• + SMS/WA: +628123070905
  • info@mutupendidikan.com

Mengenal Jenis-Jenis Psikotes

Psikotes untuk pendidikan sekolah menengah dan sekolah dasar

Mengenal Jenis-Jenis Psikotes

PENDAHULUAN

Sebelum diuraikan secara singkat tentang jenis-jenis psikotes atau tes psikologi, ada baiknya kita coba mengenal beberapa pengertian tes psikologi menurut beberapa sumber:

  • Tes psikologis adalah penilaian yang dilakukan oleh profesional yang ahli, biasanya psikolog, untuk mengevaluasi emosi, kecerdasan, dan/atau fungsi prilaku seseorang
  • Tes psikologi /psikotes adalah bidang yang ditandai dengan penggunaan sampel perilaku untuk menilai konstruksi psikologis, seperti fungsi kognitif dan emosional, tentang individu tertentu. Istilah teknis untuk ilmu di balik tes psikologis adalah Psikometrik
  • Tes Psikologi /psikotes merupakan seperangkat alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang perasaan, pikiran, persepsi, dan perilaku seseorang guna membuat keputusan penilaian tentang seseorang.
  • Tes Psikologi / psikotes merupakan suatu pengukuran yang standar dan objektif terhadap sampel perilaku.
  • Tes Psikologi / psikotes adalah suatu kegiatan pengukuran atau penilaian melalui upaya yang sistematik guna mengenal dan mengungkap aspek aspek psikologi tertentu dari seseorang (individu).
  • Tes Psikologi merupakan tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes tersebut dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang dilakukan secara administratif untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional individu. Tes psikologi dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun pada orang dewasa.

 

JENIS-JENIS PSIKOTES

Tes Intelegensi

Intelegensi terdiri dari tiga aspek kemampuan, yakni:

  • Kemampuan individu untuk memusatkan (fokus) kepada suatu masalah yang harus diselesaikan/ dipecahkan. Individu dengan kemampuan intelegensi yang tinggi akan cenderung untuk memusatkan pikiran pada penyelesaian satu persoalan sebelum beralih ke persoalan berikutnya. Individu dengan intelegensi yang lebih rendah akan mudah berpindah dari masalah satu ke masalah yang lainnya.
  • Kemampuan individu untuk mengadakan kritik, baik terhadap persoalan-persoalan yang ada, maupun kritik terhadap diri sendiri.
  • Kemampuan individu untuk beradaptasi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapinya. Individu yang inteligen akan mampu melihat bermacam-macam alternatif pemecahan terhadap suatu masalah.

Masyarakat umum seringkali menyamakan artikan pengertian intelegensi dengan IQ. Inteligensi dan IQ mempunyai arti yang berbeda. Intelligence Quotient (IQ) adalah nilai skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.

Kecerdasan / Intelegensi individu dapat diukur dengan memakai beberapa jenis tes intelegensi, diantarannya: Tes Binet, WAIS, WISC, WPPSI, SPM, CPM, APM, IST, CFIT, K-ABC, PPVT, KIT, LIPS, dan sejenisnya. Alat ukur intelegensi juga dapat dibedakan berdasarkan usia testee, bersifat tes individu atau tes kelompok.

Tes Minat

Minat adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu secara mendalam dan terus menerus. Dalam kajian ilmu psikologi, antara minat dan bakat memiliki korelasi positif, akan tetapi skor yang tinggi pada bakat belum tentu menghasilkan skor yang tinggi pula pada minat. Individu dengan bakat yang tinggi dalam bidang X belum tentu memiliki minat untuk menekuni bidang X tersebut. Sebaliknya seseorang yang menunjukkan minat tinggi pada seni vokal misalnya, belum tentu pula memiliki bakat yang cukup pada bidang tersebut. Pengukuran kedua jenis variabel tersebut (minat dan bakat) dapat menghasilkan prediksi yang lebih efektif, daripada mengukur satu variabel saja.

Tes minat diadakan untuk memperkirakan minat seseorang dalam berbagai bidang pekerjaan, seperti: kesusastraan, musik, klerikal, outdoor, mekanik, komputasi, keilmiahan, persuasi, artistik, pelayanan sosial dll. Pengukuran minat sering digunakan untuk membantu siswa pemilih jurusan yang sesuai di bidang pendidikan, baik di SMA, SMK, maupun perguruan tinggi. Tes minat juga sering digunakan untuk keperluan penerimaan pegawai (seleksi pegawai) di berbagai perusahaan.

Tes Bakat

Tes Bakat terdiri atas beberapa jenis, diantaranya test FACT, DAT dan GATB. Tes Bakat dipakai untuk mengukur faktor-faktor seperti: kemampuan bahasa, kemampuan berfikir, bekerja dengan angka, penalaran, penalaran di bidang mekanik, kecepatan respon, visualisasi dll.

Bakat adalah kemampuan khusus seorang individu yang merupakan potensi dan dapat berubah menjadi prestasi melalui belajar, latihan dan motivasi yang dilakukan.

Dalam bidang pendidikan, dengan mengenal bakat siswa siswi maka mereka dapat diarahkan sesuai dengan bakat tersebut. Tujuannya agar siswa-siswi dapat mencapai prestasi sesuai dengan bakat yang dimiliki. Hasil tes bakat sangat berguna khususnya pada saat penjurusan, baik di level SMP, SMA maupun SMK.

Pada dasarnya setiap person individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang pandai di bidang IPS, namun kurang dalam bidang IPA. Ada yang mampu di bidang teknik, namun lemah dalam bidang seni musik. Kemampuan yang berbeda-beda ini kurang bisa dijelaskan oleh konsep IQ. Dua individu dengan IQ yang sama (misalnya 105), tapi individu yang satu ternyata lebih mampu dalam bidang ilmu eksak IPA (Kimia, Matematika, Fisika), sedangkan individu yang lain lebih mampu dalam bidang ilmu sosial (geografi, sosiologi, ekonomi). Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai “bakat”.

Dalam bidang industri dan pekerjaan, bakat karyawan/ calon karyawan perlu diketahui agar seseorang dapat tepat menduduki jabatan tertentu. Melalui tes bakat akan membantu suatu organisasi atau perusahaan untuk menempatkan karyawan atau calon karyawan pada posisi yang tetap sesuai spesifikasi jabatan yang dipersyaratkan. Dalam upaya memperoleh “The right man in the right place”.

Tes Kepribadian

Ada beberapa unsur yang diukur dalam tes kepribadian, diantaranya komitmen, optimisme, kemandirian, pengendalian diri, kepercayaan diri, hubungan interpersonal, motivasi berprestasi, penyesuaian diri dan daya tahan terhadap stres.

Secara difinisi, kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam diri seseorang yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungan. Pengertian dinamis disini bermakna bahwa kepribadian bisa berubah.

Pengukuran kepribadian disini bukanlah berarti menerapkan “label” nilai-nilai moral, melainkan lebih untuk mendeskripsikan perilaku individu ada adanya. Ada beberapa metode yang dipergunakan untuk pengukuran kepribadian, diantaranya melalui teknik observasi, teknik proyektif dan teknik inventori.

Demikian informasi singkat terkait jenis-jenis tes psikologi. Dengan memahami jenis-jenis tes psikologi ini, pengguna layanan tes psikologi, khususnya dari lembaga pendidikan seperti Perguruan Tinggi, SMU, SMK, SMP dan Sekolah dasar dapat menggunakan secara tepat sesuai kebutuhan masing-masing.

Demikian semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes

>>> KLIK DISINI <<<


Kata kunci untuk memudahkan pencarian informasi:  Informasi tes psikologi, tempat pelayanan tes psikologi, biro tes psikologi indonesia, lembaga psikotes profesional, tes psikologi bandung, tes psikologi jakarta, tes psikologi surabaya, psikotes malang, psikotes yogyakarta, psikotes semarang, tes psikologi indonesia, tes psikologi minat dan bakat, tes psikologi IQ intelegensi, psikotes kepribadian, tes prestasi siswa

admin

MOTTO: Senantiasa bergerak dan berempati untuk menebar manfaat bagi Mutu Pendidikan di Indonesia

Leave a Reply