• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Psikotes untuk pendidikan sekolah menengah dan sekolah dasar

Mengenal Jenis-Jenis Psikotes

PENDAHULUAN

Sebelum diuraikan secara singkat tentang jenis-jenis psikotes atau tes psikologi, ada baiknya kita coba mengenal beberapa pengertian tes psikologi menurut beberapa sumber:

  • Tes psikologis adalah penilaian yang dilakukan oleh profesional yang ahli, biasanya psikolog, untuk mengevaluasi emosi, kecerdasan, dan/atau fungsi prilaku seseorang
  • Tes psikologi /psikotes adalah bidang yang ditandai dengan penggunaan sampel perilaku untuk menilai konstruksi psikologis, seperti fungsi kognitif dan emosional, tentang individu tertentu. Istilah teknis untuk ilmu di balik tes psikologis adalah Psikometrik
  • Tes Psikologi /psikotes merupakan seperangkat alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang perasaan, pikiran, persepsi, dan perilaku seseorang guna membuat keputusan penilaian tentang seseorang.
  • Tes Psikologi / psikotes merupakan suatu pengukuran yang standar dan objektif terhadap sampel perilaku.
  • Tes Psikologi / psikotes adalah suatu kegiatan pengukuran atau penilaian melalui upaya yang sistematik guna mengenal dan mengungkap aspek aspek psikologi tertentu dari seseorang (individu).
  • Tes Psikologi merupakan tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes tersebut dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang dilakukan secara administratif untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional individu. Tes psikologi dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun pada orang dewasa.

Tautan Penting: 8 Manfaat Psikotes dalam bidang pendidikan

JENIS-JENIS PSIKOTES

Tes Intelegensi

Intelegensi terdiri dari tiga aspek kemampuan, yakni:

  • Kemampuan individu untuk memusatkan (fokus) kepada suatu masalah yang harus diselesaikan/ dipecahkan. Individu dengan kemampuan intelegensi yang tinggi akan cenderung untuk memusatkan pikiran pada penyelesaian satu persoalan sebelum beralih ke persoalan berikutnya. Individu dengan intelegensi yang lebih rendah akan mudah berpindah dari masalah satu ke masalah yang lainnya.
  • Kemampuan individu untuk mengadakan kritik, baik terhadap persoalan-persoalan yang ada, maupun kritik terhadap diri sendiri.
  • Kemampuan individu untuk beradaptasi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapinya. Individu yang inteligen akan mampu melihat bermacam-macam alternatif pemecahan terhadap suatu masalah.

Masyarakat umum seringkali menyamakan artikan pengertian intelegensi dengan IQ. Inteligensi dan IQ mempunyai arti yang berbeda. Intelligence Quotient (IQ) adalah nilai skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan.

Kecerdasan / Intelegensi individu dapat diukur dengan memakai beberapa jenis tes intelegensi, diantarannya: Tes Binet, WAIS, WISC, WPPSI, SPM, CPM, APM, IST, CFIT, K-ABC, PPVT, KIT, LIPS, dan sejenisnya. Alat ukur intelegensi juga dapat dibedakan berdasarkan usia testee, bersifat tes individu atau tes kelompok.

Tes Minat

Minat adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu secara mendalam dan terus menerus. Dalam kajian ilmu psikologi, antara minat dan bakat memiliki korelasi positif, akan tetapi skor yang tinggi pada bakat belum tentu menghasilkan skor yang tinggi pula pada minat. Individu dengan bakat yang tinggi dalam bidang X belum tentu memiliki minat untuk menekuni bidang X tersebut. Sebaliknya seseorang yang menunjukkan minat tinggi pada seni vokal misalnya, belum tentu pula memiliki bakat yang cukup pada bidang tersebut. Pengukuran kedua jenis variabel tersebut (minat dan bakat) dapat menghasilkan prediksi yang lebih efektif, daripada mengukur satu variabel saja.

Tes minat diadakan untuk memperkirakan minat seseorang dalam berbagai bidang pekerjaan, seperti: kesusastraan, musik, klerikal, outdoor, mekanik, komputasi, keilmiahan, persuasi, artistik, pelayanan sosial dll. Pengukuran minat sering digunakan untuk membantu siswa pemilih jurusan yang sesuai di bidang pendidikan, baik di SMA, SMK, maupun perguruan tinggi. Tes minat juga sering digunakan untuk keperluan penerimaan pegawai (seleksi pegawai) di berbagai perusahaan.

Tes Bakat

Tes Bakat terdiri atas beberapa jenis, diantaranya test FACT, DAT dan GATB. Tes Bakat dipakai untuk mengukur faktor-faktor seperti: kemampuan bahasa, kemampuan berfikir, bekerja dengan angka, penalaran, penalaran di bidang mekanik, kecepatan respon, visualisasi dll.

Bakat adalah kemampuan khusus seorang individu yang merupakan potensi dan dapat berubah menjadi prestasi melalui belajar, latihan dan motivasi yang dilakukan.

Dalam bidang pendidikan, dengan mengenal bakat siswa siswi maka mereka dapat diarahkan sesuai dengan bakat tersebut. Tujuannya agar siswa-siswi dapat mencapai prestasi sesuai dengan bakat yang dimiliki. Hasil tes bakat sangat berguna khususnya pada saat penjurusan, baik di level SMP, SMA maupun SMK.

Pada dasarnya setiap person individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang pandai di bidang IPS, namun kurang dalam bidang IPA. Ada yang mampu di bidang teknik, namun lemah dalam bidang seni musik. Kemampuan yang berbeda-beda ini kurang bisa dijelaskan oleh konsep IQ. Dua individu dengan IQ yang sama (misalnya 105), tapi individu yang satu ternyata lebih mampu dalam bidang ilmu eksak IPA (Kimia, Matematika, Fisika), sedangkan individu yang lain lebih mampu dalam bidang ilmu sosial (geografi, sosiologi, ekonomi). Hal inilah yang kemudian dikenal sebagai “bakat”.

Dalam bidang industri dan pekerjaan, bakat karyawan/ calon karyawan perlu diketahui agar seseorang dapat tepat menduduki jabatan tertentu. Melalui tes bakat akan membantu suatu organisasi atau perusahaan untuk menempatkan karyawan atau calon karyawan pada posisi yang tetap sesuai spesifikasi jabatan yang dipersyaratkan. Dalam upaya memperoleh “The right man in the right place”.

Tes Kepribadian

Ada beberapa unsur yang diukur dalam tes kepribadian, diantaranya komitmen, optimisme, kemandirian, pengendalian diri, kepercayaan diri, hubungan interpersonal, motivasi berprestasi, penyesuaian diri dan daya tahan terhadap stres.

Secara difinisi, kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam diri seseorang yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungan. Pengertian dinamis disini bermakna bahwa kepribadian bisa berubah.

Pengukuran kepribadian disini bukanlah berarti menerapkan “label” nilai-nilai moral, melainkan lebih untuk mendeskripsikan perilaku individu ada adanya. Ada beberapa metode yang dipergunakan untuk pengukuran kepribadian, diantaranya melalui teknik observasi, teknik proyektif dan teknik inventori.

Demikian informasi singkat terkait jenis-jenis tes psikologi. Dengan memahami jenis-jenis tes psikologi ini, pengguna layanan tes psikologi, khususnya dari lembaga pendidikan seperti Perguruan Tinggi, SMU, SMK, SMP dan Sekolah dasar dapat menggunakan secara tepat sesuai kebutuhan masing-masing.

Tautan Penting: Tujuan dan Aplikasi Psikotes

Demikian semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes

>>> KLIK DISINI <<<


Kata kunci untuk memudahkan pencarian informasi:  Informasi tes psikologi, tempat pelayanan tes psikologi, biro tes psikologi indonesia, lembaga psikotes profesional, tes psikologi bandung, tes psikologi jakarta, tes psikologi surabaya, psikotes malang, psikotes yogyakarta, psikotes semarang, tes psikologi indonesia, tes psikologi minat dan bakat, tes psikologi IQ intelegensi, psikotes kepribadian, tes prestasi siswa

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Dokumen SOP yang baik

Kriteria SOP Yang Baik

STANDARD OPERATING PROCEDURE

Dalam menyusun SOP yang baik, ada 7 Kriteria penting yang perlu diperhatikan. Apa saja ketujuh kriteria tersebut?

Berikut kriteria Standard Operating Procedure (SOP) yang baik, yaitu:

  1. Specific (khusus)
  2. Complete (lengkap)
  3. Understandable (mudah dipahami)
  4. Applicable (mudah diterapkan)
  5. Controllable (mudah dikendalikan)
  6. Auditable (dapat diaudit)
  7. dan Changeable (dapat di rubah)

Bagaimana penjelasan masing-masing ?

Silahkan diunduh materi presentasi/ slideshare berikut ini:

Kriteria SOP Yang Baik

Tetap Semangat & Salam Mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slide lengkap tentang SOP:

Silahkan di klik: Slide SOP Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di klik : Public Training


Akreditasi IAPT 3.0 & IAPS 4.0 Perguruan TInggi

Akreditasi Perguruan Tinggi Dibuat Lebih Responsif dan Fleksibel

9 Kriteria Akreditasi PT

  1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian.
  2. Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu.
  3. Mahasiswa dan Lulusan
  4. SDM
  5. Pembelajaran, dan Suasana Akademik.
  6. Keuangan
  7. Sarpras
  8. Penelitian
  9. Pelayanan dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) yang baru memiliki beberapa fitur utama seperti lebih berorientasi pada output dan outcome dibanding instrumen sebelumnya yang lebih menitik beratkan input.

Untuk Lebih jelasnya silahkan diunduh Tautan Berikut ini:

  1. Gambaran Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) Versi 3.0
  2. PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN EVALUASI DIRI BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI
  3. PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA PERGURUAN TINGGI 
    BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI
  4. Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) Versi 3.0
  5. Paparan Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0
  6. Pengembangan SPMI Perguruan Tinggi
  7. Audit Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi.
  8. Membangun Budaya Mutu Pendidikan
  9. Public Training Mutu Pendidikan 2019

Demikian sekilas informasi, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi

Problem Audit Mutu Internal

Salah satu problem dalam kegiatan audit mutu internal (AMI) adalah:

“Anggota Tim audit kurang dibekali dengan berbagai pengetahuan dan skill tentang proses audit”

Institusi pendidikan sangat dianjurkan untuk memberi pembekalan yang cukup agar tenaga auditor mereka dapat terjun ke lapangan secara memadai. Tenaga auditor yang tidak terampil, tentu saja dapat merusak tatanan sistem manajemen mutu yang telah dibangun selama ini. Lembaga penjaminan mutu akan berkurang wibawanya apabila tenaga auditor tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Seorang Auditor yang cakap/terlatih umumnya memiliki ketrampilan audit seperti:

  1. Memiliki rasa percaya diri dan kewenangan yang cukup dalam menjalankan fungsinya.
  2. Menguasai teknik-teknik dan sikap yang tepat untuk menjalankan audit mutu internal
  3. Menguasai konsep-konsep penting dalam audit mutu internal
  4. Memahami proses-proses inti dan proses-proses pendukung yang ada dalam organisasi pendidikan
  5. Memahapi konsep P-D-C-A atau “PPEPP” dan cara beroperasi sistem manajemen mutu (SPMI)
  6. Memahami standar-standar yang dimiliki lembaga pendidikan yang di audit
  7. Memahami proses pendokumentasian sistem manajemen mutu.

Demikian kriteria penting yang harus dimiliki tenaga auditor internal. Kegiatan audit mutu internal bukan pekerjaan yang mudah, bukan pekerjaan yang remeh, bukan pekerjaan sambilan. Pembekalan yang cukup dan memadai sangat diperlukan bagi semua calon auditor.

Tautan Penting: E-Learning Audit Mutu Internal

Demikian, tetap semangat dan selamat berjuang.

admin,

mutupendidikan.com

Kode Etik Auditor Mutu Internal Institusi Pendidikan

Contoh Kode Etik Auditor Mutu Internal P.T.

Silahkan diunduh file dokumen contoh Kode Etik Auditor Mutu Internal:

(Contoh Kode Etik Auditor)


“I don’t think of myself as a role model for others, but I like to live my life by my own integrity…”

Tujuan

Tujuan perumusan kode etik auditor ini untuk mendorong budaya etis di kalangan profesi auditor mutu internal. Kode etik ini diperlukan oleh profesi auditor mutu internal untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap tim auditor yang akan melaksanakan tugas audit. Lihat Tautan: Menjadi Auditor Mutu Internal Profesional

Asas-Asas

Auditor harus menerapkan dan memegang teguh asas-asas berikut.

  1. Asas Kerahasiaan.
  2. Asas Integritas.
  3. Asas Objektivitas.
  4. Asas Kompetensi.
  5. Asas Independen.

Asas Kerahasiaan

  • menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam melaksanakan tugas.
  • menghindari penyalahgunaan informasi yangdiperolehnya untuk keuntungan pribadi/kelompok atau menggunakan informasi dengan cara yang melawan hukum atau yang merugikan tujuan dan etikakelembagaan.

Asas Integritas

  • melaksanakan audit dengan jujur dan  bertanggung jawab.
  • mematuhi Piagam Audit dan membuat laporan audit sesuai aturan yang berlaku.
  • menghindari tindakan yang mendiskreditkan profesi auditor atau mendiskreditkan organisasi teraudit.
  • menghormati dan mendukung terlaksananya tujuan audit.

Asas Objektivitas

  • menghindari aktivitas yang dapat merusak objektivitas audit mutu internal.
  • menolak pemberian apapun yang dapat merusak kemampuannya untuk berlaku adil.
  • melaporkan semua fakta hasil audit (yang seharusnyadilaporkan).

Asas Kompetensi

  • menguasai (mempunyai) pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman audit untuk melaksanakan kegiatan audit,
  • melaksanakan pelayanan audit akademik sesuai dengan Standar dan Manual Prosedur Audit Mutu Akademik Internal,
  • Auditor dituntut selalu meningkatkan kemampuan, efektivitas dan mutu layanannya.
  • Lihat Tautan: Memahami Kompentensi Auditor

Asas Independensi

  • bebas dari pengaruh setiap pekerjaan dalam bidang yang diaudit atau yang pernah menjadi tanggung jawabnya,
  • tidak memihak kepada siapa pun,
  • tidak terlibat dalam pertentangan kepentingandengan teraudit.

Sanksi bagi Pelanggaran Kode Etik

  • peringatan lisan,
  • peringatan tertulis pertama, kedua dan ketiga,
  • pemberhentian sementara sebagai auditor untuk jangka waktu tertentu,
  • pemberhentian sebagai auditor.
  • Lihat Tautan: 12 Kendala Pelaksanaan Audit

Demikian contoh kode etik Auditor, semoga bermanfaat.

Referensi: Kode Etik Auditor Universitas Gajah Mada

hormat kami,

mutupendidikan.com

Ketrampilan auditor mutu internal Perguruan Tinggi

Menjadi Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi

Dapatkan Slideshare PPT Auditor Mutu Internal:

>>AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI<<

Menjadi auditor mutu internal yang profesional tentu bukan pekerjaan yang mudah, ada beberapa hal penting yang perlu dikuasai, yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Aspek Kognitif

Dari aspek kognitif, seorang auditor perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang segala sesuatu tentang audit mutu internal. Diantaranya tentang:

Aspek Afektif

Afektif adalah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Dari aspek afektif, seorang auditor mutu internal perlu membangun kecerdasan emosi yang sangat dibutuhkan dalam berinteraksi dengan auditee. Ketrampilan interpersonal skills, bersikap empati, dewasa, tidak mudah terbawa emosi tentu sangat dibutuhkan sebagai seorang calon auditor yang handal.

Untuk meningkatkan ketrampilan afektif, tentu saja seorang auditor perlu meningkatkan ketrampilan di bidang Leadership, Motivasi Kerja dan Budaya Mutu Institusi Pendidikan. Berikut link materi yang dapat diunduh:

  1. Motivasi Kerja & Budaya Mutu
  2. Membangun Budaya Mutu 
  3. Membangun Budaya Mutu Pendidikan
  4. Ciri-Ciri Sekolah Bermutu
  5. Masalah Pendidikan & Peran SPMI
  6. Prinsip & Kiat Sukses Pengembangan SPMI
  7. Membangun Tim Kerja yang Unggul
  8. Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 1
  9. Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 2
  10. TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah
  11. TQM & Leadership
  12. Membangun Model Kepemimpinan Lembaga Pendidikan
  13. Mengukur Kepuasan Pelanggan
  14. Komunikasi & Budaya Mutu
  15. TQM & Manajemen Konflik
  16. TQM, Sejarah & Pendidikan
  17. TQM & 14 Point Peningkatan Kualitas

Aspek Psikomotorik

Ketrampilan psikomotorik auditor, tentu dapat ditingkatkan melalui model-model  praktek dan latihan. Dengan mengikuti praktek dan latihan Auditor Mutu Internal  (AMI) yang diselenggarakan lembaga mutupendidikan.com calon auditor akan dibekali berbagai teknik-teknik manajemen dan psikologi organisasi yang sesuai.  Ketrampilan yang akan diberikan antara lain mengenal body language, mengenal tipe-tipe kepribadian auditee, mengenal psikologi medan (Kurt lewin), mengenal gaya-gaya komunikasi, mengenal teknik-teknik motivasi dan kepemimpinan yang sesuai.

Untuk mendapatkan informasi pelatihan ketrampilan Auditor profesional, Bapak Ibu dapat melihat di tautan berikut:

>> Jadwal Pelatihan Mutu Pendidikan <<

Demikian, sekilas informasi, terkait metode pendidikan dan pelatihan calon Auditor Mutu Internal Pendidikan. Semoga Bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Organizational-Development

Implementasi OD (Organizational Development) untuk Lembaga Pendidikan


Unduh SlideShare:

Implementasi OD untuk pengembangan Organisasi (Pendidikan)


Benar jika dikatakan bahwa tidak ada topik lain dalam manajemen yang berdampak pada keseluruham operasi organisasi selain topik tentang “Perkembangan Organisasi” atau Organizational Development (OD). Topik ini membahas isu-isu besar seperti perencanaan strategi organisasi, proses-proses operasional/ jasa, proses perbaikan, sistem kualitas, dan pemasaran lewat manajemen hubungan pelanggan, dari sudut pandang anggota yang meliputi kinerja individu maupun kinerja tim.

Topik OD ini harusnya tidak hanya dianggap sebagai bentuk intervensi strukturisasi organisasi, namun lebih dari itu. Perkembangan Organisasi (Organizational Developments) melibatkan pemahaman tentang budaya perusahaan, mengidentifikasi kekuatan dan kesempatannya serta berusaha meminimalisir kelemahan dan ancaman yang nyata (atau tidak nyata) yang ada di organisasi secara keseluruhan.

Sebagai disiplin ilmu manajemen, Organization development berkembang menjadi topik 60 tahun yang lalu, walaupun hal ini memiliki tolak ukur historis yang penting, yang paling terkenal adalah yang menjadi percobaan antara tahun 1924-1932 oleh Profesor Harvard, Elton Mayo dan Frotz Roethlisberger dan tim mereka dalam karya Hawthorne, yang dimilik oleh Western Electric Company dan bertempat di luar Chicago USA. Percobaan ini melihat reaksi-reaksi psikologi individu dalam menyesuaikan perubahan dengan kondisi kerja mereka, misalnya pencahayaan yang beragam, istirahat, dll serta mengungkap kaitan yang menarik menyangkut tingkat produktivitas oleh mereka yang bukan bagian dari kelompok percobaan ini.

Walaupun percobaan Howthorne ini mungkin dianggap kuno, harus dicatat bahwa percobaan pada tingkat ini dan untuk durasi ini belum pernah dilakukan dan hasilnya mempengaruhi bentuk-bentuk desain organisasi setelahnya. Dari penelitian Elton Mayo, terdapat hubungan yang jelas antara perkembangan organisasi dan manajemen perubahan ketika mempertahankan dan memperbaiki kinerja individu dan kinerja organisasi.

Sambil menghubungkan peran sumber daya manusia dengan perkembangan organisasi, model manajemen kinerja menggambarkan hubungan antara misi, strategi, budaya, kinerja  dan orang-orang lewat rangkaian perencanaan, rekruitmen, penghargaan, dan pembuatan sasaran kinerja. Model terpisah oleh Hannangan dan Dawson yang ditujukan pada topik ini untuk memberikan pemikiran tentang masalah budaya organisasi secara keseluruhan dan kecocokan budaya dengan visi dan misi organisasi.

Dalam kontek pendidikan, agar tetap bertahan, organisasi pendidikan seperti perguruan tinggi, sekolah dasar menengah,  perlu terus mepelajari  bagaimana bentuk desain organisasi mereka bila dikaitkan tuntutan perubahan era digital sekarang ini. Revolusi 4.0 menuntut organisasi untuk terus memperhatikan faktor ekternal dan internal yang terus berubah.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com

Lembaga Pelatihan & Pendampingan

 

Decision making

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan


Dapatkah slideshare disini:
Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Institusi Pendidikan yang ingin unggul dalam pengelolaan mutu pendidikan, perlu menerapkan teknik-teknik manajemen dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.

Edward Deming merekomendasikan penggunaan alat-alat berikut:

  • Cause-and-effect diagrams
  • Flowcharts
  • Pareto charts
  • Run charts
  • Histograms
  • Control charts
  • Scatter diagrams ( silahkan download file ppt disini)

Ada banyak metode dan pendekatan dalam proses pemecahan masalah / pengambilan keputusan yang dapat diambil. Pimpinan lembaga pendidikan dan pelaksana SPMI, sangat dianjurkan menerapkan metode-metode pemecahan masalah /pengambilan keputusan agar diperoleh hasil yang efektif dan efisien.

Berikut Slideshare yang dapat diunduh. Silahkan di download file ppt berikut ini:

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

 


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kata Kunci untuk membantu penelusuran: Download ppt, file ppt, pengambilan keputusan, problem solving, pendidikan, SMA, SMP, SD, Perguruan Tinggi, Cause-and-effect diagrams, Flowcharts, Pareto charts, Run charts, Histograms, Control charts, Scatter diagrams, makalah seven tools, contoh kasus senen tools, new seven tools, pelatihan mutu pendidikan

 

14 Point Peningkatan Mutu Pendidikan

Dr. Edward Deming, pelopor gerakan manajemen mutu, memperkenalkan 14 Point penting untuk peningkatan mutu produk atau jasa.

Ke 14 Point tersebut adalah:

  1. Ciptakan tujuan & Sasaran yang mantap demi Perbaikan Produk dan Jasa.
  2. Adopsi pengunaan falsafah baru.
  3. Kurangi ketergantungan pada inspeksi massa untuk mencapai mutu.
  4. Akhiri praktek-praktek  menghargai bisnis dengan harga.
  5. Tingkatkan secara konsisten sistem produksi dan jasa, untuk meningkatkan mutu dan produktivitas. Gunakan metode statistik untuk menemukan titik permasalahan.
  6. Lembagakan pelatihan kerja. Lembagakan penggunaan metode-metode modern.
  7. Lembagakan kepemimpinan. Bangun pola kepemimpinan yang membimbing.
  8. Hilangkan rasa takut, agar setiap orang dapat bekerja secara efektif & Efisien
  9. Uraikan kendala-kendala antar departemen. Kembangkan cara-cara untuk membuka komunikasi  yang efektif antar unit kerja
  10. Hapuslah slogan, desakan dan target serta tingkatkan produktivitas tanpa menambah beban kerja
  11. Hapuskan/kurangi standar kerja yang menggunakan quota numerik
  12. Hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggaan pegawai atas keahliannya
  13. Kembangkan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja
  14. Tempatkan  dan dorong setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi

Bagaimana aplikasi untuk bidang pendidikan?

Untuk lebih jelasnya, silahkan di unduh file slideshare berikut ini:

TQM & 14 point Peningkatan Kualitas

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Pelatihan Leadership

TQM & Leadership


Dapatkan Slideshare disini:
TQM & Leadership

Peran Kepemimpinan (leadership), sangat krusial dalam membangun iklam manajemen mutu bagi lembaga pendidikan. Tanpa gaya kepemimpinan yang tepat, upaya menuju CQI (Continous Quality Improvement) akan sulit dilakukan.

Berikut materi presentasi terkait peran penting kepemimpinan dalam dalam program TQM. Materi presentasi kali ini disajikan dalam bahasa Inggris yang membahas tentang: TQM Basic Concepts, Criteria, Characteristic of Leadership, Core Values, Shared Values, Effective Leadership dll.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com

Pendidikan & Pelatihan


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan / Pengembangan / Training / Training Center /Pelatihan Kerja / TQM / Biaya  / Kualitas / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model /Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan / Kepemimpinan / Kepala Sekolah / Rektor / Dekan / Leadership /  pelatihan tqm