikan


GKM adalah sekelompok kecil karyawan (Dosen, Guru, Pegawai) yang terdiri dari 3-8 orang dari unit kerja/ pelaksana proses yang sama, yang dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.

Saat ini dalam lingkup Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), institusi pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) dapat meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu dengan menambahkan peran GKM (Gugus Kendali Mutu).

Tentu tidak mudah untuk membangun Tim KGM yang handal, perlu komitmen, kesadaran mutu prima dan sistem manajemen yang tepat dengan didukung standar dan SOP yang benar.

Nah.. bagaimana bentuknya, mekanisme kerjanya, tupoksinya? Silahkan diunduh file PPT berikut ini:

Gugus Kendali Mutu Institusi Pendidikan

Tetap semangat dan Salam Mutu…

Hormat kami,

mutupendidikan.com

 


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu Pendidikan:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Kata kunci untuk memudahkan pencarian: Bimtek, Bimbingan Teknis, Quality Circle, GKM untuk Pendidikan, Gugus Kendali Mutu, Penjaminan Mutu Pendidikan, Nasional, SPMI, SPMP, Manajemen Mutu Terpadu, TQM, Team Work, Quality circle, Training Gugus Kendali Mutu, Pelatihan Gugus Kendali Mutu

Kebijakan SPMI dan Permasalahannya

Kebijakan SPMI adalah dokumentasi/ pedoman tertulis berisi garis besar penjelasan  tentang bagaimana suatu institusi pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) memahami, merancang, dan melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sehingga terwujud budaya mutu pada Institusi tersebut.

Manfaat adanya kebijakan mutu antara lain:

  • Menjelaskan kepada para stakeholder, tentang pedoman SPMI yang dimiliki institusi, secara ringkas padat dan menyeluruh.
  • Menjadi pedoman dasar atau ‘payung’ bagi seluruh standar, manual, dan formulir SPMI.
  • Membuktikan bahwa SPMI  yang dimiliki telah terdokumentasikan.

Untuk memahami pengertian, fungsi dan berbagai permasalahan terkait pembuatan Kebijakan Mutu SPMI Perguruan Tinggi/ sekolah/ Madrasah, silahkan diunduh materi powerpoint berikut ini:

Klik disini:

PPT Kebijakan SPMI

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan dan Pendampingan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk In-House Training Pengembangan Dokumen SPMI
Hubungi Customer Service Kami

 

Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal

Temuan Positif & Negatif

Ketika melakukan audit dalam kegiatan AMI, seringkali auditor mendapatkan beberapa temuan (finding). Jenis temuan tersebut dapat bervariasi, seperti:

  1. Temuan Positif
    • Good Practice; Prestasi
    • Conformities; kesesuaian
  2. Temuan negatif
    • Ketidak sesuaian; Non-conformities (NC)
      • Major (berat)
      • Minor (ringan)
  3. Observasi (OB)
    • Peluang untuk perbaikan (Opportunities for Improvement)
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Berat adalah:
  • KTS yang mengancam sertifikasi, akreditasi atau registrasi.
  • KTS yang berpengaruh besar terhadap kualitas produk/pelayanan PT
  • KTS yang menyebabkan risiko kehilangan konsumen/ mahasiswa
  • KTS yang merupakan ancaman/ gangguan terhadap kegiatan atau para pelaksana dalam organisasi.
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Ringan adalah:
  • KTS yang mudah diperbaiki/diralat
  • KTS yang tidak secara langsung mempengaruhi kualitas produk/pelayanan.
  • KTS yang tidak menghambat perolehan sertifikasi/akreditasi/ registrasi.
Baca juga: 12 Kendala Pelaksanaan Audit Mutu Internal

Bagaimana penjelasan detail dari masing-masing temuan audit diatas ?

Bagaimana cara mencatat temuan audit  dengan benar ?

Bagaimana cara menulis PTK (Permintaan Tindakan Koreksi) ?

Untuk mengenal lebih dalam tentang temuan-temuan audit dan aspek-aspeknya, silahkan diunduh file Slideshare berikut ini:


Klik Tautan dibawah ini:

Jenis Temuan dalam AMI


Semoga bermanfaat & salam mutu…

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI & AMI


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
“Audit Mutu Internal”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan /Pelatihan Kerja / TQM / PDCA / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model / Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan / Monitoring /  Pengembangan / Training / Training Center /Temuan Audit / Audit Mutu Internal / Temuan Mayor / Temuan Minor


Ciri ciri sekolah bermutu

13 Ciri-Ciri Sekolah Bermutu


Dapatkan SlideShare ppt disini:
>>> Ciri-Ciri Sekolah Bermutu <<<

13 ciri-ciri sekolah bermutu menurut para Ahli, yaitu:
  1. Sekolah yang selalu fokus pada keinginan dan kebutuhan konsumen, baik itu konsumen internal, maupun konsumen eksternal.
  2. Sekolah yang berkomitmen kuat untuk senantiasa memberikan yang terbaik dan bertindak benar sejak awal kegiatan. Dengan demikian sudah diantisipasi munculnya kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi.
  3. Sekolah yang melakukan investasi pada bidang sumber daya manusia secara tepat, sehingga memperoleh kualitas SDM yang benar-benar unggul.
  4. 4.Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
  5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya
  6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
  7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
  8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
  9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horizontal.
  10. Sekolah memiliki strategi jangka panjang, jangka menengah  dan jangka pendek. Sekolah memiliki kriteria evaluasi yang jelas.
  11. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
  12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
  13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan.

Demikan sekilas informasi tentang ciri-ciri sekolah bermutu, bagaimana pendapat Anda?

Tetap Semangat dan Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Free Slideshare “Membangun Budaya Mutu”
Silahkan Klik (disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training

Dapatkan informasi terkait: Pelatihan, In-House Training,  Pengembangan Mutu Pendidikan, Pelatihan SPMI dan AMI, Budaya Mutu.

Audit Mutu

Checklist Pembuatan Laporan Audit

Assalaamu’alaikum. Wr.Wb.

Dear Penggerak SPMI/SPMP yang berbahagia, salam mutu…

Laporan audit yang lengkap dan komprehensif, akan memberikan manfaat besar bagi organisasi / manajemen. Dengan laporan yang lengkap dan komprehensif, maka manajemen lembaga pendidikan akan memperolah data-data yang lengkap untuk mengambil langkah-langkah tindakan perbaikan yang diperlukan.

Tautan penting: E-learning Audit Mutu Internal Pendidikan

Daftar periksa (Checklist) berikut diharapkan dapat membantu Tim Audit untuk mengetahui apa saja yang perlu di dipersiapkan dalam menyusun laporan hasil Audit Mutu Internal yang baik. Untuk mendapatkannya, silahkan diunduh disini:

Checklist Pelaporan Audit Mutu Internal AMI SPMI

“Tetaplah semangat untuk membangun sistem manajemen mutu pendidikan yang efektif dan efisien”

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Pelatihan Leadership

TQM & Leadership


Dapatkan Slideshare disini:
TQM & Leadership

Peran Kepemimpinan (leadership), sangat krusial dalam membangun iklam manajemen mutu bagi lembaga pendidikan. Tanpa gaya kepemimpinan yang tepat, upaya menuju CQI (Continous Quality Improvement) akan sulit dilakukan.

Berikut materi presentasi terkait peran penting kepemimpinan dalam dalam program TQM. Materi presentasi kali ini disajikan dalam bahasa Inggris yang membahas tentang: TQM Basic Concepts, Criteria, Characteristic of Leadership, Core Values, Shared Values, Effective Leadership dll.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com

Pendidikan & Pelatihan


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan / Pengembangan / Training / Training Center /Pelatihan Kerja / TQM / Biaya  / Kualitas / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model /Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan / Kepemimpinan / Kepala Sekolah / Rektor / Dekan / Leadership /  pelatihan tqm

Mutu Pendidikan Indonesia SNP

Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP

CATAT JADWAL BERIKUT:
  1. Tgl 18-19 Mei 2018, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  2. Tgl 19-20 Oktober 2018, Hotel di Malang Jawa Timur

Dapatkan poster disini


Dalam era global seperti saat ini, Perguruan Tinggi/ Sekolah/Madrasah sebagai suatu organisasi, harus dikelola secara lebih tersistem. Membangun sistem berarti membangun SOP (Standard Operating Procedure). SOP berfungsi mengintegrasikan masing masing bagian/unit kerja agar bisa bersinergi mencapai sasaran organisasi. Membangun SOP ternyata bukan pekerjaan yang mudah, perlu proses yang panjang, mulai membentuk tim, mendesain isi, uji coba dan pengesahannya.

Dengan adanya SOP yang komprehensif, simpel dan ter-update, kesalahan komunikasi akan dapat dihindari, konflik kerja akan dapat diminimalkan dan pada akhirnya target mutu dan kinerja lembaga pendidikan (terakreditasi BAN-PT/ BAN-S/M atau LAM) akan dapat diraih sesuai harapan stakeholder.

 

Sasaran Pelatihan SOP
  1. Peserta memahami dan mengerti dasar-dasar kegunaan/manfaat SOP untuk Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah
  2. Peserta memahami dan mengerti metode, prinsip dan teknik pembuatan SOP
  3. Peserta memahami dan mengerti pedoman pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan Institusi Pendidikan

 

Metode Pelatihan SOP

Pelatihan ini dirancang berbentuk kelas kecil, maksinal 20 peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, studi kasus, workshop, dan konsultasi interaktif. Tersedia fasilitas E-learning untuk melengkapi bahan pelatihan.

 

Garis Besar Materi Pelatihan SOP
  1. Perguruan Tinggi/sekolah/madrasah sebagai entitas lembaga pendidikan yang sistemik
  2. Praktek-praktek baik lembaga Pendidikan yang sehat
  3. Hubungan antar muka (interface relationship) internal organisasi, sdm, dan proses-proses pekerjaan yang menyertainya.
  4. Analisis hirarki organisasi, job description, budaya kerja dan sistem pengambilan keputusan organisasi.
  5. Analisis strategi, kebijakan sebagai dasar pembuatan SOP
  6. SOP sebagai bagian dari Dokumentasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  7. Menyusun SOP lembaga pendidikan melalui evaluasi proses kerja dan evaluasi hubungan antar fungsi
  8. Metode menyusun dan menulis SOP
  9. Menyiapkan Tim Penyusun SOP, model koordinasi struktural ataupun fungsional, dan menyiapkan mekanisme revisi SOP
  10. Proses sosialisasi SOP, uji coba, monitoring, revisi, dan pengesahan.
  11. Diskusi dan studi kasus berbagai contoh-contoh SOP.

 

Sasaran Peserta

Pimpinan PT, Rektor, ketua, Direktur, Kepala Sekolah, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Staf SPMP, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder.

Durasi dan Jadwal Pelatihan Penyusunan SOP

Pelatihan dilaksanakan 2 hari mulai pukul : 09.00 s.d 17.00 WIB

Fasilitator Pelatihan:

Kunjungi halaman berikut: Tentang Kami

Biaya Investasi:
  1. Rp. 1.600.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 1.400.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
Fasilitas Pelatihan:

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break


 Untuk informasi Pelatihan/ In-house Training/Pendampingan, Hubungi:

Customer Service Anda (klik disini)


Dapatkan Informasi Terkait: Standard Operating Procedure, Pelatihan Pembuatan Prosedur Kerja, Training SOP, Instruksi Kerja, Work Instruction, Menulis Prosedur Kerja, Work Instruction, Standard Operating Procedure, Manual Prosedur, Quality Procedure, Pelatihan Pembuatan SOP, Lokakarya Pembuatan Prosedur SOP, Juknis SOP, Petunjuk Teknis SOP