• + SMS/WA: +628123070905
  • info@mutupendidikan.com

Budaya Mutu

Manajemen Mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi

Manajemen Mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada hakikatnya mencakup kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pendidikan dan pembelajaran secara realitis dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan dosen dengan mahasiswa. Proses pendidikan ini dijadikan sebagai Tri Dharma perguruan tinggi sebab porsi kegiatan rutin yang sangat tampak secara keseharian adalah kegiatan pendidikan dan mengajar.

MANAJEMEN MUTU TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
  1. Perencanaan
  2. Kebijakan
  3. Anggaran
  4. Pengawasan
  5. Evaluasi
PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN SEBAGAI DHARMA PERTAMA

Pendidikan dan pengajaran merupakan bagian atau dharma dari pertama Tri Dharma perguran tinggi. Secara yuridis, pendidikan tinggi dapat dipahami sebagai usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif  mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlaq mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Quality Process Domains
  1. Learning objectives (Tujuan pembelajaran)
  2. Curricular desaign (Rancangan Kurikulum)
  3. Teaching and Learning activities (Kegiatan belajar mengajar)
  4. Student learning assessment (Penilaian belajar)
  5. Implementstion quality assurance (Pelaksanaan penjaminan mutu)
PENELITIAN SEBAGAI DHARMA KEDUA

            Hakikat Penelitian Merupakan kegiatan sistematis menurut kaidah dan metode ilmiah guna memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pengertian lain, penelitian dalam dunia perguruan tinggi diartikan sebagai kegiatan mencari kebenaran yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperleh informasi, data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran  suatu asumsi dan atau hipotesis dibidang ilmu pengetahuan  dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ruang Lingkup
  1. Penelitian dasar atau fundamental merupakan penelitian ilmu dasar yang sangat berkaitan dengan pengembangan teori dan yang mendasari kemajuan ilmu pengetahuan tertentu.
  2. Penelitian penerapan merupakan kegiatan penelitian untuk menerapkan ilmu dasar agar dapat menghasilkan produk teknologi yang kelak bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
  3. Penelitian pengembangan teknologi atas permintaan masyarakat untuk meningkatkan produk yang telah ada agar dapat memenuhi kebetuhan mereka.

 

FUNGSI PENELITIAN BAGI DOSEN

Penelitian ataupun karya tulis ilmiah adalah konsekuensi pokok dari seorang dosen. Melakukan penelitian bagi seorang dosen dikandung maksud kedudukan dosen sebagai seorang ilmuan sekaligus peneliti yang berkewajiban memberikan solusi dan berbagi alternatif lainnya terkait dengan berbagai problem serta pengembangan ilmu pengetahuan  bagi masyarakat secara luas yang salah satunya diperoleh melalui penelitian.

STRATEGI PENGEMBANGAN PENELITIAN

Mengembangkan penelitian bagi setiap dosen diperguruan tinggi diperlukan pengelolaan pengembangan penelitian secara tepat.

  1. Pengembangan SDM
  2. Pengembangan kelembagaan
  3. Pengembangan Program
  4. Pendanaan dan fasilitas
ASPEK PENGEMBANGAN PROGRAM

Penelian institusi

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga, atas nama lembaga dan untuk lembaga

Penelitian kelompok

Penelitian yang dilakukan oleh kelompok dosen atau perorangan ilmu maupun peneliti terapan

PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SEBAGAI DHARMA KETIGA

Pengabdian pada masyarakat adalah salah satu bentuk implementasi yang dikembangkan  dalam kegiatan Tri Dharma diperguruan tinggi. Pengabdian dalam istilah lain disebut mengabdi adalah apapun bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Secara umum pengabdian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan tanpa pamrih ataupun tanpa kompensasi apapun (Charity).

Konsep Pengetahuan Dan Pengabdian
  1. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  2. Penyebarluasan ilmu pengetahuan
  3. Penerapan ilmu pengetahuan
  4. Pemberian bantuan keahlian kepada masyarakat
  5. Pemberian jasa layanan professional kepada masyarakat
Tujuan
  1. Mempercepat proses peningkatan kemampuan sumberdaya manusia sesuai dengan dinamika pembangunan
  2. Mempercepat upaya pengembangan masyarakat kearah terbinanya masyarakat dinamis yang siap mengikuti perubahan-perubahan kerah perbaikan dan kemajuan yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat
  3. Mempercepat upaya pembinaan institusi dan profesi masyarakat sesuai dengan perkembangannya dalam proses modernisasi.
  4. Memperoleh umpan balik dan memasukkan lain bagi perguruan tinggi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan relevansi pendidikan dan penelitian yang dilakukan dengan kebutuhan situasi.
BENTUK-BENTUK PENGABDIAN
  1. Pendidikan kepada masyarakat
  2. Pelayanan kepada masyarakat yakni perguruan tinggi perlu menyediakan SDM khusus untuk memberikan layanan sekaligus pendampingan bagi masyarakat yang memerlukan peran perguaruan tinggi.
  3. Pengembangan hasil penelitian.
  4. Pengembangan wilayah secara terpadu.
  5. Transfer teknologi.
  6. Kuliah kerja nyata yakni memadukan pendidikan dan pengajaran serta penelitan kedalamnya.
MANAJEMEN MUTU TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

Pelaksanaan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi dapat berjalan secara berkualitas sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi tentunya diperlukan manajemen Tri Dharma perguruan tinggi secara rapi dan profesional. Sehingga kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi dapat terealisasi secara sesuai dengan mutu, sasaran dan kebutuhan masyarakat akademik khususnya ataupun masyarakat umumnya.

Unsur Manajemen mutu Tri dharma
  1. Perencanaan Agar kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan sesuai prosedur tentunya diperlukan pedoman pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, pemelitian dan pengabdian masyarakat.
  2. Sumber Daya Manusia

Pengelolaan sumber daya manusia pada pelaksanaan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi dipastikan memerlukan sumberdaya manusia yang unggul, dinamis, serta progresif agar sebuah program dapat terealisasi secara optimal dan tepat sasaran.

  1. Dana dalam pelaksaan Tri Dharma perguruan tinggi tampaknya menjadi problem yang sama antara perguruan tinggi satu dengan lainnya. Dosen khususnya pada perguruan tinggi swasta dapat melakukan terobosan baru yakni institusi atau fakultas dapat menjalin kerjasama penelitian dengan perusahaan asing maupun non asing dalam cakupan dalam atau luar negeri.
  2. Sistem Kontrol realisasi kegiatan dengan anggaran benar-benar terpantau sehingga berbagai kegiatan dapat terlaksana secara optimal dan hasilnya benar-benar bermanfaat sekaligus dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
  3. Evaluasi kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi harus dilakukan pasca pelaksanaan kegiatan. Beberapa problem dan kegiatan yang belum maksimal terlaksana menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang lagi ditahun kegiatan berikutnya.

Berikut kami share PPT (Power Point)  tentang materi ini:

Manajemen Mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi


Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat… Aamiin.

Salam hormat,

Admin,

MutuPendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan SPMI

Sumber Literatur: Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, Koreksi & Implementasi Oleh: Safrudin Aziz, M.Pd.I. Penerbit Gava Media, Cetakan 1, 2016


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Manajemen Mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi, manajemen mutu, pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, pelatihan spmi

Manajemen Mutu Perpustakaan Perguruan Tinggi

Manajemen Mutu Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perkebangan ilmu pengetahuan, teknologi serta berbagai perteuan riset ilmiah dan mutakhir dalam kehidupan manusia tidak lepas dari kerja keras yang diperankan oleh perguruan tinggi. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara profesional dan berkualitas  selain didukung oleh kucuran dana yang cukup, sarana prasarana yang lengkap, dosen dan tenaga pendidik yang berorientasi pada mutu pendidikan, tidak akan berjalan  sempurna tanpa adanya perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki literatur  dan sumber rujukan lengkap serta dikelola secara profesional.

HAKIKAT PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Merupakan salah satu pusat sumber informasi yang berada pada setiap institusi perguruan tinggi yang dikelola dengan menggunakan manajemen baik mencakup manajemen kepemimpinan perpustakaan, manajemen koleksi, manajemen tenaga perpustakaan, manajemen pengelolaan koleksi, serta manajemen layanan informasi yang secara khusus diberikan kepada seluruh civitas akademika dengan tujuan turut mensukseskan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi.

Analogi Perpustakaan

Perpustakaan perguruan tinggi merupakan bagian pokok dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi dan secara mutlak tidak boleh disepelekan. Perpustakaan juga bisa dijadikan slogan sebagai jantungnya perguruan tinggi yang berfungsi sebagai pemompa kualitas pendidikan disetiap perguruan tinggi.

TUJUAN PERPUSTAKAAN DISUSUN SECARA HIRARKI
  1. Memiliki Misi (Mission)
  2. Sasaran (Goals)
  3. Tujuan (Objective)
  4. Kegiatan (Activities)
  5. Program (Programmes)
TUJUAN YANG PERLU DICAPAI OLEH PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI
  1. Perpustakaan perguruan tinggi harus mampu memenuhi keperluan informasi pengajar dan mahasiswa
  2. Perpustakaan perguruan tinggi harus dapat menyediakan bahan pustaka rujukan pada semua tingkat akademis
  3. Perpustakaan perguruan tinggi harus siap dalam menyediakan ruangan untuk pemakai
  4. Perpustakaan perguruan tinggi harus mampu menyediakan jasa peminjaman serta penyediaan jasa infomasi aktif bagi user
MANAJEMEN MUTU PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Mutu secara teknis dapat didasarkan pada upaya memenuhi kebutuhan pelanggan dengan sebaik-baiknya dalam setiap jenis kegiatan layanan. Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka sebagai pelanggan secara berkualitas  tentu diperlukan  berbagai upaya diantaranya: menciptakan budaya kerja yang bermutu, adanya motivasi peningkatan mutu dll.

Baca juga: Penghambat Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi

Unsur Pokok Menciptakan Mutu Perpustakaan
  1. Mutu input perpustakaan
  2. Mutu Proses
  3. Mutu Output
Perencanaan Strategis Perpustakaan 

Menurut “Bryson”

  1. Pemikiran Strategis
  2. Perencanaan Jangka Panjang
  3. Perencanaan Taktis
Ciri-ciri Perpustakaan Perguruan Tinggi berkualitas
  • Berfokus pada pelanggan
  • Berfokus pada upaya untuk mencegah masalah
  • Memiliki strategi untuk mencapai kualitas
  • Memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk memperbaiki diri
  • Memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai perpustakaan yang berkualitas
  • Mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang
  • Membentuk fasilitator yang berkualitas untuk memimpin proses perbaikan
  • Mendorong orang yang dipandang memiliki kreativitas dan mampu menciptakan kualitas
  • Memperjelas peranan dan tanggunjawab setiap orang
  • Memiliki strategi evaluasi yang jelas
  • Memandang kualitas sebagai jalan menuju perbaikan kepuasan layanan
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PUSTAKAWAN
  1. Rekrutmen calon pustakwan yang berijazah ilmu perpustakaan dan informasi
  2. Memilki keterampilan computer
  3. Memberikan izin study lanjut
  4. Mengadakan kerjasama dalam perihal pelatihan pustakawan dengan perpustakaan nasional
  5. Kunjungan atau studi banding keperpustakaan  perguruan tinggi yang lebih besar
  6. Peningkatan kompetensi bahasa asing Peningkatan jumlah dan kualitas penelitian terbitan ilmiah
MANAJEMEN MUTU PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu pusat informasi harus mampu menyedikan kinerja secara berkualitas dan terukur sehingga mampu menyediakan jasa layanan informasi secara cepat, tepat, dan akurat.

Dua Belas unsur persyaratan
  1. Misi
  2. Tujuan
  3. Koleksi
  4. Pengorganisasian materi perpustakaan
  5. Pelestarian materi perpustakaan
  6. Sumberdaya manusia
  7. Layanan perpustakaan
  8. Penyelenggaraanperpustakaan
  9. Gedung
  10. Anggaran
  11. Teknologi informasi dan komunikasi
  12. Kerjasama perpustakaan
Tahapan Penerapan ISO 9001
  1. Tahapan Persiapan
  2. Tahapan penyusunan dan pengesahan dokumen
  3. Tahapan impelentasi
  4. Tahapan sertifikasi dan pasca sertifikasi
Tahapan Persiapan
  1. Mengadakan pelatihan atau bimbingan teknis penyusunan dokumen
  2. Kunjungan atau studi banding
  3. Penetapan SK implementasi ISO
  4. Pelaksanaan audit internal
  5. Rapat Tinjauan manajemen
Tahapan Penyusunan Dan Pengesahan Dokumen
  • Kebijakan Mutu
  • Sasaran mutu
  • Pedoman Mutu
  • Prosedur Operasional Standar
  • Intruksi kerja
  • Formulir atau Rekaman
TAHAPAN IMPLEMENTASI
  1. Presentasi proposal kepada tim manajemen
  2. Pembentukan sterring commite dan tim kerja sistem manajemen mutu ISO
  3. Pelatihan kesadaran mutu kepada tim kerja sistem manajemen mutu ISO
  4. Sosialisasi kesadaran mutu
  5. Penyusunan kebijakan mutu dan sasaran mutu
  6. Penyusunan pedoman mutu,prosedur dan instruksi kerja
  7. Peaksanaan,evauasi dan revisi dokumen
  8. Pengesahan dokumen mutu
  9. Penetapan pelaksanaan system manajemen mutu
  10. Sosialisasi pelaksanaan secara internal dan eksternal
  11. Pelatihan audit internal
  12. Pelaksanaan audit internal
  13. Pelaksanaan Rapat Tinjauan manajemen
  14. Pelaksanaan pre-audit oleh lembaga akreditasi
  15. Penyempurnaan dan revisi dokumen dan system
  16. Final audit sertifikasi oleh lemabaga audit
  17. Pencegahan sertifikat system manajemen mutu ISO
Tahapan Sertifikasi Dan Pasca Sertifikasi
  1. Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pemustaka melalui jaminan mutu yang terorganisasi dan sistematik
  2. Institusi perpustakaan perguruan tinggi yang telah bersertifikasi ISO diijinkan mengiklankan pada media bahwa system manajemen mutu dari institusitelah diakui internasional
  3. Audit system manajemen mutu dari sebuah institusi perpustakaan yang telah memperoleh sertifikat ISO dilakukan secara periodic oleh registrar dari lembaga regristasi
  4. Institusi perpustakaan yang telah memperolehsertifikat ISO secara otomatis terdaftar pada lembaga registrasi
  5. Meningkatkan mutu dan produktivitas dari manajemen
  6. Meningkatkan kesadaran mutu dalam institusi perputakaan perguruan tinggi
  7. Memberikan training secara sistematik kepada seluruh staf perpustakaan,pustakawan
  8. Terjadinya perubahan positif dalam hal kultur mutu dari anggota organisasi
Contoh Aspek-aspek Tinjauan Manajemen
  1. Evaluasi melalui hasil audit
  2. Evaluasi dari upan balik
  3. Evaluasi kinerja proses dan kesesuaian produk
  4. Evaluasi penelaahan terhadap status tindakan korektif
  5. Evaluasi hasil tindak lanjut tinajuan manajemen yang lalu
  6. Evaluasi perubahan yang dapat dipengaruhi
  7. Evaluasi erhadap saran-saran untuk perbaikan

Berikut kami share PPT (Power Point)  tentang materi ini:

Manajemen Mutu Perpustakaan Perguruan Tinggi


Demikian semoga uraian singkat ini bermanfaat… Aamiin.

Salam hormat,

Admin,

MutuPendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan SPMI

Sumber Literatur: Manajemen Mutu Perguruan Tinggi, Koreksi & Implementasi Oleh: Safrudin Aziz, M.Pd.I. Penerbit Gava Media, Cetakan 1, 2016


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, Pengembangan, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, manajemen mutu perpustakaan perguruan tinggi, iso 9001

 

 

Hambatan Manajemen Mutu Sekolah dan Perguruan Tinggi

Penghambat Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi

Dalam kehidupan ilmiah, munculnya tradisi pendukung dan penghambat budaya mutu menjadi sesuatu yang alamiah. Hal ini lahir disebabkan adanya pro dan kontra dari pengelola perguruan tinggi. Dalam kata lain setiap pengelola perguruan tinggi memiliki SDM dan keinginan pribadi masing-masing meskipun sudah jelas dan terpahami visi dan misi yang harus dilakukan guna meningkatkan mutu pada sebuah perguruan tinggi.

Penghambat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
  1. Rapat Pengambilan keputusan berdasarkan rapat yudisium
  2. Rekrutmen pegawai berbasis KKN
  3. Rendahnya tradisi disiplin
  4. Pemasungan kreatifitas SDM perguruan tinggi
  5. AJI MUMPUNG (Bersikap Adigang, Adigung dan adiguna)
  6. Orientasi materialitas bukan pengembangan Tradisi akademik
  7. Memandang perpustakaan sebatas pelengkap akreditasi
  8. Mengembangbiakan budaya egois, pesimis, sentiment dan materialitas
  9. Bersikap nyaman dengan kondisi gagap teknologi
  10. Pengambilan keputsan tidak berbasis data
  11. Manipulasi dokumen Akreditasi
  12. Penghabisan anggaran di akhir tahun
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Rapat Yudisium

Pengambilan keputusan lewat yudisium berarti lebih menitikberatkan pada aspek kebijakan rapat rapat pimpinan guna memutuskan pihak siapa saja yang berhak lulus, diterima atau dimuluskan dalam suatu seleksi.

Rekrutmen pegawai berbasis KKN

Hingga saat ini tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme dalam dunia pendidikan tinggi masih menjadi tradisi yang sulit untuk dihilangkan. Tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme juga melekat pada rekruitmen pegawai baik profesi untuk profesi tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan pada perguruan tinggi. Tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme pada hakikatnya menjadi penghambat peningkatan mutu perguruan tinggi. Karena pemilihan pejabat, penerimaan dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa bukan melalui ujian secara selektif melalui uji kompetensi, wawancara  maupun tes psikologi.

Rendahnya Tradisional Disiplin

            Disiplin salah satu kunci dari kesuksesan setiap orang. Tidak mungkin sesorang dapat meraih kesuksesan secara gemilang manakala tidak diimbangi dengan sikap disiplin yang tinggi.

  • Dampak rendahnya disiplin ini terlihat pada tenaga pendidik yang terlambat meraih gelar doktor, guru besar, atau bahkan tertinggalnya kapasitas penguasaan keilmuan dengan akademisi lain sehingga ia tidak mampu menebus publikasi ilmiah secara internasional.
  • Rendahnya tradisi disiplin bagi tenaga kependidikan mengakibatkan ia tidak dapat berkembang sekaligus tidak siap bersaing dalam menghadapi dunia global ataupun tuntutan zaman.
Pemasungan kreativitas SDM Perguruan Tinggi

            Pemasungan kreativitas SDM perguruan tinggi kerap terjadi pada pihak sebagai akibat atas gejolak perpolitikan yang tidak sehat.

Contoh

Seorang dosen tidak memperoleh proyek penelitian disebabkan ia bukan menjadi tim sukses dalam pemilihan rektor.

Aji Mumpung

Sikap “Aji mumpung” merupakan Penyakit organisasi perguruan tinggi yang menjadi penghambat bahkan perusak mutu. Aji Mumpung berasal dari bahasa jawa yakni menghandalkan sesuatu yang melekat pada dirinya.

Contoh

Bapaknya menjabat sebagai pemimpin pada suatu perguruan tinggi, secara strategis anak-anaknya termasuk kerabat dengan mudah menjadi seorang PNS dosen atau pejabat struktual lainnya ditempat tersebut .

Baca juga: Penilaian Kinerja Dosen berbasis Peningkatan Mutu Akademik

Orientasi Materialitas Bukan Pengembangan Tradisi Akademik

Sebagian dosen memiliki tradisi  menulis yang cukup rendah khususnya dalm menciptakan karya ilmiah, baik berupa karya riset, maupun buku serta publikasu ilmiah lainnya secara nasional dan internasional.penulisan buku memang diakui sebagai pekerjaan berat yang memerlukan tenaga, konsentrasi dan anggaran yang besar untuk menelusur sumber rujukan yang dipergunakan. Sementara penghargaan yang diperoleh dari pekerjaan menulis buku masih sangat murah. Mungkin hanya memperoleh sekitar10% dari pembagian hasil penjualan melalui perhitungan royalty. Itupun apabila bukunya laku terjual dipasaran.

Memandang Perpustakaan Sebagai Sebatas Pelengkap Akreditasi

Perpustakaan dalam sebuah institusi perguruan tinggi berposisi sebagai jantung pemompa   kehidupan ilmiah yang harus diperhatikan keberadaan dan pengembangannya. Pengembang perpustakaan idealnya dilakukan secara menyeluruh dari aspek gedung, koleksi, SDM, saran dan prasarana yang semua itu   memerlukan dukungan pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan.

Contoh

Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dikembangkan melalui komitmen bersama antara pimpinan dan pengelola perpustakaan secara simultan

Mengembangkan Budaya Egois, Pesimis, Sentimen Dan Materialitis

Dalam organisasi apapun, sikap Egois, Pesimis, Sentimen Dan Materialitis sebagian besar melekat pada    beberapa orang pegawai. Begitu pula dalm institusi perguruan tinggi, antar pegawai maupun antar dosen.   Penyakit-penyakit hati tersebut kerap kali menjangkiti pribadi mereka.

Contoh

Seorang dosen telah memperoleh tunjangan sertifikasi sebesar satu kali gaji setiap bulan merasa iri bahkan sentimen pada tenaga kependidikan yang memperoleh tunjangan kinerja dll.

 

Tradisi Egois, Pesimis, Sentimen Dan Materialitis secara esensi merupakan perbuatan memalukan secara akademis sekaligus penghambat mutu perguruan tinggi. Tradisi ini menjadikan karakter dosen dan tenaga kependidikan menjadi semakin buruk hingga dapat mengakar menjadi kebiasaan yang berkembang setiap saat.

Bersikap Nyaman Dengan Kondisi Gagap Teknologi

Tuntutan seorang dosen harus mampu menciptakan penemuan-penemuan ilmiah sekaligus menyampaikannya dalam forum ilmiah tampaknya tidak terlepas dari peran dan perangkat teknologi. Pembelajaran saat ini lebih bersifat Learning by doing yang mengedepankan  action dari  setiap peserta didiknya.

Pengambilan Keputusan Tidak Berbasis Data

Institusi perguruan secara administratif tinggi identik dengan kepemilikan data yang tercover dalam berbagai dokumen vital, dinamis bahkan dokumen using. Maka pengambilan keputusan diupayakan setepat mungkin melalui sumber data yang lengkap serta analisa yang saling menguntungkan. Namun realita yang terjadi dilapangan berbeda dengan teori yang ada. Perguruan tinggi terkadang miskin data dan dokumen sehigga jumlah total mahasiswa dengan pembagian per fakultas, jurusan, per-prodi saja sering tidak jelas. Dari data yang tidak lengkap tersebut, menjadikan pengambilan keputusan atau hasil penelitian menjadi tidak akurat. Sehingga penetapan keputusan tidak jarang      merugikan pihak-pihak lain disebabkan tidak tersedianya data yang lengkap.

Borang isian akreditasi yang terdiri dari tujuh standar sering kali diplesetkan dengan istilah “boring” (bohong dan ngarang). Istilah tersebut tidak selama dianggap keliru, sebabkan realita dilapangan dokumen pendukung akreditasi disulap jadi dalam semalam dan sebagian besar muatan isinya adalah hasil kebohongan disengaja yang dibuat oleh tim kreativitas pengarang “boring”. Padahal idealnya dokumen pendukung akreditasi sudah harus disiapkan tiga tahun berjalan sebelum akreditasi berlangsung.

Basis-Basis Kebohongan
  1. Kebohongan berbasis dokumen
  2. Kebohongan berbasis fasilitas
  3. Kebohongan berbasis fasilitas

Contoh

Menyulap kantor, ruang dosen, laboratorium, ruang kelas dan sarana fisik lainnya yang statusnya milik jurusan lain diakui menjadi milik prodi.

Menghabiskan Anggaran Di Akhir Tahun

Tradisi yang cukup mengakar bahwa diakhir tahun khususnya lembaga perguruan tinggi negeri mempunyai hajat yang cukup padat guna menghabiskan anggaran diakhir tahun yang sedang berjalan. Orientasi pelaksanaan kegiatan ini sekedar menghabiskan anggaran agar dianggap sukses dalam penyerapan anggaran sekaligus dana yang telah dianggarkan tidak dikembalikan kepada Negara. Disamping pihak pengelola tetap memperoleh keuntungan atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Untuk materi dalam bentuk power point, silahkan di unduh pada tautan berikut ini:


Silahkan di unduh disini:

Penghambat Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi


Demikian, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat…Aamiin.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI

 


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Kata kunci untuk membantu penelusuran: Budaya mutu, Penghambat Budaya Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi, Pelatihan & Pendampingan SPMI

 

Benchmarking

Benchmarking


Dapatkan slideshare dibawah ini:

Benchmarking


 

Tujuan utama dari Benchmarking adalah untuk mengenal dan mengevaluasi proses ataupun produk saat ini sehingga menemukan cara-cara atau  “Praktek Terbaik” untuk meningkatkan proses maupun kualitas produk. Benchmarking dapat dilakukan untuk produk,  proses produksi, jasa maupun sistem dalam suatu organisasi/perusahaan.

Benchmarking dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan “Tolok Ukur” atau “Patokan”. Benchmarking adalah proses mengidentifikasikan “Best Practice” terhadap suatu produk/jasa dan proses produksinya hingga produk tersebut dikonsumsi. Benchmarking memberikan gambaran yang diperlukan untuk membantu manajemen dalam memahami proses dan produknya baik dengan cara membandingkannya dengan Industri yang sejenis maupun dengan industri-industri yang lain.

Tahapan Proses Benchmarking

Proses Benchmarking adalah proses yang mencoba melihat/mempelajari faktor luar (produk lain, organisasi lain, sistem lain) untuk mengetahui bagaimana pihak lain mencapai tingkat kinerja dan memahami proses-proses kerja yang mereka gunakan. Benchmarking dapat menjelaskan apa yang terjadi dibalik keberhasilan/ kinerja baik proses ataupun produk yang dibandingkan. Apabila diimplementasikan dengan benar, Benchmarking dapat membantu suatu organisasi/lembaga untuk meningkatkan prestasi/ kinerja organisasinya maupunpun proses-proses didalamnya.

Jenis-jenis Benchmarking

Benchmarking dapat dilakukan kedalam organisasi (secara Internal), yang dilakukan adalah membandingkan kinerja beberapa kelompok atau tim di dalam Organisasi. Sedangkan Benchmarking eksternal adalah membandingkan kinerja suatu organisasi dengan organisasi lainnya atau antar Industri. Benchmarking dapat pula dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain :

  • Strategic Benchmarking, adalah Benchmarking yang mencoba mengamati bagaimana orang atau organisasi lain mengungguli persaingannya.
  • Product Benchmarking, adalah yaitu Benchmarking yang membandingkan produk pesaing dengan produk sendiri untuk mengetahui letak kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) produknya.
  • Process Benchmarking, adalah Benchmarking yang membandingkan proses-proses kerja.
  • Functional Benchmarking, adalah Benchmarking yang melakukan perbandingan pada Fungsional kerja tertentu untuk meningkatkan operasional pada fungsional tersebut.
  • Financial Benchmarking, adalah Benchmarking yang membandingkan kekuatan finansial untuk mengetahui daya saingnya.
  • Performance Benchmarking, adalah Benchmarking yang membandingkan kinerja pada produk atau jasa.
4 tahapan penting Benchmarking :
  • Memahami secara detail proses produksi atau produk saat ini.
  • Menganalisis/ mempelajari proses produksi atau produk lainnya yang berkinerja baik.
  • Membandingkan proses produksi atau produk sendiri dengan proses produksi atau produk yang berkinerja baik.
  • Menerapkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk memcontoh/ mendekati proses produksi ataupun produk yang berkinerja baik tersebut.

Pakar Benchmarking, Robert Camp dalam bukunya, mengemukakan Metodologi Benchmarking yang terdiri dari 12 Tahapan, antara lain :

  1. Memilih Subyek Benchmarking
  2. Menentukan Proses-proses yang akan di teliti
  3. Mengidentifikasikan Mitra/partner yang berpotensi untuk dibandingkan
  4. Mengidentifikasikan sumber-sumber data
  5. Mengumpulkan data-data
  6. Menentukan kesenjangannya yang terjadi
  7. Menetapkan perbedaan proses
  8. Target kinerja yang diharapkan
  9. Melakukan Komunikasi dengan berbagi pihak terkait
  10. Penetapkan Tujuan
  11. Menerapkan/ implementasi
  12. Meninjau ulang dan penyesuaian ulang

Untuk memahami lebih dalam tentang metodologi Benchmarking, berikut dapat di unduh/ download ppt materi berikut ini:


Klik Link dibawah ini:

Demikian, semoga bermanfaat dan berkah selalu.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bimtek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Benchmarking / Produk / Budaya Mutu / Perbaikan Berkelanjutan / Proses / SMA / SMP /Madrasah / SD /Perguruan Tinggi

Manajemen SDM Tenaga Pendidik Perguruan Tinggi

Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidik & Kependidikan

Istilah tenaga kependidikan pada institusi perguruan tinggi sering disebut sebagai “tenaga administrasi ataupun karyawan”. Peran tenaga kependidikan disamping sebagai pendukung proses pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, tenaga kependidikan memegang peranan penting dalam merencanakan kegiatan perguruan tinggi secara penuh baik pada ruang lingkup perencanaan kegiatan anggaran, evaluasi kegiatan, pelaporan kegitan tahunan, penyediaan sarana prasarana, hingga peningkatan mutu lembaga melalui akreditasi program studi  dan institusi ataupun aplikasi SPMI, standar mutu ISO dan jenis standar mutu  lainnya.

Tenaga pendidik disetiap perguruan tinggi selain memiliki   tanggungjawab yang berat juga memperoleh tunjangan sertifikasi senalai satu kali besaran gaji atas konsekuensi menjalankan tugas beratnya itu. Poses ini tentunya tidak terlepas dari bebarapa persyaratan secara ilmiah maupun administrative dalam program sertifikasi sehingga tenaga pendidik memiliki sertifikasi sebagai pendidik professional.

Menurut Abdus Salam Manajemen insani adalah “sebuah kegiatan  mengelola sumber daya manusia (tenaga kependidikan) dalam suatu institusi perguruan tinggi guna meningkatkan mutu kinerja melalui proses pengadaan atau rekruitmen tenag kependidikan secara selektif, pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan, penilaian pegawai, promosi dan mutasi, pemberhentian pegawai, serta kompensasi”.

 

ASPEK MANJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
  1. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut para calon tenaga kerja
  2. Menyeleksi para calon pekerja
  3. Memberikan orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru
  4. Menata pengelolaan upah dan gaji
  5. Menyediakan insentif dan kesejahteraan
  6. Menilai kinerja
  7. Mengkomunikasikan
  8. Melakukan analisis
  9. Pelatihan dan pengembangan
  10. Membangun komiten karyawan
  11. Peluang yang adil dan tidak afirmatif
  12. Keluhan dan hubungan relasi karyawan

Baca juga: Membangun Komunikasi & Budaya Mutu

FUNGSI DAN AKTIVITAS MANAJEMEN MUTU SDM
  1. Perencanaan kebutuhan SDM tenaga kerja kependidikan
  2. Pengadaan / Rekruitmen tenaga kependidikan
  3. Pengarahan (Directing)
  4. Penilaian prestasi kerja dan kompensasi
  5. Pelatihan dan pengembangan SDM tenaga kependidikan
  6. Penciptaan dan pembinaan hubungan kerja yang efektif

 

PROSES PERENCANAAN SDM
  1. Perencanaan untuk kebetuhan masa depan
  2. Perencanaan untuk keseimbangan masa depan
  3. Perencanaan untuk perekrutan dan seleksi atau untuk pemberhentian sementara
  4. Perencanaan untuk pengembangan

 

TEKNIK SELEKSI DALAM REKRUTMEN TENAGA KEPENDIDIKAN
  1. Penyelidikan latar belakang dan pemeriksaan rekomendasi
  2. Seleksi dengan menggunakan mesin poligraf (alat deteksi kebohongan).
  3. Grapologi
  4. Pemeriksaan kesehatan
  5. Pewawancaraan calon pegawai

 

TUJUAN REKRUTMEN
  1. Menetapkan kebutuhan rekrutmen tenaga kerja
  2. Meningkatkan jumlah tenaga pendidik
  3. Membantu meningkatkan angka keberhasilan dari proses seleksi dengan menurunkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang bermutu rendah
  4. Membantu menurnkan kemungkinan tenaga pendidik dan kependidikan yang setelah direkrut dan diseleksi akan hengkang dari sekolahan
  5. Memenuhi tanggung jawab sekolahan bagi program tindakan persetujuan dan hokum lain
  6. Mengawali identifikasi dan menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
  7. Meningkatkan ke efektifan sekolah dan individu dalam jangka pendekdan panjang
  8. Mengevaluasi keefektifan teknik dan pencarian rekrutmen

 

Pengarahan (Directing)

            Pelaksanaan kegiatan dalam institusi perguruan tinggi berjalan secara efektif, setiap tenaga kependidikan memrlukan arahan dari pengelola lembaga, pimpinan atau unsur manajemen yang lain.

 

Penilaian prestasi kerja dan kompetensi

Preformance appraisal  adalah suatu system pengukuran formal,tersetruktur, untuk menilai dan mempengaruhi sifat-sifat karyawan dalam bekerja, tingkah laku dan hasil pekerjaan,  tingkat ketidakhadiran,untuk menemukan seberapa jauh karyawan tersebut melaksanakan tugas pekerjaannya.

 

Fungsi penilaian prestasi
  1. Mempengaruhi nilai penghasilan
  2. Aspek promosi jabatan
  3. Pemberian insentif
  4. Memperoleh pelatihan
  5. Short course
  6. Studi lanjut melalui pemberian beasiswa
Contoh Penilaian kinerja untuk tenaga pendidik
  1. Teknis dengan pendekatan presepsi
  2. Keprilakuan
  3. Hasil kaerja yang berwujud dan terukur
Cara Mendapatkan Tindakan Koreksi
  1. Aspek Kedisiplinan
  2. Aspek komitmen
  3. Aspek Penampilan
  4. Aspek Etika
  5. Aspek Kejujuran
  6. Loyalitas

 

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN

Pelatihan dan pengembangan adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dan harus berjalan secara bersama-sama. Apabila tenaga kependidikan sebatas memperoleh pelatihan tanpa pengembangan dipastikan tidak mampu mengembangankan potensi yang dimilikinya secara optimal.

Baca juga: Kendala Utama Implementasi SPMI

 

PRINSIP PENGEMBANGAN SDM
  1. Pengembangan tenaga kependidikan patut dilakukan untuk tenaga struktural, fungsional, dan teknis penyelenggara pendidikan.
  2. Perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan professional
  3. Mendorong meningkatnya kontribusi setiap individu.
  4. Mendidik dan melatih seseorang yang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan.

 

PENCIPTAAN DAN PEMBINAAN HUBUNGAN KERJA

Dalam konteks hubungan sosial, penciptaan dan pembinaan hubungan kerja yang efektif pada hakikatnya melahirkan rasa persaudaraan, persamaan, serta melekatnya hubungan baik antara tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, ataupun pejabat yang sedang memgang tampuk kekuasaan

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh file power-point berikut ini:


Dapatkan Materi Power Point disini:

Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan ppt


 

Demikian semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat…Aamiin.

Salah hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House

 Training Audit Mutu Internal (AMI) dapat menghubungi:

Customer Service Anda disini

Email: info@mutupendidikan.com

Website: mutupendidikan.com

Peran SOP bagi Manajemen Pendidikan

STANDARD OPERATING PROCEDURES

Bagaimana peran penting SOP bagi manajemen organisasi pendidikan? bagaimana menbuat SOP yang efektif dan efisien? Kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pembuatan SOP?

Untuk lebih jelasnya, silahkan di unduh file Slideshare berikut ini:

Peran SOP bagi manajemen pendidikan

Organisasi Pendidikan adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang tergabung karena ketertarikan, minat, dan niat yang sama yang kemudian secara sah membentuk badan sebagai wadah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Tujuan Organisasi dicapai melalui berbagai aktivitas operasional dan manajerial. Untuk menciptakan kesamaan pemahaman terhadap aktivitas organisasi, prosedur operasi harus dibakukan dengan menetapkan Standard Operating Procedures (SOP).

Pengertian SOP (Standard Operating Procedure)

adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada dalam suatu organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa setiap keputusan, langkah, atau tindakan, dan penggunaan fasilitas pemrosesan dilaksanakan oleh orang-orang di dalam suatu organisasi, telah berjalan secara efektif, konsisten, standar, dan sistematis.

Makna Penting SOP

  • Prosedur kerja yang harus dilakukan secara benar dan konsisten
  • Pengendalian mutu terhadap proses kegiatan organisasi. Contoh: Lembaga Pendidikan

Baca juga: Unsur-unsur penting dalam SOP

Siapa Pengguna SOP

SOP menjadi pedoman bagi para pelaksana pekerjaan. Ini bisa berarti para Dosen, Guru, Tenaga Pendidikan dan Kependidikan, karyawan produksi, resepsionis, office boy, supir, staf administrasi di lembaga pendidikan, staf perpustakaan, supervisor dan manager dll.
Kapan SOP diperlukan

  • Bila sering terjadi masalah dalam proses penciptaan nilai tambah.
  • SOP digunakan utk menilai apakah pekerjaan tsb sudah dilakukan dgn baik atau tidak.
  • Lakukan uji SOP sebelum dijalankan & lakukan revisi setelah 1-2 bulan trial.
  • Lakukan revisi jika ada perubahan langkah kerja yg bisa diakibatkan oleh adanya tehnologi baru, tambahan pekerja, lokasi berbeda, dan semua yg mempengaruhi lingkungan kerja
  • Mintakan masukan dari para pelaksana untuk menjadi bahan perbaikan SOP

Demikian semoga bermanfaat.

Hormat kami,

mutupendidikan.com

 


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu Pendidikan:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House

 “Penyusunan SOP Lembaga Pendidikan” dapat menghubungi:

Customer Service Anda disini


 

Kinerja Dosen

Penilaian Kinerja Dosen Berbasis Peningkatan Mutu Akademik

Lembaga pendidikan dari sekolah tinggi menjadi institut atau bahkan universitas tidak sebatas dibuktikan dengan megahnya sarana fisik dan mewahnya alat transportasi yang dimilki setiap dosen. Akan tetapi perbaikan dan pengembangan mutu akademik harus senantiasa dikembangkan secara dinamis guna menghadapi tantangan masa depan. Dalam istilah lain perbaikan dan pengembangan mutu harus dilakukan melalui penciptaan iklim dan tradisi akademik setiap dosen dan mahasiswanya.

Secara analogis mengembangkan  mutu perguruan tinggi pada prinsipnya sama dengan mengembangkan perangkat teknologi informasi yang memerlukan hardware, software dan brainware.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Pasal 1, UU Dikti 12/2012)

Misi dosen (tugas pokok dan fungsi): Tridharma Perguruan Tinggi
  • Pendidikan
  • Pengabdian kepada Masyarakat
  • Penelitian
Macam-macam kompetensi pendidik
  • Kompetensi Pedagogik
  • Kompetensi Kepribadian
  • Kompetensi Sosial
  • Kompetensi Profesional
Kompetensi Pedagogik

Pemahaman guru termasuk dosen terhadap peserta didik, perancangan dan  pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi Kepribadian

Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlaq mulia.

Kompetensi Sosial

Kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dan bergaul sacara efektif  dengan  peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidik, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi profesional

Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup     penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi   keilmuannya.

Baca juga: Kendala Utama Implementasi SPMI

PENILAIAN KINERJA DOSEN

Penilaian kinerja dosen pada hakikatnya merupakan proses analisis intristik dalam pelaksanaan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkualitas. Pengajaran bermutu  tentunya membantu mahasiswa untuk mencapai pembelajaran berkualitas baik.

KOMPONEN PENILAIAN KINERJA DOSEN  
  1. Persiapan atau Perencanaan Pembelajaran Yang Dilakukan Dosen
  2. Pelaksanaan Pembelajaran
  3. Evaluasi hasil Pembelajaran
BENTUK DAN BOBOT INDEK PENILAIAN KINERJA DOSEN

Penilaian kinerja dosen secara teknis dilakukan oleh petugas gugus  mutu fakultas artinya petugas  gugus mutu fakultas bertugas melakukan pencatatan perhitungan skor sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.

KENDALA-KENDALA PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA DOSEN
  1. Kendala dari pihak yang dinilai
  2. Adanya beberapa dosen yang kontra terhadap publikasi penilaian
  3. Kendala secara teknis
  4. Belum adanya reward yang jelas
  5. Kendala program digital online IKD
UPAYA PENGEMBANGAN MUTU AKADEMIK BAGI DOSEN

Seorang dosen dituntut harus mampu mengembangankan diri semaksimal mungkin sehingga senantiasa memberikan sumbangan  ilmiah kepada peserta didik dan masyarakat. Adapun pengembangan akademik setiap dosen dapat dilakukan lembaga melalui workshop,  pelatihan, seminar, studi banding, studi lanjut melalui perguruan tinggi unggulan negeri baik di dalam maupun luar negeri, pemberian reward dan punishment atas prestasi atas  kinerja dosen.

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh materi power point dibawah ini:

PPT Penilaian Kenerja Dosen

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

 Info Public Training, Silahkan di Klik : Public Training

Ciri ciri sekolah bermutu

13 Ciri-Ciri Sekolah Bermutu


Dapatkan SlideShare ppt disini:
>>> Ciri-Ciri Sekolah Bermutu <<<

13 ciri-ciri sekolah bermutu menurut para Ahli, yaitu:
  1. Sekolah yang selalu fokus pada keinginan dan kebutuhan konsumen, baik itu konsumen internal, maupun konsumen eksternal.
  2. Sekolah yang berkomitmen kuat untuk senantiasa memberikan yang terbaik dan bertindak benar sejak awal kegiatan. Dengan demikian sudah diantisipasi munculnya kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi.
  3. Sekolah yang melakukan investasi pada bidang sumber daya manusia secara tepat, sehingga memperoleh kualitas SDM yang benar-benar unggul.
  4. 4.Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
  5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya
  6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
  7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
  8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
  9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horizontal.
  10. Sekolah memiliki strategi jangka panjang, jangka menengah  dan jangka pendek. Sekolah memiliki kriteria evaluasi yang jelas.
  11. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
  12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
  13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan.

Demikan sekilas informasi tentang ciri-ciri sekolah bermutu, bagaimana pendapat Anda?

Tetap Semangat dan Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Free Slideshare “Membangun Budaya Mutu”
Silahkan Klik (disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training

Dapatkan informasi terkait: Pelatihan, In-House Training,  Pengembangan Mutu Pendidikan, Pelatihan SPMI dan AMI, Budaya Mutu.

Kepemimpinan Mutu Pendidikan & SPMI

Kepemimpinan Berbasis Mutu Perguruan Tinggi

Dapatkan file slideshare ppt dibawah ini:

Kepemimpinan berbasis mutu pada Institusi Perguruan Tinggi

Seiring dengan semakin pesatnya ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadikan setiap manusia dituntut untuk siap menghadapi kancah persaingan dan menguasai infomasi secara lengkap, tepat dan akurat.

Teori Kepemimpinan Menurut “Wages dan Davies” kepemimpinan adalah aktivitas terkait dengan pemanfaatan kekuatan orang untuk mancapai tujuan organisasi. Dari beberapa definisi mengenai kepemimpinan secara teoritik lebih mengarah pada model kepemimpinan manajerial yakni dengan mengarahkan, memperdayakan kemampuan yang dimiliki, membangkitkan rasa percaya diri, serta senantiasa memberi dukungan, motivasi, kepada setiap bawahan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan.

Aspek kepemimpinan transformasion
  1. Idealized influence (Pengaruh yang ideal )
  2. Inspirational motivation (Motivasi yang inspirational)
  3. Intellectual stimulation (Stimulasi intelektual)
  4. Individualized consideration (Pertibangan yang bersifat individual)
Karakteristik kepemimpinan yang berorientasi pada peningkatan organisasi
  1. Visible, commited dan knowledge
  2. Semangat misionaris
  3. Target yang agresif
  4. Strong driver
  5. Komunikasi nilai-nilai
  6. Organisasi
  7. Kontak dengan pelanggan

Baca juga: Kepemimpinan, TQM & Budaya Mutu

Gaya kepemimpinan Secara aplikatif dipahami sebagai sebuah cara yang digunakan seorang pemimpin dala menjalin interaksi dengan bawahannya.terdapat lima gaya kepemimpinan yaitu;

  1. Gaya Otokratis
  2. Gaya Demokratif
  3. Gaya Partisipatif
  4. Gaya Orientasi pada tujuan
  5. Gaya Situasional

Pemimpin Otokratis kerap disebut sebagai kepemimpinan diktator atau direktif. Pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan otokratis biasanya saat mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para karyawan yang harus melaksanakannya atau karyawan yang dipengaruhi keputusan tersebut.

Ciri-ciri Gaya Kepemimpinan Paternalistik
  1. dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Atasan menganggap bawahannya sebagai manusia biasa yang belum dewasa dan bersikap terlalu melindungi sehingga bawahannya tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri melalui innovasi .
  2. Atasan jarang sekali memberi kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif
  3. Atasan jarang sekali memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kreativitasnya.
  4. Atasan bersikap selalu benar dan sedikit sekali dapat menerima masukan dan saran.
Ciri-ciri Gaya Kepemimpinan Militeristik
  1. Lebih banyak menggunakan sistem perintah kepada bawahannya.
  2. Menghendaki kapatuhan mutlak dari bawahannya.
  3. Menyenangi formalitas dan upacara-upacara ritual yang berlebihan.
  4. Menuntut adanya disiplin keras dan kaku dari bawahannya

Menurut “Association of Supervision and Curriculum Development” kepemimpinan pendidikan merupakan tindakan atau tingkah laku diantara individu-individu dan kelompok-kelompok yang menyebabkan mereka bergerak kearah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang menambahkan penerimaan bersama bagi mereka. Aspek-aspek kepemimpinan berbasis peningkatan mutu pada level institusi. Pertama, Menetapkan Visi dan Misi Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Kedua, menetapkan organisasi dan tata kerja unit penjaminan mutu. Ketiga, Pemilihan dan penentuan model manajemen kendali. Keempat, Melakukan evaluasi dan revisi standar mutu melalui benchmarking secara berkelanjutan. Kelima, Melaksanakan sosialisasi tentang sistem penjaminan mutu pedidikan tinggi kepada seluruh pelaksana pendidikan secara terprogram.

Seorang pemimpin dalam institusi perguruan tinggi baik pada level tertinggi maupun level terendah secara khusus harus memiliki keterampilan teknis dalam menjalankan aktivitas kepemimpinannya.

Terkait dengan PERMENRISTEKDIKTI NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG SPMI , Top management, Institusi Perguruan Tinggi juga dituntut agar memahami filosofi Manajemen Mutu secara benar. Untuk lebih jelasnya silahkan diunduh file power point tersebut diatas.

Demikian, semoga uraian singkat tentang leadership ini dapat bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Mutu Pendidikan & SPMI

Manajemen Mutu Perguruan Tinggi

Era globalisasi adalah era persaingan mutu atau kualitas. Maka perguruan tinggi di era globalisasi hendaknya berbasis pada mutu. Dalam menyediakan jasa pendidikan dan mengembangkan sumber daya manusia, perguruan tinggi hendaknya memperhatikan bahwa keunggulan merupakan hal yang sangat penting saat ini. Para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi pada dasarnya mengharapkan hasil berlipat yaitu ilmu pengetahuan, gelar, keterampilan, pengalaman, keyakinan dan perilaku berbudi luhur. Semua itu diperlukan dalam rangka mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja dengan mengharapkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera secara lahir dan batin

Tautan Penting: Kendala Utama Implementasi SPMI

Menurut Anda, apa itu management atau manajemen? Dan jika Anda diminta menyebut dua macam manajemen yang pernah Anda pelajari dalam keseharian, manajemen apakah tersebut? Mungkin ada di antara Anda yang menjawab manajemen pemasaran dan manajemen keuangan.

Kedua manajemen yang Anda sebutkan bisa jadi memang beberapa dari konsep manajemen. Karena manajemen yang anda ketahui tidak selamanya akan membahas pemasaran dan keuangan akan tetapi dalam contant ini kita akan lebih cenderung untuk membahas manajemen mutu pendidikan perguruan tinggi. Karena manajemen mutu tidak selalu sama dengan tahun sebelumnya melainkan kita harus selalu memperbaikinya.

Lalu, apa definisi hakikat manajemen? Karena semakin banyaknya pendidikan perguruan tinggi yang memiliki kualitas mutu yang bagus, tapi bagaimana sebuah perguruan tinggi tersebut bisa menjadi perguruan tinggi yang memiliki mutu yang bagus jika tidak tahu arti dari ‘pendidikan bermutu’ yang sebenarnya. Ini penting karena jika definisi Anda tentang pendidikan bermutu salah maka semua upaya Anda untuk menjadi perguruan tinggi yang berkembang/ bermutu akan salah sasaran.

Tantangannya, jika Anda mencari definisi manajemen mutu di Google, misalnya dengan menulis ‘manajemen mutu’ akan muncul hasil sekitar 1.240.000,- ini artinya, banyak definisi kepemimpinan. Sebagai contoh, beberapa orang berpikir pendidikan bermutu berarti pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik  dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran dan dari buruknya akhlaq dan iman.

Dari semua definisi pendidikan bermutu ialah berarti pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik yang dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik  dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakjujuran dan dari buruknya akhlaq dan iman.

Ruang lingkup perguruan tinggi yang bermutu harus mampu mengantar output lulusan memiliki seperangkat pengetahuan, skill, berkarakter atau memiliki kematangan secara intelektual, emosional dan spiritual serta mampu mengusai dan diterima dalam persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, atau bahkan mampu menciptakan lapangan kerja sacara kreatif dan produktif. Dalam Dalam mengelola mutu, ada sebuah siklus yang disampaikan Deming untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu. Siklus ini terkenal dengan sebutan “Roda Deming”.

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh slideshare PPT berikut ini:

Bab 1: Manajemen Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi

Demikian, sekilas informasi tentang Manajemen Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi, semoga bermanfaat.

salam,

mutupendidikan.com

Pendampingan & Pelatihan