• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

AMAI

Penyelesaian Masalah Pendidikan

5 Tahap  Melakukan Analisis Akar Masalah

Root Cause Analysis (Analisis Akar Masalah) adalah metode yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Metode ini berguna untuk membantu tim GKM lembaga Pendidikan menemukan jawaban mengapa masalah yang spesifik bisa timbul, RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dalam 5 tahap/ langkah berikut:

Tahap 1: Definisikan Masalah

Masalah apa yang sedang terjadi pada saat ini? Apakah ada standar SPMI yang tidak terpenuh? Apakah ada keluhan dan stakeholder?  (Masalah Siswa, Kurikulum, Kompetensi, Sarpras, dll)

Jelasklan simptom/ gejala yang spesifik, yang menandakan adanya masalah tersebut!

Tahap 2: Kumpulkan Data-Data Pendukung

Apakah memiliki bukti yang menyatakan bahwa masalah memang benar ada? (Referensi, Bukti Obyektif dll) Sudah berapa lama masalah tersebut muncul? Impact/ kerugian apa yang dirasakan lembaga Pendidikan dengan adanya masalah tersebut?

Dalam tahap ini, tim GKM perlu melakukan analisa mendalam tentang faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya masalah. Agar Root Cause Analysis (RCA) yang dijalankan efektif, kumpulkanlah wakil dari setiap departemen yang terlibat (tenaga pendidik dan kependidikan), yang memahami situasi dan kondisi masalah. Wakil tersebut dapat menjadi sumber informasi yang sangat dibutuhkan dalam RCA.

Pada tahap ini tim GKM lembaga pendidikan dapat menggunakan metode “CATWOE”. CATWOE merupakan singkatan dari Customer (konsumen), Actor (pihak yang terlibat), Transformation Process (proses yang diteliti), World View (gambaran besar/ big picture, dan area mana yang mengalami impact paling besar), Owner (pemilik proses), dan Environmental Constraint (keterbatasan).

Tahap 3: Identifikasi Penyebab yang Mungkin Terjadi
  • Uraikan urutan kejadian yang mengarah kepada masalah!
  • Pada kondisi yang bagaimana masalah tersebut terjadi?
  • Adakah masalah-masalah lain yang muncul bersamaan?

Dalam tahap ini, lakukan identifikasi sebanyak mungkin penyebab masalah yang bisa diperoleh. Dalam beberapa kasus, ada kecenderungan mengidentifikasi satu atau dua faktor kausal, lalu berhenti dan merasa sudah selesai. Padahal satu atau dua itu belum cukup/ belum lengkap untuk menemukan akar masalah yang tersembunyi.

RCA diaplikasikan bukan  untuk menghilangkan satu dua masalah yang nampak. Namun RCA akan membantu menggali lebih dalam dan menghilangkan akar dari keseluruhan masalah.

Berikut beberapa tips praktis untuk melakukan RCA :

  • Metode “5-Whys” – Tanyakan “mengapa?” berulang kali sehingga ditemukan jawaban yang paling dasar.
  • Metode Drill Down – Bagilah masalah hingga menjadi bagian-bagian kecil yang lebih detail untuk memahami gambaran besarnya.
  • Apresiasi – Jabarkan fakta-fakta yang ada dan tanyakan “Lalu kenapa jika hal ini terjadi/tidak terjadi?” untuk menemukan konsekuensi yang paling mungkin dari fakta-fakta tersebut.
  • Diagram sebab-akibat (Fishbone Diagram), berupa bagan menyerupai tulang ikan yang menerangkan semua factor-faktor penyebab yang mungkin untuk melihat dimana masalah muncul.
Tahap 4: Identifikasi Akar Masalah
  • Mengapa faktor kausal tersebut ada?
  • Alasan apa yang benar-benar menjadi dasar kemunculan masalah?

Gunakan tool/ metode yang sama dengan yang digunakan dalam langkah 3 untuk mencari akar dari setiap faktor. Tools tersebut dirancang untuk mendorong anda dan tim menggali lebih dalam di setiap level penyebab dan efeknya.

Langkah 5: Ajukan dan Implementasikan Solusi
  • Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul kembali?
  • Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan?
  • Siapa yang akan bertanggungjawab dalam implementasi solusi?
  • Adakah resiko yang harus ditanggung ketika solusi diimplementasikan?

Demikian sekilas informasi tentang langkap-langkap problem solving yang dapat digunakan oleh tim GKM Institusi Pendidikan. Semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan
” 7 Tools dan Analisis Akar Masalah”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini) 

Kata kunci untuk membantu penelusuran: Kaizen, Improvement, Perbaikan, SPMI, SPMP, Budaya Mutu, Penjaminan Mutu, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah, Quo vadis, Komitmen, Resistence, Sosialisasi, Instrumen, Metode, peningkatan mutu pendidikan, kendala utama implementasi SPMI, bimtek spmi, workshop sistem penjaminan mutu internal, 7 tools, analisis akar masalah, problem solving

 

Jenis-Jenis Temuan dalam Audit Mutu Internal

Temuan Positif & Negatif

Ketika melakukan audit dalam kegiatan AMI, seringkali auditor mendapatkan beberapa temuan (finding). Jenis temuan tersebut dapat bervariasi, seperti:

  1. Temuan Positif
    • Good Practice; Prestasi
    • Conformities; kesesuaian
  2. Temuan negatif
    • Ketidak sesuaian; Non-conformities (NC)
      • Major (berat)
      • Minor (ringan)
  3. Observasi (OB)
    • Peluang untuk perbaikan (Opportunities for Improvement)
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Berat adalah:
  • KTS yang mengancam sertifikasi, akreditasi atau registrasi.
  • KTS yang berpengaruh besar terhadap kualitas produk/pelayanan PT
  • KTS yang menyebabkan risiko kehilangan konsumen/ mahasiswa
  • KTS yang merupakan ancaman/ gangguan terhadap kegiatan atau para pelaksana dalam organisasi.
Temuan Ketidak sesuaian (KTS) Ringan adalah:
  • KTS yang mudah diperbaiki/diralat
  • KTS yang tidak secara langsung mempengaruhi kualitas produk/pelayanan.
  • KTS yang tidak menghambat perolehan sertifikasi/akreditasi/ registrasi.
Baca juga: 12 Kendala Pelaksanaan Audit Mutu Internal

Bagaimana penjelasan detail dari masing-masing temuan audit diatas ?

Bagaimana cara mencatat temuan audit  dengan benar ?

Bagaimana cara menulis PTK (Permintaan Tindakan Koreksi) ?

Untuk mengenal lebih dalam tentang temuan-temuan audit dan aspek-aspeknya, silahkan diunduh file Slideshare berikut ini:


Klik Tautan dibawah ini:

Jenis Temuan dalam AMI


Semoga bermanfaat & salam mutu…

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan SPMI & AMI


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
“Audit Mutu Internal”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan /Pelatihan Kerja / TQM / PDCA / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model / Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan / Monitoring /  Pengembangan / Training / Training Center /Temuan Audit / Audit Mutu Internal / Temuan Mayor / Temuan Minor


Tindakan Koreksi dalam AMI dan SPMI

Tindakan Koreksi dalam Audit Mutu Internal

Koreksi, Korektif & Preventif

Bapak/Ibu yang terhormat,

Tindakan koreksi, adalah langkah perbaikan yang dilakukan ketika ada temuan KTS (Ketidak-sesuaian) dalam proses audit. Dalam praktek seringkali tindakan koreksi yang dilakukan terkesan seadanya, tidak lengkap, tidak mencukupi dan tidak efisien, kalau hal ini terjadi tentu saja harapan adanya perbaikan berkelanjutan dari proses PDCA tidak akan sesuai harapan.

Untuk memahami bagaimana metode yang benar, dalam ISO diperkenalkan 3 tindakan yaitu tindakan koreksi, korektif dan preventif. Bagaimana mekanismenya  dan siapa saja yang terlibat dalam proses ini, silahkan diunduh file SlideShare berikut ini:

Tindakan Koreksi dalam Audit Mutu Intenal

Demikian, semoga bermanfaat.

Terima kasih dan salam mutu.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Audit Mutu lainnya:

Silahkan klik disini


Untuk informasi In-house Training silahkan kontak:

Hasan Bagus

Email: mutupendidikan.info@gmail.com

atau kirim SMS/WA ke nomor: 08123070905

Kata Kunci untuk penelusuran: Permintaan Tindakan Koreksi dan Pencegahan, Korektif, Preventif, Audit, AMI, Finding, Tindakan koreksi dan pencegahan, Correction action, Corrective action, Preventive action

Audit Mutu

Checklist Pembuatan Laporan Audit

Assalaamu’alaikum. Wr.Wb.

Dear Penggerak SPMI/SPMP yang berbahagia, salam mutu…

Laporan audit yang lengkap dan komprehensif, akan memberikan manfaat besar bagi organisasi / manajemen. Dengan laporan yang lengkap dan komprehensif, maka manajemen lembaga pendidikan akan memperolah data-data yang lengkap untuk mengambil langkah-langkah tindakan perbaikan yang diperlukan.

Tautan penting: E-learning Audit Mutu Internal Pendidikan

Daftar periksa (Checklist) berikut diharapkan dapat membantu Tim Audit untuk mengetahui apa saja yang perlu di dipersiapkan dalam menyusun laporan hasil Audit Mutu Internal yang baik. Untuk mendapatkannya, silahkan diunduh disini:

Checklist Pelaporan Audit Mutu Internal AMI SPMI

“Tetaplah semangat untuk membangun sistem manajemen mutu pendidikan yang efektif dan efisien”

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi

Problem Audit Mutu Internal

Salah satu problem dalam kegiatan audit mutu internal (AMI) adalah:

“Anggota Tim audit kurang dibekali dengan berbagai pengetahuan dan skill tentang proses audit”

Institusi pendidikan sangat dianjurkan untuk memberi pembekalan yang cukup agar tenaga auditor mereka dapat terjun ke lapangan secara memadai. Tenaga auditor yang tidak terampil, tentu saja dapat merusak tatanan sistem manajemen mutu yang telah dibangun selama ini. Lembaga penjaminan mutu akan berkurang wibawanya apabila tenaga auditor tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Seorang Auditor yang cakap/terlatih umumnya memiliki ketrampilan audit seperti:

  1. Memiliki rasa percaya diri dan kewenangan yang cukup dalam menjalankan fungsinya.
  2. Menguasai teknik-teknik dan sikap yang tepat untuk menjalankan audit mutu internal
  3. Menguasai konsep-konsep penting dalam audit mutu internal
  4. Memahami proses-proses inti dan proses-proses pendukung yang ada dalam organisasi pendidikan
  5. Memahapi konsep P-D-C-A atau “PPEPP” dan cara beroperasi sistem manajemen mutu (SPMI)
  6. Memahami standar-standar yang dimiliki lembaga pendidikan yang di audit
  7. Memahami proses pendokumentasian sistem manajemen mutu.

Demikian kriteria penting yang harus dimiliki tenaga auditor internal. Kegiatan audit mutu internal bukan pekerjaan yang mudah, bukan pekerjaan yang remeh, bukan pekerjaan sambilan. Pembekalan yang cukup dan memadai sangat diperlukan bagi semua calon auditor.

Tautan Penting: E-Learning Audit Mutu Internal

Demikian, tetap semangat dan selamat berjuang.

admin,

mutupendidikan.com

Kode Etik Auditor Mutu Internal Institusi Pendidikan

Contoh Kode Etik Auditor Mutu Internal P.T.

Silahkan diunduh file dokumen contoh Kode Etik Auditor Mutu Internal:

(Contoh Kode Etik Auditor)


“I don’t think of myself as a role model for others, but I like to live my life by my own integrity…”

Tujuan

Tujuan perumusan kode etik auditor ini untuk mendorong budaya etis di kalangan profesi auditor mutu internal. Kode etik ini diperlukan oleh profesi auditor mutu internal untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap tim auditor yang akan melaksanakan tugas audit. Lihat Tautan: Menjadi Auditor Mutu Internal Profesional

Asas-Asas

Auditor harus menerapkan dan memegang teguh asas-asas berikut.

  1. Asas Kerahasiaan.
  2. Asas Integritas.
  3. Asas Objektivitas.
  4. Asas Kompetensi.
  5. Asas Independen.

Asas Kerahasiaan

  • menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam melaksanakan tugas.
  • menghindari penyalahgunaan informasi yangdiperolehnya untuk keuntungan pribadi/kelompok atau menggunakan informasi dengan cara yang melawan hukum atau yang merugikan tujuan dan etikakelembagaan.

Asas Integritas

  • melaksanakan audit dengan jujur dan  bertanggung jawab.
  • mematuhi Piagam Audit dan membuat laporan audit sesuai aturan yang berlaku.
  • menghindari tindakan yang mendiskreditkan profesi auditor atau mendiskreditkan organisasi teraudit.
  • menghormati dan mendukung terlaksananya tujuan audit.

Asas Objektivitas

  • menghindari aktivitas yang dapat merusak objektivitas audit mutu internal.
  • menolak pemberian apapun yang dapat merusak kemampuannya untuk berlaku adil.
  • melaporkan semua fakta hasil audit (yang seharusnyadilaporkan).

Asas Kompetensi

  • menguasai (mempunyai) pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman audit untuk melaksanakan kegiatan audit,
  • melaksanakan pelayanan audit akademik sesuai dengan Standar dan Manual Prosedur Audit Mutu Akademik Internal,
  • Auditor dituntut selalu meningkatkan kemampuan, efektivitas dan mutu layanannya.
  • Lihat Tautan: Memahami Kompentensi Auditor

Asas Independensi

  • bebas dari pengaruh setiap pekerjaan dalam bidang yang diaudit atau yang pernah menjadi tanggung jawabnya,
  • tidak memihak kepada siapa pun,
  • tidak terlibat dalam pertentangan kepentingandengan teraudit.

Sanksi bagi Pelanggaran Kode Etik

  • peringatan lisan,
  • peringatan tertulis pertama, kedua dan ketiga,
  • pemberhentian sementara sebagai auditor untuk jangka waktu tertentu,
  • pemberhentian sebagai auditor.
  • Lihat Tautan: 12 Kendala Pelaksanaan Audit

Demikian contoh kode etik Auditor, semoga bermanfaat.

Referensi: Kode Etik Auditor Universitas Gajah Mada

hormat kami,

mutupendidikan.com

Ketrampilan auditor mutu internal Perguruan Tinggi

Menjadi Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi

Dapatkan Slideshare PPT Auditor Mutu Internal:

>>AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI<<

Menjadi auditor mutu internal yang profesional tentu bukan pekerjaan yang mudah, ada beberapa hal penting yang perlu dikuasai, yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Aspek Kognitif

Dari aspek kognitif, seorang auditor perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang segala sesuatu tentang audit mutu internal. Diantaranya tentang:

Aspek Afektif

Afektif adalah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Dari aspek afektif, seorang auditor mutu internal perlu membangun kecerdasan emosi yang sangat dibutuhkan dalam berinteraksi dengan auditee. Ketrampilan interpersonal skills, bersikap empati, dewasa, tidak mudah terbawa emosi tentu sangat dibutuhkan sebagai seorang calon auditor yang handal.

Untuk meningkatkan ketrampilan afektif, tentu saja seorang auditor perlu meningkatkan ketrampilan di bidang Leadership, Motivasi Kerja dan Budaya Mutu Institusi Pendidikan. Berikut link materi yang dapat diunduh:

  1. Motivasi Kerja & Budaya Mutu
  2. Membangun Budaya Mutu 
  3. Membangun Budaya Mutu Pendidikan
  4. Ciri-Ciri Sekolah Bermutu
  5. Masalah Pendidikan & Peran SPMI
  6. Prinsip & Kiat Sukses Pengembangan SPMI
  7. Membangun Tim Kerja yang Unggul
  8. Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 1
  9. Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 2
  10. TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah
  11. TQM & Leadership
  12. Membangun Model Kepemimpinan Lembaga Pendidikan
  13. Mengukur Kepuasan Pelanggan
  14. Komunikasi & Budaya Mutu
  15. TQM & Manajemen Konflik
  16. TQM, Sejarah & Pendidikan
  17. TQM & 14 Point Peningkatan Kualitas

Aspek Psikomotorik

Ketrampilan psikomotorik auditor, tentu dapat ditingkatkan melalui model-model  praktek dan latihan. Dengan mengikuti praktek dan latihan Auditor Mutu Internal  (AMI) yang diselenggarakan lembaga mutupendidikan.com calon auditor akan dibekali berbagai teknik-teknik manajemen dan psikologi organisasi yang sesuai.  Ketrampilan yang akan diberikan antara lain mengenal body language, mengenal tipe-tipe kepribadian auditee, mengenal psikologi medan (Kurt lewin), mengenal gaya-gaya komunikasi, mengenal teknik-teknik motivasi dan kepemimpinan yang sesuai.

Untuk mendapatkan informasi pelatihan ketrampilan Auditor profesional, Bapak Ibu dapat melihat di tautan berikut:

>> Jadwal Pelatihan Mutu Pendidikan <<

Demikian, sekilas informasi, terkait metode pendidikan dan pelatihan calon Auditor Mutu Internal Pendidikan. Semoga Bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Permasalahan Audit Mutu Internal

12 Kendala Pelaksanaan AMI

Permasalahan AMI

Kegiatan Audit Mutu Internal adalah kegiatan penting yang wajib dilakukan oleh institusi Pendidikan yang menjalaskan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) atau yang mengadopsi SMM ISO 9001.

Tujuan audit mutu internal (AMI) adalah untuk menilai seberapa efektif penerapan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) atau penerapan sistem manajemen mutu lainnya seperti ISO 9001 :2015

Pelaksanaan AMI akan menunjang proses perbaikan yang berkelanjutan di lingkungan Institusi Pendidikan. Proses ini dikenal dengan istilah PPEPP, yang meliputi Penetapan Standar, Pelaksanaan Standar, Evaluasi Standar, Pengendalian Standar & Peningkatan Standar.

Dalam prakteknya banyak kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan audit mutu internal. Berikut adalah beberapa kendala yang sering dijumpai.

 

12  Kendala Audit Mutu Internal:

  1. Auditee/teraudit kurang memahami kegunaan audit bagi unit kerja masing-masing sehingga audit dianggap merepotkan dan merupakan beban pekerjaan tambahan.
  2. Ada persepsi bahwa kegiatan audit mutu internal hanya mengganggu pekerjaan utama sehari-hari.
  3. Auditor mutu internal yang ada tidak memiliki keahlian/ kompetensi sebagai auditor dan bahkan tidak paham tata cara mengelola audit mutu internal.
  4. Auditor Mutu internal tidak memiliki kekuasaan (power) yang cukup sehingga auditee / teraudit kerap menganggap enteng dan tidak menindaklanjuti temuan-temuan audit yang ada.
  5. Tidak disiapkan reward /penghargaan yang memadai bagi petugas Auditor. Hal ini berdampak pada motivasi kerja tim auditor.
  6. Auditor memiliki beban tugas dan pekerjaan yang cukup padat, memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan utamanya (seperti jadwal mengajar yang cukup padat bagi seorang dosen/guru) sehingga auditor sulit menepati jadwal audit yang telah ditetapkan.
  7. Lemahnya dukungan manajemen puncak berkaitan dengan kegiatan audit mutu internal. Manajemen kurang menerapkan reward & punishment terhadap jalannya kegiatan AMI. Manajemen puncak acuh terhadap kegiatan AMI, tidak memberikan teladan yang benar.
  8. Batasan yang tegas pembagian temuan audit seperti temuan mayor/minor yang tidak jelas kriterianya sehingga membuat auditee kebingungan, konflik dan kecewa.
  9. Temuan audit tidak di tindaklanjuti (follow up) sebab selama ini tidak ada sangsi jika tidak ada tindak lanjaut (follow up).
  10. Masih banyak pihak yang beranggapan bahwa audit dilakukan untuk mencari kesalahan orang. AMI memilik citra yang negatif dimata auditee/teraudit.
  11. Update penyegaran ketrampilan auditor jarang dilakukan sehingga kompetensi auditor kurang berkembang.
  12. Tidak lanjut yang dilakukan auditee tidak menyentuh akar masalah, sehingga masalah yang sama akan terulang lagi dimasa yang akan datang.

Demikian, sekilas informasi tentang permasalahan AMI di lapangan, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan, Pelatihan & Training


Dapatkan Informasi Terkait: ami /amai / training / pelatihan / temuan / akar masalah / ppepp / konflik /temuan audit /standar /mutu internal / sma /smp / sd / perguruan tinggi / pendidikan / mutu

Audit Mutu Internal

Klasifikasi Audit Mutu

AUDIT MUTU INTERNAL PENDIDIKAN

Pengertian

Audit Mutu Internal adalah Audit penjaminan dan konsultasi yang independen dan objektif secara internal dalam organisasi penyelenggara pendidikan berdasarkan standar yang dimiliki organisasi itu sendiri

Tujuan Audit Mutu Internal (AMI) sbb:

  1. Memberi nilai tambah dan memperbaiki kegiatan operasional akademik atau proses akademik Universitas/Sekolah/Madrasah.
  2. Mengetahui bahwa pelaksanaan standar mutu akademik Universitas/Sekolah/Madrasah telah tepat dan efektif, serta terdapat upaya-upaya peningkatan standar mutu akademik tersebut.
  3. Mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkannya secara profesional berkelanjutan.

AMI vs AMAI

  • AMI : apabila ruang lingkup yang diaudit meliputi semua aspek dalam organisasi.
  • AMAI : ruang lingkup yang di audit hanya sebatas fungsi AKADEMIK

 

Proses pelaksanaan AMI mengikuti siklus sebagai berikut:

  1. Menetapkan tujuan audit
  2. Merencanakan audit tahunan
  3. Menetapkan sasaran dan lingkup audit
  4. Membentuk tim audit
  5. Mengkaji ulang dokumen dan menyiapkan daftar pengecekan (Audit Sistem)
  6. Menyelenggarakan rapat tim audit
  7. Menetapkan jadwal audit
  8. Melaksanakan audit di tempat obyek audit (Audit Kepatuhan)
  9. Menyusun laporan audit (Temuan, KTS, OB & PTK)
  10. Melakukan kajiulang oleh manajemen

 

3 Tipe Audit

  1. Audit tipe pertama (audit internal)
  2. Audit tipe kedua (audit eksternal)
  3. Audit tipe ketiga (audit eksternal secara independen)

Bagaimana penjelasan lebih lanjut, silahkan di unduh file slideshare dibawah ini:

Klik Tautan dibawah ini:

Klasifikasi Audit Mutu

Demikian, semoga bermanfaat & Salam Mutu

Hormat kami,

admin,

www.mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Audit Mutu lainnya:
Silahkan (klik disini)

Dapatkan informasi terkait: Audit Mutu Internal Pendidikan / AMI / AMAI / Tujuan Audit / Jenis Audit / Tipe Audit / Klasifikasi Audit / Frekuensi Audit / Audit Mutu Akademik Internal / Lembaga Sertifikasi / Badan Sertifikasi / Lembaga Akreditasi / Badan Akreditasi / Audit Sistem / Audit kepatuhan / Manajemen / Leadership / Komunikasi / Sekolah / Madrasah / Perguruan Tinggi / Bimbingan Teknis

Tips untuk keberhasilan Audit Mutu Internal

SUKSES AMI, SUKSES SPMI

Bapak Ibu pengerak SPMI yang berbahagia…

Perguruan Tinggi, Sekolah maupun Madrasah yang menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan, perlu terus menerus meningkatkan  ketrampilan dan kompetensi Auditor yang mereka miliki.

Dengan adanya tenaga auditor internal yang cakap & berpengalaman, institusi pendidikan akan dapat merencanakan dan menjalankan kegiatan audit dengan baik.

Berikut kami sampaikan slideshare terkait Tips dan kiat-kiat sukses audit mutu internal. Didalamnya dibahas tentang :

  • Bagaimana membuat perencanaan audit yang lengkap
  • Teknik bertanya dan wawancara
  • Metode audit
  • Audit Kepatuhan & Kecukupan
  • Menyusun jadwal Audit  Mutu Internal
  • Menyusun Tim Auditor
  • Menyusun rencana audit
  • Membuat alat bantu berupa checklist audit
  • Teknik menyusun temuan (finding)
  • Menyusun rencana tindak lanjut dari hasil-hasil temuan audit
  • Sofkskill dan ketrampilan auditor

Untuk mendapatkan slideshare tersebut, silahkan diunduh file berikut ini:

Tips Keberhasilan Audit Mutu Internal.

Semoga bermanfaat… Semangat!

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com


Dapatkan slideshare AMI di tautan berikut ini:
(Audit Mutu Internal)

 

123