• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Kode Etik Auditor Mutu Internal Institusi Pendidikan

Contoh Kode Etik Auditor Mutu Internal P.T.

Silahkan diunduh file dokumen contoh Kode Etik Auditor Mutu Internal:

(Contoh Kode Etik Auditor)


“I don’t think of myself as a role model for others, but I like to live my life by my own integrity…”

Tujuan

Tujuan perumusan kode etik auditor ini untuk mendorong budaya etis di kalangan profesi auditor mutu internal. Kode etik ini diperlukan oleh profesi auditor mutu internal untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap tim auditor yang akan melaksanakan tugas audit. Lihat Tautan: Menjadi Auditor Mutu Internal Profesional

Asas-Asas

Auditor harus menerapkan dan memegang teguh asas-asas berikut.

  1. Asas Kerahasiaan.
  2. Asas Integritas.
  3. Asas Objektivitas.
  4. Asas Kompetensi.
  5. Asas Independen.

Asas Kerahasiaan

  • menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam melaksanakan tugas.
  • menghindari penyalahgunaan informasi yangdiperolehnya untuk keuntungan pribadi/kelompok atau menggunakan informasi dengan cara yang melawan hukum atau yang merugikan tujuan dan etikakelembagaan.

Asas Integritas

  • melaksanakan audit dengan jujur dan  bertanggung jawab.
  • mematuhi Piagam Audit dan membuat laporan audit sesuai aturan yang berlaku.
  • menghindari tindakan yang mendiskreditkan profesi auditor atau mendiskreditkan organisasi teraudit.
  • menghormati dan mendukung terlaksananya tujuan audit.

Asas Objektivitas

  • menghindari aktivitas yang dapat merusak objektivitas audit mutu internal.
  • menolak pemberian apapun yang dapat merusak kemampuannya untuk berlaku adil.
  • melaporkan semua fakta hasil audit (yang seharusnyadilaporkan).

Asas Kompetensi

  • menguasai (mempunyai) pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman audit untuk melaksanakan kegiatan audit,
  • melaksanakan pelayanan audit akademik sesuai dengan Standar dan Manual Prosedur Audit Mutu Akademik Internal,
  • Auditor dituntut selalu meningkatkan kemampuan, efektivitas dan mutu layanannya.
  • Lihat Tautan: Memahami Kompentensi Auditor

Asas Independensi

  • bebas dari pengaruh setiap pekerjaan dalam bidang yang diaudit atau yang pernah menjadi tanggung jawabnya,
  • tidak memihak kepada siapa pun,
  • tidak terlibat dalam pertentangan kepentingandengan teraudit.

Sanksi bagi Pelanggaran Kode Etik

  • peringatan lisan,
  • peringatan tertulis pertama, kedua dan ketiga,
  • pemberhentian sementara sebagai auditor untuk jangka waktu tertentu,
  • pemberhentian sebagai auditor.
  • Lihat Tautan: 12 Kendala Pelaksanaan Audit

Demikian contoh kode etik Auditor, semoga bermanfaat.

Referensi: Kode Etik Auditor Universitas Gajah Mada

hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Ketrampilan auditor mutu internal Perguruan Tinggi

Menjadi Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi

Dapatkan Slideshare PPT Auditor Mutu Internal:

>>AUDIT MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI<<

Menjadi auditor mutu internal yang profesional tentu bukan pekerjaan yang mudah, ada beberapa hal penting yang perlu dikuasai, yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Aspek Kognitif

Dari aspek kognitif, seorang auditor perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang segala sesuatu tentang audit mutu internal. Diantaranya tentang:

Aspek Afektif

Afektif adalah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Dari aspek afektif, seorang auditor mutu internal perlu membangun kecerdasan emosi yang sangat dibutuhkan dalam berinteraksi dengan auditee. Ketrampilan interpersonal skills, bersikap empati, dewasa, tidak mudah terbawa emosi tentu sangat dibutuhkan sebagai seorang calon auditor yang handal.

Untuk meningkatkan ketrampilan afektif, tentu saja seorang auditor perlu meningkatkan ketrampilan di bidang Leadership, Motivasi Kerja dan Budaya Mutu Institusi Pendidikan. Berikut link materi yang dapat diunduh:

  1. Motivasi Kerja & Budaya Mutu
  2. Membangun Budaya Mutu 
  3. Membangun Budaya Mutu Pendidikan
  4. Ciri-Ciri Sekolah Bermutu
  5. Masalah Pendidikan & Peran SPMI
  6. Prinsip & Kiat Sukses Pengembangan SPMI
  7. Membangun Tim Kerja yang Unggul
  8. Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 1
  9. Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 2
  10. TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah
  11. TQM & Leadership
  12. Membangun Model Kepemimpinan Lembaga Pendidikan
  13. Mengukur Kepuasan Pelanggan
  14. Komunikasi & Budaya Mutu
  15. TQM & Manajemen Konflik
  16. TQM, Sejarah & Pendidikan
  17. TQM & 14 Point Peningkatan Kualitas

Aspek Psikomotorik

Ketrampilan psikomotorik auditor, tentu dapat ditingkatkan melalui model-model  praktek dan latihan. Dengan mengikuti praktek dan latihan Auditor Mutu Internal  (AMI) yang diselenggarakan lembaga mutupendidikan.com calon auditor akan dibekali berbagai teknik-teknik manajemen dan psikologi organisasi yang sesuai.  Ketrampilan yang akan diberikan antara lain mengenal body language, mengenal tipe-tipe kepribadian auditee, mengenal psikologi medan (Kurt lewin), mengenal gaya-gaya komunikasi, mengenal teknik-teknik motivasi dan kepemimpinan yang sesuai.

Untuk mendapatkan informasi pelatihan ketrampilan Auditor profesional, Bapak Ibu dapat melihat di tautan berikut:

>> Jadwal Pelatihan Mutu Pendidikan <<

Demikian, sekilas informasi, terkait metode pendidikan dan pelatihan calon Auditor Mutu Internal Pendidikan. Semoga Bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Organizational-Development

Implementasi OD (Organizational Development) untuk Lembaga Pendidikan


Unduh SlideShare:

Implementasi OD untuk pengembangan Organisasi (Pendidikan)


Benar jika dikatakan bahwa tidak ada topik lain dalam manajemen yang berdampak pada keseluruham operasi organisasi selain topik tentang “Perkembangan Organisasi” atau Organizational Development (OD). Topik ini membahas isu-isu besar seperti perencanaan strategi organisasi, proses-proses operasional/ jasa, proses perbaikan, sistem kualitas, dan pemasaran lewat manajemen hubungan pelanggan, dari sudut pandang anggota yang meliputi kinerja individu maupun kinerja tim.

Topik OD ini harusnya tidak hanya dianggap sebagai bentuk intervensi strukturisasi organisasi, namun lebih dari itu. Perkembangan Organisasi (Organizational Developments) melibatkan pemahaman tentang budaya perusahaan, mengidentifikasi kekuatan dan kesempatannya serta berusaha meminimalisir kelemahan dan ancaman yang nyata (atau tidak nyata) yang ada di organisasi secara keseluruhan.

Sebagai disiplin ilmu manajemen, Organization development berkembang menjadi topik 60 tahun yang lalu, walaupun hal ini memiliki tolak ukur historis yang penting, yang paling terkenal adalah yang menjadi percobaan antara tahun 1924-1932 oleh Profesor Harvard, Elton Mayo dan Frotz Roethlisberger dan tim mereka dalam karya Hawthorne, yang dimilik oleh Western Electric Company dan bertempat di luar Chicago USA. Percobaan ini melihat reaksi-reaksi psikologi individu dalam menyesuaikan perubahan dengan kondisi kerja mereka, misalnya pencahayaan yang beragam, istirahat, dll serta mengungkap kaitan yang menarik menyangkut tingkat produktivitas oleh mereka yang bukan bagian dari kelompok percobaan ini.

Walaupun percobaan Howthorne ini mungkin dianggap kuno, harus dicatat bahwa percobaan pada tingkat ini dan untuk durasi ini belum pernah dilakukan dan hasilnya mempengaruhi bentuk-bentuk desain organisasi setelahnya. Dari penelitian Elton Mayo, terdapat hubungan yang jelas antara perkembangan organisasi dan manajemen perubahan ketika mempertahankan dan memperbaiki kinerja individu dan kinerja organisasi.

Sambil menghubungkan peran sumber daya manusia dengan perkembangan organisasi, model manajemen kinerja menggambarkan hubungan antara misi, strategi, budaya, kinerja  dan orang-orang lewat rangkaian perencanaan, rekruitmen, penghargaan, dan pembuatan sasaran kinerja. Model terpisah oleh Hannangan dan Dawson yang ditujukan pada topik ini untuk memberikan pemikiran tentang masalah budaya organisasi secara keseluruhan dan kecocokan budaya dengan visi dan misi organisasi.

Dalam kontek pendidikan, agar tetap bertahan, organisasi pendidikan seperti perguruan tinggi, sekolah dasar menengah,  perlu terus mepelajari  bagaimana bentuk desain organisasi mereka bila dikaitkan tuntutan perubahan era digital sekarang ini. Revolusi 4.0 menuntut organisasi untuk terus memperhatikan faktor ekternal dan internal yang terus berubah.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com

Lembaga Pelatihan & Pendampingan

 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Decision making

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan


Dapatkah slideshare disini:
Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Institusi Pendidikan yang ingin unggul dalam pengelolaan mutu pendidikan, perlu menerapkan teknik-teknik manajemen dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.

Edward Deming merekomendasikan penggunaan alat-alat berikut:

  • Cause-and-effect diagrams
  • Flowcharts
  • Pareto charts
  • Run charts
  • Histograms
  • Control charts
  • Scatter diagrams ( silahkan download file ppt disini)

Ada banyak metode dan pendekatan dalam proses pemecahan masalah / pengambilan keputusan yang dapat diambil. Pimpinan lembaga pendidikan dan pelaksana SPMI, sangat dianjurkan menerapkan metode-metode pemecahan masalah /pengambilan keputusan agar diperoleh hasil yang efektif dan efisien.

Berikut Slideshare yang dapat diunduh. Silahkan di download file ppt berikut ini:

Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

 


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kata Kunci untuk membantu penelusuran: Download ppt, file ppt, pengambilan keputusan, problem solving, pendidikan, SMA, SMP, SD, Perguruan Tinggi, Cause-and-effect diagrams, Flowcharts, Pareto charts, Run charts, Histograms, Control charts, Scatter diagrams, makalah seven tools, contoh kasus senen tools, new seven tools, pelatihan mutu pendidikan

 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Penyelesaian Masalah Pendidikan

5 Tahap  Melakukan Analisis Akar Masalah

Root Cause Analysis (Analisis Akar Masalah) adalah metode yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Metode ini berguna untuk membantu tim GKM lembaga Pendidikan menemukan jawaban mengapa masalah yang spesifik bisa timbul, RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dalam 5 tahap/ langkah berikut:

Tahap 1: Definisikan Masalah

Masalah apa yang sedang terjadi pada saat ini? (Masalah Siswa, Kurikulum, Kompetensi, Sarpras, dll)

Jelasklan simptom/ gejala yang spesifik, yang menandakan adanya masalah tersebut!

Tahap 2: Kumpulkan Data-Data Pendukung

Apakah memiliki bukti yang menyatakan bahwa masalah memang benar ada? (Referensi, Bukti Obyektif dll) Sudah berapa lama masalah tersebut muncul? Impact/ kerugian apa yang dirasakan lembaga Pendidikan dengan adanya masalah tersebut?

Dalam tahap ini, tim GKM perlu melakukan analisa mendalam tentang faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya masalah. Agar Root Cause Analysis (RCA) yang dijalankan efektif, kumpulkanlah wakil dari setiap departemen yang terlibat (tenaga pendidik dan kependidikan), yang memahami situasi dan kondisi masalah. Wakil tersebut dapat menjadi sumber informasi yang sangat dibutuhkan dalam RCA.

Pada tahap ini tim GKM lembaga pendidikan dapat menggunakan metode “CATWOE”. CATWOE merupakan singkatan dari Customer (konsumen), Actor (pihak yang terlibat), Transformation Process (proses yang diteliti), World View (gambaran besar/ big picture, dan area mana yang mengalami impact paling besar), Owner (pemilik proses), dan Environmental Constraint (keterbatasan).

Tahap 3: Identifikasi Penyebab yang Mungkin Terjadi
  • Uraikan urutan kejadian yang mengarah kepada masalah!
  • Pada kondisi yang bagaimana masalah tersebut terjadi?
  • Adakah masalah-masalah lain yang muncul bersamaan?

Dalam tahap ini, lakukan identifikasi sebanyak mungkin penyebab masalah yang bisa diperoleh. Dalam beberapa kasus, ada kecenderungan mengidentifikasi satu atau dua faktor kausal, lalu berhenti dan merasa sudah selesai. Padahal satu atau dua itu belum cukup/ belum lengkap untuk menemukan akar masalah yang tersembunyi.

RCA diaplikasikan bukan  untuk menghilangkan satu dua masalah yang nampak. Namun RCA akan membantu menggali lebih dalam dan menghilangkan akar dari keseluruhan masalah.

Berikut beberapa tips praktis untuk melakukan RCA :

  • Metode “5-Whys” – Tanyakan “mengapa?” berulang kali sehingga ditemukan jawaban yang paling dasar.
  • Metode Drill Down – Bagilah masalah hingga menjadi bagian-bagian kecil yang lebih detail untuk memahami gambaran besarnya.
  • Apresiasi – Jabarkan fakta-fakta yang ada dan tanyakan “Lalu kenapa jika hal ini terjadi/tidak terjadi?” untuk menemukan konsekuensi yang paling mungkin dari fakta-fakta tersebut.
  • Diagram sebab-akibat (Fishbone Diagram), berupa bagan menyerupai tulang ikan yang menerangkan semua factor-faktor penyebab yang mungkin untuk melihat dimana masalah muncul.
Tahap 4: Identifikasi Akar Masalah
  • Mengapa faktor kausal tersebut ada?
  • Alasan apa yang benar-benar menjadi dasar kemunculan masalah?

Gunakan tool/ metode yang sama dengan yang digunakan dalam langkah 3 untuk mencari akar dari setiap faktor. Tools tersebut dirancang untuk mendorong anda dan tim menggali lebih dalam di setiap level penyebab dan efeknya.

Langkah 5: Ajukan dan Implementasikan Solusi
  • Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul kembali?
  • Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan?
  • Siapa yang akan bertanggungjawab dalam implementasi solusi?
  • Adakah resiko yang harus ditanggung ketika solusi diimplementasikan?

Demikian sekilas informasi tentang langkap-langkap problem solving yang dapat digunakan oleh tim GKM Institusi Pendidikan. Semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan
” 7 Tools dan Analisis Akar Masalah”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini) 

Kata kunci untuk membantu penelusuran: Kaizen, Improvement, Perbaikan, SPMI, SPMP, Budaya Mutu, Penjaminan Mutu, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah, Quo vadis, Komitmen, Resistence, Sosialisasi, Instrumen, Metode, peningkatan mutu pendidikan, kendala utama implementasi SPMI, bimtek spmi, workshop sistem penjaminan mutu internal, 7 tools, analisis akar masalah, problem solving

 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

14 Point Peningkatan Mutu Pendidikan

Dr. Edward Deming, pelopor gerakan manajemen mutu, memperkenalkan 14 Point penting untuk peningkatan mutu produk atau jasa.

Ke 14 Point tersebut adalah:

  1. Ciptakan tujuan & Sasaran yang mantap demi Perbaikan Produk dan Jasa.
  2. Adopsi pengunaan falsafah baru.
  3. Kurangi ketergantungan pada inspeksi massa untuk mencapai mutu.
  4. Akhiri praktek-praktek  menghargai bisnis dengan harga.
  5. Tingkatkan secara konsisten sistem produksi dan jasa, untuk meningkatkan mutu dan produktivitas. Gunakan metode statistik untuk menemukan titik permasalahan.
  6. Lembagakan pelatihan kerja. Lembagakan penggunaan metode-metode modern.
  7. Lembagakan kepemimpinan. Bangun pola kepemimpinan yang membimbing.
  8. Hilangkan rasa takut, agar setiap orang dapat bekerja secara efektif & Efisien
  9. Uraikan kendala-kendala antar departemen. Kembangkan cara-cara untuk membuka komunikasi  yang efektif antar unit kerja
  10. Hapuslah slogan, desakan dan target serta tingkatkan produktivitas tanpa menambah beban kerja
  11. Hapuskan/kurangi standar kerja yang menggunakan quota numerik
  12. Hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggaan pegawai atas keahliannya
  13. Kembangkan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja
  14. Tempatkan  dan dorong setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi

Bagaimana aplikasi untuk bidang pendidikan?

Untuk lebih jelasnya, silahkan di unduh file slideshare berikut ini:

TQM & 14 point Peningkatan Kualitas

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Pelatihan Leadership

TQM & Leadership


Dapatkan Slideshare disini:
TQM & Leadership

Peran Kepemimpinan (leadership), sangat krusial dalam membangun iklam manajemen mutu bagi lembaga pendidikan. Tanpa gaya kepemimpinan yang tepat, upaya menuju CQI (Continous Quality Improvement) akan sulit dilakukan.

Berikut materi presentasi terkait peran penting kepemimpinan dalam dalam program TQM. Materi presentasi kali ini disajikan dalam bahasa Inggris yang membahas tentang: TQM Basic Concepts, Criteria, Characteristic of Leadership, Core Values, Shared Values, Effective Leadership dll.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com

Pendidikan & Pelatihan


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Menghadirkan informasi terkait: Pelatihan / Pengembangan / Training / Training Center /Pelatihan Kerja / TQM / Biaya  / Kualitas / Pendidikan / Sekolah / SMA / SMP / Sekolah Model /Sekolah SPMI /  Perguruan Tinggi / Sekolah Unggulan / Sekolah rujukan / Kepemimpinan / Kepala Sekolah / Rektor / Dekan / Leadership /  pelatihan tqm

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Komitmen membangun SPMI Pendidikan

Tips SPMI 1# Bangunlah Komitmen untuk Perbaikan Terus Menerus

TIPS SPMI1#
Bangunlah Komitmen untuk Perbaikan Terus Menerus

SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) Suatu lembaga Pendidikan tidak akan bisa berhasil apabila tidak ada komitmen dari segenap pimpinan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus (Kaizen)

Pakar Kaizen asal Amerika Dr. Edwards Deming, penulis dari Out of the Crisis, mengatakan Mutu haruslah menjadi visi dan patokan untuk melakukan perbaikan terus-menerus. Pendekatan Mutu harus menjadi cara sebuah organisasi manapun (termasuk institusi pendidikan)  dikelola, dipimpin dalam melakukan usaha bisnis.

Lembaga pendidikan yang tidak memperdulikan mutu tentu akan berangsur-angsur ditinggalkan stakeholdernya (pemangku kepentingan). Konsumen baik yang internal (dosen, karyawan, tenaga kependidikan) maupun konsumen ekstenal (mahasiswa, orang tua, pengguna lulusan, dunia usaha, dunia industri) tentu akan meninggalkan organisasi pendidikan tersebut apabila kecewa dengan layanan pendidikan yang diberikan.

Perlu direnungkan nasihat bijak berikut ini: “Keunggulan” – Entah dalam Upaya Negara, perusahaan, Perlombaan dalam bidang olah raga/ Atletik, atau Tujuan Pribadi – Tentu berasal dari Pengejaran Perbaikan yang Tanpa-Akhir (terus menerus).

Pimpinan lembaga pendidikan harus membuat komitmen untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus. Komitmen tersebut perlu dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut “Kebijakan SPMI”. Apabila komitmen dalam kebijakan SPMI tersebut telah disusun dan disahkan, maka perlu disosialisasikan dan dilaksanakan dengan penuh semangat dan motivasi.

Dalam konsep SPMI, Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dituangkan dalam sebuah dokumen SPMI yang dikenal dengan istilah standar SPMI. Didalam standar SPMI berisi pedoman/ indikator/ patokan yang harus dicapai untuk mewujudkan mutu. Keberhasilan SPMI akan tercermin sejauhmana organisasi berhasil melakukan perbaikan terus-menerus melalui perbaikan standar SPMI.

Tentu saja perbaikan standar SPMI tidak akan bisa dicapai tanpa adanya komintmen yang kuat dari jajaran pimpinan lembaga pendidikan. Komitmen tidak saja dibuat untuk sekedar ditulis dalam sebuah kertas, namun perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan.

Dr. Deming menyatakan bahwa “Tidak ada hal yang harus ditingkatkan terus menerus seperti halnya mutu”. Kapan pun kita berhasil menjangkau satu titik kepuasan atas produk atau layanan, saat itulah waktu kita melanjutkan ke perbaikan berikutnya.

Demikian semoga bermanfaat.

 

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Quotes Minggu Ini…

IMG_20150501_075617

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Quotes Hari Ini…

Fokus pada Konsumen

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...