• + SMS/WA: +628123070905
  • info@mutupendidikan.com

Tag Archive Mutu

Penyelesaian Masalah Pendidikan

5 Tahap  Melakukan Analisis Akar Masalah

Root Cause Analysis (Analisis Akar Masalah) adalah metode yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Metode ini berguna untuk membantu tim GKM lembaga Pendidikan menemukan jawaban mengapa masalah yang spesifik bisa timbul, RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dalam 5 tahap/ langkah berikut:

Tahap 1: Definisikan Masalah

Masalah apa yang sedang terjadi pada saat ini? (Masalah Siswa, Kurikulum, Kompetensi, Sarpras, dll)

Jelasklan simptom/ gejala yang spesifik, yang menandakan adanya masalah tersebut!

Tahap 2: Kumpulkan Data-Data Pendukung

Apakah memiliki bukti yang menyatakan bahwa masalah memang benar ada? (Referensi, Bukti Obyektif dll) Sudah berapa lama masalah tersebut muncul? Impact/ kerugian apa yang dirasakan lembaga Pendidikan dengan adanya masalah tersebut?

Dalam tahap ini, tim GKM perlu melakukan analisa mendalam tentang faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya masalah. Agar Root Cause Analysis (RCA) yang dijalankan efektif, kumpulkanlah wakil dari setiap departemen yang terlibat (tenaga pendidik dan kependidikan), yang memahami situasi dan kondisi masalah. Wakil tersebut dapat menjadi sumber informasi yang sangat dibutuhkan dalam RCA.

Pada tahap ini tim GKM lembaga pendidikan dapat menggunakan metode “CATWOE”. CATWOE merupakan singkatan dari Customer (konsumen), Actor (pihak yang terlibat), Transformation Process (proses yang diteliti), World View (gambaran besar/ big picture, dan area mana yang mengalami impact paling besar), Owner (pemilik proses), dan Environmental Constraint (keterbatasan).

Tahap 3: Identifikasi Penyebab yang Mungkin Terjadi
  • Uraikan urutan kejadian yang mengarah kepada masalah!
  • Pada kondisi yang bagaimana masalah tersebut terjadi?
  • Adakah masalah-masalah lain yang muncul bersamaan?

Dalam tahap ini, lakukan identifikasi sebanyak mungkin penyebab masalah yang bisa diperoleh. Dalam beberapa kasus, ada kecenderungan mengidentifikasi satu atau dua faktor kausal, lalu berhenti dan merasa sudah selesai. Padahal satu atau dua itu belum cukup/ belum lengkap untuk menemukan akar masalah yang tersembunyi.

RCA diaplikasikan bukan  untuk menghilangkan satu dua masalah yang nampak. Namun RCA akan membantu menggali lebih dalam dan menghilangkan akar dari keseluruhan masalah.

Berikut beberapa tips praktis untuk melakukan RCA :

  • Metode “5-Whys” – Tanyakan “mengapa?” berulang kali sehingga ditemukan jawaban yang paling dasar.
  • Metode Drill Down – Bagilah masalah hingga menjadi bagian-bagian kecil yang lebih detail untuk memahami gambaran besarnya.
  • Apresiasi – Jabarkan fakta-fakta yang ada dan tanyakan “Lalu kenapa jika hal ini terjadi/tidak terjadi?” untuk menemukan konsekuensi yang paling mungkin dari fakta-fakta tersebut.
  • Diagram sebab-akibat (Fishbone Diagram), berupa bagan menyerupai tulang ikan yang menerangkan semua factor-faktor penyebab yang mungkin untuk melihat dimana masalah muncul.
Tahap 4: Identifikasi Akar Masalah
  • Mengapa faktor kausal tersebut ada?
  • Alasan apa yang benar-benar menjadi dasar kemunculan masalah?

Gunakan tool/ metode yang sama dengan yang digunakan dalam langkah 3 untuk mencari akar dari setiap faktor. Tools tersebut dirancang untuk mendorong anda dan tim menggali lebih dalam di setiap level penyebab dan efeknya.

Langkah 5: Ajukan dan Implementasikan Solusi
  • Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul kembali?
  • Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan?
  • Siapa yang akan bertanggungjawab dalam implementasi solusi?
  • Adakah resiko yang harus ditanggung ketika solusi diimplementasikan?

Demikian sekilas informasi tentang langkap-langkap problem solving yang dapat digunakan oleh tim GKM Institusi Pendidikan. Semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan
” 7 Tools dan Analisis Akar Masalah”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini) 

Kata kunci untuk membantu penelusuran: Kaizen, Improvement, Perbaikan, SPMI, SPMP, Budaya Mutu, Penjaminan Mutu, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah, Quo vadis, Komitmen, Resistence, Sosialisasi, Instrumen, Metode, peningkatan mutu pendidikan, kendala utama implementasi SPMI, bimtek spmi, workshop sistem penjaminan mutu internal, 7 tools, analisis akar masalah, problem solving

 

Pengawasan Evaluasi Mutu Pendidikan

TQM, Pengawasan dan Evaluasi

Pengawasan & Evaluasi Mutu

Yang Terhormat Tim SPMI di Tempat,

Pengawasan & Evaluasi sering digunakan untuk memperbaiki masa depan, bukan masa sekarang, akibatnya tentu akan ada siswa yang dirugikan. Siswa/ mahasiswa tidak boleh dibiarkan menderita kerugian akibat sistem evaluasi yang tidak tepat. Perbaikan atau tindakan koreksi yang dilakukan hanya untuk masa depan sama sekali tidak membantu mereka. Mereka membutuhkan aksi korektif secepatnya untuk meningkatkan hasil belajar mereka atau untuk menghindari mereka dari kegagalan.

Bagaimana Top Manajemen dapat mengelola persoalan ini?

Berikut kami upload materi yang berjudul : TQM, Pengawasan dan Evaluasi. Dalam materi ini dibahas pengawasan mendesak/segera, pengawasan jangka pendek dan pengawasan jangka panjang.

Untuk lebih jelasnya silahkan diunduh file berikut ini:

TQM, Pengawasan dan Evaluasi

Salam Kompak dan Tetap Semangat,

admin,

mutupendidikan.com


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
“Pelatihan Dokumentasi SPMI”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, Pengembangan, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, TQM, Evaluasi, Kualitas, Pendidikan, Sekolah, SMA, SMP, Sekolah Model, Sekolah SPMI,  Perguruan Tinggi, Sekolah Unggulan, Sekolah rujukan, Pengawasan, Pengendalian, Monitoring SMEA, Evaluasi di Stikes


 

Audit Mutu Internal SPMI Pendidikan

Teknik Bertanya dalam Audit Mutu Internal

Teknik Bertanya dalam AMI

Teknik membuat pertanyaan dalam kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) memang tidak mudah. Dalam situasi audit yang berat, seringkali teraudit/ Auditee , merasa takut, grogi dan kesulitan dalam memahami pertanyaan-pertanyaan auditor. Untuk itu ketrampilan bertanya perlu sekali dipelajari oleh para auditor. Apakah memakai pertanyaan terbuka (open questions), tertutup (close questions) atau pertanyaan untuk menggali informasi lebih dalam (probing).

Bagi kawan-kawan yang ingin mempelajari lebih dalam tentang berbagai teknik bertanya,  silahkan diunduh materi slideshare berikut ini:

Teknik Bertanya dalam Audit SPMI

Terima kasih dan sukses selalu.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare lengkap tentang Audit Mutu Internal

Silahkan diklik disini


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Six sigma / Motorola / Budaya Mutu / Perbaikan Berkelanjutan / DMAIC / SMA / SMP / SD / Perguruan Tinggi


Six Sigma

Six Sigma

Pengertian Six Sigma

Six Sigma pertama kali diperkenalkan oleh Motorola pada tahun 1987 oleh seorang ahli teknik yang bernama Bill Smith. Program perbaikan Six Sigma mendapat dukungan sepenuhnya oleh Bob Galvin (CEO Motorola) sebagai Strategi untuk memperbaiki dan meningkatkan proses serta pengendalian kualitas di perusahaannya.

Metode Six Sigma mulai terkenal dan menjadi populer di seluruh dunia setelah CEO General Electric (GE) Jack Welch mempergunakannya sebagai Bisnis Strategi pada tahun 1995. Secara garis besar, Six Sigma adalah metodologi yang dipergunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus.

Makna SIX SIGMA

Six Sigma berasal dari kata SIX yang artinya enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi (dilambangkan dengan simbol σ). Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, maka akan semakin baik pula kualitasnya. Semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya.

 

Strategi Six Sigma adalah :

  • Fokus terhadap Kepuasan dan Kebutuhan Konsumen
  • Menurunkan tingkat kecacatan produk
  • Berkisar di sekitar Pusat Target
  • Menurunkan Tingkat Variasi

Konsep dasar dari Six Sigma sebenarnya merupakan gabungan Konsep TQM (Total Quality Management) dan Statistical Process Control (SPC). Kedua konsep tersebut berasal dari pemikiran-pemikiran para Guru seperti Deming, Ishikawa, Walter Shewhart dan Crosby. Selanjutnya, Six Sigma yang mulanya adalah sebuah metric berkembang menjadi sebuah  metodologi dan saat ini sudah menjadi sebuah Sistem Manajemen.

Untuk memahami lebih dalam tentang metodologi Six Sigma, berikut dapat di unduh/ download ppt materi berikut ini:

Six Sigma & Perbaikan berkelanjutan

Demikian, semoga bermanfaat dan berkah selalu.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Six sigma / Motorola / Budaya Mutu / Perbaikan Berkelanjutan / DMAIC / SMA / SMP / SD / Perguruan Tinggi

Mutu Pendidikan

Selamat datang di website mutupendidikan.com

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Bapak Ibu Pengiat Mutu Pendidikan yang kami hormati.

Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ke Website kami.

Website ini di desain agar komunikatif dan mudah dinavigasi.

Website ini diharapkan dapat menjadi wadah bersama untuk berbagi pengalaman terkait pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP), Pengembangan Manajemen Sekolah dan Pengembangan Kualitas Dosen dan di Indonesia

Masukan, kritik dan saran Bapak, Ibu sangat kami harapkan untuk perbaikan website ini di kemudian hari.

Semoga Allah SWT, meridhoi langkah ini, Aamiin.

Mari bersemangat untuk Membangun Mutu Pendidikan Indonesia.

Alamat resmi website kami:

mutupendidikan.com 

Hormat kami,

Admin,

Dapatkan informasi terkait: SPMI / SPMP / SNP / Mutu Pendidikan / Penjaminan Mutu / Sekolah / SD / SMP / SMA / SMU / Bimtek / Pelatihan / Training / Perguruan Tinggi / Lokakarya / Jakarta / Surabaya / Yogyakarta / Bandung / Audit Mutu Internal / 5 R / Pelayanan Prima / Sasaran Mutu / Balance scorecard / Manajemen / Strategi


VISI KAMI

Menjadi partner aktif bagi Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah di Indonesia dalam membangun Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang efektif dan efisien.

MISI:

Menyediakan layanan tepat guna bagi pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal (SPMI / SPME / SPMP) Institusi Pendidikan di Indonesia.

Menyediakan modul-modul praktis guna memudahkan proses pembelajaran SPMI/SPMP Institusi Pendidikan Indonesia.

Menyediakan jasa konsultasi dan pelatihan SPMI/SPMP yang sesuai dengan kebutuhan Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah/ SMA/SMP/SD/Institusi Pendidikan di Indonesia.

MOTTO KAMI:

“Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah/ Institusi Pendidikan di Indonesia”

KLIEN KAMI:

Meliputi Perguruan Tinggi, SMA, SMP dan Sekolah Dasar di Indonesia

KONTAK:

Untuk informasi Pelatihan & Proposal In-House Training silahkan kontak Customer Service kami (Klik disini)


 

Kualitas

TQM, Biaya Pencegahan dan Biaya Kegagalan

Biaya Pencegahan & Biaya Kegagalan

Dear Penggerak Penjaminan Mutu Pendidikan dimanapun berada, Salam Mutu.

Berikut kami upload materi lanjutan tentang TQM, yang membahas tentang “Biaya Pencegahan” dan “Biaya Kegagalan”. Dengan menyadari kedua jenis biaya ini, Institusi Pendidikan diharapkan dapat mengelola kedua biaya tersebut agar bisa dikelola atau ditekan serendah mungkin. Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh/download materi berikut:

PDF TQM untuk Lembaga Pendidikan bag-5

Tetap Semangat & Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan / Pengembangan / Training / Training Center /Pelatihan Kerja / TQM / Biaya  / Kualitas / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model /Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:

“Pelatihan Dokumentasi SPMI”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)
Email: mutupendidikan.info@gmail.com
website: mutupendidikan.com

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Tips untuk keberhasilan Audit Mutu Internal

SUKSES AMI, SUKSES SPMI

Bapak Ibu pengerak SPMI yang berbahagia…

Perguruan Tinggi, Sekolah maupun Madrasah yang menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan, perlu terus menerus meningkatkan  ketrampilan dan kompetensi Auditor yang mereka miliki.

Dengan adanya tenaga auditor internal yang cakap & berpengalaman, institusi pendidikan akan dapat merencanakan dan menjalankan kegiatan audit dengan baik.

Berikut kami sampaikan slideshare terkait Tips dan kiat-kiat sukses audit mutu internal. Didalamnya dibahas tentang :

  • Bagaimana membuat perencanaan audit yang lengkap
  • Teknik bertanya dan wawancara
  • Metode audit
  • Audit Kepatuhan & Kecukupan
  • Menyusun jadwal Audit  Mutu Internal
  • Menyusun Tim Auditor
  • Menyusun rencana audit
  • Membuat alat bantu berupa checklist audit
  • Teknik menyusun temuan (finding)
  • Menyusun rencana tindak lanjut dari hasil-hasil temuan audit
  • Sofkskill dan ketrampilan auditor

Untuk mendapatkan slideshare tersebut, silahkan diunduh file berikut ini:

Tips Keberhasilan Audit Mutu Internal.

Semoga bermanfaat… Semangat!

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com


Dapatkan slideshare AMI di tautan berikut ini:
(Audit Mutu Internal)

 

bisnis proses institusi pendidikan

Business Process & Rencana Mutu SPMI

Pemetaan Proses Bisnis bagi Lembaga Pendidikan

Membuat Rencana Mutu (Quality Plan) yang baik tentu saja tidak mudah, perlu pemahaman yang utuh tentang Standar, Business Process maupun peraturan2 pemerintah yang terkait seperti akreditasi BAN-PT, BAN -SM dll.

Dalam business process mapping, proses-proses dalam organisasi pendidikan, dibagi menjadi beberapa bagian utama yang global. Masing-masing bagian utama yang global ini kemudian bisa dipecah menjadi proses-proses yang lebih kecil lagi dan seterusnya.

Dalam Business Process Mapping, dipetakan hal-hal sebagai berikut:

  1. apa yang dilakukan oleh institusi pendidikan,
  2. siapa penanggungjawabnya,
  3. standar penyelesaian aktivitas, dan
  4. bagaimana kesuksesan proses bisnis ditetapkan. (Taylor; Deming; Juran)

Memahami pemetaan bisnis proses akan memberikan wawasan mengenai keseluruhan proses bisnis yang ada di institusi pendidikan. Penguasaan teknik business process mapping memungkinkan pimpinan institusi pendidikan untuk melakukan perbaikan sistem manajemen agar lebih sistematis dan terarah.

Berikut kami sampaikan materi Business Process dan Quality Plan yang dapat diunduh/ download. Silahkan diunduh disini:

Pembuatan Business Process & Rencana Mutu SPMI

Salam Hormat,

mutupendidikan.com

pelatihan & pendampingan


Untuk In-House Training Penyusunan Proses Bisnis dan Sasaran Mutu Pendidikan
Hubungi Customer Service kami

 

Riset Pasar untuk Pendidikan

TQM untuk Lembaga Pendidikan bag.3

Perlukah Riset Pasar?

Riset pasar merupakan unsur penting dalam implementasi TQM. Riset ini adalah cara utama untuk mendengarkan pelanggan dan calon pelanggan. Jika pendekatan TQM ingin diterapkan, maka mutu sebagai “menurut apa yang dirasakan pelanggan” harus segera ditetapkan.

Alasan Pentingnya Riset Pasar:

  • Kalimat “mutu yang dirasa” (perceived quality) tersebut, tidak akan berarti apa-apa tanpa riset pasar
  • Riset tersebut akan memberikan data yang akan melengkapi kesan institusi terhadap kelompok pelanggan/ calon pelanggan yang bervariasi.
  • Kelompok pelanggan yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda pula sehingga memerlukan pendekatan serta perlakuan yang berbeda pula
  • Riset pasar bukan sesuatu yang dilaksanakan sekali untuk selamanya
  • Riset pasar perlu dilakukan secara periodik
  • Riset pasar dapat memberikan peringatan tentang perubahan persepsi pelanggan yang berpengaruh pada reputasi institusi
  • REPUTASI membutuhkan waktu untuk berkembang & perlu dijaga

Faktor Penting bagi keberhasilan Institusi Pendidikan:

  • Sistem penerimaan siswa baru yang mudah/ praktis
  • Bentuk pembelajaran yang memenuhi kebutuhan pelajar
  • Tim kerja yang berfungsi secara tepat
  • Nilai rata-rata ujian yang meningkat
  • Berkembangnya nilai-nilai sosial, personal, kultural, & etika dalam diri pelajar
  • Meningkatnya strategi pembelajaran & pengajaran
  • Terlibatnya mayoritas staf dalam tim peningkatan kualitas
  • Meningkatnya kemajuan Institusi diberbagai bidang
  • Meningkatnya akses internal dan eksternal terhadap institusi
  • Meningkatnya kepuasan pelanggan yang dibuktikan melalui survei kepuasan
  • Meningkatnya pasar
  • Meningkatnya kepercayaan golongan minoritas / kelompok yang belum maju
  • Reaksi yang semakin besar terhadap kebutuhan komunitas
  • Hubungan kerjasama dan kemitraan yang semakin kuat dengan dunia industri & perdagangan

Key Success Factor:

  • Faktor-faktor penting sebuah kesuksesan,kadangkala disebut peristiwa kunci, adalah indikator-indikator menyangkut hal-hal apa saja yang harus dicapai oleh sebuah institusi yang ingin memenuhi kepuasan pelanggan & statemen misinya
  • Tujuan dari pembuatan daftar faktor-faktor penting kesuksesan tersebut adalah untuk berkonsentrasi pada kata “penting” & “kesuksesan”

Berikut kami sampaikan Slideshare “TQM & Riset Pasar Institusi Pendidikan” dalam bentuk file PPT. Materi ini merupakan hasil rangkuman yang kami sarikan dari buku Total Quality Management in Education yang ditulis oleh Edward Sallis.

Materi dapat diunduh/ download disini:

Klik disini:

PPT TQM untuk Lembaga Pendidikan bag-3

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Pendampingan & Bimtek


Untuk Pelatihan Survey Kepuasan Konsumen

Hubungi Customer Service kami


 

Kerja Tim pada Lembaga Pendidikan

Membangun Tim Kerja yang Unggul

The Secrets of Great Teamwork

Organisasi Pendidikan tidak akan terkelola dengan baik apabila “Tim Kerja” yang ada tidak produktif. Tim yang tidak produktif, pada umumnya memiliki ciri ciri sbb:

  • Tujuan yang tidak jelas
  • Pembagian tugas yang ambigu
  • Motivasi yang tidak terbangun dan konflik yang tidak fungsional.

Dalam rangka mendukung perbaikan budaya mutu pendidikan melalui optimalisasi Tim Kerja, materi presentasi berikut InsyaAllah dapat bermanfaat sebagai referensi:

Silahkan diunduh disini:

Membangun Tim Kerja yang Unggul

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Konsultasi

 

12