• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

Blog

Pengenalan Audit Mutu Internal (AMI)

Audit Mutu Internal

Pengertian Audit Mutu adalah:

Suatu pemeriksaan yang sistematis dan independen untuk menentukan apakah kegiatan menjaga mutu serta hasilnya telah dilaksanakan secara efektif sesuai dengan rencana yang ditetapkan untuk mencapai tujuan

Tujuan diselenggarakan Audit Mutu untuk pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) antara lain untuk:

  • Menentukan kesesuaian atau ketidaksesuaian elemen-elemen Sistem Mutu (SM) dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan.
  • Menentukan keefektifan pencapaian dari tujuan-tujuan mutu yang telah ditetapkan (Indikator Kinerja Kunci).
  • Menyempurnakan SM.
  • Memenuhi persyaratan peraturan.
  • Memantau SM sebagaimana tercantum dalam program atau kebijakan organisasi.

Untuk memahami dan mengenal bagaimana pelaksanaan AMI (Audit Mutu Internal) lebih dalam, berikut kami sampaikan materi slideshare pengenalan Audit Mutu Internal yang bisa diunduh:

Pengenalan Audit Mutu Internal (AMI)

Dalam slideshare diatas akan diulas garis besar tentang:

  • Pengertian Audit Mutu
  • Pengertian Sistem Mutu
  • 3 Tipe penjaminan mutu
  • Tujuan Audit Mutu
  • 3 Tipe utama Audit Mutu
  • dan Lingkup Audit Mutu

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan materi AMI lainnya:

Silahkan klik disini


 

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

8 Prinsip Manajemen Mutu

8 Prinsip dalam SMM ISO 9001:2008

Bapak /Ibu penggerak SPMI/SPMP,

Untuk memahami makna dan filosofi manajemen mutu ISO 9001:2008, berikut kami upload materi  tentang 8 Prinsip manajemen mutu, yang terdiri dari:

  1. FOKUS PADA PELANGGAN

Organisasi/ lembaga pendidikan bergantung pada pelanggan mereka, karena itu manajemen organisasi harus memahami kebutuhan pelanggan sekarang & yang akan datang. Organisasi harus memenuhi kebutuhan pelanggan dan giat berusaha melebihi harapan konsumen atau pelanggan.

  1. KEPEMIMPINAN

Pemimpin Lembaga Pendidikan harus menetapkan kesatuan tujuan dan arah dari organisasi. Mereka harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal organisasi agar SDM yang ada dapat menjadi terlibat secara penuh dalam pencapaian tujuan- tujuan organisasi.

  1. KETERLIBATAN ORANG

Orang/ karyawan lembaga pendidikan pada semua tingkatan merupakan faktor yang sangat penting dari suatu organisasi dan keterlibatan mereka secara penuh akan memungkinkan produktifitas mereka digunakan untuk manfaat organisasi.

  1. PENDEKATAN PROSES

Suatu proses dapat didefinisikan sebagai integrasi sekuensial dari orang, material, metode, mesin dan peralatan, dalam suatu lingkungan guna menghasilkan nilai tambah output bagi pelanggan.

  1. PENDEKATAN SISTEM TERHADAP MANAJEMEN

Identifikasi, pemahaman dan pengelolaan, dari proses- proses yang saling berkaitan (suatu sistem), akan memberikan kontribusi nilai tambah pada efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan- tujuannya.

  1. PENINGKATAN TERUS MENERUS

Perbaikan terus-menerus (Kaizen) dari kinerja organisasi secara keseluruhan harus menjadi tujuan tetap dari Institusi Pendidikan. Kaizen didefinisikan sebagai suatu proses sebagai suatu proses  yang berfokus pada upaya terus- menerus meningkatkan efektifitas dan atau efisiensi organisasi untuk memenuhi kebijakan dan tujuan dari organisasi pendidikan tersebut.

  1. PENDEKATAN FAKTUAL DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN

Keputusan (Decision Making) yang efektif adalah keputusan yang berdasarkan pada analisis data dan informasi untuk menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga masalah- masalah kualitas dapat terselesaikan secara tepat sasaran.

  1. HUBUNGAN PEMASOK YANG SALING MENGUNTUNGKAN

Organisasi dan pemasok memiliki hubungan yang saling tergantung satu dengan lainnya. Diperlukan suatu hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah Organisasi Pendidikan.

Dengan mempelajari dan memahami konsep 8 prinsip ini, diharapkan implemetasikan Sistem Mutu (Seperti ISO 9001/SPMI/SPMP) dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Untuk penjelasan detailnya, silahkan di unduh/ materi slideshare tersebut disini:

8 Prinsip Manajemen Mutu

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


UNDUH MATERI ISO 9001 & IWA2

Silahkan di klik: SMM ISO 9001:2015 & IWA2


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

TQM, Sejarah & Pendidikan

PERKEMBANGAN MANAJEMEN MUTU

Berikut sekilas sejarah perkembangan manajemen mutu:

  • Pertengahan 1970 kualitas produk Jepang mulai berkembang & mengalahkan produk Amerika.
  • Tahun 1980-an pangsa pasar produk Amerika menurun tajam
  • Pilihan generasi muda Amerika lebih pada program studi MBA, sementara sebagian besar mahasiswa Prodi Teknik di Amerika berasal dari mahasiswa asing.
  • Amerika lebih fokus mengiklankan produknya, sementara pesaingnya lebih fokus pada perbaikan kualitas produk.
  • Fakta yang terjadi dilapangan: Kunci memenangkan persaingan adalah kualitas.

Untuk informasi yang lebih jelas tentang Sejarah TQM dan Implementasinya di dunia pendidikan, berikut dapat diunduh file power point berikut ini:

TQM, Sejarah & Pendidikan

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Perubahan Utama ISO 9001:2015

Yang terhormat, para penggiat SPMI Pendidikan,

Untuk membangun sistem penjaminan mutu yang berstandar internasional, beberapa lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) memilih mengimplementasikan: Standar ISO 9001.

Saat ini Standar ISO 9001 telah berubah dari versi sebelumnya tahun 2008 menjadi versi 2015. Dalam Standar ISO 9001 versi 2015, terdapat beberapa perubahan penting, antara lain:

  • Perubahan dalam jumlah klausul.
  • Perubahan dalam jumlah prinsip-prinsip ISO 9001.
  • Penambahan istilah “informasi terdokumentasi”.
  • Tidak diwajibkan memiliki Manual Mutu.
  • Tidak diwajibkan adanya “Management Representative“.
  • Tidak ada klausul yang boleh dikecualikan.
  • Preventive Action menjadi Risk Management
  • Perbedaan pengertian produk dan jasa
  • Adanya beberapa istilah-istilah baru

Berikut Slideshare tentang perubahan utama ISO 9001 dari versi 2008 ke versi terbaru tahun 2015. Silahkan diunduh disini:

Perubahan Utama ISO 9001:2015

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Pembuatan Manual SPMI & PDCA

Bapak Ibu penggerah SPMI/SPMP di manapun berada…

Manual SPMI/ SPMP sangat diperlukan dalam mengelola standar-standar penting yang diperlukan lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah maupun Madrasah). Melalui lima (5) manual “PPEPP” yang terdiri dari:

  1. Manual Penetapan Standar
  2. Manual Pelaksanaan Standar
  3. Manual Evaluasi Standar
  4. Manual Pengendalian Standar dan
  5. Manual Peningkatan Standar

berbagai standar penting yang diperlukan institusi pendidikan akan dapat dikembangkan secara efektif dan efisien.

Dengan adanya Menual SPMI/ SPMP, institusi pendidikan memiliki pedoman yang yang jelas untuk mengelola proses PDCA (Plan, Do, Check dan Act) secara berkesinanbungan.

Untuk lebih memahami bagaimana mengembangkan Manual SPMI untuk institusi pendidikan, silahkan diunduh materi powerpoint berikut ini:

PPT Manual SPMI

Demikian semoga bermanfaat,

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Klinik SPMI – Penguatan Budaya Mutu Pendidikan Tinggi

PENGUATAN BUDAYA MUTU

Jakarta – Pendidikan Tinggi memiliki peran penting untuk mencetak lulusan unggul yang berdaya saing dan memiliki kompetensi. Mengingat pentingnya kualitas lulusan tersebut, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan meluncurkan program inovatif-kreatif bernama “Klinik SPMI” (Sistem Penjaminan Mutu Internal) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas program studi pendidikan tinggi di Bumi Pertiwi Indonesia.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menjelasakan bahwa upaya peningkatan kualitas program studi harus dimulai dari internal organisasi pendidikan tinggi itu sendiri. Beliau menjelaskan “Mutu/kualitas bukan sesuatu yang didapatkan universitas dari pemerintah saja, namun harus disadari bahwa internal pendidikan tinggi, baik dari segi kualitas dosen hingga sistem pembelajaran, juga perlu diperhatikan oleh universitas. Oleh sebab itu, Klinik SPMI ini akan berusaha membantu pendidikan tinggi untuk meningkatkan mutu program studinya,” ujar Intan kala menyampaikan kata sambutannya dalam acara Coffee Morning sekaligus soft-launching Klinik SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di Gedung D Kemristekdikti Senayan, Jakarta.

Klinik SPMI merupakan program layanan masyarakat berupa bimbingan teknis (Bimtek) yang diperuntukkan bagi lembaga perguruan tinggi agar lebih memahami SPMI dan SPM-Dikti, serta yang lebih urgent lagi adalah untuk meningkatkan kesadaran membangun budaya mutu (Quality Awareness). Klinik SPMI memiliki program memberikan layanan informasi berupa FAQ/ tanya jawab melalui sarana online maupun offline dan interaktif tentang bagaimana membangun budaya mutu (Quality Culture) di perguruan tinggi Indonesia, serta memberikan berbagai solusi yang efektif terhadap segala permasalahan yang dihadapi dalam mensosialisasikan budaya mutu pendidikan tinggi.

Selain itu, Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Aris Junaidi mengutarakan bahwa untuk meningkatkan kualitas  hidup manusia Indonesia, hal penting yang harus dilakukan ialah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. “Dalam revolusi mental nawacita Presiden RI Joko Widodo, sangat jelas disampaikan bahwa peningkatan mutu SDM harus dimulai dari mutu pendidikan tinggi. Jika kita ingin mengharapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, maka peningkatan mutu pendidikan inilah yang harus kita utamakan”, ujar Aris Junaidi dalam paparannya.

Kurang lebih 14 fasilitator di tingkat pusat dan 200 fasilitator di berbagai wilayah akan memberikan layanan Klinik SPMI dan juga audit internal (AMI). Penerima/ Klien layanan Klinik SPMI cukup luas, dapat meliputi pengelola perguruan tinggi, yayasan, dosen, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Diharapkan seluruh komponen masyarakat dapat mendukung program Klinik SPMI ini. PT. FIAS, sebagai mengelola Media Website: mutupendidikan.com menyambut baik program Klinik SPMI ini. Media mutupendidikan.com ikut berpartisipasi memberikan dukungan berupa penyediaan materi Slideshare terkait budaya mutu /SPMI yang dapat diakses dengan mudah di tautan:

Membangun Budaya Mutu Pendidikan

Demikian, semoga progam Klinik SPMI yang dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berjalan dengan optimal, lancar, manfaat, efektif serta efisien. Aamiin 3x Yaa Rabb.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Seberapa Sering Audit Mutu Internal dilaksanakan?

INTERVAL KEGIATAN AMI

Dalam lingkungan organisasi yang berubah cepat seperti saat ini, fungsi audit mutu internal (AMI) dan kegiatan kaji ulang manajemen sebaiknya semakin sering dilakukan. Dengan kegiatan AMI yang tepat waktu (interval & frekuensi), diharapkan semua permasalahan yang membutuhkan penanganan cepat akan dapat dilakukan. Ketidak sesuaian dapat secepatnya diatasi  dan pada akhirnya institusi pendidikan tidak terlambat dalam mengambil tindakan koreksi maupun pencegahan.

Seberapa sering audit mutu internal dan kaji ulang manajemen dilakukan? Memang tidak ada ketentuan yang berlaku. Lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) secara internal bebas menentukan sendiri frekuensi kegiatan tersebut, apakah akan dilakukan setiap triwulan, semester atau setiap tahun. Namun demikian waktu 1 tahun tentu saja terlalu lama untuk suatu organisasi yang sangat dinamis. Dalam kurun waktu setahun, telah banyak sekali kejadian-kejadian dalam organisasi. Ada berbagai permasalahan yang muncul, yang memerlukan kajian dan pembahasan cepatnya.

Dalam situasi tersebut, interval audit mutu internal dan kegiatan kaji ulang manajemen diharapkan lebih sering dilakukan, misalnya dilakukan tiga bulan sekali. Peran kegiatan Manajemen Resiko diharapkan lebih ditingkatkan. Perlu dipilah kegiatan-kegiatan yang memiliki resiko yang tinggi atau tidak. Kegiatan organisasi yang beresiko tinggi terhadap keberhasilan organisasi hendaknya dapat di audit lebih sering. Misalnya dalam kasus-kasus yang terkait komplain dari pelajar/ mahasiswa/stakeholder. Kalau hal ini diselesaikan menunggu waktu 6 bulan atau 1 tahun ke depan tentu sudah terlambat, dan akan menyebabkan kekecewaan dari para stakeholder.


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Dokumen Wajib ISO 9001:2015

ISO 9001 : 2015

Setiap periodik, Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 mengalami perbaikan untuk menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Standar mutu ISO 9001:2008 telah direvisi menjadi standar ISO 9001:2015.

Dokumen wajib apa saja yang perlu dimiliki institusi pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) yang ingin mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 ?

Lembaga pendidikan  yang berencana meng up-grade Sertifikasi dari standar lama ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 juga perlu mengidentifikasi dokumen2 yang perlu disiapkan.

Berikut terlampir informasi dokumen wajib ISO 9001:2015, bagi yang berminat, silahkan di unduh dibawah ini:

Dokumen Wajib ISO 9001:2015 

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Salam mutu,

mutupendidikan.com

 


INFO PUBLIC TRAINING 2016:

 Silahkan di Klik : Public Training 2016


 

ISO 9001 :2015 Klausul 4

Klausul 4 dalam standar ISO 9001: 2015 berisi tentang Konteks Organisasi. Didalamnya terdiri dari 4 pasal yaitu:

4.1 Memahami organisasi dan konteksnya

4.2 Memahami kebutuhan dan harapan dari pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholder)

4.3 Menentukan ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu

4.4 Sistem Manajemen Mutu dan proses-prosesnya.

Untuk mengenal lebih dalam dari klausul 4, berikut dapat diunduh file slide berikut ini:

ISO 9001:2006 Pasal 4

Demikian, semoga bermafaat,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING 2016:

 Silahkan di Klik : Public Training 2016


 

TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah

Dalam posting Slideshare kali ini, akan dibahas materi tentang Total Quality Managment (TQM) dan implementasinya dalam dunia pendidikan/ manajemen sekolah. Topik yang akan dibahas dalam file powerpoint ini antara lain:

  • Pengertian TQM dan Implementasinya dalam pendidikan
  • Berbagai turunan dari TQM seperti SPMI, SPMP, ISO 9000 dll.
  • Customer Service Excellence
  • Strategi Peningkatan Mutu
  • Komponen yang terkait dalam mutu pendidikan
  • Jenis-jenis pelanggan dalam TQM
  • Perbedaan organisasi tradisional dengan TQM
  • Kepemimpinan dalam TQM
  • TQM & konsep PDCA Cycle
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan
  • Tolak ukur keberhasilan sekolah.

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh file powerpoint berikut ini:

TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah

Demikian, semoga bermanfaat, sukses selalu dan salam mutu.

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendidikan