• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Psikotes untuk perguruan tinggi dan sekolah dasar menengah

Klasifikasi Jenis-Jenis Psikotes (Tes Psikologi)

Lembaga Pendidikan, baik sekolah dasar, sekolah menengah maupun perguruan tinggi, telah rutin mengadakan tes psikologi /psikotest bagi segenap siswa yang memerlukannya.  Tes psikologi sangat banyak jenis ragamnya sehingga untuk mendapatkan orientasi yang baik mengenai alat-alat tes perlu dilakukan proses pengelompokan (klasifikasi).

Tautan Penting: Prinsip Penting dalam Tes Psikologi

Untuk membuat klasifikasi tes yang komprehensif, hendaklah dilihat dari beberapa segi. Berikut uraian singkat tentang berbagai klasifikasi psikotes (tes psikologi):

Klasifikasi Tes Psikologi
  1. Tes psikologi ditinjau dari segi aspek mental individu yang dites:
    • Tes intelegensi
    • Tes bakat
    • Tes prestasi belajar
    • Tes kepribadian seperti tes Rorschach, wartegg dan sebagainya
  2. Tes psikologi ditinjau dari segi pembuatnya:
    • Tes kraepelin
    • Tes binet-simon
    • Tes rorschach
    • Tes Wechsler
    • Tes kuder dan lain-lain
  3. Tes psikologi ditinjau dari banyaknya peserta yang mengikuti tes
    • Tes individual: Merupakan jenis tes yang hanya dapat melayani untuk seseorang individu saja dalam satu waktu, contohnya test WISC dan tes WAIS.
    • Tes kelompok: Merupakan jenis tes yang dapat melayani sekelompok testi dalam suatu waktu. Dari segi biaya, tes kelompok lebih ekonomis jika dibandingkan dengan tes individual.
  4. Tes Psikologi ditinjau dari segi waktu yang disediakan:
    • Tes kecepatan (speed test): Merupakan tes yang mengutamakan kecepatan (waktu) dalam mengerjakan sebuah tes. Contoh jenis tes ini arithemitical reasoning, tes klerikal dan sejenisnya.
    • Tes kemampuan (power test): Merupakan jenis tes untuk mengetahui sampai dimana kemampuan seseorang dalam mengerjakan tes. Lamanya pengerjaan (waktu) tidak dituntut terlalu ketat. Jenis tes ini misalnya general comprehension test, tes SPM dan sejenisnya.
  5. Tes Psikologi ditinjau dari segi materi tes:
    • Tes verbal: Merupakan tes yang menggunakan bahasa (baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan). Oleh karena itu testi harus bisa membaca dan menulis dengan baik.
    • Tes non verbal: Merupakan tes yang item-item soalnya tidak terdiri dari bahasa, akan tetapi terdiri dari gambar-gambar, garis-garis, bentuk-bentuk dan sejenisnyanya. Jenis tes ini misalnya adalah tes CFIT, Tes SPM, tes Army Beta dan sejenisnya.
  6. Tes Psikologi ditinjau dari segi aspek manusia yang dites (Testi):
    • Tes fisik: Merupakan alat tes untuk mengetahui kemampuan & keadaan fisik testi misalnya: tes aerobik.
    • Tes psikis: Merupakan alat tes yang digunakan untuk mengetahui keadaan atau kemampuan mental individu (testi), misalnya tes intelegensi, tes bakat dan sejenisnya.

Demikian sekilas informasi tentang pengelompokan (klasifikasi) alat tes psikologi, semoga bermanfaat dan salam sukses!

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes (Tes Psikologi)
>>> Kontak Disini <<<

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini:

jasa psikotes untuk sma, layanan psikotes untuk sd, tes psikologi untuk sd, tes psikologi untuk perguruan tinggi, jasa psikotes, tempat tes psikotes di jakarta, biaya tes psikotes, biro psikologi di jakarta, klinik psikologi di surabaya, bandung, semarang, psikotes di yogyakarta, tempat psikotest, syarat-syarat tes psikologi, kriteria psikotes, psikotes mutu pendidikan, psikotes untuk perguruan tinggi

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Tes psikologi atau psikotes untuk sekolah dasar dan menengah

Pengertian Psikotes Menurut Para Ahli

Sebelum mengenal serba-serbi tentang tes psikologi atau psikotes, berikut akan sedikit diulas tentang pengertian tes menurut para ahli psikologi.

Kata “Tes” berasal dari bahasa latin, yang berbunyi “testum”,  artinya adalah alat untuk mengukur tanah. Dalam bahasa Perancis kuno,  kata “tes”  memiliki makna ukuran yang digunakan untuk membedakan emas dan perak dari benda atau logam-logam yang lain. Dalam perjalanan waktu, lama kelamaan arti “tes” menjadi lebih umum, dan digunakan dalam berbagai disiplin ilmu.

Dalam disiplin ilmu psikologi,  kata “tes” awalnya digunakan oleh pakar psikologi bernama J.M Cattell (1890). Bagaimana dengan saat ini? Ternyata para ahli memiliki pendapat yang beragam tentang makna dan pengertian tes. Berikut akan di uraikan pengertian tes dari berbagai ahli psikologi:

  1. Philip L. Harriman (tahun 1963) merumuskan makna tes adalah ….. any task (or series of task) that yield a score which may be compared score made by other individuals.
  2. Peters & shetzer (tahun 1974) mendefinisikan arti tes sebagai suatu prosedur / langkah-langkah yang sistematis untuk mengobservasi tingkah laku individu dan menggambarkan tingkah laku itu melalui skala angka atau sistem kategori
  3. Anne anastasi (tahun 1990) menjelaskan pengertian tes sbb: A Psychological test essentially an objective and standardized measure of a sampel of behavior.
  4. Soemadi soeryabrata (tahun 1984) mengartikan bahwa tes merupakan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan yang berdasar atas bagaimana testi menjawab pertanyaan-pertanyaan dan atau melakukan perintah-perintah itu, selanjutnya penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dengan standard atau testi yang lain.
  5. Lee J.Cronbach (tahun 1984) memaknai pengertian tes adalah: A Testis a systematic procedure for comparing the behavior of two or more person

Demikian penjelasan singkat tentang pengertian “Tes” dari berbagai pakar /ahli dibidang psikologi. Bagaimana pengertian”Tes” Menurut Anda?

 

Demikian semoga bermanfaat

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes (Tes Psikologi)
>>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini:

jasa psikotes untuk sma, layanan psikotes untuk sd, tes psikologi untuk sd, tes psikologi untuk perguruan tinggi, konseling dan tes psikologi, biro psikologi, biro tes psikologi, psychology testing for education, cari jasa tes psikologi jakarta, info layanan tes psikologi di surabaya, layanan tes psikologi di bandung, jasa psikotes yogyakarta, layanan psikotes surabaya, layanan psikotes depok, jasa psikotes bekasi dan tangerang

Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 1

 

SERVICE EXCELLENT:

Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc menyatakan kualitas pelayanan akan menentukan keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam bersaing. Keunggulan dalam kompetisi antar perguruan tinggi ke depan juga akan ditentukan oleh kualitas layanan di luar kelas. Pelayanan di dalam kelas seperti kualitas mengajar seorang dosen sudah menjadi sebuah keharusan, dan di saat yang sama, kualitas pelayanan di luar kelas seperti layanan informasi akademik, layanan kemahasiswaan, dan layanan terkait lainnya semakin bermakna penting untuk menunjang pelayanan prima universitas.

Berikut kami upload, materi terkait dengan manajemen “Pelayanan Prima”. Bagi rekan-rekan penjaminan mutu yang berminat silahkan di unduh disini:

Klik Slideshare disini:

Pelayanan Prima Institusi Pendidikan 1

Tetap Semangat & Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Kata Kunci untuk Penelurusan: Keunggulan bersaing, Pelayanan Prima, Service Excellence, Perguruan Tinggi, Universitas, Sekolah, Madrasah, SPMI, SPMP, Penjaminan Mutu Pendidikan, service excellence pendidikan, Lokakarya, Workshop

Pendidikan Just In Time

Just In Time

Pegertian “Just In Time”, apabila diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia berarti “Tepat Waktu”. Tepat Waktu disini berarti semua persedian bahan baku yang akan diolah menjadi barang jadi harus datang sesuai waktunya dengan jumlah yang sesuai juga. Adapun barang jadi, juga harus siap diproduksi sesuai dengan jumlah yang diminta oleh pelanggan pada waktu yang tepat pula.  Oleh sebab itu tingkat persedian bahan baku, bahan pendukung, komponen, bahan semi jadi  dan juga barang jadi akan diupayakan pada tingkat atau jumlah yang paling sedikit. Hal ini penting untuk mengoptimalkan aliran kas dan menghindari biaya-biaya akibat pemborosan.

Dalam menjalankan sistem produksi JIT ini, dibutuhkan ketelitian dalam merencanakan jadwal-jadwal produksi mulai jadwal pembelian bahan-bahan produksi, jadwal penerimaan bahan, jadwal operasional/produksi, jadwal kesiapan produk hingga ke jadwal pengiriman (delivery).

Ketepatan waktu pengiriman bahan produksi sangat dibutuhkan dalam Sistem JIT. Misalnya pada sebuah perusahaan produksi Handphone, targetnya harus dapat menerima model LCD display yang benar dan dalam jumlah yang dibutuhkan untuk satu hari produksi. Penyedia LCD Display tersebut diharapkan dapat mengirim bahan dan tiba di gudang dalam batas waktu sesuai permintaan. Sistem ini biasanya disebut dengan “Sistem Tarik” atau “Pull System”.

Keunggulan Sistem Just In Time (JIT)

  1. Dengan persedian yang rendah, terjadinya pemborosan, lewat kadaluarsa dan rusak atau usang akan menjadi semakin rendah.
  2. Mencegah penumpukan produk jadi yang tidak terjual perubahan perubahan dalam permintaan.
  3. Tingkat Persediaan yang rendah sehingga menghemat tempat penyimpanan dan biaya-biaya lainnya seperti biaya sewa dan biaya asuransi.
  4. Bahan-bahan kebutuhan operasional hanya tersedia saat diperlukan saja sehingga membutuhkan modal kerja yang rendah.
  5. Menekanan pada kualitas bahan-bahan yang dipasok. Hal ini dapat mengurangi waktu pemeriksaan, waktu tunggu dan pengerjaan ulang barang cacat.

Keterbatasan sistem Just In Time (JIT)

  1. Apabila ada keterlambatan pengiriman oleh salah satu supplier maka dapat mengakibatkan keterlambatan semua jadwal operasional.
  2. Biaya Transaksi relatif menjadi lebih tinggi karena frekuensi Transaksi yang tinggi.
  3. Perusahaan yang menerapkan JIT akan sulit untuk memenuhi permintaan yang mendadak karena tidak ada produk jadi yang tersedia lebih.
  4. Sistem JIT tidak memiliki toleransi terhadap kesalahan sehingga akan sangat sulit untuk melakukan perbaikan ulang pada bahan-bahan produksi yang mengalami kecacatan. Hal ini dapat terjadi karena tingkat persediaan bahan-bahan untuk produksi tersedia sangat minimal.
  5. Ketergantungan yang begitu tinggi terhadap Supplier baik dalam kualitas bahan maupun ketepatan pengiriman. Para Supplier sulit di kontrol karena mereka berada diluar lingkup perusahaan.

Masih ingin penjelasan dan bahan-bahan  tentang Just In Time? Untuk lebih enaknya, silahkan diunduh slideshare/ download ppt berikut ini:

Klik PPT disini : JUST IN TIME

Demikian semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan / Konsultasi / In-House Training / Manajemen / Training Center / Pelatihan Kerja / Manajemen Kualitas / Perguruan Tinggi / SMA / SMP / SD / Madrasah


Dapatkan Slideshare Pengembangan Budaya Mutu
(Klik Disini)

Untuk Informasi Pelatihan dan In-House Training
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

 

SPMI & Tinjauan Manajemen

Tata Cara Pelaksanaan Tinjauan Manajemen.

Kiat Sukses Tinjauan Manajemen

Proses PDCA / Plan-Do-Check-Act / Kaizen hendaknya dilaksanakan terus menerus secara efektif dan efisien. Pada proses yang nomor 4 yaitu ACT, dilakukan kegiatan yang disebut Kajiulang manajemen/ Tinjauan manajemen. Aktivitas tersebut tidak kalah penting dibanding proses yang lain. Improvement/ perbaikan biasanya akan dapat dirasakan peningkatannya bila proses Kajiulang manajemen dilaksanakan dengan tersistem dan dengan sungguh-sungguh.

Untuk mendalami lebih lanjut tentang Tinjauan Manajemen, berikut kami unggah/upload materi untuk jadikan bahan belajar/diskusi. Silahkan di download/ unduh disini, semoga bermanfaat :

Klik disini:

Kajiulang Manajemen

Salam hormat,

mutupendidikan.com

Lembaga Pelatihan, Pendampingan, Bimtek, Workshop, Seminar, Training SPMI & Lokakarya Mutu Pendidikan


Bagi yang berminat In-House Training tentang:
“Tinjauan Manajemen yang Efektif”

Hubungi Customer Service Kami


 

Training pembuatan SOP yang efektif

Headings dalam pembuatan SOP

Ketika menyusun SOP (Standard Operating Procedure), pertama-tama perlu memutuskan bentuk “Headings” dari SOP tersebut.

Ada 3 model headings yang bisa dipakai, yaitu

  1. Simple headings
  2. Controllable headings dan
  3. Accountable headings.

Bagaimana perbedaan dari mari masing-masing model tersebut?

Silahkan diunduh pada file berikut ini:

Heading dalam pembuatan SOP

Salam Mutu,

admin

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan

Permasalahan Audit Mutu Internal

12 Kendala Pelaksanaan AMI

Permasalahan AMI

Kegiatan Audit Mutu Internal adalah kegiatan penting yang wajib dilakukan oleh institusi Pendidikan yang menjalaskan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) atau yang mengadopsi SMM ISO 9001.

Tujuan audit mutu internal (AMI) adalah untuk menilai seberapa efektif penerapan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) atau penerapan sistem manajemen mutu lainnya seperti ISO 9001 :2015

Pelaksanaan AMI akan menunjang proses perbaikan yang berkelanjutan di lingkungan Institusi Pendidikan. Proses ini dikenal dengan istilah PPEPP, yang meliputi Penetapan Standar, Pelaksanaan Standar, Evaluasi Standar, Pengendalian Standar & Peningkatan Standar.

Dalam prakteknya banyak kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan audit mutu internal. Berikut adalah beberapa kendala yang sering dijumpai.

 

12  Kendala Audit Mutu Internal:

  1. Auditee/teraudit kurang memahami kegunaan audit bagi unit kerja masing-masing sehingga audit dianggap merepotkan dan merupakan beban pekerjaan tambahan.
  2. Ada persepsi bahwa kegiatan audit mutu internal hanya mengganggu pekerjaan utama sehari-hari.
  3. Auditor mutu internal yang ada tidak memiliki keahlian/ kompetensi sebagai auditor dan bahkan tidak paham tata cara mengelola audit mutu internal.
  4. Auditor Mutu internal tidak memiliki kekuasaan (power) yang cukup sehingga auditee / teraudit kerap menganggap enteng dan tidak menindaklanjuti temuan-temuan audit yang ada.
  5. Tidak disiapkan reward /penghargaan yang memadai bagi petugas Auditor. Hal ini berdampak pada motivasi kerja tim auditor.
  6. Auditor memiliki beban tugas dan pekerjaan yang cukup padat, memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan utamanya (seperti jadwal mengajar yang cukup padat bagi seorang dosen/guru) sehingga auditor sulit menepati jadwal audit yang telah ditetapkan.
  7. Lemahnya dukungan manajemen puncak berkaitan dengan kegiatan audit mutu internal. Manajemen kurang menerapkan reward & punishment terhadap jalannya kegiatan AMI. Manajemen puncak acuh terhadap kegiatan AMI, tidak memberikan teladan yang benar.
  8. Batasan yang tegas pembagian temuan audit seperti temuan mayor/minor yang tidak jelas kriterianya sehingga membuat auditee kebingungan, konflik dan kecewa.
  9. Temuan audit tidak di tindaklanjuti (follow up) sebab selama ini tidak ada sangsi jika tidak ada tindak lanjaut (follow up).
  10. Masih banyak pihak yang beranggapan bahwa audit dilakukan untuk mencari kesalahan orang. AMI memilik citra yang negatif dimata auditee/teraudit.
  11. Update penyegaran ketrampilan auditor jarang dilakukan sehingga kompetensi auditor kurang berkembang.
  12. Tidak lanjut yang dilakukan auditee tidak menyentuh akar masalah, sehingga masalah yang sama akan terulang lagi dimasa yang akan datang.

Demikian, sekilas informasi tentang permasalahan AMI di lapangan, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

admin,

mutupendidikan.com

Pendampingan, Pelatihan & Training


Dapatkan Informasi Terkait: ami /amai / training / pelatihan / temuan / akar masalah / ppepp / konflik /temuan audit /standar /mutu internal / sma /smp / sd / perguruan tinggi / pendidikan / mutu

Audit Mutu Internal SPMI Pendidikan

Teknik Bertanya dalam Audit Mutu Internal

Teknik Bertanya dalam AMI

Teknik membuat pertanyaan dalam kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) memang tidak mudah. Dalam situasi audit yang berat, seringkali teraudit/ Auditee , merasa takut, grogi dan kesulitan dalam memahami pertanyaan-pertanyaan auditor. Untuk itu ketrampilan bertanya perlu sekali dipelajari oleh para auditor. Apakah memakai pertanyaan terbuka (open questions), tertutup (close questions) atau pertanyaan untuk menggali informasi lebih dalam (probing).

Bagi kawan-kawan yang ingin mempelajari lebih dalam tentang berbagai teknik bertanya,  silahkan diunduh materi slideshare berikut ini:

Teknik Bertanya dalam Audit SPMI

Terima kasih dan sukses selalu.

Salam mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare lengkap tentang Audit Mutu Internal

Silahkan diklik disini


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Six sigma / Motorola / Budaya Mutu / Perbaikan Berkelanjutan / DMAIC / SMA / SMP / SD / Perguruan Tinggi


Audit Mutu Internal

Klasifikasi Audit Mutu

AUDIT MUTU INTERNAL PENDIDIKAN

Pengertian

Audit Mutu Internal adalah Audit penjaminan dan konsultasi yang independen dan objektif secara internal dalam organisasi penyelenggara pendidikan berdasarkan standar yang dimiliki organisasi itu sendiri

Tujuan Audit Mutu Internal (AMI) sbb:

  1. Memberi nilai tambah dan memperbaiki kegiatan operasional akademik atau proses akademik Universitas/Sekolah/Madrasah.
  2. Mengetahui bahwa pelaksanaan standar mutu akademik Universitas/Sekolah/Madrasah telah tepat dan efektif, serta terdapat upaya-upaya peningkatan standar mutu akademik tersebut.
  3. Mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkannya secara profesional berkelanjutan.

AMI vs AMAI

  • AMI : apabila ruang lingkup yang diaudit meliputi semua aspek dalam organisasi.
  • AMAI : ruang lingkup yang di audit hanya sebatas fungsi AKADEMIK

 

Proses pelaksanaan AMI mengikuti siklus sebagai berikut:

  1. Menetapkan tujuan audit
  2. Merencanakan audit tahunan
  3. Menetapkan sasaran dan lingkup audit
  4. Membentuk tim audit
  5. Mengkaji ulang dokumen dan menyiapkan daftar pengecekan (Audit Sistem)
  6. Menyelenggarakan rapat tim audit
  7. Menetapkan jadwal audit
  8. Melaksanakan audit di tempat obyek audit (Audit Kepatuhan)
  9. Menyusun laporan audit (Temuan, KTS, OB & PTK)
  10. Melakukan kajiulang oleh manajemen

 

3 Tipe Audit

  1. Audit tipe pertama (audit internal)
  2. Audit tipe kedua (audit eksternal)
  3. Audit tipe ketiga (audit eksternal secara independen)

Bagaimana penjelasan lebih lanjut, silahkan di unduh file slideshare dibawah ini:

Klik Tautan dibawah ini:

Klasifikasi Audit Mutu

Demikian, semoga bermanfaat & Salam Mutu

Hormat kami,

admin,

www.mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Audit Mutu lainnya:
Silahkan (klik disini)

Dapatkan informasi terkait: Audit Mutu Internal Pendidikan / AMI / AMAI / Tujuan Audit / Jenis Audit / Tipe Audit / Klasifikasi Audit / Frekuensi Audit / Audit Mutu Akademik Internal / Lembaga Sertifikasi / Badan Sertifikasi / Lembaga Akreditasi / Badan Akreditasi / Audit Sistem / Audit kepatuhan / Manajemen / Leadership / Komunikasi / Sekolah / Madrasah / Perguruan Tinggi / Bimbingan Teknis

Pelatihan komunikasi

Tips Komunikasi Auditor SPMI

Sukses Komunikasi, Sukses Audit

Seorang auditor AMI (perguruan tinggi, sekolah dan madrasah) perlu dibekali ketrampilan dan teknik komunikasi agar dalam pelaksanaan Audit dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ketrampilan yang perlu dikembangkan misalnya ketrampilan mendengar, ketrampilan memahami bahasa tubuh, ketrampilan menulis cepat dll.

Untuk itu agar lebih memahami ketrampilan  dan teknik komunikasi dalam kegiatan Audit Mutu Internal (AMI), berikut kami sampaikan bahan file Slideshare sbb:

Silahkan diunduh disini:

Tips Komunikasi Auditor SPMI

Demikian, semoga bermanfaat & salam mutu

 

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Dapatkan Slideshare Audit Mutu Internal:

Silahkan di klik disini


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan:

“Audit Mutu Internal untuk Pendidikan”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Dapatkan informasi terkait: Pelatihan /Training / body language / Communication / Auditor Mutu / Pendidikan / AMI / Komunikasi /Konflik / Stres Kerja / Lisan / Tertulis / Bertanya / Mendengar / Bahasa Tubuh / LPMI / SPMI / SPMP / menjadi pendengar yang baik / membangun sikap empati / komunikasi organisasi / komunikasi yang efektif / Lokakarya SPMI