• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Pelatihan

Ikutilah Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

CATAT JADWAL BERIKUT:
  • 4-7 September 2019, Primebiz Kuta Hotel, Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali.
  • 8-11 Oktober 2019, Neo Hotel, Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

* Jadwal diatas InsyaAllah akan running apabila jumlah peserta minimal 7 orang


Dapatkan Poster disini

Follow Instagram: @mutupendidikan


MEMBANGUN SPMI & AMI YANG UNGGUL UNTUK PERGURUAN TINGGI

TUJUAN PELATIHAN

Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi agar dapat memahami konsep SPMI & Total Quality Management (TQM) secara tepat. Peserta akan dibimbing merumuskan filosofi Continuous Improvement kedalam berbagai dokumen SPMI yang meliputi Kebijakan Mutu, Manual Mutu PPEPP, Prosedur dan formulir.

Institusi Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjalankan kegiatan Audit Mutu Internal secara periodik. Untuk itu jumlah dan kualitas tenaga Auditor yang dimiliki harus senantiasa ditingkatkan. Kompetensi Auditor  perlu ditingkatkan secara terus menerus agar hasil audit (AMI) yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah  yang maksimal bagi organisasi.

 KEUNIKAN PELATIHAN INI
  1. Penerapan “Kelas Kecil”, sehingga memungkinkan interaksi dan diskusi yang maksimal
  2. Diperbanyak praktek dan latihan pembuatan dokumen SPMI yang mengacu 9 kriteria IAPT 3.0 & IAPS 4.0
  3. Bonus materi tambahan integrasi antara SPMI dengan ISO 21001:2018 (Pendidikan)
  4. Undangan diskusi online group WA pasca pelatihan
  5. Akses gratis fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan (Pengembangan SPMI, Audit Mutu Intrnal, Membangun Budaya Mutu, ISO 21001:2018)
SASARAN  PELATIHAN

Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada hari 1 dan 2, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami filosofi SPMI, TQM dan Continuous Improvement.
  2. Memahami fungsi dan peran penting berbagai dokumen SPMI.
  3. Mampu menyusun Kebijakan SPMI, Manual PPEPP, Standar SPMI, Prosedur dan Formulir.
  4. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku sesuai standar Dikti.

Setelah mengikuti pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) pada hari ke 3 dan 4, peserta diharapkan dapat:

  1. Mampu melaksanakan audit mutu internal secara profesional, independen, dan objektif;
  2. Mampu mengidentifikasi bahwa kegiatan proses pendidikan telah/belum sesuai dengan standar SPMI yang telah ditetapkan; dan
  3. Mampu mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkan secara berkelanjutan.
MATERI PELATIHAN HARI I DAN II (PENGEMBANGAN DOKUMEN SPMI)
  1. Pengenalan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Dasar hukum & peran penting
  2. Pengenalan SPME : 9 Kriteria IAPT 3.0 dan IAPS 4.0
  3. Penyusun Kebijakan SPMI yang terintegrasi dengan Renstra & RIP
  4. Latihan menyusun Manual SPMI (PPEPP) yang mendukung proses PDCA (Kaizen)
  5. Latihan menyusun  Standar SPMI yang mengacu 9 Kriteria BAN-PT / LAM-PT
  6. Menyusun Sasaran Mutu yang Spesific, Measurable, Attainable, Relevant & Timed
  7. Latihan menyusun Business Process, SOP dan Instruksi Kerja SPMI
  8. Latihan menyusun Formulir SPMI
  9. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku yang sesuai dengan standar Dikti.
MATERI PELATIHAN HARI III DAN IV (AUDIT MUTU INTERNAL)
  1. Pengantar Audit Mutu
  2. Klasifikasi Audit
  3. Istilah-Istilah dalam Audit
  4. Perencanaan Audit dan Unsur dalam Audit
  5. Metode Audit
  6. Daftar Pengecekan
  7. Teknik Bertanya dalam Pengauditan
  8. Kiat Keberhasilan dalam Audit
  9. Ketidaksesuaian
  10. Tindakan Koreksi
  11. Laporan Audit
  12. Tinjauan Manajemen/ Kajiulang Manajemen
  13. Kualifikasi Auditor
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Pimpinan PT, Rektor, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder lainnya.

 DURASI PELATIHAN

4 hari kerja, Pkl. 09.00 s.d. 17.00 WIB.

 METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Bagus Suminar SE., SPsi., MM & Tim

Kompetensi Fasilitator:

  • Praktisi SPMI PerguruanTinggi
  • Konsultan ISO 21001 : 2018
  • Certified Lead Auditor
  • Fasilitator SPMI & Audit Mutu Internal
  • Konsultan TQM, 5S dan Organizational Development
  • Praktisi Bisnis dan Motivator
INVESTASI
  • Rp. 3.200.000,- /peserta (harga normal)
  • Early bird : Rp. 2.800.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)

* Biaya diatas tidak termasuk biaya penginapan

FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break


Untuk informasi Pendaftaran Pelatihan, In-House Training & Pendampingan
silahkan kontak disini

INFO PUBLIC TRAINING LAINNYA:

 Silahkan di Klik : Public Training


Kata Kunci untuk memudahkan penelusuran: Bimtek SPMI, Bimbingan Teknis SPMI dan AMI, Lokakarya SPMI dan AMI, Training SPMI dan AMI, Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

Pelayanan Prima

Ikutilah Pelatihan Pelayanan Prima Pendidikan


CATAT JADWAL PELATIHAN PELAYANAN PRIMA
Tgl 24 Agustus 2019, Hotel Neo Jl Jawa no. 17 Gubeng Surabaya

PENDAHULUAN

Pelatihan pelayanan prima (service excellent)  ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan mengenai bagaimana memperlakukan stakeholder/konsumen sehingga merasa puas dan dapat terjalin relasi jangka panjang. Lembaga pendidikan memiliki berbagi stakeholder yang memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda. Ketrampilan hubungan personal dan memahami aspirasi konsumen (stakeholder) menjadi pusat dari pelatihan pelayanan prima ini, termasuk didalamnya bagaimana memperlakukan stakeholder yang kecewa terhadap layanan pendidikan yang telah diberikan.

MATERI PELATIHAN
  1. Mengenal keinginan & kebutuhan stakeholder lembaga pendidikan (Siswa, Ortu, Komite, Masyarakat, dll)
    • Pentingnya memenuhi kebutuhan stakeholder
    • Mengambil hati stakeholder
    • membina hubungan dengan stakeholder
    • Dapatkan cinta dari konsumen & pastikan stakeholder kembali lagi
  2. Bagaimana penanganan untuk Stakeholder yang kecewa?
    • Hal-hal yang menyebabkan stakeholder kecewa & langkah-langkah memperbaiki
    • Bagaimana kiat melayani stakeholder yang kecewa
    • Membalik situasi & menumbuhkan sikap positif
  3. Menghadapi pribadi yang “sulit”
    • Ancaman & dampak bagi kepuasan stakeholder pendidikan
    • Rahasia memenangkan kerjasama & membangun sinergi
  4. Langkah strategis/ taktis dalam manajemen Pelayanan Prima
    • Membangun organisasi, budaya mutu & budaya pelayanan prima
    • Kiat sukses pelayanan prima dalam dunia pendidikan
    • Latihan dan praktek pelayanan prima
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Pimpinan Institusi Pendidikan, Yayasan, Kepala Unit Kerja, Dosen, Guru, MR, Ka TU, Yayasan. dll

 DURASI PELATIHAN

Pelatihan berlangsung selama 1 (satu) hari. Pkl. 09.00 s.d. 17.00.

 METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Joelistyono Soearibowo & Team

(Konsultan MSDM,  Pengembangan Softskills, Pengembangan Organisasi, Analisis Jabatan, Motivasi, Perilaku Keorganisasi, Membangun Komunikasi efektif, Budaya Organisasi, Pelayanan Prima & Selling skills)

INVESTASI
  1. Rp. 800.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 700.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Softcopy modul pelatihan, Training kit, Lunch, Coffee Break 2x

(Peserta diharapkan membawa laptop)


Ingin Mengembangkan Budaya Mutu Institusi Pendidikan?

Unduh Slideshare berikut : Membangun Budaya Mutu Pendidikan 

INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik: Public Training

Untuk informasi Pelatihan/In-House Training/Pendampingan Hubungi
Customer Service Anda (Klik disini)

Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan / Training / Pelatihan Kerja / Training Center / Pelayanan Prima / Service Excellence / Manajemen / Sumber Daya Manusia / Sekolah / SMA /SMP /Perguruan Tinggi / Pendidikan / Indonesia


 

Kiat sukses keberhasilan SPMI

Mengenal Diri, Mengenal Tim, Kunci Keberhasilan SPMI


Tips Sukses SPMI #6:

“Temukan Kekuatan dahsyat dalam Diri & dalam Tim Anda…”

Untuk mencapai sasaran & keberhasilan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal), lembaga pendidikan perlu terus melakukan evaluasi diri untuk mengenal kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT Analysis).

Anda dapat berlatih untuk mengenal kekuatan diri Anda dan kekuatan tim (unit kerja) Anda. Ingin mencoba?

Berikut latihan sederhana yang bisa Anda coba. Dengan latihan ini, Anda diharapkan dapat mengetahui strategi yang tepat untuk mengoptimalkan kekuatan-kekuatan yang Anda miliki dan dimiliki oleh Tim Anda. Dengan optimalisasi potensi tersebut tentu akan sangat membantu dalam pencapaian standar-standar kinerja lembaga pendidikan. Mari kita coba:

MENEMUKAN KEKUATAN DIRI ANDA

Kenalilah Kekuatan/ Keunggulan/Kelebihan Diri Anda Sendiri. Untuk bahan renungan, Anda dapat mengevaluasi 3 hal berikut ini:

  • Hasil (Outcome) dari pekerjaan Anda
  • Cara Anda mendekati masalah
  • Umpan balik yang Anda dapatkan dari pelanggan internal dan eksternal Anda.
kekuatan/ Keunggulan/ Kelebihan Diri Pribadi  Sbb:

_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

Setelah Anda mengenal kekuatan/ kelebihan/ keunggulan diri, sekarang silahkan Anda mencoba merumuskan sasaran pekerjaan yang sesuai/sejalan dengan kekuatan/keunggulan diri. Dalam merumuskan sasaran pekerjaan, Anda dapat mengacu pada hal-hal sbb:

  • Apakah Anda akan membutuhkan bantuan atau sumber daya yang lain untuk mencapai sasaran pekerjaan Anda?
  • Kapan Anda ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut?
  • Bagaimana cara mengukur pencapaian prestasi Anda?

 

Menetapkan Sasaran/target Pribadi:
  1. _____________________________________________________________________
  2. _____________________________________________________________________
  3. _____________________________________________________________________

 

Setelah Anda telah menetapkan beberapa kekuatan/kelebihan diri pribadi dan sasaran/target pribadi, kini waktunya untuk berbagi semuanya dengan tim Anda.

 

MENEMUKAN KEKUATAN/ KELEBIHAN/ KEUNGGULAN TIM ANDA

Bahaslah kekuatan/kelebihan diri pribadi dengan tim Anda. Ingat ini hanyalah satu kesempatan untuk berbagi informasi dan pengertian, tidak ada definisi yang “lebih baik” atau “lebih buruk”.

Dapatkah tim Anda mencapai konsensus dengan satu definisi tentang “keunggulan” tim? definisi tim ini mungkin sangat berbeda dari definisi pribadi Anda, tetapi sebagai individu juga Anda sangat berbeda dari tim Anda, bukankah demikian?

Kekuatan/ Keunggulan/ Kelebihan Tim Kerja Anda:

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Seperti sebelumnya, menetapkan Sasaran Tim Kerja adalah langkah berikut. Rumuskan sekurang-kurangnya 3 Sasaran Tim Kerja Anda. Sasaran ini akan menjadi langkah unit kerja dalam menciptakan kegiatan/ program kerja yang sesuai.

Sasaran yang baik hendaknya disusun mengikuti kaidah ABCD, yaitu ada Audience, Behavior, Competence dan Degree. Sasaran yang baik dapat juga mengikuti kaidah KPI (Key Performance Indicator) yang meliputi: Target, Indikator dan mekanisme pengukuran (measure).

Sasaran Tim  Kerja Anda (Unit Kerja) :
  1. ____________________________________________________________________
  2. ____________________________________________________________________
  3. ____________________________________________________________________
  4. ____________________________________________________________________
  5. ____________________________________________________________________
  6. ____________________________________________________________________

 

Demikian, semoga latihan singkat ini bermanfaat… Aamiin Yaa Rabb.

Salam mutu,

admin,

mutupendidikan.com


Hubungi Customer Service kami untuk informasi:

Pelatihan & Outbound Training Membangun Budaya Mutu Pendidikan


 

Membangun Tim Kerja budaya mutu SPMI

Tolong menolong, Kerjasama & Bersinergi dalam SPMI


Tips Sukses SPMI #4:

“Bangun Budaya Saling Tolong Menolong dan Bersinergi…”


Membangun tim kerja yang handal merupakan keniscayaan dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Tolong menolong, bantu membantu merupakan tuntutan kerja yang sering terjadi. Beban kerja yang berfluktuasi sesuai tanggal dan bulan-bulan tertentu, mengharuskan Anda untuk siap menolong dan siap ditolong.

Sinergi pencapaian Standar Pendidikan merupakan tuntutan dalam pelaksanaan SPMI. Menggabungkan kekuatan dan keahlian dari masing-masing anggota organisasi bertujuan untuk meningkatkan produktifitas & menumbuhkan sinergi positif. Membangun sinergi positif secara terus menerus merupakan bagian & tuntutan dari budaya organisasi. Apakah Anda siap memberi bantuan pada tim kerja Anda?

Kadang-kadang, sulit untuk menerima pertolongan/bantuan dari orang lain, karena Anda berpikir itu membuat Anda tidak efektif atau lemah. Dalam organisasi TQM, menawarkan dan menerima bantuan ketika diperlukan merupakan bagian dari budaya dan kerja tim.

Tidak menerima bantuan dan kemudian menghadapi tenggat waktu atau harus mencari alasan karena tidak menyelesaikan satu tugas Rencana Tindakan, menimbulkan stigma yang lebih besar daripada menerima bantuan.

Meminta bantuan itu bukan stigma kegagalan, itu adalah suatu afirmasi bahwa Anda memiliki komitmen yang Anda buat pada tim Anda dan organisasi Anda. Anda ingin melihat bahwa tujuan nya tercapai, tenggat waktunya terpenuhi, pekerjaan diserahkan sesuai janji. Sebagai anggota tim Anda dapat merasa bebas untuk meminta bantuan dan mengetahui  bahwa kemudian Anda akan sebaliknya dimintai bantuan juga.

Jika Anda menemukan diri Anda sendiri terus-terus mencari bantuan dari orang lain untuk mengetahui tugas dan tenggat waktu Anda, berbicaralah dengan penyelia Anda atau anggota tim lain tentang bagaimana Anda mungkin meningkatkan produktivitas Anda, atau mengorganisasikan beban kerja Anda.

Periksalah apakah ada hal-hal berikut yang berlaku pada Anda:
  • Apakah Anda terlalu banyak meminta tolong orang lain?
  • Apakah proses perkiraan Anda terlalu optimis?
  • Apakah Anda membutuhkan beberapa bantuan menyangkut manajermen waktu?

Sekali lagi, meminta bantuan adalah langkah pertama dalam mengatasi ketidakefisian.

 

SEBERAPA BAIKNYA ANDA MENERIMA BANTUAN?

Pikirkan tentang saat ketika Anda ingin meminta bantuan, tetapi masih prihatin tentang bagaimana orang lain akan melihatnya. Kapan Anda meminta bantuan dan ditolak?

Mengapa itu terjadi?

Diskusi:

Diskusikan dalam tim Anda proses pemberian beban kerja dan permintaan bantuan jika dibutuhkan

 

Demikan, uraian singkat tentang budaya tolong menolong dalam organisasi, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

admin

mutupendidikan.com


Hubungi Customer Service Anda untuk:

Outbound & Pelatihan Membangun Budaya Mutu Pendidikan /SPMI

Pelatihan SPMI & Membangun “Team Work” dalam Organisasi Pendidikan


 

Manajemen Hubungan Pelanggan & Mutu Pendidikan

Manajemen Hubungan Pelanggan


Dapatkan slideshare berikut ini:

Manajemen Hubungan Pelanggan


MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN

Organisasi harus mengetahui, merespon, dan memuaskan tuntutan pelanggan jika mereka ingin bisnis tetap berjalan dan mendapat keuntungan dari pertumbuhan di masa depan. Sekali lagi, kata kunci adalah “kepuasan pelanggan”, diikuti dengan periode ketika perusahaan bertujuan “menyenangkan” pelanggan mereka.

Akhir-akhir ini, telah ada gerakan untuk mengelola harapan pelanggan yang menyebabkan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan yang menyebabkan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan utama melalui komunikasi interaksi yang bertujuan mendapatkan pemahaman yang lebih jelas akan tuntutan pelanggan di masa sekarang dan masa depan. Dalam kaitanya dengan perkembangan ini, telah muncul manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/CRM) sebagai strategi formal yang bertujuan menjelaskan, menyimpan, dan menganalisis informasi pelanggan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan dan mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan mereka. Untuk beberapa pemasok, hal ini berarti menetapkan tujuan organisasi di sekitar pemenuhan tuntutan yang muncul dari pelanggan.

Manajemen hubungan pelanggan bertujuan mengetahui, memahami, dan memenuhi tuntutan pelanggan dengan mendorong pelanggan agar terlibat dalam bisnis pemasok melalui sejumlah teknik yang mencakup mendengarkan pelanggan lewat prosedur keluhan dan pertemuan, melakukan riset pasar dan berkonsentrasi pada penyediaan jasa pelanggan dengan staf yang sadar budaya. Terdapat model untuk menggambarkan manfaat mendengarkan dan mengobservasi pelanggan, serta komunikasi dan pelatihan jasa pelanggan. Hal ini juga terdapat pada satu model yang menyatukan semuanya ini menjadi bagian CRM terpadu.

Banyak perusahaan percaya bahwa menggunakan strategi manajemen hubungan pelanggan bukan merupakan pilihan, karena memahami kebutuhan dan perilaku pelanggan dapat menghasilkan hubungan pelanggan yang lebih kuat yang akan memberikan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih besar, sehingga meningkatkan perolehan penerimaan penjualan dan laba. Waktu dan usaha yang diperlukan untuk membuat CRM bekerja seharusnya tidak diremehkan walaupun hal tersebut sejalan dengan penggunaan teknologi untuk meningkatkan komunikasi, meingkatkan efisiensi dan mengatur database yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan informasi pelanggan ke bisnis pemasok.

ORGANISASI YANG BERFOKUS PADA PELANGGAN

Model ini menggambarkan bahwa agar dapat menciptakan organsasi yang berfokus pada pelanggan, ada sejumlah elemen yang perlu dilaksanakan.
1. Desakan bisnis.
2. Kejelasan kelompok.
3. Kemampuan mendengarkan
4. Strategi dan sasaran pelayanan.
5. Proses berbasis pelanggan.
6. Pengembangan SDM
7. Permberdayaan.
8. Komunikasi,penghargaan dan pengakuan.
9. Kesinambungan.

KEINGINAN PELANGGAN “MoSoCoW”
  • Must have (Harus memiliki) – 100% persyaratan
  • Should have (Berharap memiliki) – Persyaratan nyata walaupun tidak penting secara bisnis
  • Could have (Dapat memiliki) – fitur ekstra
  • Would have (Sebaiknya memiliki) – menyenangkan jika bisa membeli keinginan ini)
KEKUATAN PELANGGAN YANG ADA

Perusahaan akan lebih baik jika dapat memaksimalkan penjualan overhead maupun sumber daya mereka jika mereka dapat mengembangkan hubungan bisnis yang berkelanjutan dan banyak dengan pelanggan yang ada. Alasan pelanggan untuk keputusan pembelian pertama didasarkan faktor berwujud atau tangible (kinerja, kualitas, reliabilitas dan biaya) dan tak berwujud atau intangible (perasaan peduli,rasa hormat,dll).

MENGAMATI PERILAKU PELANGGAN

Menerima pendapatan bahwa keharusan perusahaan ialah melihat kinerja organisasi, persaingan dan menguji pengalaman pelanggan yang ditawarkan maka akan memberikan tolak ukur harian sederhana untuk dijalankan.melangkah menuju ‘kaki pelanggan’ memberikan pemahaman tentang memilih tawaran itu, apa pelajaran bagi organisasi dan dapat membantu mengenali standar baru yang harus dibuat.

MENDENGARKAN PELANGGAN

Sejumlah organisasi tidak hanya mendengarkan pelanggan mereka tapi juga melaksanakan proses banchmarking yang sistematis agar dapat mengidentifikasi daerah untuk penegembangan dasarpada praktik. Banchmarking juga membantu mengidentikasi perbedaan pada proses dan kinerja serta dapat menghasilkan rencana tindakan untuk melaksanakan perubahan.

Terdapat empat metode benchmarking yang dapat digunakan :

1. Dibandingkan dengan persaingan langsung.
2. Dibandingkan dengan industri parallel.
3. Dibandingkan dengan bagian lain dari organisasi yang sama.
4. Dibandingkan dengan industry berbeda atau organisasi ‘terbaik di kelasnya’.

CUSTOMER CARE

Standar nasional diterapkan untuk National Vocation Qualifications di UK untuk mengajukan kompetensi dibidang keahlian tertentu.Untuk pelayanan pelanggan, standar ini telah dikembangkankan oleh badan pimpinan jasa pelanggan dibawah dukungan Depertemen Pendidikan Pemerintah. Lima bagian umum dari NVQ adalah:
1. Menjaga pelayanan pelanggan yang dapat diandalkan.
2. Komunikasi dengan pelanggan.
3. Mengembangkan hubungan kerja yang positif dengan pelanggan.
4. Memecahkan masalah demi pelanggan
5. Mengusulkan dan menilai perubahan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

KOMUNIKASI DENGAN PELANGGAN

Diawal komunikasi strategi pelayanan pelanggan, terdapat juga kebutuhan untuk strategi komunikasi yang berfokus pada penyampaian pesan yang terus menerus dalam isi maupun format untuk stakeholder.

ANALISIS PARETO

Teori pareto,seorang ahli ekonomi Italia, merupakan konsep umum yang mempunyai banyak kegunaan. Dari studi pareto,Pembagian 80% – 20% diakui sebagai penemuan umum dan telah digunakan dalam sejumlah bidang bisnis.

Demikian, uraian singkat ini, semoga bermanfaat. Aamiin.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan Penjaminan Mutu Pendidikan      

Kebijakan SPMI dan Permasalahannya

Kebijakan SPMI adalah dokumentasi/ pedoman tertulis berisi garis besar penjelasan  tentang bagaimana suatu institusi pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) memahami, merancang, dan melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sehingga terwujud budaya mutu pada Institusi tersebut.

Manfaat adanya kebijakan mutu antara lain:

  • Menjelaskan kepada para stakeholder, tentang pedoman SPMI yang dimiliki institusi, secara ringkas padat dan menyeluruh.
  • Menjadi pedoman dasar atau ‘payung’ bagi seluruh standar, manual, dan formulir SPMI.
  • Membuktikan bahwa SPMI  yang dimiliki telah terdokumentasikan.

Untuk memahami pengertian, fungsi dan berbagai permasalahan terkait pembuatan Kebijakan Mutu SPMI Perguruan Tinggi/ sekolah/ Madrasah, silahkan diunduh materi powerpoint berikut ini:

Klik disini:

PPT Kebijakan SPMI

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan dan Pendampingan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk In-House Training Pengembangan Dokumen SPMI
Hubungi Customer Service Kami

 

Membangun Karakter dan Mutu Pendidikan

Membangun Karakter & Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi


Silahkan di unduh file PPT Show dibawah ini:

Membangun Karakter & Mutu Perguruan Tinggi


Setiap lembaga pendidikan secara  realistis pastinya memiliki segudang problematik yang berhubungan antar individu, antara satu individu dengan sekelompok individu yang lain bahkan dengan institusi tempat kerja yang bersangkutan. Problematika yang terjadi   antar individu atau individu dengan lembaga kerap kali menyangkut perbedaan karakteristik masing-masing. Sehingga pembangunan karakter pada institusi perguruan tinggi kini menjadi suatu keniscayaan.

PROBLEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KARAKTER
  1. Hubungan antar individu yang kurang harmonis.
  2. Kecenderungan komunikasi yang tertutup.
  3. ketidakjujuran dan kecurangan menjadi perhiasan kegiatan kampus.
  4. Sikap menutup diri serta perhitungan dalam berbagi ide dan pengetahuan.
  5. Rendahnya tradisi disiplin
TUJUAN MEMBANGUN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI
  1. Agar setiap masyarakat ilmiah serta civitas akademika perguruan tinggi tidak terbatas cerdas secara intelektual namun unggul dalam moral, bertanggung jawab serta beretika dalan menjalankan kehidupan.
  2. Pembangunan karakter mengajak manusia untuk berakhlaq mulia, memiliki simpati, empati, kepekaan secara sosial sehingga tumbuh kepedulian dan mampu memahami orang lain secara bijak.
  3. Pembangunan karakter bagi mahasiswa lebih ditekankan pada upaya membekali dan melatih serta membiasakan mereka untuk melaksanakan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran agama maupun norma yang ada guna membekali mereka sebagai akademisi sekaligus calon pemimpin bangsa.
PENGEMBANGAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI

Definisi “pembangunan Karakter” secara lengkap telah dikemukakan oleh berbagai  ahli. Akan tetapi muara pembangunan karakter secara prinsipil memahamkan seseorang untuk mengetahui berbagai karakter beserta ruang lingkupnya serta menanamkan akhlak al-karimah pada diri sesorang. Pembangunan karakter di perguruan tinggi tidak sebatas diperlukan bagi setiap mahasiswa semata, namun seluruh masyarakat akademis beserta tenaga pendukungnya harus memperoleh pemahaman dan penerapan prilaku yang berkarakter.

Menurut “Florence litteur” Karakter dalam arti watak, perilaku, ataupun kepribadian seseorang. Empat pola dasar karakter yang dimiliki manusia:

  1. Karakter Sanguinis adalah cenderung ingin populer, ingin disenangi orang lain. Hidupnya penuh warna, senang berbicara,emosinya meledak-ledak dan transparan serta suatu saat ia bisa berteriak beberapa saat kemudian bias menangis.
  2. Karater Koleris golongan ini suka mengatur dan memerintah orang. Akibatnya sifat ini, banyak dari mereka yang tidak punya teman.
  3. Karakter Melankolis adalah cenderung teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola.
  4. Karakter Plegmatis adalah kelompok ini tidak suka konflik, jika timbul masalah, maka ia akan berusaha mencari solusi damai.
Tiga IDE Pemikiran Penting
  1. Proses tranformasi nilai-nilai
  2. Ditumbuh kembangkan dalam kepribadian.
  3. Menjadi satu dalam prilaku

Undang-undang no.20 tahun 2000 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional: Bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Penelitian bidang pendidikan karakter memiliki cakupan yang sangat luas terkait dengan input, berbagai komponen proses dan output serta outcome, bahkan yang terkait dengan kultur lembaga, dan kultur keluarga. Peran kultur sangat menetukan kualitas proses dan hasil pendidikan karakter. Kultur lembaga pendidikan harus selaras dengan nilai-nilai yang dipilih sebagai nilai-nilai target. Kultur positif ini bagaikan ladang yang subur untuk penyemaian dan tumbuh benih-benih moralitas pembangun karakter terpuji.

PEMBANGUNAN KARAKTER DAN PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI

Dengan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara implisit harus dilandasi dengan pembangnan pola prilaku yang berkaitan dengan dimensi moral yang baik. Character strength dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang membangun kebajikan. Salah satu kriteria utama dari character strength adalah bahwa karakter tersebut berkontribusi besar dalam membangun kehidupan yang baik, yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan bangsanya. Keberhasilan pembangunan karakter di perguruan tinggi sangat tergantung pada ada tidaknya knowing, loving,dan doing atau acting.

Komponen-Komponen Unsur Moral Knowing
  1. Moral Awareness Kesadaran Moral
  2. Knowing Moral Values Pengetahuan tentang nilai-nilai moral
  3. Perspective Taking Penentuan sudut pandang
  4. Moral Reasoning Logika Moral
  5. Decision Making Keberanian mengabil menentukan sikap
  6. Self Knowledge Pengenalan Diri
Bentuk-Bentuk Sikap
  1. Self Esteem Kesadaran akan jati diri,percaya diri
  2. Emphaty Kepekaan terhadap derita orang lain
  3. LovingThe Good Cinta kebenaran
  4. Self Control Pengendaian diri
  5. Humility Kerendahan hati

Pendidikan karakter dinilai sukses bila setiap masyarakat akademik diperguruan tinggi telah menunjukkan kebiasaan berprilaku baik dalam kehidupan  sehari-hari. Hal ini tentu saja memerlukan waktu, kesepatan, dan tuntutan yang berkelanjutan. Perilaku berkarakter tersebut akan muncul, berkembang dan menguat pada diri setiap masyarakat akademik apabila mengetahui konsep dan ciri-ciri perilaku karakter merasakan dan memiliki sikap yang positif pada konsep karakter yang baik dan terbiasa untuk melakukannya.

Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat… Aamiin.

Sumber Literatur: Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, Koreksi & Implementasi Oleh: Safrudin Aziz, M.Pd.I. Penerbit Gava Media, Cetakan 1, 2016

Salam hormat,

Admin,

MutuPendidikan.com

Pendampingan, training & Pelatihan SPMI & AMI

Pendampingan Pelatihan soft skills, Karakter & Budi Pekerti


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, character building, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, , Membangun Karakter & Mutu Perguruan Tinggi, sekolah dan madrasah, pendidikan karakter

Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal

Temuan Positif & Negatif

Ketika melakukan audit dalam kegiatan AMI, seringkali auditor mendapatkan beberapa temuan (finding). Jenis temuan tersebut dapat bervariasi, seperti:

  1. Temuan Positif
    • Good Practice; Prestasi
    • Conformities; kesesuaian
  2. Temuan negatif
    • Ketidak sesuaian; Non-conformities (NC)
      • Major (berat)
      • Minor (ringan)
  3. Observasi (OB)
    • Peluang untuk perbaikan (Opportunities for Improvement)
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Berat adalah:
  • KTS yang mengancam sertifikasi, akreditasi atau registrasi.
  • KTS yang berpengaruh besar terhadap kualitas produk/pelayanan PT
  • KTS yang menyebabkan risiko kehilangan konsumen/ mahasiswa
  • KTS yang merupakan ancaman/ gangguan terhadap kegiatan atau para pelaksana dalam organisasi.
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Ringan adalah:
  • KTS yang mudah diperbaiki/diralat
  • KTS yang tidak secara langsung mempengaruhi kualitas produk/pelayanan.
  • KTS yang tidak menghambat perolehan sertifikasi/akreditasi/ registrasi.
Baca juga: 12 Kendala Pelaksanaan Audit Mutu Internal

Bagaimana penjelasan detail dari masing-masing temuan audit diatas ?

Bagaimana cara mencatat temuan audit  dengan benar ?

Bagaimana cara menulis PTK (Permintaan Tindakan Koreksi) ?

Untuk mengenal lebih dalam tentang temuan-temuan audit dan aspek-aspeknya, silahkan diunduh file Slideshare berikut ini:


Klik Tautan dibawah ini:

Jenis Temuan dalam AMI


Semoga bermanfaat & salam mutu…

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI & AMI


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
“Audit Mutu Internal”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan /Pelatihan Kerja / TQM / PDCA / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model / Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan / Monitoring /  Pengembangan / Training / Training Center /Temuan Audit / Audit Mutu Internal / Temuan Mayor / Temuan Minor


Decision making

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan


Dapatkah slideshare disini:
Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Institusi Pendidikan yang ingin unggul dalam pengelolaan mutu pendidikan, perlu menerapkan teknik-teknik manajemen dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.

Edward Deming merekomendasikan penggunaan alat-alat berikut:

  • Cause-and-effect diagrams
  • Flowcharts
  • Pareto charts
  • Run charts
  • Histograms
  • Control charts
  • Scatter diagrams ( silahkan download file ppt disini)

Ada banyak metode dan pendekatan dalam proses pemecahan masalah / pengambilan keputusan yang dapat diambil. Pimpinan lembaga pendidikan dan pelaksana SPMI, sangat dianjurkan menerapkan metode-metode pemecahan masalah /pengambilan keputusan agar diperoleh hasil yang efektif dan efisien.

Berikut Slideshare yang dapat diunduh. Silahkan di download file ppt berikut ini:

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

 


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kata Kunci untuk membantu penelusuran: Download ppt, file ppt, pengambilan keputusan, problem solving, pendidikan, SMA, SMP, SD, Perguruan Tinggi, Cause-and-effect diagrams, Flowcharts, Pareto charts, Run charts, Histograms, Control charts, Scatter diagrams, makalah seven tools, contoh kasus senen tools, new seven tools, pelatihan mutu pendidikan

 

qfd

Quality Function Deployment


Dapatkan slideshare Quality Function Deployment disini


Quality Function Deployment (QFD) awal mulanya dikembangkan di Negara Jepang oleh Mitshubishi’s Kobe Shipyard tahun 1972, yang kemudian diadopsi dan dipergunakan oleh Toyota. Penerapan konsep ini, tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas komunikasi, pengembangan produk, pengembangan proses produksi  dan serta sistem pengukuran. Filosofi yang mendasari QFD adalah bahwa pelanggan/ konsumen tidak akan puas dengan layanan suatu produk, jika konsumen memang tidak membutuhkan/ menginginkannya.

Menurut Akau (1990), Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi untuk memahami /menterjemahkan keinginan dan kebutuhan pelanggan kedalam suatu rancangan produk/ jasa yang memiliki persyaratan teknis / karakteristik kualitas tertentu.

Menurut Cohen (1995), QDF merupakan metodologi terstruktur yang diterapkan dalam proses perancangan / pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan. QFD membantu mengevaluasi secara sistematis kapabilitas sebuah produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Menurut Djati (2003), QDF adalah sistem pengembangan produk yang dimulai dari proses merancang produk, proses bagaimana produk tersebut diproduksi (manufaktur), sampai produk tersebut ketangan konsumen. Pengembangan produk tersebut dibuat berdasarkan keinginan/ kebutuhan/ harapan dari konsumen.

Dengan kata lain QFD merupakan taktik untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap adanya keinginan/ kebutuhan pelanggan. QFD mampu merealisasikan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi sebuah produk/ jasa yang dihasilkan oleh produsen. Dengan teknik QFD akan membantu organisasi/perusahaan untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan, mengembangkan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan konsumen serta memperbaiki proses sehingga mencapai efektifitas maksimum. QFD bahkan seringkali mampu melampaui ekspektasi/ harapan dari konsumen.

Walaupun awal mulanya QFD disusun untuk organisasi manufaktur, namun dalam perkembangannya, QFD juga dapat diterapkan untuk lembaga jasa termasuk untuk lembaga pendidikan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh slideshare/ download ppt berikut ini:

Klik disini : PPT Quality Function Deployment

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Konsultasi, In-House Training, Manajemen, Training Center, Pelatihan Kerja, Manajemen Kualitas, Perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD, Madrasah, download ppt, Quality Function Deployment, QFD, Mutu, Kualitas, Perancangan Produk, Desain Produk, Keinginan, Kebutuhan, Harapan, Konsumen, Pelanggan


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)