• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Tes Kepribadian

Tes Psikologi & Tes Kepribadian untuk Anak Didik

Tes Kepribadian

Data Informasi mengenai kondisi peserta didik sangat dibutuhkan untuk tercapainya tujuan dari konseling. Guna mengetahui karakter dari para siswa, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan mengadakan tes kepribadian. Kepala Sekolah, pendidik, orang tua, konselor di sekolah sangat perlu untuk mengetahui informasi tentang peserta didiknya, hal ini bisa didapatkan dari tes kepribadian peserta didik tersebut.

Tes Kepribadian

Tes kepribadian (Personality Test)  adalah penggunaan seperangkat alat tes yang disusun untuk mendeskripsikan bagaimana kecenderungan individu bertingkah laku. Tes kepribadian sebenarnya adalah deskripsi kualitatif dari kepribadian, bukannya deskripsi kuantitatif ( berdasarkan angka-angka). Kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Untuk membantu mengenal kepribadian seseorang, alat tes kepribadian menggunakan bantuan berupa angka-angka dan kemudian hasilnya dideskripsikan ke dalam penjelasan kualitatif. Angka yang didapatkan seorang peserta pada tes kepribadian bukanlah angka sesungguhnya. Angka disini hanyalah sebagai fungsi alat bantu untuk mendeskripsikan kepribadian, misalnya individu X lebih kreatif dalam pekerjaannya dibandingkan dengan individu Y.

Tujuan Tes Kepribadian

Personality Test atau Tes kepribadian adalah tes yang diadakan dengan tujuan mengungkap ciri-ciri khas seseorang yang umumnya bersifat lahiriah, seperti kreatifitas, gaya bicara, cara berbusana, nada suara, hobi / kegemaran, dll. Setiap individu memiliki kepribadian yang unik, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan individu-individu lain dalam pendeskripsiannya. Kepribadian tidak mengandung unsur nilai seperti baik buruk, tinggi rendah, dan lain sebagainya.

Metode Tes Kepribadian

Tes kepribadian bertujuan untuk mengungkap kecenderungan kepribadian seseorang. Ada banyak metode tes kepribadian, bisa berbentuk tes proyektif maupun tes non proyektif. Tes proyektif umumnya membutuhkan media khusus untuk memproyeksikan minat, perhatian, dorongan, perasaan, maupun sentimen. Media tes proyektif bisa berupa bercak tinta, kartu/gambar maupun kalimat. Contoh tes kepribadian adalah tes Rorschach, tes grafis, TAT/CAT/SAT, EPPS dan lain-lain.

Guna mempermudah pengukuran kepribadian, disusunlah suatu kriteria kepribadian dalam bentuk pengelompokan. Saat ini, dalam teori psikologi dikenal pengelompokan kepribadian yang disebut DSM atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.

Nah bagaimana dengan kepribadian anak-didik kita? Perlukah dilakukan tes psikologi? Temukan jawaban pada artikel-artikel berikutnya.

Demikian, semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Tes Psikologi untuk pengembangan Mutu Pendidikan


 

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Tes Psikologi Pendidikan

Fungsi Tes Psikologi untuk Pendidikan

Fungsi Tes Psikologi

Menurut tinjauan sejumlah literatur, tes psikologi memiliki beberapa fungsi-fungsi. Tes Psikologi dapat memberikan data untuk membantu para siswa/ mahasiswa dalam meningkatkan penerimaan diri (self acceptance), pemahaman diri (self understanding), dan penilaian diri (self evaluation). Hasil yang diperoleh dari psikotes dapat digunakan siswa/ mahasiswa untuk meningkatkan persepsi dirinya secara optimal dan untuk mengembangkan kemampuan individu (eksplorasi) dalam beberapa bidang tertentu. Tes psikologi (psikotes) berfungsi dalam banyak hal yang meliputi fungsi memprediksi, fungsi memperkuat, serta fungsi meyakinkan para siswa.

Fungsi utama Tes psikologi antara lain:

  1. Fungsi Diagnosis : Sebagai alat yang berfungsi mendiagnosis kesehatan dan potensi siswa. Tes psikologi dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik, gejala, penyebab maupun tanda-tanda yang mengarah pada bentuk bentuk gangguan, masalah atau penyakit yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar para siswa. Misalkan, seorang pelajar yang mengalami gangguan konsentrasi belajar kemudian diberikan tes psikologi guna menggali penyebab kesulitan belajar tersebut. Dari hasil tes akan diketahui faktor-faktor penyebabnya, misalnya masalah dalam hubungan keluarga, masalah dengan guru dan teman sekolah, masalah penyesuaian diri, atau mungkin ada gangguan pada saraf yang kemudian akan diberi rekomendasi-rekomendasi pemeriksaan medis oleh pihak-pihak yang ahli sesuai profesinya.
  2. Fungsi Prediksi : Tes psikologi bertujuan untuk memprediksi potensi/kemampuan yang dimiliki siswa dalam kaitannya dengan pencapaian hasil belajar di masa yang akan datang. Contoh tes psikologi untuk memprediksi keberhasilan siswa/mahasiswa dalam belajar tugas-tugas pada suatu jurusan tertentu.
  3. Fungsi Monitoring : Tes psikologi akan membantu dalam melihat seberapa jauh perkembangan dan kemajuan siswa/ mahasiswa, mulai dari siswa tersebut diterima di sekolah, saat orientasi, mengikuti pelajaran, maupun beraktivitas dan berkreasi di sekolah. Jika memang siswa tidak mengalami perkembangan atau kemajuan sesuai yang diharapkan, maka perlu ada bimbingan dan penanganan khusus.
  4. Fungsi Evaluasi : Sebagai alat evaluasi, tes psikologi melanjutkan fungsi monitoring, yakni apabila dari hasil tes terdahulu siswa yang dinyatakan bermasalah akan dikenai bimbingan atau penanganan. Setelah bimbingan dan penanganan tersebut, tentunya akan diketahui efektivitas dari pemberian bimbingan dan penanganan itu.

Secara spesifik, tes psikologis mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

  1. Fungsi seleksi : Fungsi seleksi ini berguna untuk memutuskan siswa-siswa mana yang akan dipilih, misalnya tes seleksi suatu lembaga kependidikan/ perguruan tinggi atau tes seleksi suatu jenis jabatan/ pekerjaan tertentu.
  2. Fungsi klasifikasi : Fungsi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan siswa-siswa dalam kelompok sejenis, misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah yang sejenis, sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
  3. Fungsi deskripsi : Fungsi deskripsi yaitu hasil tes psikologis yang telah dilakukan tanpa klarifikasi tertentu, misalnya melaporkan profil seseorang yang telah dites inventori minat.
  4. Mengevaluasi suatu treatment : Bertujuan untuk mengetahui suatu tindakan yang telah dilakukan terhadap siswa atau sekelompok siswa telah tercapai atau belum. Misalnya, seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan tugas-tugas remedial. Setelah pelaksanaan remedial kemudian diadakan tes untuk mengetahui apakah tugas remedial tersebut sudah efektif atau belum.
  5. Menguji suatu hipotesis : Bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis yang dikemukakan dari sebuah teori itu terbukti atau tidak terbukti. Untuk menguji hipotesis yang dikemukakan itu dapat dilakukan suatu metode penelitian kuantitatif.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tes psikologis memiliki berbagai fungsi, diantaranya untuk evaluasi, klasifikasi, deskripsi, menguji hipotesis, juga berfungsi untuk seleksi. Semua fungsi-fungsi diatas dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan karir di masa yang akan datang.

Demikian semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Tes Psikologi untuk pengembangan Mutu Pendidikan


Mutu Pendidikan

Pendidikan dan Pelatihan

Training & Education programs

Menurut Prof. Sondang P. Siagian, pengertian pendidikan adalah keseluruhan proses, teknik dan metode mengajar dalam rangka mengalihkan sesuatu pengetahuan dari seseorang kepada orang yang lain dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan pelatihan adalah juga proses belajar mengajar dengan memakai teknik dan metode tertentu.

Sementara John Suprihanto menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses pembinaan pengertian dan pengetahuan terhadap kelompok fakta, aturan serta metode yang terorganisasikan dengan megutamakan pembinaan, kejujuran dan ketrampilan.

Pendapat pakar lain Wijaya, “Pendidikan dimaksudkan untuk membina kemampuan atau mengembangkan kemampuan berpikir para pegawai, meningkatkan kemampuan mengeluarkan gagasan-gagasan pada pegawai sehingga mereka dapat menunaikan tugas kewajiban dengan sebaik-baiknya”. Waktu yang diperlukan untuk pendidikan bersifat lebih formal. Sedangkan latihan lebih mengembangkan ketrampilan teknis sehinga pegawai dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Latihan berhubungan dengan pengajaran tugas pekerjaan dan waktunya belajarnya lebih singkat,  dan tidak terlalu formal formal.

Pelatihan dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kemampuan pegawai melaksanakan tugas sekarang, sedangkan pendidikan lebih berorientasi pada peningkatan produkktivitas kerja pegawai di masa depan. Namun demikian perbedaan itu tidak perlu ditonjolkan karena kedua pengertian itu umumnya sering digunakan bersama-sama.

Menurut Soekidjo Natoatmodjo, berbedaan antara pendidikan dan pelatihan secara teoritis dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

Parameter Pendidikan/Education Pelatihan/Training
1 Pengembangan kemampuan Menyeluruh (komprehensif) Khusus (spesific)
2 Area kemampuan Area Kognitif, afektif Area Psikomotorik
3 Jangka waktu pelaksanaan Panjang /lama Pendek /singkat
4 Materi yang diberikan Lebih umum Lebih khusus
5 Penekanan penggunaan Metode Belajar Mengajar Konvensional Inkonvensional
6 Penghargaan akhir proses Gelar (degree) Sertifikat (Non gelar)

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulkan bahwa pelakasanaan pendidikan (education) dan pelatihan (training) menitikberatkan pada :

  • Membantu karyawan guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
  • Pengetahuan  dan ketrampilan yang diperoleh sangat erat hubungannya dengan pekerjaan sekarang maupun pekerjaan di masa yang akan datang.

Pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan hendaknya direncanakan dan diorganisasikan sebaik mungkin untuk mendapatkan efektivitas program kerja.

Berikut penjelasan detail tentang implementasi program pendidikan dan pelatihan  menurut pakar manajemen mutu /TQM, Silahkan diunduh pada file ppt berikut ini:

Pendidikan dan Pelatihan

Demikian semoga bermanfaat,

Salam hormat,

Admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Mutu Pendidikan ISO 9004

ISO 9004:2009 bagian 1

Standar ISO 9004 : 2009

Dear teman-teman Penjaminan Mutu Pendidikan yang berbahagia,

Selain ISO 9001:2015, organisasi dapat juga mengimplementasikan ISO 9004:2009 sebagai pedoman yang lebih menyeluruh untuk perbaikan dan peningkatan organisasi. Dengan menerapkan ISO 9004:2009, organisasi (lembaga pendidikan) akan memiliki keunggulan karena telah melampaui persyaratan minimal standar yang dituangkan dalam ISO 9001:2015.

Untuk lebih jelaskan silahkan diunduh file powerpoint berikut ini:

ISO 9004 : 2009 bagian 1

Demikian, Tetap Semangat dan Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Prosedur

Bagaimana Menyusun SOP yang Baik

Standard Operating Precedure

Yang Terhormat, Bapak/Ibu/Saudara Pejuang Mutu Pendidikan,

Berikut kami upload SlideShare tentang bagaimana membuat SOP (Standard Operating Procedure) yang baik. Paling tidak ada 4 hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat SOP, yaitu:

  1. SOP harus Efektif/ Efisien
  2. SOP harus Konsisten
  3. SOP harus Standart
  4. SOP harus Sistematis

Bagaimana penjelasan detailnya? Bagi yang yang ingin mendalami dapat mengunduh file SlideShare berikut ini:

Metode Penyusunan SOP bag 3

Tetap Semangat & Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Komunikasi

Komunikasi yang Efektif

Komunikasi & Total Quality

Sejak usia bayi, manusia telah diberi Allah S.W.T. kemampuan alami untuk berkomunikasi. Bayi berkomunikasi melalui beberapa cara seperti tangisan, celoteh serta ekspresi wajah. Komunikasi merupakan “bakat” manusia yang dimiliki secara alami, itulah sebabnya banyak kalangan yang menganggap komunikasi adalah sesuatu yang semua orang bisa melakukan dan tidak perlu dipelajari. Namun fakta menjelaskan, komunikasi merupakan proses yang sangat kompleks. Banyak hal yang berperan dalam menentukan keberhasilan suatu komunikasi. Hal ini terjadi karena komunikasi tidak melibatkan satu individu, namun juga melibatkan individu-individu lain dengan sifat dan latar belakang situasi yang berbeda beda.

Satu hal yang sering membuat banyak orang berselisih paham (konflik) adalah karena kurangnya ketrampilan komunikasi (communication skills). Komunikasi sering kali menjadi hal yang dianggap remeh, padahal kesalahan dalam komunikasi dapat menimbulkan problem/konflik yang mengganggu dalam hubungan dua orang atau lebih.

Pemahaman konsep komunikasi yang paling sederhana adalah proses penyampaian pesan (message) dari komunikator kepada penerima pesan (komunikan). Proses ini dapat menghasilkan umpan balik (feedback) dari komunikan sehingga komunikasi dapat berlangsung secara dua arah (two way) antara komunikator dan komunikan.

Setiap individu dapat berkomunikasi dengan gaya dan caranya masing-masing, tetapi tidak semua individu mampu berkomunikasi secara efektif (tepat guna). Nah, sekarang apa yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif? Komunikasi yang efektif (tetap guna) dapat diartikan sebagai komunikasi yang dapat menghasilkan perubahan sikap pada orang lain. Perubahan sikap ini (attitude change),  biasanya terlihat pada saat proses komunikasi berlangsung, maupun pada saat setelah proses komunikasi berlangsung (pasca komunikasi).

Komunikasi yang efektif biasanya memiliki tujuan (goals) untuk memudahkan orang lain dalam memahami isi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator (pemberi pesan). Komunikasi yang efektif juga bertujuan agar  informasi/pesan yang disampaikan dapat menghasilkan umpan balik (feedback) dari si penerima pesan (komunikan). Karena faktor-faktor itulah, maka proses komunikasi yang efektif harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang jelas, tidak ambigu / dapat dipahami oleh orang lain.

Demikian juga dalam organisasi yang mengembangkan manajemen total quality.  Organisasi Total Quality, wajib pula memperbaiki kualitas komunikasi dalam organisasi mereka. Semua saluran komunikasi organisasi arus terkelola dengan baik. Komunikasi organisasi yang perlu diperbaiki dapat berbentuk komunikasi atasan dan bawahan (komunikasi vertikal), komunikasi antar sejawat (komunikasi horizontal) dan komunikasi diagonal/silang.

Untuk lebih jelasnya, berikut kami share materi power point tentang komunikasi efektif dalam organisasi yang membangun sistem manajemen mutu, seperti ISO 9000, SPMI (sistem Penjaminan Mutu Internal), Six Sigma dll.

Silahkan diunduh di link berikut ini:

Komunikasi Yang Efektif

Demikian semoga bermanfaat

admin,

mutupendidikan.com

Perbaikan pendidikan

ISO 9004 untuk Perbaikan, Inovasi dan Belajar (bag.3)

Perbaikan, Inovasi & Belajar

Yang terhormat Bapak/Ibu/Saudara Penggerak Penjaminan Mutu yang berbahagia,

Berikut kami sampaikan materi ISO 9004:2009 yang dapat mendukung proses improvement (perbaikan), inovasi dan proses belajar pada organisasi pendidikan. Dalam materi ini, akan dibahas tentang cara-cara melakukan perbaikan seperti penyusunan visi, misi dan sasaran mutu. Strategi melakukan inovasi dan metode pengembangan Knowledge Management.

Untuk lebih jelasnya silahkan diunduh materi PDF berikut ini:

ISO 9004:2009 untuk Perbaikan, Inovasi dan Belajar (bag.3)

Terima kasih, selamat berkarya & salam mutu,

Admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

 

TQM

Tim Kerja

Membangun Tim yang Tangguh

Teamwork (tim kerja) merupakan serangkaian nilai, sikap dan perilaku dalam sebuah tim. Tim kerja tidak selamanya terdiri dari sekumpulan orang dengan gaya, sikap, dan cara kerja yang sama. Perbedaan antar anggota tim justru merupakan kekuatan/ potensi yang akan membuat tim menjadi kreatif, produktif dan inovatif.

Guna mendapatkan kerjasama tim yang baik perlu ditumbuhkan sikap-sikap/perilaku positif antar anggota tim. Seperti misalnya kebiasaan untuk saling mendengarkan, berempati sehingga tercipta komunikasi yang baik. Saling memberi dukungan kepada anggota tim yang membutuhkan, dan adanya apresiasi terhadap kontribusi/ pencapaian yang diperoleh dari anggota tim. Sebuah tim kerja akan menjadi penentu berhasilnya perjalanan organisasi. Melalui kerjasama dan koordinasi, sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan semua tugas-tugas secara efektif.

Tim boleh jadi merupakan kelompok kerja yang relatif permanen, namun juga bisa bersifat temporer yang bertugas untuk menyelesaikan sebuah proyek tertentu. Tim yang relatif permanen biasanya dinamakan “natural team work”, sedangkan yang temporer banyak disebut sebagai “a cross-functional action team”biasanya terdiri dari orang-orang dari berbagai bagian atau departemen. Bentuk tim yang dianggap paling maju adalah “self-directed”, karenanya tim semacam ini kurang memerlukan pengawasan, dan memiliki otoritas penuh dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Agar tim bisa bekerja secara efektif dalam mengembangkan produktivitas, banyak organisasi yang memandang pembangunan tim merupakan salah satu aspek penting dari pengembangan organisasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut dapat diunduh materi powerpoint tentang tim kerja, silahkan diunduh:

Tim Kerja

Demikan semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com

 

Pelatihan

Temuan Umum dalam Audit ISO 9001:2008 Klausul 4

Temuan dalam ISO 9001:2008

Dear Bapak/Ibu pengelola SPMI, SPMP dan ISO Sekretariat,

Auditor dan Auditee (pihak teraudit) perlu mengetahui temuan-temuan apa saja yang sering terjadi (common findings) dalam Audit ISO 9001:2008. Dengan mengetahui temuan-temuan tersebut, baik Auditor maupun auditee akan lebih terinspirasi dan lebih berhati-hati dalam menjalankan profesional pekerjaan mereka.

Berikut kami unggah/upload file presentasi (ppt) terkait materi temuan umum (common findings) Audit ISO 9001:2008 klausul 4. Silahkan di didownload disini:

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 4

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Mutu & tetap Semangat

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Lengkap Audit Mutu Pendidikan:

Silahkan klik disini


 

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 5

TEMUAN UMUM AUDIT ISO 9001:2008 KLAUSUL 5

Dear Bapak/Ibu pengelola SPMI / SPMP /Kantor Jaminan Mutu/ ISO Sekretariat, di manapun berada, apa kabar?

Kami doakan agar semua senantiasa sehat dan semoga tetap bersemangat menjalanan Continuous Improvement pada SPMI/ SPMP yang menjadi tugas pekerjaan kita sehari-hari.

Pada posting materi kali ini, kami unggah/upload, temuan umum/ common findings terkait klausul 5 ISO 9001:2008. Dengan mempelajari materi ini, InsyaAllah kita akan lebih memahami persyaratan-persyaratan apa saja yang sering diabaikan oleh auditee.

Sebagai auditor diharapkan mendapat inspirasi dan lebih jeli dalam melihat peluang-peluang perbaikan. Sebagai Auditee mudah-mudahan akan lebih terinspirasi dan lebih bersemangat untuk memberbaiki kualitas kerja di unit/departemen masing-masing. Bravo dan tetap semangat.

Silahkan materi (ppt) di unduh disini:

Temuan Umum Audit ISO 9001:2008 Klausul 5

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan