• + SMS/WA: +628123070905
  • info@mutupendidikan.com

Tag Archive SPMI

Ikutilah Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

CATAT JADWAL BERIKUT:
  1. Tgl 10-13 April 2019, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  2. Tgl 6-9 Mei 2019, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  3. Tgl 26-29 Juni 2019, Hotel Alia Cikini Jl. Cikini Raya No.32, Menteng, Jakarta Pusat
  4. Tgl 10-13 Juli 2019, Harris Hotel Raya Kuta Jl. Raya Kuta No. 83E Kuta, Bali

* Jadwal diatas InsyaAllah akan running apabila jumlah peserta minimal 7 orang


Dapatkan Poster disini

Follow Instagram: @mutupendidikan


MEMBANGUN SPMI & AMI YANG UNGGUL UNTUK PERGURUAN TINGGI

TUJUAN PELATIHAN

Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi agar dapat memahami konsep SPMI & Total Quality Management (TQM) secara tepat. Peserta akan dibimbing merumuskan filosofi Continuous Improvement kedalam berbagai dokumen SPMI yang meliputi Kebijakan Mutu, Manual Mutu PPEPP, Prosedur dan formulir.

Institusi Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjalankan kegiatan Audit Mutu Internal secara periodik. Untuk itu jumlah dan kualitas tenaga Auditor yang dimiliki harus senantiasa ditingkatkan. Kompetensi Auditor  perlu ditingkatkan secara terus menerus agar hasil audit (AMI) yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah  yang maksimal bagi organisasi.

 KEUNIKAN PELATIHAN INI
  1. Penerapan “Kelas Kecil”, sehingga memungkinkan interaksi dan diskusi yang maksimal
  2. Diperbanyak praktek dan latihan pembuatan dokumen
  3. Bonus materi tambahan integrasi antara SPMI dengan ISO 9001:2015
  4. Undangan diskusi online group WA pasca pelatihan
  5. Akses gratis fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan (Pengembangan SPMI, Audit Mutu Intrnal, Membangun Budaya Mutu, ISO 9001:2015)
SASARAN  PELATIHAN

Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada hari 1 dan 2, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami filosofi SPMI, TQM dan Continuous Improvement.
  2. Memahami fungsi dan peran penting berbagai dokumen SPMI.
  3. Mampu menyusun Standar Mutu, Kebijakan Mutu, Manual Mutu, ProsedFasilitasur Mutu dan Formulir.
  4. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku sesuai standar Dikti.

Setelah mengikuti pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) pada hari ke 3 dan 4, peserta diharapkan dapat:

  1. Mampu melaksanakan audit mutu internal secara profesional, independen, dan objektif;
  2. Mampu mengidentifikasi bahwa kegiatan akademik telah/belum sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan; dan
  3. Mampu mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkan secara berkelanjutan.
MATERI PELATIHAN HARI I DAN II (PENGEMBANGAN DOKUMEN SPMI)
  1. Pengenalan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Dasar hukum dan peran penting bagi Institusi Pendidikan
  2. Pengenalan SPME : Menuju IAPT 3.0 dan IAPS 4.0
  3. Penyusun Kebijakan SPMI yang terintegrasi dengan Renstra
  4. Latihan menyusun Manual SPMI (PPEPP) yang mendukung proses PDCA (Kaizen)
  5. Latihan menyusun  Standar SPMI yang mengacu BAN-PT / LAM-PT
  6. Menyusun Sasaran Mutu yang Spesific, Measurable, Attainable, Relevant & Timed
  7. Latihan menyusun Business Process, SOP dan Instruksi Kerja SPMI
  8. Latihan menyusun Formulir SPMI
  9. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku yang sesuai dengan standar Dikti.
MATERI PELATIHAN HARI III DAN IV (AUDIT MUTU INTERNAL)
  1. Pengantar Audit Mutu
  2. Klasifikasi Audit
  3. Istilah-Istilah dalam Audit
  4. Perencanaan Audit dan Unsur dalam Audit
  5. Metode Audit
  6. Daftar Pengecekan
  7. Teknik Bertanya dalam Pengauditan
  8. Kiat Keberhasilan dalam Audit
  9. Ketidaksesuaian
  10. Tindakan Koreksi
  11. Laporan Audit
  12. Tinjauan Manajemen/ Kajiulang Manajemen
  13. Kualifikasi Auditor
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Pimpinan PT, Rektor, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder lainnya.

 DURASI PELATIHAN

4 hari kerja, Pkl. 09.00 s.d. 17.00 WIB.

 METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Bagus Suminar SE., SPsi., MM & Tim

Kompetensi Fasilitator:

  • Praktisi SPMI PerguruanTinggi
  • Konsultan ISO 9001:2015
  • Certified Lead Auditor
  • Fasilitator SPMI & Audit Mutu Internal
  • Konsultan TQM, 5S dan Organizational Development
  • Praktisi Bisnis dan Motivator
INVESTASI
  • Rp. 3.200.000,- /peserta (harga normal)
  • Early bird : Rp. 2.800.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)

* Biaya diatas tidak termasuk biaya penginapan

FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Untuk informasi Pelatihan, In-House Training & Pendampingan silahkan kontak disini

Kata Kunci untuk memudahkan penelusuran: Bimtek SPMI, Bimbingan Teknis SPMI dan AMI, Lokakarya SPMI dan AMI, Training SPMI dan AMI, Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

Budaya Mutu, SPMI dan Sikap Kerja

Budaya SPMI & Sikap Kerja Produktif


Tips Sukses SPMI #8:

“Akuilah Kesalahan Anda…”

Bolehkah karyawan dalam organisasi melakukan kesalahan dalam kegiatannya? Tentu hal ini menarik untuk dikaji. Kita tahu bahwa semua orang tentu pernah membuat kesalahan, hal ini merupakan kewajaran. Fenomena yang sering dijumpai adalah banyak karyawan yang takut membuat kesalahan. Mereka takut menjadi gunjingan teman-temannya, mereka takut mendapat hukuman, mereka takut diberhentikan sebagai pegawai. Sehatkah ini?

Adakah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya? Tentu saja tidak. Setiap orang sejak kecil melakukan kesalahan dan terus berproses sampai mereka dewasa. Mereka belajar dari kesalahan tersebut.

Dalam organisasi, tentu saja proses itu terus berlangsung. Pimpinan Institusi Pendidikan, perlu memberi toleransi pada bawahan untuk melakukan kesalahan dalam  pekerjaan. Pegawai sulit akan bisa berkembang apabila tidak ada ruang gerak untuk mencoba, berkreasi dan belajar. Pegawai akan sulit untuk bisa berkembang apabila mereka dirasuki perasaan takut melakukan kesalahan.

Apabila organisasi ingin budaya mutu & Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan baik, tentu prinsip-prinsip Total Quality Management perlu terus-menerus dikembangkan.

 

Salah satu dari 14 point Deming:

Keluarlah dari ketakutan. Banyak karyawan takut untuk mengajukan pertanyaan, bahkan ketika mereka tidak memahami apa pekerjaan mereka, atau apa yang benar, atau apa yang salah. Mereka takut bertanya karena tidak ada ruang komunikasi yang nyaman bagi mereka.

Apa akibatnya, karyawan akan terus melakukan segala sesuatu dengan cara yang salah, atau mereka menjadi pasif tidak melakukannya sama sekali. Kerugian ekonomi dan produktifitas dari ketakutan ini sangat besar. Organisasi tidak dapat berkembang dengan baik, sinergi tidak diperoleh, biaya pengelolaan SDM menjadi besar.

“Untuk memastikan mutu dan produktivitas yang lebih baik, karyawan harus merasa nyaman dan aman”.

 

DAFTAR PERIKSA APAKAH ANDA SIAP PENGAKUAN KESALAHAN

  • Apakah Anda pernah merasa perlu “menutupi” satu kesalahan yang Anda lakukan pada pekerjaan Anda, karena takut akan konsekuensinya?
  • Bagaimana mengubahnya?
  • Sebutkan beberapa manfaat yang di dapatkan, karena Anda mampu mengakui kesalahan?

Demikian, semoga uraian singkat ini bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Workshop, Training, Pelatihan & Pendampingan


Hubungi Customer Service Kami untuk info:

“Pelatihan Memangun Budaya Mutu & SPMI”

 

Memberi Solusi bagi Pengembangan Mutu Pendidikan & SPMI

Jadilah Bagian Dari Solusi…


Tips Sukses SPMI #7:

“Jadilah Bagian dari Solusi…”

Pepatah mengatakan “Jika Anda bukan bagian dari solusi, Anda bagian dari masalah.” Ya, ide ini berlaku bagi tim kerja dan juga sejumlah solusi lain dalam kehidupan. Tim mengandalkan masukan dan usaha dari semua anggota.

Menjadi “bagian dari solusi” berarti bahwa Anda datang di kantor tiba tepat pada waktunya, siap dan berkeinginan untuk bekerja, mendengarkan ide orang lain, berbagi ide Anda sendiri dan terfokus pada kerja tim.

Dalam menjalankan tugas-tugas pencapaian Standar SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Sering kali kita dituntut untuk bekerja dengan sekuat tenaga untuk  pencapaian target-target standar pendidikan. Sinergi akan diperoleh bila masing-masing anggota tim (unit kerja) bisa menjadi bagian dari solusi.

Pertemuan rapat mungkin berlangsung pada waktu yang tidak tepat bagi Anda, atau Anda mungkin merasa bosan atau tidak termotivasi oleh tugas-tugas yang diberikan. Sikap Anda benar-benar mempengaruhi efektivitas Anda. Ya, hanya Anda yang dapat mengendalikan sikap Anda. Bangunlah sikap yang positif, kembangkan sikap empati pada kesulitan-kesulitan tim anda.

Apabila standar sudah ditetapkan, maka Anda dan tim anda harus fokus pada upaya pencapaian target standar tersebut. Tim kerja laksana satu tubuh, dimana masing-masing anggota tubuh berkontribusi pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Jangan menjadi “free rider” atau pembonceng gratis. Free Rider adalah anggota tim yang tidak ikut memberi solusi, tidak ikut bekerja, tidak ikut berkontribusi namun ikut menikmati hasil yang diperoleh anggota tim.

Apa yang perlu Anda lakukan? Buatlah standar pendidikan yang SMART (Spesific, Measurable, Attainable, Relevant, Timed). Berkontribusilah dengan senang hati untuk pencapaian standar tersebut. Jadilah bagian dari solusi, berikan ide-ide dan pemikiran terbaik. Kerjakan tugas-tugas Anda tepat waktu dengan hasil yang unggul, bantulah anggota tim yang mengalami kesulitan,  rayakan dan syukuri keberhasilan tim Anda.

APAKAH ANDA BAGIAN DARI SOLUSI?
  • Bagaimana Anda, secara khusus, dapat menggunakan waktu pertemuan tim Anda untuk memastikan bahwa Anda adalah “bagian dari solusi”?
  • Apa pengertian menjadi “bagian dari solusi” bagi tim Anda, bagi departemen Anda dan bagi organisasi Anda?

 

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com


Hubungi Customer Service kami untuk info:

Pelatihan Membangun Budaya Mutu Pendidikan


 

Kiat sukses keberhasilan SPMI

Mengenal Diri, Mengenal Tim, Kunci Keberhasilan SPMI


Tips Sukses SPMI #6:

“Temukan Kekuatan dahsyat dalam Diri & dalam Tim Anda…”

Untuk mencapai sasaran & keberhasilan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal), lembaga pendidikan perlu terus melakukan evaluasi diri untuk mengenal kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT Analysis).

Anda dapat berlatih untuk mengenal kekuatan diri Anda dan kekuatan tim (unit kerja) Anda. Ingin mencoba?

Berikut latihan sederhana yang bisa Anda coba. Dengan latihan ini, Anda diharapkan dapat mengetahui strategi yang tepat untuk mengoptimalkan kekuatan-kekuatan yang Anda miliki dan dimiliki oleh Tim Anda. Dengan optimalisasi potensi tersebut tentu akan sangat membantu dalam pencapaian standar-standar kinerja lembaga pendidikan. Mari kita coba:

MENEMUKAN KEKUATAN DIRI ANDA

Kenalilah Kekuatan/ Keunggulan/Kelebihan Diri Anda Sendiri. Untuk bahan renungan, Anda dapat mengevaluasi 3 hal berikut ini:

  • Hasil (Outcome) dari pekerjaan Anda
  • Cara Anda mendekati masalah
  • Umpan balik yang Anda dapatkan dari pelanggan internal dan eksternal Anda.
kekuatan/ Keunggulan/ Kelebihan Diri Pribadi  Sbb:

_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

Setelah Anda mengenal kekuatan/ kelebihan/ keunggulan diri, sekarang silahkan Anda mencoba merumuskan sasaran pekerjaan yang sesuai/sejalan dengan kekuatan/keunggulan diri. Dalam merumuskan sasaran pekerjaan, Anda dapat mengacu pada hal-hal sbb:

  • Apakah Anda akan membutuhkan bantuan atau sumber daya yang lain untuk mencapai sasaran pekerjaan Anda?
  • Kapan Anda ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut?
  • Bagaimana cara mengukur pencapaian prestasi Anda?

 

Menetapkan Sasaran/target Pribadi:
  1. _____________________________________________________________________
  2. _____________________________________________________________________
  3. _____________________________________________________________________

 

Setelah Anda telah menetapkan beberapa kekuatan/kelebihan diri pribadi dan sasaran/target pribadi, kini waktunya untuk berbagi semuanya dengan tim Anda.

 

MENEMUKAN KEKUATAN/ KELEBIHAN/ KEUNGGULAN TIM ANDA

Bahaslah kekuatan/kelebihan diri pribadi dengan tim Anda. Ingat ini hanyalah satu kesempatan untuk berbagi informasi dan pengertian, tidak ada definisi yang “lebih baik” atau “lebih buruk”.

Dapatkah tim Anda mencapai konsensus dengan satu definisi tentang “keunggulan” tim? definisi tim ini mungkin sangat berbeda dari definisi pribadi Anda, tetapi sebagai individu juga Anda sangat berbeda dari tim Anda, bukankah demikian?

Kekuatan/ Keunggulan/ Kelebihan Tim Kerja Anda:

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Seperti sebelumnya, menetapkan Sasaran Tim Kerja adalah langkah berikut. Rumuskan sekurang-kurangnya 3 Sasaran Tim Kerja Anda. Sasaran ini akan menjadi langkah unit kerja dalam menciptakan kegiatan/ program kerja yang sesuai.

Sasaran yang baik hendaknya disusun mengikuti kaidah ABCD, yaitu ada Audience, Behavior, Competence dan Degree. Sasaran yang baik dapat juga mengikuti kaidah KPI (Key Performance Indicator) yang meliputi: Target, Indikator dan mekanisme pengukuran (measure).

Sasaran Tim  Kerja Anda (Unit Kerja) :
  1. ____________________________________________________________________
  2. ____________________________________________________________________
  3. ____________________________________________________________________
  4. ____________________________________________________________________
  5. ____________________________________________________________________
  6. ____________________________________________________________________

 

Demikian, semoga latihan singkat ini bermanfaat… Aamiin Yaa Rabb.

Salam mutu,

admin,

mutupendidikan.com


Hubungi Customer Service kami untuk informasi:

Pelatihan & Outbound Training Membangun Budaya Mutu Pendidikan


 

Manajemen Waktu untuk sukses SPMI Lembaga Pendidikan

Manajemen Waktu untuk keberhasilan SPMI


Tips Sukses SPMI #3:

“Buatlah Daftar “Apa yang Harus Dilakukan” Setiap Hari”


Keberhasilan SPMI sangat terkantung dari sejauh mana pimpinan lembaga pendidikan dan kepala unit kerja berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan. Standar-standar Dikti, disusun sedemikian rupa bukan untuk sekedar pajangan atau memiliki dokumen dalam lemari, tetapi merupakan target indikator yang harus dicapai secara efektif dan efisien.

Untuk itu pembekalan “time management“, merupakan ketrampilan penting yang harus dimiliki segenap pimpinan lembaga pendidikan. Dengan manajemen waktu yang baik, tentu saja pemanfaatan waktu yang ada dapat dilakukan secara lebih produktif.

Penting untuk mendisiplinkan diri Anda agar selalu sesuai target setiap hari. Banyak dari kita membuat daftar ketika kita sudah kewalahan, tetapi tidak sungguh-sungguh untuk melakukannya ketika kita berhadapan hanya dengan masalah-masalah harian.

Daftar “apa yang harus dilakukan setiap hari (To Do List)” membantu Anda melihat bagaimana menghabiskan waktu Anda, apakah Anda mencapai atau tidak tujuan Anda. Waktu adalah satu hal yang tak pernah tampak cukup, dan itu harus dikelola dengan baik untuk digunakan secara bijaksana.

Dalam atmosfer perbaikan terus-menerus, daftar “apa yang harus dilakukan” merupakan satu potret dari tugas dan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Anda mungkin ingin menyimpan daftar harian Anda dalam sebuah buku catatan kecil atau kalender, sehingga Anda dapat menengok kembali dan melihat berapa banyak yang sudah Anda selesaikan selama satu periode waktu tertentu. Ini memberikan Anda kepercayaan bahwa Anda melakukan kemajuan dan bahwa perbaikan sudah merupakan satu proses yang berlanjut bagi Anda. Dapatkah Anda melihat bagaimana daftar harian itu dapat membantu Anda menjadi lebih terorganisir dan efisien?

Dalam situasi kerja Anda, hal macam apa yang akan ada pada daftar “apa yang harus dilakukan” setiap hari?

  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________
  • _________________________________________________

 

Dengan menggunakan contoh berikut, rancanglah sebuah “Daftar Apa yang Harus Dilakukan” yang dapat Anda salin dan gunakan untuk menjaga diri Anda tetap pada sasaran.

 

(Sampel)

DAFTAR APA YANG HARUS DILAKUKAN

Tanggal: _____________

___________________________________________________________________________

Prioritas Tugas Status/Selesai
1 Standar A In-Progress
2 Standar B Closed
3 Sasaran A Open
4 Sasaran B Closed
….. ….
….. ….

Dapatkah Anda melihat bagaimana sebuah daftar ‘apa yang dilakukan” mingguan bagi tim Anda, mungkin merupakan perluasan yang bermanfaat dari proses ini?

Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat…Aamiin.

Salam Mutu,

Admin

mutupendidikan.com


Hubungi Kami untuk:

Pelatihan & Pendampingan Membangun Budaya Mutu SPMI

Pelatihan Manajemen Waktu untuk Lembaga Pendidikan


 

Hambatan Manajemen Mutu Sekolah dan Perguruan Tinggi

Penghambat Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi

 


Silahkan diunduh file power point disini:

Penghambat Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi


Dalam kehidupan ilmiah, munculnya tradisi pendukung dan penghambat budaya mutu menjadi sesuatu yang alamiah. Hal ini lahir disebabkan adanya pro dan kontra dari pengelola perguruan tinggi. Dalam kata lain setiap pengelola perguruan tinggi memiliki SDM dan keinginan pribadi masing-masing meskipun sudah jelas dan terpahami visi dan misi yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pada sebuah perguruan tinggi.

Penghambat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
  1. Rapat Pengambilan keputusan berdasarkan rapat yudisium
  2. Rekrutmen pegawai berbasis KKN
  3. Rendahnya tradisi disiplin
  4. Pemasungan kreatifitas SDM perguruan tinggi
  5. AJI MUMPUNG (Bersikap Adigang, Adigung dan adiguna)
  6. Orientasi materialitas bukan pengembangan Tradisi akademik
  7. Memandang perpustakaan sebatas pelengkap akreditasi
  8. Mengembangbiakan budaya egois, pesimis, sentiment dan materialitas
  9. Bersikap nyaman dengan kondisi gagap teknologi
  10. Pengambilan keputsan tidak berbasis data
  11. Manipulasi dokumen Akreditasi
  12. Penghabisan anggaran di akhir tahun
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Rapat Yudisium

Pengambilan keputusan lewat yudisium berarti lebih menitikberatkan pada aspek kebijakan rapat rapat pimpinan guna memutuskan pihak siapa saja yang berhak lulus, diterima atau dimuluskan dalam suatu seleksi.

Rekrutmen pegawai berbasis KKN

Hingga saat ini tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme dalam dunia pendidikan tinggi masih menjadi tradisi yang sulit untuk dihilangkan. Tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme juga melekat pada rekruitmen pegawai baik profesi untuk profesi tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan pada perguruan tinggi. Tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme pada hakikatnya menjadi penghambat peningkatan mutu perguruan tinggi. Karena pemilihan pejabat, penerimaan dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa bukan melalui ujian secara selektif melalui uji kompetensi, wawancara  maupun tes psikologi.

Rendahnya Tradisional Disiplin

            Disiplin salah satu kunci dari kesuksesan setiap orang. Tidak mungkin sesorang dapat meraih kesuksesan secara gemilang manakala tidak diimbangi dengan sikap disiplin yang tinggi.

  • Dampak rendahnya disiplin ini terlihat pada tenaga pendidik yang terlambat meraih gelar doktor, guru besar, atau bahkan tertinggalnya kapasitas penguasaan keilmuan dengan akademisi lain sehingga ia tidak mampu menebus publikasi ilmiah secara internasional.
  • Rendahnya tradisi disiplin bagi tenaga kependidikan mengakibatkan ia tidak dapat berkembang sekaligus tidak siap bersaing dalam menghadapi dunia global ataupun tuntutan zaman.
Pemasungan kreativitas SDM Perguruan Tinggi

            Pemasungan kreativitas SDM perguruan tinggi kerap terjadi pada pihak sebagai akibat atas gejolak perpolitikan yang tidak sehat.

Contoh

Seorang dosen tidak memperoleh proyek penelitian disebabkan ia bukan menjadi tim sukses dalam pemilihan rektor.

Aji Mumpung

Sikap “Aji mumpung” merupakan Penyakit organisasi perguruan tinggi yang menjadi penghambat bahkan perusak mutu. Aji Mumpung berasal dari bahasa jawa yakni menghandalkan sesuatu yang melekat pada dirinya.

Contoh

Bapaknya menjabat sebagai pemimpin pada suatu perguruan tinggi, secara strategis anak-anaknya termasuk kerabat dengan mudah menjadi seorang PNS dosen atau pejabat struktual lainnya ditempat tersebut .

Baca juga: Penilaian Kinerja Dosen berbasis Peningkatan Mutu Akademik

Orientasi Materialitas Bukan Pengembangan Tradisi Akademik

Sebagian dosen memiliki tradisi  menulis yang cukup rendah khususnya dalm menciptakan karya ilmiah, baik berupa karya riset, maupun buku serta publikasu ilmiah lainnya secara nasional dan internasional.penulisan buku memang diakui sebagai pekerjaan berat yang memerlukan tenaga, konsentrasi dan anggaran yang besar untuk menelusur sumber rujukan yang dipergunakan. Sementara penghargaan yang diperoleh dari pekerjaan menulis buku masih sangat murah. Mungkin hanya memperoleh sekitar10% dari pembagian hasil penjualan melalui perhitungan royalty. Itupun apabila bukunya laku terjual dipasaran.

Memandang Perpustakaan Sebagai Sebatas Pelengkap Akreditasi

Perpustakaan dalam sebuah institusi perguruan tinggi berposisi sebagai jantung pemompa   kehidupan ilmiah yang harus diperhatikan keberadaan dan pengembangannya. Pengembang perpustakaan idealnya dilakukan secara menyeluruh dari aspek gedung, koleksi, SDM, saran dan prasarana yang semua itu   memerlukan dukungan pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan.

Contoh

Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dikembangkan melalui komitmen bersama antara pimpinan dan pengelola perpustakaan secara simultan

Mengembangkan Budaya Egois, Pesimis, Sentimen Dan Materialitis

Dalam organisasi apapun, sikap Egois, Pesimis, Sentimen Dan Materialitis sebagian besar melekat pada    beberapa orang pegawai. Begitu pula dalm institusi perguruan tinggi, antar pegawai maupun antar dosen.   Penyakit-penyakit hati tersebut kerap kali menjangkiti pribadi mereka.

Contoh

Seorang dosen telah memperoleh tunjangan sertifikasi sebesar satu kali gaji setiap bulan merasa iri bahkan sentimen pada tenaga kependidikan yang memperoleh tunjangan kinerja dll.

 

Tradisi Egois, Pesimis, Sentimen Dan Materialitis secara esensi merupakan perbuatan memalukan secara akademis sekaligus penghambat mutu perguruan tinggi. Tradisi ini menjadikan karakter dosen dan tenaga kependidikan menjadi semakin buruk hingga dapat mengakar menjadi kebiasaan yang berkembang setiap saat.

Bersikap Nyaman Dengan Kondisi Gagap Teknologi

Tuntutan seorang dosen harus mampu menciptakan penemuan-penemuan ilmiah sekaligus menyampaikannya dalam forum ilmiah tampaknya tidak terlepas dari peran dan perangkat teknologi. Pembelajaran saat ini lebih bersifat Learning by doing yang mengedepankan  action dari  setiap peserta didiknya.

Pengambilan Keputusan Tidak Berbasis Data

Institusi perguruan secara administratif tinggi identik dengan kepemilikan data yang tercover dalam berbagai dokumen vital, dinamis bahkan dokumen using. Maka pengambilan keputusan diupayakan setepat mungkin melalui sumber data yang lengkap serta analisa yang saling menguntungkan. Namun realita yang terjadi dilapangan berbeda dengan teori yang ada. Perguruan tinggi terkadang miskin data dan dokumen sehigga jumlah total mahasiswa dengan pembagian per fakultas, jurusan, per-prodi saja sering tidak jelas. Dari data yang tidak lengkap tersebut, menjadikan pengambilan keputusan atau hasil penelitian menjadi tidak akurat. Sehingga penetapan keputusan tidak jarang      merugikan pihak-pihak lain disebabkan tidak tersedianya data yang lengkap.

Borang isian akreditasi yang terdiri dari tujuh standar sering kali diplesetkan dengan istilah “boring” (bohong dan ngarang). Istilah tersebut tidak selama dianggap keliru, sebabkan realita dilapangan dokumen pendukung akreditasi disulap jadi dalam semalam dan sebagian besar muatan isinya adalah hasil kebohongan disengaja yang dibuat oleh tim kreativitas pengarang “boring”. Padahal idealnya dokumen pendukung akreditasi sudah harus disiapkan tiga tahun berjalan sebelum akreditasi berlangsung.

Basis-Basis Kebohongan
  1. Kebohongan berbasis dokumen
  2. Kebohongan berbasis fasilitas
  3. Kebohongan berbasis fasilitas

Contoh

Menyulap kantor, ruang dosen, laboratorium, ruang kelas dan sarana fisik lainnya yang statusnya milik jurusan lain diakui menjadi milik prodi.

Menghabiskan Anggaran Di Akhir Tahun

Tradisi yang cukup mengakar bahwa diakhir tahun khususnya lembaga perguruan tinggi negeri mempunyai hajat yang cukup padat guna menghabiskan anggaran diakhir tahun yang sedang berjalan. Orientasi pelaksanaan kegiatan ini sekedar menghabiskan anggaran agar dianggap sukses dalam penyerapan anggaran sekaligus dana yang telah dianggarkan tidak dikembalikan kepada Negara. Disamping pihak pengelola tetap memperoleh keuntungan atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Demikian, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat…Aamiin.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI

 


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Kata kunci untuk membantu penelusuran: Budaya mutu, Penghambat Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi, Pelatihan & Pendampingan SPMI

 

SPMI

Ikutilah Pelatihan Dokumentasi SPMI

CATAT JADWAL BERIKUT:

  • 6-7 Pebruari 2019 di Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya

Dapatkan Poster disini


 WORKSHOP SPMI 2019

TUJUAN PELATIHAN

Melatih tim SPMI Perguruan Tinggi (maupun tim SPMI Sekolah/Madrasah) agar dapat memahami konsep Total Quality Management dengan benar. Peserta akan dibimbing merumuskan filosofi Continuous Improvement kedalam berbagai dokumen yang meliputi Kebijakan SPMI, Manual Mutu (PPEPP), Prosedur Mutu, Instruksi Kerja dan formulir.

KEUNIKAN PELATIHAN INI
  1. Penerapan “Kelas Kecil”, sehingga memungkinkan interaksi dan diskusi yang maksimal
  2. Diperbanyak praktek dan latihan pembuatan dokumen
  3. Bonus materi tambahan integrasi antara SPMI dengan ISO 9001:2015
  4. Undangan diskusi online group WA pasca pelatihan
  5. Akses gratis fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan (Pengembangan SPMI, Audit Mutu Intrnal, Membangun Budaya Mutu, ISO 9001:2015)
SASARAN PELATIHAN

Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ini peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami filosofi TQM dan turunannya (SPMI).
  2. Memahami fungsi dan peran penting berbagai dokumen SPMI.
  3. Mampu menyusun Standar Mutu SPMI, Kebijakan SPMI, Manual Mutu PPEPP, Prosedur Mutu, Instruksi Kerja dan Formulir.

 

MATERI PELATIHAN
  1. Pengenalan SPMI, dasar hukum dan peran pentingnya
  2. Konsep TQM (Total Quality Management) dan turunannya
  3. Pengenalan SPME : Menuju IAPT 3.0 dan IAPS 4.0
  4. Penyusunan Kebijakan SPMI yang visioner & terintegrasi dengan RIP/RENSTRA (Rencana Strategis Institusi Pendidikan)
  5. Menyusun Manual SPMI (PPEPP) yang mendukung proses PDCA
  6. Latihan menyusun  Standar SPMI yang mengacu BAN-PT / LAM
  7. Latihan menyusun Formulir SPMI
  8. Tips & Trik Membangun Budaya Mutu dengan metode “Modifikasi Perilaku”
  9. Membangun budaya mutu melalui pola pikir, pola sikap, pola perilaku sesuai standar pendidikan
  10. Menyusun Sasaran Mutu yang Spesific, Measurable, Attainable, Relevant & Timed (SMART)
  11. Latihan menyusun Business Process, Prosedur SPMI (SOP) dan Instruksi Kerja SPMI

SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Rektor, Dekan, Kepala Sekolah, Pimpinan Institusi Pendidikan, KJM, Unit Penjaminan Mutu,  Kepala Unit Kerja, Dosen, Guru, MR, Ka TU, Yayasan. dll.

 

 DURASI PELATIHAN

Diselenggarakan selama 2 hari, pkl. 09.00 s.d. 17.00 WIB.

 

 METODE PELATIHAN

Kelas Kecil, maksimal 20 orang, presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia. Disediakan fasilitas E-Learning dan diskusi WA Group.

TEAM FASILITATOR

Bagus Suminar SE., SPsi., MM. & Team

  • Praktisi SPMI PerguruanTinggi
  • Konsultan ISO 9001:2015
  • Certified Lead Auditor
  • Dosen Perguruan Tinggi
  • Fasilitator SPMI Kopertis
  • Konsultan TQM, 5S dan Organizational Development
  • Praktisi Bisnis dan Motivator

INVESTASI
  1. Rp. 1.600.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 1.400.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)

(Harga diatas tidak termasuk penginapan, hubungi kami untuk mendapatkan harga spesial tempat penginapan/ hotel)

FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Softcopy modul pelatihan, Training kit, Lunch, Coffee Break 2x

(Peserta diharapkan membawa laptop)


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan, In-House Training & Pendampingan silahkan kontak 

Customer Service Anda disini


Kata kunci untuk membantu penelusuran: Bimtek, Bimbingan Teknis, PDCA, Pelatihan, Training, Workshop, Lembaga, SPMI, Perguruan Tinggi, SPMI-PT, SPM-PT, Kebijakan mutu, Manual Mutu, Standar Mutu, Formulir Mutu, Kaizen, Peningkatan Mutu, Contoh, peningkatan mutu pendidikan, Sekolah kesehatan, STIE, Politeknik, Madrasah, Lokakarya SPMI

Ciri ciri sekolah bermutu

13 Ciri-Ciri Sekolah Bermutu


Dapatkan SlideShare ppt disini:
>>> Ciri-Ciri Sekolah Bermutu <<<

13 ciri-ciri sekolah bermutu menurut para Ahli, yaitu:
  1. Sekolah yang selalu fokus pada keinginan dan kebutuhan konsumen, baik itu konsumen internal, maupun konsumen eksternal.
  2. Sekolah yang berkomitmen kuat untuk senantiasa memberikan yang terbaik dan bertindak benar sejak awal kegiatan. Dengan demikian sudah diantisipasi munculnya kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi.
  3. Sekolah yang melakukan investasi pada bidang sumber daya manusia secara tepat, sehingga memperoleh kualitas SDM yang benar-benar unggul.
  4. 4.Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
  5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya
  6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
  7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
  8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
  9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horizontal.
  10. Sekolah memiliki strategi jangka panjang, jangka menengah  dan jangka pendek. Sekolah memiliki kriteria evaluasi yang jelas.
  11. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
  12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
  13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan.

Demikan sekilas informasi tentang ciri-ciri sekolah bermutu, bagaimana pendapat Anda?

Tetap Semangat dan Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Free Slideshare “Membangun Budaya Mutu”
Silahkan Klik (disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training

Dapatkan informasi terkait: Pelatihan, In-House Training,  Pengembangan Mutu Pendidikan, Pelatihan SPMI dan AMI, Budaya Mutu.

Audit Mutu

Checklist Pembuatan Laporan Audit

Assalaamu’alaikum. Wr.Wb.

Dear Penggerak SPMI/SPMP yang berbahagia, salam mutu…

Laporan audit yang lengkap dan komprehensif, akan memberikan manfaat besar bagi organisasi / manajemen. Dengan laporan yang lengkap dan komprehensif, maka manajemen lembaga pendidikan akan memperolah data-data yang lengkap untuk mengambil langkah-langkah tindakan perbaikan yang diperlukan.

Tautan penting: E-learning Audit Mutu Internal Pendidikan

Daftar periksa (Checklist) berikut diharapkan dapat membantu Tim Audit untuk mengetahui apa saja yang perlu di dipersiapkan dalam menyusun laporan hasil Audit Mutu Internal yang baik. Untuk mendapatkannya, silahkan diunduh disini:

Checklist Pelaporan Audit Mutu Internal AMI SPMI

“Tetaplah semangat untuk membangun sistem manajemen mutu pendidikan yang efektif dan efisien”

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi

Problem Audit Mutu Internal

Salah satu problem dalam kegiatan audit mutu internal (AMI) adalah:

“Anggota Tim audit kurang dibekali dengan berbagai pengetahuan dan skill tentang proses audit”

Institusi pendidikan sangat dianjurkan untuk memberi pembekalan yang cukup agar tenaga auditor mereka dapat terjun ke lapangan secara memadai. Tenaga auditor yang tidak terampil, tentu saja dapat merusak tatanan sistem manajemen mutu yang telah dibangun selama ini. Lembaga penjaminan mutu akan berkurang wibawanya apabila tenaga auditor tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Seorang Auditor yang cakap/terlatih umumnya memiliki ketrampilan audit seperti:

  1. Memiliki rasa percaya diri dan kewenangan yang cukup dalam menjalankan fungsinya.
  2. Menguasai teknik-teknik dan sikap yang tepat untuk menjalankan audit mutu internal
  3. Menguasai konsep-konsep penting dalam audit mutu internal
  4. Memahami proses-proses inti dan proses-proses pendukung yang ada dalam organisasi pendidikan
  5. Memahapi konsep P-D-C-A atau “PPEPP” dan cara beroperasi sistem manajemen mutu (SPMI)
  6. Memahami standar-standar yang dimiliki lembaga pendidikan yang di audit
  7. Memahami proses pendokumentasian sistem manajemen mutu.

Demikian kriteria penting yang harus dimiliki tenaga auditor internal. Kegiatan audit mutu internal bukan pekerjaan yang mudah, bukan pekerjaan yang remeh, bukan pekerjaan sambilan. Pembekalan yang cukup dan memadai sangat diperlukan bagi semua calon auditor.

Tautan Penting: E-Learning Audit Mutu Internal

Demikian, tetap semangat dan selamat berjuang.

admin,

mutupendidikan.com