• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Pelatihan program 5 S atau 5 R

Program 5-R & Standar Sarana Prasarana

Meningkatkan Produktifitas melalui Program 5 S

Yth., Para Aktivis Mutu Pendidikan di tempat,

Asslkm. Wr. Wb.,

Setiap Institusi Pendidikan diwajibkan untuk menyusun standar Sarana Prasarana. Dalam prakteknya, mengelola fasilitas SarPras ternyata tidak mudah. Dibutuhkan tool yang handal agar SarPras yang ada di institusi pendidikan (Kampus/Sekolah), dapat dikelola sedemikian rupa sehingga nyaman, rapi, tertib, bersih, tertata dll. Salah satu tool yang dirasa cukup efektif adalah Program Tata Graha 5 S, tertarik untuk mengetahuinya?

Silahkan diunduh pada tautan berikut ini:

Klik disini:

Materi Tata Graha bag.2

Salam hormat & Semangat.

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Layanan In-House Training Program 5 S

Hubungi Customer Service kami disini


 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Check List Audit Mutu Internal SPMI

Check list Pelaksanaan Audit Mutu Internal SPMI

Dear Penggerak SPMI yang berbahagia, salam mutu….

Berikut kami sertakan bahan check list untuk memonitor pelaksanaan Audit Mutu Internal SPMI untuk Perguruan Tinggi/Sekolah/ Madrasah. Dengan adanya check list ini, Ketua Tim Audit/ auditor, dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilaksanakan pada saat rapat pembukaan audit (opening meeting) maupun disaat pelaksanaan kegiatan audit. Score penilaian menggunakaan angka 0, 1 atau 2. Bila nilainya 0 atau 1 berarti masih perlu dilakukan tindakan perbaikan.

Check-list tersebut silahkan diunduh disini:

Klik disini:

Checklist Pelaksanaan Audit Mutu Internal AMI SPMI

Hormat kami,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk layanan In-House Training Audit Mutu Internal

Hubungi Customer Service kami disini


 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Sekolah Model SPMI Indonesia

Tautan Youtube: Ekspose SPMI di Sekolah Model

SPMI & Sekolah Model Indonesia

Berikut Tautan (link) Youtube untuk terkait program pengembangan SPMI di SD, SMP dan SMA

Implementasi SPMI di tingkat SD (Sekolah Dasar)

  1. Ekspose Sekolah Model SPMI SD Negeri Maleber Oleh Kepala Sekolah
  2. Ekspose Sekolah Model SPMI SD Negeri Maleber oleh Guru
  3. Ekspose Sekolah Model SPMI SD Negeri Maleber oleh Komite Sekolah
  4. Ekspose Sekolah Model SPMI SD Negeri Maleber oleh anggota TPMPS

Implementasi SPMI di tingkat SMA

  1. TESTIMONI KEPALA SEKOLAH TENTANG SPMI DI SMAN 3 CIMAHI
  2. TESTIMONI GURU TENTANG SPMI DI SMAN 3 CIMAHI
  3. TESTIMONI KOMITE SEKOLAH TENTANG SPMI DI SMAN 3 CIMAHI
  4. PROFIL MUTU SMA NEGERI 3 CIMAHI (SPMI)

Pendampingan SPMI

Pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Program LPMP

  1. Sekolah Model SPMI LPMP Jawa Barat
  2. Program Akselerasi Mutu Sekolah LPMP Jawa barat

Demikian, sekilas informasi, semoga bermanfaat.

Salam mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Layanan In-House Training SPMI Sekolah Model

Hubungi Customer Service kami disini


 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

SMPI budaya mutu dan kerja tim

SPMI & Budaya Mutu menuju Pencapaian SNP

Pentingnya Budaya Mutu

Membangun sistem penjaminan mutu internal (SPMI) tidak cukup hanya sekedar dokumen hitam putih seperti manual, prosedur ataupun instruksi kerja. Lebih dari itu, yang terpenting adalah terbentuknya perilaku produktif yang terbangun dari budaya mutu Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah. Tidak ada artinya punya dukumen mutu yang lengkap dan bagus bila personel pelaksananya memiliki nilai-nilai yang tidak sejalan dengan budaya mutu.

Oleh karena itu, kesadaran mutu dan budaya mutu harus benar-benar dibangun secara sadar dan berkesinambungan. Prinsip-prinsip mutu & keinginan untuk memberi pelayanan terbaik bagi pengguna proses (konsumen internal/eksternal) harus tertanam kuat bagi segenap anggota organisasi mulai dari tukang sapu sampai pucuk pimpinan. Inilah pekerjaan utama pimpinan Institusi Pendidikan. Sanggup?

Demikian, semoga bermanfaat.

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com


Kunjungan Slideshare berikut ini:

Membangun Budaya Mutu Pendidikan

Budaya mutu

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

SPMI Pendidikan

Siklus PDCA & Model SPMI Pendidikan

Bingung dalam memahami SPMI?

Big Picture MODEL SPMI ini insyaAllah akan sangat membantu. Dengan mengikuti alur PDCA dalam model ini, kita akan mudah untuk mengembangkan SPMI maupun SPMP. Model ini dapat pula diterapkan tidak hanya di Perguruan tinggi, dapat pula di implementasikan di SMA, SMP maupun Pendidikan SD.

SPMI

MODEL SPMI

Proses PDCA

Plan

Meletakkan Standar, sasaran serta proses yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan spesifikasi. Melakukan

Do 

Implementasi proses sesuai standar yang telah ditetapkan.

Check

Memantau dan mengevaluasi proses/ standar dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan melaporkan hasilnya.

Act 

Menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan yang diperlukan. Ini berarti juga meninjau seluruh langkah dan memodifikasi proses/standar untuk memperbaikinya sebelum implementasi berikutnya.

Manual PPEPP

Manual SPMI  pada dasarnya berkaitan dengan pentahapan mengelolaan standar melalui mekanisme PDCA (Kaizen):

  1. Tahap Penetapan Standar: Tahap ketika seluruh standar dirancang, dirumuskan, hingga disahkan atau ditetapkan oleh pihak yang berwenang pada Lembaga Pendidikan
  2. Tahap Pelaksanaan Standar: Tahap ketika isi seluruh standar mulai dilaksanakan untuk dicapai atau diwujudkan oleh semua pihak yang bertanggungjawab untuk itu.
  3. Tahap Evaluasi Standar: Pada tahap ini, pihak yang yang bertanggung jawab melakukan proses evaluasi terhadap masing-masing standar. Tahap ini dapat dilakukan melalui kegiatan Audit Mutu Internal (AMI).
  4. Tahap Pengendalian Standar: Tahap ketika pihak yang bertanggungjawab melaksanakan standar harus selalu memantau, mengkoreksi bila terjadi penyimpangan terhadap isi standar atau ketidak-sesuaian antara kondisi riil dengan isi standar, mengevaluasi, mencatat, melaporkan semua hal  tentang pelaksanaan standar.
  5. Tahap Peningkatan Standar: Tahap ketika isi satu, beberapa, atau seluruh standar harus  ditingkatkan mutunya secara berkala dan berkelanjutan.

Garis Besar isi Manual SPMI

  1. Tujuan dan maksud Manual SPMI.
  2. Luas lingkup Manual SPMI.
    • Manual Penetapan Standar;
    • Manual Pelaksanaan Standar;
    • Manual Evaluasi (Pelaksanaan) Standar;
    • Manual Pengendalian (Pelaksanaan) Standar;
    • Manual Peningkatan Standar.
  3. Rincian tentang hal yang harus dikerjakan.
  4. Pihak yang bertanggungjawab mengerjakan sesuatu
  5. Uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai manual SPMI.
  6. Uraian bagaimana dan bilamana pekerjaan itu harus dilaksanakan.
  7. Rincian formulir/borang/proforma yang harus dibuat dan digunakan sebagai bagian dari manual SPMI.
  8. Rincian sarana yang digunakan sesuai petunjuk dalam manual SPMI.

Demikian sekilas info tentang Model SPMI, PDCA dan Manual PPEPP.

Selamat berkarya, tetap semangat & Salam Mutu…

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk mendapatkan bahan Slideshare tentang SPMI silahkan di kunjungi tautan berikut ini:

>>>> Pengembangan SPMI <<<<


Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Audit Mutu Internal dan SPMI Pendidikan

Kendala dalam Tindak Lanjut Temuan Audit

Masalah Seputar Audit Mutu Internal

Masalah sudah diidentifikasi, namun tidak ditindak-lanjuti secara tuntas.

Lembaga Pendidikan sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengidentifikasi masalah, baik melalui audit internal/eksternal, tinjauan manajemen, survey kepuasan maupun analisis data. Namun setelah masalah berhasil diidentifikasikan, tindak-lanjutnya lemah, tidak tuntas dan tidak bernilai tambah. Inilah problem terbesar SPMI selama ini.

Untuk itu, peran dan komitmen pimpinan PT/ Kepala Sekolah untuk fokus pada upaya perbaikan perlu ditingkatkan. Pimpinan perlu mengawal terus agar upaya perbaikan dapat dilakukan dengan tuntas, mampu menyentuh akar masalah, sehingga temuan tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang, namun sekali lagi, hal ini tentu tidak mudah.

Untuk informasi lebih lengkat tentang Audit Mutu Internal, silahkan di akses tautan berikut ini:

>>> Audit Mutu Internal SPMI <<<<

Demikian, semoga bermanfaat dan salam mutu

Admin,

mutupendidikan.com

Quote SPMI tindak lanjut masalah

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Tes Kepribadian

Tes Psikologi & Tes Kepribadian untuk Anak Didik

Tes Kepribadian

Data Informasi mengenai kondisi peserta didik sangat dibutuhkan untuk tercapainya tujuan dari konseling. Guna mengetahui karakter dari para siswa, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan mengadakan tes kepribadian. Kepala Sekolah, pendidik, orang tua, konselor di sekolah sangat perlu untuk mengetahui informasi tentang peserta didiknya, hal ini bisa didapatkan dari tes kepribadian peserta didik tersebut.

Tes Kepribadian

Tes kepribadian (Personality Test)  adalah penggunaan seperangkat alat tes yang disusun untuk mendeskripsikan bagaimana kecenderungan individu bertingkah laku. Tes kepribadian sebenarnya adalah deskripsi kualitatif dari kepribadian, bukannya deskripsi kuantitatif ( berdasarkan angka-angka). Kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Untuk membantu mengenal kepribadian seseorang, alat tes kepribadian menggunakan bantuan berupa angka-angka dan kemudian hasilnya dideskripsikan ke dalam penjelasan kualitatif. Angka yang didapatkan seorang peserta pada tes kepribadian bukanlah angka sesungguhnya. Angka disini hanyalah sebagai fungsi alat bantu untuk mendeskripsikan kepribadian, misalnya individu X lebih kreatif dalam pekerjaannya dibandingkan dengan individu Y.

Tujuan Tes Kepribadian

Personality Test atau Tes kepribadian adalah tes yang diadakan dengan tujuan mengungkap ciri-ciri khas seseorang yang umumnya bersifat lahiriah, seperti kreatifitas, gaya bicara, cara berbusana, nada suara, hobi / kegemaran, dll. Setiap individu memiliki kepribadian yang unik, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan individu-individu lain dalam pendeskripsiannya. Kepribadian tidak mengandung unsur nilai seperti baik buruk, tinggi rendah, dan lain sebagainya.

Metode Tes Kepribadian

Tes kepribadian bertujuan untuk mengungkap kecenderungan kepribadian seseorang. Ada banyak metode tes kepribadian, bisa berbentuk tes proyektif maupun tes non proyektif. Tes proyektif umumnya membutuhkan media khusus untuk memproyeksikan minat, perhatian, dorongan, perasaan, maupun sentimen. Media tes proyektif bisa berupa bercak tinta, kartu/gambar maupun kalimat. Contoh tes kepribadian adalah tes Rorschach, tes grafis, TAT/CAT/SAT, EPPS dan lain-lain.

Guna mempermudah pengukuran kepribadian, disusunlah suatu kriteria kepribadian dalam bentuk pengelompokan. Saat ini, dalam teori psikologi dikenal pengelompokan kepribadian yang disebut DSM atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.

Nah bagaimana dengan kepribadian anak-didik kita? Perlukah dilakukan tes psikologi? Temukan jawaban pada artikel-artikel berikutnya.

Demikian, semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Tes Psikologi untuk pengembangan Mutu Pendidikan


 

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Tes Psikologi Pendidikan

Fungsi Tes Psikologi untuk Pendidikan

Fungsi Tes Psikologi

Menurut tinjauan sejumlah literatur, tes psikologi memiliki beberapa fungsi-fungsi. Tes Psikologi dapat memberikan data untuk membantu para siswa/ mahasiswa dalam meningkatkan penerimaan diri (self acceptance), pemahaman diri (self understanding), dan penilaian diri (self evaluation). Hasil yang diperoleh dari psikotes dapat digunakan siswa/ mahasiswa untuk meningkatkan persepsi dirinya secara optimal dan untuk mengembangkan kemampuan individu (eksplorasi) dalam beberapa bidang tertentu. Tes psikologi (psikotes) berfungsi dalam banyak hal yang meliputi fungsi memprediksi, fungsi memperkuat, serta fungsi meyakinkan para siswa.

Fungsi utama Tes psikologi antara lain:

  1. Fungsi Diagnosis : Sebagai alat yang berfungsi mendiagnosis kesehatan dan potensi siswa. Tes psikologi dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik, gejala, penyebab maupun tanda-tanda yang mengarah pada bentuk bentuk gangguan, masalah atau penyakit yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar para siswa. Misalkan, seorang pelajar yang mengalami gangguan konsentrasi belajar kemudian diberikan tes psikologi guna menggali penyebab kesulitan belajar tersebut. Dari hasil tes akan diketahui faktor-faktor penyebabnya, misalnya masalah dalam hubungan keluarga, masalah dengan guru dan teman sekolah, masalah penyesuaian diri, atau mungkin ada gangguan pada saraf yang kemudian akan diberi rekomendasi-rekomendasi pemeriksaan medis oleh pihak-pihak yang ahli sesuai profesinya.
  2. Fungsi Prediksi : Tes psikologi bertujuan untuk memprediksi potensi/kemampuan yang dimiliki siswa dalam kaitannya dengan pencapaian hasil belajar di masa yang akan datang. Contoh tes psikologi untuk memprediksi keberhasilan siswa/mahasiswa dalam belajar tugas-tugas pada suatu jurusan tertentu.
  3. Fungsi Monitoring : Tes psikologi akan membantu dalam melihat seberapa jauh perkembangan dan kemajuan siswa/ mahasiswa, mulai dari siswa tersebut diterima di sekolah, saat orientasi, mengikuti pelajaran, maupun beraktivitas dan berkreasi di sekolah. Jika memang siswa tidak mengalami perkembangan atau kemajuan sesuai yang diharapkan, maka perlu ada bimbingan dan penanganan khusus.
  4. Fungsi Evaluasi : Sebagai alat evaluasi, tes psikologi melanjutkan fungsi monitoring, yakni apabila dari hasil tes terdahulu siswa yang dinyatakan bermasalah akan dikenai bimbingan atau penanganan. Setelah bimbingan dan penanganan tersebut, tentunya akan diketahui efektivitas dari pemberian bimbingan dan penanganan itu.

Secara spesifik, tes psikologis mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

  1. Fungsi seleksi : Fungsi seleksi ini berguna untuk memutuskan siswa-siswa mana yang akan dipilih, misalnya tes seleksi suatu lembaga kependidikan/ perguruan tinggi atau tes seleksi suatu jenis jabatan/ pekerjaan tertentu.
  2. Fungsi klasifikasi : Fungsi ini bertujuan untuk mengklasifikasikan siswa-siswa dalam kelompok sejenis, misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah yang sejenis, sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai dengan masalahnya.
  3. Fungsi deskripsi : Fungsi deskripsi yaitu hasil tes psikologis yang telah dilakukan tanpa klarifikasi tertentu, misalnya melaporkan profil seseorang yang telah dites inventori minat.
  4. Mengevaluasi suatu treatment : Bertujuan untuk mengetahui suatu tindakan yang telah dilakukan terhadap siswa atau sekelompok siswa telah tercapai atau belum. Misalnya, seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan tugas-tugas remedial. Setelah pelaksanaan remedial kemudian diadakan tes untuk mengetahui apakah tugas remedial tersebut sudah efektif atau belum.
  5. Menguji suatu hipotesis : Bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis yang dikemukakan dari sebuah teori itu terbukti atau tidak terbukti. Untuk menguji hipotesis yang dikemukakan itu dapat dilakukan suatu metode penelitian kuantitatif.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tes psikologis memiliki berbagai fungsi, diantaranya untuk evaluasi, klasifikasi, deskripsi, menguji hipotesis, juga berfungsi untuk seleksi. Semua fungsi-fungsi diatas dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan karir di masa yang akan datang.

Demikian semoga bermanfaat.

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Tes Psikologi untuk pengembangan Mutu Pendidikan


Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Mutu Pendidikan

Pendidikan dan Pelatihan

Training & Education programs

Menurut Prof. Sondang P. Siagian, pengertian pendidikan adalah keseluruhan proses, teknik dan metode mengajar dalam rangka mengalihkan sesuatu pengetahuan dari seseorang kepada orang yang lain dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan pelatihan adalah juga proses belajar mengajar dengan memakai teknik dan metode tertentu.

Sementara John Suprihanto menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses pembinaan pengertian dan pengetahuan terhadap kelompok fakta, aturan serta metode yang terorganisasikan dengan megutamakan pembinaan, kejujuran dan ketrampilan.

Pendapat pakar lain Wijaya, “Pendidikan dimaksudkan untuk membina kemampuan atau mengembangkan kemampuan berpikir para pegawai, meningkatkan kemampuan mengeluarkan gagasan-gagasan pada pegawai sehingga mereka dapat menunaikan tugas kewajiban dengan sebaik-baiknya”. Waktu yang diperlukan untuk pendidikan bersifat lebih formal. Sedangkan latihan lebih mengembangkan ketrampilan teknis sehinga pegawai dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Latihan berhubungan dengan pengajaran tugas pekerjaan dan waktunya belajarnya lebih singkat,  dan tidak terlalu formal formal.

Pelatihan dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kemampuan pegawai melaksanakan tugas sekarang, sedangkan pendidikan lebih berorientasi pada peningkatan produkktivitas kerja pegawai di masa depan. Namun demikian perbedaan itu tidak perlu ditonjolkan karena kedua pengertian itu umumnya sering digunakan bersama-sama.

Menurut Soekidjo Natoatmodjo, berbedaan antara pendidikan dan pelatihan secara teoritis dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

Parameter Pendidikan/Education Pelatihan/Training
1 Pengembangan kemampuan Menyeluruh (komprehensif) Khusus (spesific)
2 Area kemampuan Area Kognitif, afektif Area Psikomotorik
3 Jangka waktu pelaksanaan Panjang /lama Pendek /singkat
4 Materi yang diberikan Lebih umum Lebih khusus
5 Penekanan penggunaan Metode Belajar Mengajar Konvensional Inkonvensional
6 Penghargaan akhir proses Gelar (degree) Sertifikat (Non gelar)

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulkan bahwa pelakasanaan pendidikan (education) dan pelatihan (training) menitikberatkan pada :

  • Membantu karyawan guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
  • Pengetahuan  dan ketrampilan yang diperoleh sangat erat hubungannya dengan pekerjaan sekarang maupun pekerjaan di masa yang akan datang.

Pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan hendaknya direncanakan dan diorganisasikan sebaik mungkin untuk mendapatkan efektivitas program kerja.

Berikut penjelasan detail tentang implementasi program pendidikan dan pelatihan  menurut pakar manajemen mutu /TQM, Silahkan diunduh pada file ppt berikut ini:

Pendidikan dan Pelatihan

Demikian semoga bermanfaat,

Salam hormat,

Admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Mutu Pendidikan ISO 9004

ISO 9004:2009 bagian 1

Standar ISO 9004 : 2009

Dear teman-teman Penjaminan Mutu Pendidikan yang berbahagia,

Selain ISO 9001:2015, organisasi dapat juga mengimplementasikan ISO 9004:2009 sebagai pedoman yang lebih menyeluruh untuk perbaikan dan peningkatan organisasi. Dengan menerapkan ISO 9004:2009, organisasi (lembaga pendidikan) akan memiliki keunggulan karena telah melampaui persyaratan minimal standar yang dituangkan dalam ISO 9001:2015.

Untuk lebih jelaskan silahkan diunduh file powerpoint berikut ini:

ISO 9004 : 2009 bagian 1

Demikian, Tetap Semangat dan Salam Hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan SPMI & Risk based Audit Mutu InternalKelas Kecil: Praktek & Diskusi lebih intensif (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL 

Tgl 10-13 Juli 2019, Primebiz Kuta Hotel Jl. Raya Kuta No. 66 Kuta, Bali

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 9001 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...