• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Komitmen membangun SPMI Pendidikan

Tips SPMI 1# Bangunlah Komitmen untuk Perbaikan Terus Menerus

TIPS SPMI1#
Bangunlah Komitmen untuk Perbaikan Terus Menerus

SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) Suatu lembaga Pendidikan tidak akan bisa berhasil apabila tidak ada komitmen dari segenap pimpinan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus (Kaizen)

Pakar Kaizen asal Amerika Dr. Edwards Deming, penulis dari Out of the Crisis, mengatakan Mutu haruslah menjadi visi dan patokan untuk melakukan perbaikan terus-menerus. Pendekatan Mutu harus menjadi cara sebuah organisasi manapun (termasuk institusi pendidikan)  dikelola, dipimpin dalam melakukan usaha bisnis.

Lembaga pendidikan yang tidak memperdulikan mutu tentu akan berangsur-angsur ditinggalkan stakeholdernya (pemangku kepentingan). Konsumen baik yang internal (dosen, karyawan, tenaga kependidikan) maupun konsumen ekstenal (mahasiswa, orang tua, pengguna lulusan, dunia usaha, dunia industri) tentu akan meninggalkan organisasi pendidikan tersebut apabila kecewa dengan layanan pendidikan yang diberikan.

Perlu direnungkan nasihat bijak berikut ini: “Keunggulan” – Entah dalam Upaya Negara, perusahaan, Perlombaan dalam bidang olah raga/ Atletik, atau Tujuan Pribadi – Tentu berasal dari Pengejaran Perbaikan yang Tanpa-Akhir (terus menerus).

Pimpinan lembaga pendidikan harus membuat komitmen untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus. Komitmen tersebut perlu dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut “Kebijakan SPMI”. Apabila komitmen dalam kebijakan SPMI tersebut telah disusun dan disahkan, maka perlu disosialisasikan dan dilaksanakan dengan penuh semangat dan motivasi.

Dalam konsep SPMI, Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dituangkan dalam sebuah dokumen SPMI yang dikenal dengan istilah standar SPMI. Didalam standar SPMI berisi pedoman/ indikator/ patokan yang harus dicapai untuk mewujudkan mutu. Keberhasilan SPMI akan tercermin sejauhmana organisasi berhasil melakukan perbaikan terus-menerus melalui perbaikan standar SPMI.

Tentu saja perbaikan standar SPMI tidak akan bisa dicapai tanpa adanya komintmen yang kuat dari jajaran pimpinan lembaga pendidikan. Komitmen tidak saja dibuat untuk sekedar ditulis dalam sebuah kertas, namun perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan.

Dr. Deming menyatakan bahwa “Tidak ada hal yang harus ditingkatkan terus menerus seperti halnya mutu”. Kapan pun kita berhasil menjangkau satu titik kepuasan atas produk atau layanan, saat itulah waktu kita melanjutkan ke perbaikan berikutnya.

Demikian semoga bermanfaat.

 

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Quotes Minggu Ini…

IMG_20150501_075617

Quotes Hari Ini…

Fokus pada Konsumen

Quotes Hari Ini…

 

IMG_20150415_032550

Quotes Minggu Ini…

Masalah Sistem Organisasi

Pengawasan Evaluasi Mutu Pendidikan

TQM, Pengawasan dan Evaluasi

Pengawasan & Evaluasi Mutu

Yang Terhormat Tim SPMI di Tempat,

Pengawasan & Evaluasi sering digunakan untuk memperbaiki masa depan, bukan masa sekarang, akibatnya tentu akan ada siswa yang dirugikan. Siswa/ mahasiswa tidak boleh dibiarkan menderita kerugian akibat sistem evaluasi yang tidak tepat. Perbaikan atau tindakan koreksi yang dilakukan hanya untuk masa depan sama sekali tidak membantu mereka. Mereka membutuhkan aksi korektif secepatnya untuk meningkatkan hasil belajar mereka atau untuk menghindari mereka dari kegagalan.

Bagaimana Top Manajemen dapat mengelola persoalan ini?

Berikut kami upload materi yang berjudul : TQM, Pengawasan dan Evaluasi. Dalam materi ini dibahas pengawasan mendesak/segera, pengawasan jangka pendek dan pengawasan jangka panjang.

Untuk lebih jelasnya silahkan diunduh file berikut ini:

TQM, Pengawasan dan Evaluasi

Salam Kompak dan Tetap Semangat,

admin,

mutupendidikan.com


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
“Pelatihan Dokumentasi SPMI”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan, Pengembangan, Training, Training Center, Pelatihan Kerja, TQM, Evaluasi, Kualitas, Pendidikan, Sekolah, SMA, SMP, Sekolah Model, Sekolah SPMI,  Perguruan Tinggi, Sekolah Unggulan, Sekolah rujukan, Pengawasan, Pengendalian, Monitoring SMEA, Evaluasi di Stikes


 

SOP Permenpan no.35 tahun 2012


Dapatkan slideshare disini:

Penyusunan SOP sesuai Permenpan no.35 tahun 2012


Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan.

Dijelaskan manfaat adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai standarisasi pegawai/karyawan/aparatur pemerintah dalam menyelesaikan pekerjaan.
  2. Untuk mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh aparatur pelaksana dalam melaksanakan tugas masing-masing.
  3. Meningkatkan produktifitas, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual aparatur dan organisasi secara keseluruhan.
  4. Membantu karyawan/pegawai/aparatur menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
  5. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas.
  6. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai/karyawan/aparatur cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
  7. Memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi.
  8. Menjamin konsistensi pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi mutu, waktu, dan prosedur.
  9. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pegawai/karyawan/aparatur dalam melaksanakan tugasnya.
  10. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pegawai/karyawan/aparatur

Penjelasan lebih lanjut tentang prinsip-prinsip dan format pembuat SOP sesuai Permenpan no. 35 Tahun 2012, silahkan diunduh file slideshare diatas.

Demikian semoga bermanfaat.

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi In-House Training Teknik Pembuatan SOP Pendidikan

Hubungi Customer Service kami (disini)


Kata kunci untuk membantu penelusuran: SOP Permenpan no 23 tahun 2012, Juknis, Petunjuk Teknis SOP, Lokakarya SOP, Workshop SOP, Training SOP, Pelatihan SOP, Standar Operasional Prosedur, Pembuatan Manual Prosedur, Pendampingan pembuatan prosedur mutu, pelatihan penyusunan SOP yang efektif, mutu pendidikan

qfd

Quality Function Deployment


Dapatkan slideshare Quality Function Deployment disini


Quality Function Deployment (QFD) awal mulanya dikembangkan di Negara Jepang oleh Mitshubishi’s Kobe Shipyard tahun 1972, yang kemudian diadopsi dan dipergunakan oleh Toyota. Penerapan konsep ini, tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas komunikasi, pengembangan produk, pengembangan proses produksi  dan serta sistem pengukuran. Filosofi yang mendasari QFD adalah bahwa pelanggan/ konsumen tidak akan puas dengan layanan suatu produk, jika konsumen memang tidak membutuhkan/ menginginkannya.

Menurut Akau (1990), Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi untuk memahami /menterjemahkan keinginan dan kebutuhan pelanggan kedalam suatu rancangan produk/ jasa yang memiliki persyaratan teknis / karakteristik kualitas tertentu.

Menurut Cohen (1995), QDF merupakan metodologi terstruktur yang diterapkan dalam proses perancangan / pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan. QFD membantu mengevaluasi secara sistematis kapabilitas sebuah produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Menurut Djati (2003), QDF adalah sistem pengembangan produk yang dimulai dari proses merancang produk, proses bagaimana produk tersebut diproduksi (manufaktur), sampai produk tersebut ketangan konsumen. Pengembangan produk tersebut dibuat berdasarkan keinginan/ kebutuhan/ harapan dari konsumen.

Dengan kata lain QFD merupakan taktik untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap adanya keinginan/ kebutuhan pelanggan. QFD mampu merealisasikan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi sebuah produk/ jasa yang dihasilkan oleh produsen. Dengan teknik QFD akan membantu organisasi/perusahaan untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan, mengembangkan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan konsumen serta memperbaiki proses sehingga mencapai efektifitas maksimum. QFD bahkan seringkali mampu melampaui ekspektasi/ harapan dari konsumen.

Walaupun awal mulanya QFD disusun untuk organisasi manufaktur, namun dalam perkembangannya, QFD juga dapat diterapkan untuk lembaga jasa termasuk untuk lembaga pendidikan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh slideshare/ download ppt berikut ini:

Klik disini : PPT Quality Function Deployment

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan, Konsultasi, In-House Training, Manajemen, Training Center, Pelatihan Kerja, Manajemen Kualitas, Perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD, Madrasah, download ppt, Quality Function Deployment, QFD, Mutu, Kualitas, Perancangan Produk, Desain Produk, Keinginan, Kebutuhan, Harapan, Konsumen, Pelanggan


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

 

Mutu Pendidikan Indonesia SNP

Ikutilah Pelatihan Pembuatan SOP

CATAT JADWAL BERIKUT:
  1. Tgl 18-19 Mei 2018, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  2. Tgl 19-20 Oktober 2018, Hotel di Malang Jawa Timur

Dapatkan poster disini


Dalam era global seperti saat ini, Perguruan Tinggi/ Sekolah/Madrasah sebagai suatu organisasi, harus dikelola secara lebih tersistem. Membangun sistem berarti membangun SOP (Standard Operating Procedure). SOP berfungsi mengintegrasikan masing masing bagian/unit kerja agar bisa bersinergi mencapai sasaran organisasi. Membangun SOP ternyata bukan pekerjaan yang mudah, perlu proses yang panjang, mulai membentuk tim, mendesain isi, uji coba dan pengesahannya.

Dengan adanya SOP yang komprehensif, simpel dan ter-update, kesalahan komunikasi akan dapat dihindari, konflik kerja akan dapat diminimalkan dan pada akhirnya target mutu dan kinerja lembaga pendidikan (terakreditasi BAN-PT/ BAN-S/M atau LAM) akan dapat diraih sesuai harapan stakeholder.

 

Sasaran Pelatihan SOP
  1. Peserta memahami dan mengerti dasar-dasar kegunaan/manfaat SOP untuk Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah
  2. Peserta memahami dan mengerti metode, prinsip dan teknik pembuatan SOP
  3. Peserta memahami dan mengerti pedoman pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan Institusi Pendidikan

 

Metode Pelatihan SOP

Pelatihan ini dirancang berbentuk kelas kecil, maksinal 20 peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, studi kasus, workshop, dan konsultasi interaktif. Tersedia fasilitas E-learning untuk melengkapi bahan pelatihan.

 

Garis Besar Materi Pelatihan SOP
  1. Perguruan Tinggi/sekolah/madrasah sebagai entitas lembaga pendidikan yang sistemik
  2. Praktek-praktek baik lembaga Pendidikan yang sehat
  3. Hubungan antar muka (interface relationship) internal organisasi, sdm, dan proses-proses pekerjaan yang menyertainya.
  4. Analisis hirarki organisasi, job description, budaya kerja dan sistem pengambilan keputusan organisasi.
  5. Analisis strategi, kebijakan sebagai dasar pembuatan SOP
  6. SOP sebagai bagian dari Dokumentasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  7. Menyusun SOP lembaga pendidikan melalui evaluasi proses kerja dan evaluasi hubungan antar fungsi
  8. Metode menyusun dan menulis SOP
  9. Menyiapkan Tim Penyusun SOP, model koordinasi struktural ataupun fungsional, dan menyiapkan mekanisme revisi SOP
  10. Proses sosialisasi SOP, uji coba, monitoring, revisi, dan pengesahan.
  11. Diskusi dan studi kasus berbagai contoh-contoh SOP.

 

Sasaran Peserta

Pimpinan PT, Rektor, ketua, Direktur, Kepala Sekolah, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Staf SPMP, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder.

Durasi dan Jadwal Pelatihan Penyusunan SOP

Pelatihan dilaksanakan 2 hari mulai pukul : 09.00 s.d 17.00 WIB

Fasilitator Pelatihan:

Kunjungi halaman berikut: Tentang Kami

Biaya Investasi:
  1. Rp. 1.600.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 1.400.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
Fasilitas Pelatihan:

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break


 Untuk informasi Pelatihan/ In-house Training/Pendampingan, Hubungi:

Customer Service Anda (klik disini)


Dapatkan Informasi Terkait: Standard Operating Procedure, Pelatihan Pembuatan Prosedur Kerja, Training SOP, Instruksi Kerja, Work Instruction, Menulis Prosedur Kerja, Work Instruction, Standard Operating Procedure, Manual Prosedur, Quality Procedure, Pelatihan Pembuatan SOP, Lokakarya Pembuatan Prosedur SOP, Juknis SOP, Petunjuk Teknis SOP

SPMI dan Sasaran Mutu

Pembuatan Sasaran Mutu SPMI


Dapatkan slideshare disini:
Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

Pembuatan Sasaran Mutu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) bagi lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah)  merupakan kegiatan yang sangat penting.

Dengan adanya Sasaran Mutu jelas dan spesifik, Lembaga Pendidikan akan mengetahui target & arah yang hendak dituju. Dengan adanya sasaran mutu yang SMART, masing-masing unit kerja akan dapat menyusun program kerja yang sesuai, dan dapat menetapkan kebutuhan sumber daya (resources).

Sasaran mutu (quality objective) institusi dibuat dengan mengacu pada Renstra, Renop dan Standar Mutu Institusi. Sasaran Mutu Institusi selanjutnya perlu di breakdown ke masing-masing departemen/bidang/unit kerja yang ada dibawahnya secara berjenjang (cascading).

Sasaran Mutu masing-masing bidang/departemen/unit, dibuat dengan mengacu pada Standar Mutu yang telah ditetapkan institusi dan juga mengacu pada pencapaian Job Description masing-masing unit kerja.

Secara teknis, Sasaran Mutu hendaknya memenuhi kriteria SMART, yang merupakan singkatan dari:

  • Spesific
  • Measurable
  • Attainable
  • Relevant
  • Timed

Sasaran Mutu dituangkan kedalam sebuah form, yakni form Sasaran Mutu, selanjutnya formulir tersebut dilengkapi dengan mengisikan:

  • Sasaran Mutu
  • Cara Pengukuran dan Media Monitoring
  • Target
  • Hasil pengukuran
  • Ketercapaian

Apakah unit kerja Anda sudah memiliki sasaran mutu?

Tertarik ingin mempelajari lebih dalam?

Silahkan di unduh pada file SlideShare berikut ini:

Dapatkan slideshare disini:
Pembuatan Sasaran Mutu SPMI

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam kompak selalu,

admin,

mutupendidikan.com

Public & In-House Training Provider


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training

Untuk Informasi In-House Training :
“Pembuatan Sasaran Mutu yang efektif”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini),

Dapatkan Informasi Terkait: Pelatihan, Training, Pelatihan Kerja, Leadership, Training Center, Bimbingan Teknis, Bimtek, Kepemimpinan, TQM, Manajemen, Pendidikan Tinggi, Madrasah, Islamic Schools, SMA, SMP, SD, Sekolah, Indonesia, sasaran mutu, quality objective, mutu pendidikan, workshop mutu pendidikan