• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Tag Archive Sikap Kerja

Budaya Mutu, SPMI dan Sikap Kerja

Budaya SPMI & Sikap Kerja Produktif


Tips Sukses SPMI #8:

“Akuilah Kesalahan Anda…”

Bolehkah karyawan dalam organisasi melakukan kesalahan dalam kegiatannya? Tentu hal ini menarik untuk dikaji. Kita tahu bahwa semua orang tentu pernah membuat kesalahan, hal ini merupakan kewajaran. Fenomena yang sering dijumpai adalah banyak karyawan yang takut membuat kesalahan. Mereka takut menjadi gunjingan teman-temannya, mereka takut mendapat hukuman, mereka takut diberhentikan sebagai pegawai. Sehatkah ini?

Adakah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya? Tentu saja tidak. Setiap orang sejak kecil melakukan kesalahan dan terus berproses sampai mereka dewasa. Mereka belajar dari kesalahan tersebut.

Dalam organisasi, tentu saja proses itu terus berlangsung. Pimpinan Institusi Pendidikan, perlu memberi toleransi pada bawahan untuk melakukan kesalahan dalam  pekerjaan. Pegawai sulit akan bisa berkembang apabila tidak ada ruang gerak untuk mencoba, berkreasi dan belajar. Pegawai akan sulit untuk bisa berkembang apabila mereka dirasuki perasaan takut melakukan kesalahan.

Apabila organisasi ingin budaya mutu & Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan baik, tentu prinsip-prinsip Total Quality Management perlu terus-menerus dikembangkan.

 

Salah satu dari 14 point Deming:

Keluarlah dari ketakutan. Banyak karyawan takut untuk mengajukan pertanyaan, bahkan ketika mereka tidak memahami apa pekerjaan mereka, atau apa yang benar, atau apa yang salah. Mereka takut bertanya karena tidak ada ruang komunikasi yang nyaman bagi mereka.

Apa akibatnya, karyawan akan terus melakukan segala sesuatu dengan cara yang salah, atau mereka menjadi pasif tidak melakukannya sama sekali. Kerugian ekonomi dan produktifitas dari ketakutan ini sangat besar. Organisasi tidak dapat berkembang dengan baik, sinergi tidak diperoleh, biaya pengelolaan SDM menjadi besar.

“Untuk memastikan mutu dan produktivitas yang lebih baik, karyawan harus merasa nyaman dan aman”.

 

DAFTAR PERIKSA APAKAH ANDA SIAP PENGAKUAN KESALAHAN

  • Apakah Anda pernah merasa perlu “menutupi” satu kesalahan yang Anda lakukan pada pekerjaan Anda, karena takut akan konsekuensinya?
  • Bagaimana mengubahnya?
  • Sebutkan beberapa manfaat yang di dapatkan, karena Anda mampu mengakui kesalahan?

Demikian, semoga uraian singkat ini bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Workshop, Training, Pelatihan & Pendampingan


Hubungi Customer Service Kami untuk info:

“Pelatihan Memangun Budaya Mutu & SPMI”

 

SPMI & Pendidikan Karakter

Membangun Mutu dengan Karakter

Mutu Tidak Terletak pada Dokumen

Membuat produk dan jasa yang bermutu, seperti jasa pendidikan tentu saja tidak mudah. Tidak cukup dengan hanya membuat sistem dokumen mutu yang terdiri dari kebijakan mutu, standar, prosedur maupun manual mutu. Mutu tidak terletak pada tinta diatas kertas. Mutu ada pada diri pribadi-pribadi manusia yang menjadi penggerak roda organisasi. Mutu terletak pada nilai-nilai, emosi, sikap dan kepribadian anggota organisasi secara keseluruhan. Semua level dalam organisasi memiliki andil penting dalam mewujudkan arti sebuah mutu. Semua anggota organisasi harus memiliki kepedulian, perilaku dan sikap yang sesuai untuk membangun sebuah mutu.

Pentingnya Sikap Positif

Dalam membangun mutu, yang perlu dibangun adalah sikap masing-masing individu anggota organisasi. Secara definisi, pengertian sikap (attitude) adalah perasaan, pikiran, dan kecenderungan seseorang yang relatif permanen mengenal aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Komponen-komponen sikap terdiri dari pengetahuan (kognitif), perasaan-perasaan (afektif), dan kecenderungan untuk bertindak (psikomotorik). Contoh bentuk sikap-sikap yang positif (mendukung mutu) antara lain sikap peduli, kreatif, bertanggung jawab, jujur, melayani, responsif, proaktif dll. Sedangkan sebaliknya, contoh sikap-sikap yang negatif (tidak sesuai dengan mutu) seperti sikap acuh, tidak jujur, tidak bertanggung jawab, pasif, kaku dll.

Peran Pemimpin

Bagaimana terbentuknya sikap dari seorang karyawan? Sikap seorang karyawan dapat terbentuk dari pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan dan lingkungan pendidikan yang mereka peroleh sebelumnya. Organisasi tempat kerja, bisa juga membentuk sikap kerja melalui proses rekruitmen, seleksi, pelatihan, pembinaan serta pengkondisian dengan sistem mutu yang ada. Peran utama ada pada faktor pemimpin. Pemimpinlah yang memberi arahan, motivasi, teladan, reward & Punishment.

Dengan arahan pemimpin dan didukung sistem manajemen mutu yang baik, perilaku karyawan akan dapat dibimbing kearah budaya mutu secara konsisten dan konsekuen. Perilaku mutu yang dilakukan secara terus menerus lama kelamaan akan menjadi habit (kebiasaan). Kebiasaan yang dilakukan oleh seluruh karyawan akan menjadi budaya, dan bila budaya tersebut semakin kuat akan menjadi karakter organisasi. Membangun mutu dengan karakter yang sesuai, bisa dipastikan jauh lebih efektif dan efisien. Bagaimana pendapat Anda?

Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Pendampingan & Bimtek


Pelatihan Outbound membangun Budaya Mutu

Hubungi Customer Service kami untuk mendapatkan informasi lengkap


 

1