• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Perubahan Utama ISO 9001:2015

Yang terhormat, para penggiat SPMI Pendidikan,

Untuk membangun sistem penjaminan mutu yang berstandar internasional, beberapa lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) memilih mengimplementasikan: Standar ISO 9001.

Saat ini Standar ISO 9001 telah berubah dari versi sebelumnya tahun 2008 menjadi versi 2015. Dalam Standar ISO 9001 versi 2015, terdapat beberapa perubahan penting, antara lain:

  • Perubahan dalam jumlah klausul.
  • Perubahan dalam jumlah prinsip-prinsip ISO 9001.
  • Penambahan istilah “informasi terdokumentasi”.
  • Tidak diwajibkan memiliki Manual Mutu.
  • Tidak diwajibkan adanya “Management Representative“.
  • Tidak ada klausul yang boleh dikecualikan.
  • Preventive Action menjadi Risk Management
  • Perbedaan pengertian produk dan jasa
  • Adanya beberapa istilah-istilah baru

Berikut Slideshare tentang perubahan utama ISO 9001 dari versi 2008 ke versi terbaru tahun 2015. Silahkan diunduh disini:

Perubahan Utama ISO 9001:2015

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Pembuatan Manual SPMI & PDCA

Bapak Ibu penggerah SPMI/SPMP di manapun berada…

Manual SPMI/ SPMP sangat diperlukan dalam mengelola standar-standar penting yang diperlukan lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah maupun Madrasah). Melalui lima (5) manual “PPEPP” yang terdiri dari:

  1. Manual Penetapan Standar
  2. Manual Pelaksanaan Standar
  3. Manual Evaluasi Standar
  4. Manual Pengendalian Standar dan
  5. Manual Peningkatan Standar

berbagai standar penting yang diperlukan institusi pendidikan akan dapat dikembangkan secara efektif dan efisien.

Dengan adanya Menual SPMI/ SPMP, institusi pendidikan memiliki pedoman yang yang jelas untuk mengelola proses PDCA (Plan, Do, Check dan Act) secara berkesinanbungan.

Untuk lebih memahami bagaimana mengembangkan Manual SPMI untuk institusi pendidikan, silahkan diunduh materi powerpoint berikut ini:

PPT Manual SPMI

Demikian semoga bermanfaat,

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Klinik SPMI – Penguatan Budaya Mutu Pendidikan Tinggi

PENGUATAN BUDAYA MUTU

Jakarta – Pendidikan Tinggi memiliki peran penting untuk mencetak lulusan unggul yang berdaya saing dan memiliki kompetensi. Mengingat pentingnya kualitas lulusan tersebut, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan meluncurkan program inovatif-kreatif bernama “Klinik SPMI” (Sistem Penjaminan Mutu Internal) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas program studi pendidikan tinggi di Bumi Pertiwi Indonesia.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad menjelasakan bahwa upaya peningkatan kualitas program studi harus dimulai dari internal organisasi pendidikan tinggi itu sendiri. Beliau menjelaskan “Mutu/kualitas bukan sesuatu yang didapatkan universitas dari pemerintah saja, namun harus disadari bahwa internal pendidikan tinggi, baik dari segi kualitas dosen hingga sistem pembelajaran, juga perlu diperhatikan oleh universitas. Oleh sebab itu, Klinik SPMI ini akan berusaha membantu pendidikan tinggi untuk meningkatkan mutu program studinya,” ujar Intan kala menyampaikan kata sambutannya dalam acara Coffee Morning sekaligus soft-launching Klinik SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di Gedung D Kemristekdikti Senayan, Jakarta.

Klinik SPMI merupakan program layanan masyarakat berupa bimbingan teknis (Bimtek) yang diperuntukkan bagi lembaga perguruan tinggi agar lebih memahami SPMI dan SPM-Dikti, serta yang lebih urgent lagi adalah untuk meningkatkan kesadaran membangun budaya mutu (Quality Awareness). Klinik SPMI memiliki program memberikan layanan informasi berupa FAQ/ tanya jawab melalui sarana online maupun offline dan interaktif tentang bagaimana membangun budaya mutu (Quality Culture) di perguruan tinggi Indonesia, serta memberikan berbagai solusi yang efektif terhadap segala permasalahan yang dihadapi dalam mensosialisasikan budaya mutu pendidikan tinggi.

Selain itu, Direktur Penjaminan Mutu Ditjen Belmawa Aris Junaidi mengutarakan bahwa untuk meningkatkan kualitas  hidup manusia Indonesia, hal penting yang harus dilakukan ialah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. “Dalam revolusi mental nawacita Presiden RI Joko Widodo, sangat jelas disampaikan bahwa peningkatan mutu SDM harus dimulai dari mutu pendidikan tinggi. Jika kita ingin mengharapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing, maka peningkatan mutu pendidikan inilah yang harus kita utamakan”, ujar Aris Junaidi dalam paparannya.

Kurang lebih 14 fasilitator di tingkat pusat dan 200 fasilitator di berbagai wilayah akan memberikan layanan Klinik SPMI dan juga audit internal (AMI). Penerima/ Klien layanan Klinik SPMI cukup luas, dapat meliputi pengelola perguruan tinggi, yayasan, dosen, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Diharapkan seluruh komponen masyarakat dapat mendukung program Klinik SPMI ini. PT. FIAS, sebagai mengelola Media Website: mutupendidikan.com menyambut baik program Klinik SPMI ini. Media mutupendidikan.com ikut berpartisipasi memberikan dukungan berupa penyediaan materi Slideshare terkait budaya mutu /SPMI yang dapat diakses dengan mudah di tautan:

Membangun Budaya Mutu Pendidikan

Demikian, semoga progam Klinik SPMI yang dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berjalan dengan optimal, lancar, manfaat, efektif serta efisien. Aamiin 3x Yaa Rabb.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Seberapa Sering Audit Mutu Internal dilaksanakan?

INTERVAL KEGIATAN AMI

Dalam lingkungan organisasi yang berubah cepat seperti saat ini, fungsi audit mutu internal (AMI) dan kegiatan kaji ulang manajemen sebaiknya semakin sering dilakukan. Dengan kegiatan AMI yang tepat waktu (interval & frekuensi), diharapkan semua permasalahan yang membutuhkan penanganan cepat akan dapat dilakukan. Ketidak sesuaian dapat secepatnya diatasi  dan pada akhirnya institusi pendidikan tidak terlambat dalam mengambil tindakan koreksi maupun pencegahan.

Seberapa sering audit mutu internal dan kaji ulang manajemen dilakukan? Memang tidak ada ketentuan yang berlaku. Lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) secara internal bebas menentukan sendiri frekuensi kegiatan tersebut, apakah akan dilakukan setiap triwulan, semester atau setiap tahun. Namun demikian waktu 1 tahun tentu saja terlalu lama untuk suatu organisasi yang sangat dinamis. Dalam kurun waktu setahun, telah banyak sekali kejadian-kejadian dalam organisasi. Ada berbagai permasalahan yang muncul, yang memerlukan kajian dan pembahasan cepatnya.

Dalam situasi tersebut, interval audit mutu internal dan kegiatan kaji ulang manajemen diharapkan lebih sering dilakukan, misalnya dilakukan tiga bulan sekali. Peran kegiatan Manajemen Resiko diharapkan lebih ditingkatkan. Perlu dipilah kegiatan-kegiatan yang memiliki resiko yang tinggi atau tidak. Kegiatan organisasi yang beresiko tinggi terhadap keberhasilan organisasi hendaknya dapat di audit lebih sering. Misalnya dalam kasus-kasus yang terkait komplain dari pelajar/ mahasiswa/stakeholder. Kalau hal ini diselesaikan menunggu waktu 6 bulan atau 1 tahun ke depan tentu sudah terlambat, dan akan menyebabkan kekecewaan dari para stakeholder.


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Dokumen Wajib ISO 9001:2015

ISO 9001 : 2015

Setiap periodik, Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 mengalami perbaikan untuk menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Standar mutu ISO 9001:2008 telah direvisi menjadi standar ISO 9001:2015.

Dokumen wajib apa saja yang perlu dimiliki institusi pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) yang ingin mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 ?

Lembaga pendidikan  yang berencana meng up-grade Sertifikasi dari standar lama ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 juga perlu mengidentifikasi dokumen2 yang perlu disiapkan.

Berikut terlampir informasi dokumen wajib ISO 9001:2015, bagi yang berminat, silahkan di unduh dibawah ini:

Dokumen Wajib ISO 9001:2015 

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Salam mutu,

mutupendidikan.com

 


INFO PUBLIC TRAINING 2016:

 Silahkan di Klik : Public Training 2016


 

ISO 9001 :2015 Klausul 4

Klausul 4 dalam standar ISO 9001: 2015 berisi tentang Konteks Organisasi. Didalamnya terdiri dari 4 pasal yaitu:

4.1 Memahami organisasi dan konteksnya

4.2 Memahami kebutuhan dan harapan dari pihak-pihak yang berkepentingan (Stakeholder)

4.3 Menentukan ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu

4.4 Sistem Manajemen Mutu dan proses-prosesnya.

Untuk mengenal lebih dalam dari klausul 4, berikut dapat diunduh file slide berikut ini:

ISO 9001:2006 Pasal 4

Demikian, semoga bermafaat,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING 2016:

 Silahkan di Klik : Public Training 2016


 

TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah

Dalam posting Slideshare kali ini, akan dibahas materi tentang Total Quality Managment (TQM) dan implementasinya dalam dunia pendidikan/ manajemen sekolah. Topik yang akan dibahas dalam file powerpoint ini antara lain:

  • Pengertian TQM dan Implementasinya dalam pendidikan
  • Berbagai turunan dari TQM seperti SPMI, SPMP, ISO 9000 dll.
  • Customer Service Excellence
  • Strategi Peningkatan Mutu
  • Komponen yang terkait dalam mutu pendidikan
  • Jenis-jenis pelanggan dalam TQM
  • Perbedaan organisasi tradisional dengan TQM
  • Kepemimpinan dalam TQM
  • TQM & konsep PDCA Cycle
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan
  • Tolak ukur keberhasilan sekolah.

Untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh file powerpoint berikut ini:

TQM, Pendidikan & Manajemen Sekolah

Demikian, semoga bermanfaat, sukses selalu dan salam mutu.

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendidikan

Standar Mutu SPMI / SPMP

APAKAH STANDAR MUTU ITU?

Standar adalah pernyataan tertulis yang berisi satu atau kedua hal berikut ini:

  • Spesifikasi atau rincian tentang sesuatu hal khusus, yang memperlihatkan sebuah tujuan, cita-cita, keinginan, kriteria, ukuran, patokan, pedoman;
  • Perintah agar melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi spesifikasi diatas.

Dalam membuat Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI/ SPMP), tentu saja Institusi Pendidikan perlu berpedoman pada perencanaan strategis yang telah ditetapkan Institusi.  Sebuah Standar dikatakan  baik, lengkap dan fungsional apabila :

  1. Menjadikan Visi, Misi, dan Tujuan institusi/ Perguruan Tinggi sebagai sumber inspirasi.
  2. Menjadikan peraturan perundang-undangan (mulai dari UU, Kepmen) yang berlaku sebagai rambu-rambu dan batasan-batasan yang tidak boleh diabaikan atau dilanggar
  3. Menjadikan masukan dan saran dari pemangku kepentingan eksternal Perguruan Tinggi yaitu pengguna lulusan, asosiasi profesi, alumni, orang tua / wali mahasiswa, dan masyarakat luas, sebagai bahan pertimbangan.
  4. Melibatkan sedapat mungkin semua pemangku kepentingan internal Perguruan Tinggi seperti dosen, karyawan bukan dosen, dan mahasiswa.
  5. Menggunakan berbagai standar dalam SPMI dari PT ternama, lembaga akreditasi PT yang kredibel, atau asosiasi beberapa PT, baik dari dalam maupun luar negeri, dan publikasi tentang SPM PT yang diterbitkan oleh DitJen Dikti – Kemendiknas – RI, hanya sebagai contoh atau sumber inspirasi.

Selanjutnya dalam merumuskan pernyataan isi  standar sebaiknya memenuhi unsur sbb:

  • Audience: subyek yang harus melakukan sesuatu; atau pihak yang harus melaksanakan dan mencapai isi standar.
  • Behaviour: apa yang harus dilakukan, diukur / dicapai / dibuktikan.
  • Competence: kompetensi / kemampuan / spesifikasi / target / kriteria yang harus dicapai.
  • Degree: tingkat / periode / frekuensi / waktu

Untuk memahami lebih dalam tentang penyusunan Standar Mutu SPMI (bentuk, ketentuan, dan contoh-contohnya), silahkan diunduh file PPT berikut ini:

Pembuatan Standar Mutu SPMI / SPMP

Demikian, semoga bermanfaat.

Hormat kami,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING 2016:

 Silahkan di Klik : Public Training 2016


 

Interpretasi ISO 9001 : 2015 Klausul 6

PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN MUTU

Dalam Standar ISO 9001:2015 klausul 6, terdapat persyaratan tentang  Perencanaan Sistem Manajemen Mutu. Didalamnya terdapat tiga (3) persyaratan yang terkait yakni:

  1. Tindakan untuk menangani resiko dan peluang
  2. Sasaran mutu dan rencana pencapaiannya
  3. Merencanakan perubahan

Bagaimana detail penjelasan dan interpretasinya, silahkan diunduh file SlideShare berikut ini:

ISO 9001:2015 Klausul 6

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING 2016:

 Silahkan di Klik : Public Training 2016


 

Penjelasan IWA 2 : 2007 Klausul 6

IWA 2 adalah panduan implementasi ISO 9001 untuk bidang pendidikan. Pada Posting artikel sebelumnya, telah disampaikan materi IWA 2 untuk klausul 4 dan 5. Kali ini kami sampaikan posting materi IWA 2 klausul 6, yang khusus membahas tentang manajemen sumber daya.

  • Bagaimana mengelola sumber daya pada organisasi pendidikan?
  • Apa saja yang harus dikelola dan dipastikan keberhasilan nya?
  • Bagaimana mengelola sumber daya manusia untuk institusi pendidikan?
  • Bagaimana mengelola sarana-sarana yang diperlukan ?
  • Apa saja yang harus diperhatikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman?

Nah, untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh Slide presentasi berikut, selamat menikmati dan tetap semangat:

IWA2 klausul 6 untuk SPMI / SPMP

 

Semoga bermanfaat & Salam mutu,

mutupendidikan.com