• +628123070905
  • mutupendidikan.info@gmail.com

News

Standar SPMI & Key Performance Indicator

Standar SPMI & Key Performance Indicator (KPI)


Silahkan diunduh file presentasi berikut:

Key Performance Indicator


Dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), ukuran kinerja harus diciptakan. Lembaga pendidikan harus mampu mengukur kemajuan yang sudah di capai selama ini. Salah satu tool penting dalam SPMI adalah “Standar SPMI”. Dalam pembuatan standar SPMI, ada 2 metode yang sering digunakan, metode KPI (Key Performance Indicator) dan metode ABCD (Audience, Behavior, Competence & Degree). Pada artikel kali ini akan sedikit di uraikan tentang penggunaan metode KPI.

Key Performance Indicator (KPI)

Ukuran atau indikator kualitatif yang digunakan oleh organisasi untuk mengukur atau membandingkan kinerja yang berguna untuk menngkatkan kualitas serta mutu yang dimilikinya.

Membuat KPI Lembaga Pendidikan
  1. Pembuatan KPI harus dimulai berdasarkan masalah yang sudah di sajikan dalam bentuk real data
  2. Mudah di kontrol, mudah digunakan baik untuk data maupun untuk dokumen
  3. Dibuat secara terperinci sehingga dapat membantu tercapainya target yang di tetapkan.
  4. Dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut, dapat melakukan aktivitas improvement atau perbaikan terhadap proses
  5. Simple, mudah di mengerti baik oleh pendidik maupun peserta didik agar tidak menimbulkan mispersepsi
  6. Kredible, tidak mudah di manipulasi sehingga kebenarannya dapat dikatakan akurat
Manfaat KPI bagi penilaian prestasi dosen/ guru/ tenaga kependidikan
  • Lebih mudah untuk mengukur dan menilai kinerja karyawan
  • Karyawan lebih paham terhadap keinginan manajemen
  • Kinerja lebih terukur
  • Memberikan referensi untuk menggapai tujuan
  • Membangun motivasi kerja (goal setting theory)
 Prinsip KPI
  1. Spesific: sasaran strategi harus secara rinci dan detail menggambarkan apa yang kita raih.
  2. Measurable: harus dapat diukur baik volume, presentase, dan angka nominal.
  3. Achievable: target yang ditetapkan masih bisa dicapai dengan dukungan dan sumber daya yang tersedia.
  4. Relevant: sarsaran kinerja harus bersifat relevan dengan tugas pokok dan tanggung jawab yang di emban oleh seluruh lini lembaga pendidikan
  5. Time: sasaran kinerja yang disusun harus memiliki target waktu yang jelas.
Langkah membuat KPI
  1. Review tugas inti
  2. Review tugas Ad Hoc (khusus)
  3. Analisa sasaran kinerja
  4. Tentukan KPI dan bobot setiap KPI
  5. Tentukan strategi KPI

 

Demikian sedikit uraian tentang KPI, untuk lebih jelasnya, silahkan diunduh file presentasi dibawah ini:

Key Performance Indicator

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Membangun & Mengembangkan SPMI:

Silahkan di klik: E-Learning Pengembangan SPMI Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk Informasi/Kritik/Saran:

Hubungi Customer Service Anda klik disini


Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: key performance indicator, standar spmi, pelatihan mutu pendidikan, bimtek spmi, pembuatan standar spmi, metode abcd, training key performance indicator

IKUTILAH PELATIHAN SPMI & AUDIT MUTU INTERNAL (4 days)

  • 26-29 Nopember 2019, Alia Cikini Hotel, Jl. Cikini Raya 32 (Depan TIM) Jakarta Pusat.
  • 17-20 Desember 2019, Cordela Kartika Dewi Hotel, Jl. Bhayangkara 35, Ngampilan, Yogyakarta.

Keunggulan: "Small Class" agar diskusi lebih interaktif sesuai kasus & permasalahan di lembaga masing-masing. Mengacu 9 kriteria BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0) 

Bonus: Akses fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan. Narasumber: Praktisi SPMI, ISO 21001:2018 & Audit Mutu Internal

Klik Disini...

Mutu Pendidikan dan Manajemen konflik

SPMI & Manajemen Konflik


Silahkan diunduh Slideshare dibawah ini:

SPMI & Manajemen Konflik


Pentingnya mengelola konflik untuk keberhasilan SPMI…

mutupendidikan.com – Setiap organisasi selalu memiliki tujuan, proses-proses dan sumber daya. Dalam mengelola hal tersebut seringkali manajemen dihadapkan dengan situasi konflik yang menuntut untuk diselesaikan secara konstruktif, baik itu konflik antar individu, antar kelompok, maupun antar organisasi.

Lembaga pendidikan yang mengembangkan SPMI tentu saja juga akan menghadapi situasi konflik yang tidak nyaman. Lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah) perlu mengembangkan teknik-teknik manajemen konflik yang fungsional sehingga konflik tersebut dapat diselesaikan secara kondusif dan mampu mendorong pencapaian sasaran organisasi dengan baik.

Konflik adalah satu proses yang dimulai jika satu pihak beranggapan bahwa pihak lain secara negatif telah mempengaruhi secara negatif (Robbins dalam Munandar, 2001). Manajemen Konflik merupakan hal yang sangat penting dalam implementasi SPMI. Jika konflik dikelola secara sistematis dapat berdampak positif yaitu, memperkuat hubungan kerja sama, meningkatkan kepercayaan dan harga diri, mempertinggi kreativitas dan produktivitas, dan meningkatkan kepuasan kerja.

Tujuan manajemen konflik adalah untuk mencapai kinerja yang optimal dengan cara memelihara konflik tetap fungsional dan meminimalkan akibat konflik yang merugikan. Mengingat kegagalan dalam mengelola konflik dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi, maka pemilihan teknik pengendalian konflik menjadi perhatian pimpinan organisasi.

Manajemen Konflik

Mengelola konflik berarti kita harus meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka pencapaian sasaran secara efektif & efisien. Mengelola konflik perlu skala prioritas, agar tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi & integrasi antar fungsi/divisi dalam organisasi

3 Hal pokok dalam konflik

3 hal pokok yang perlu di perhatikan dalam manajemen konflik adalah:

  1. KONFLIK berkaitan dengan PERILAKU terbuka, bisa muncul karena adanya ketidaksetujuan antar individu & kelompok yang dibiarkan memuncak.
  2. KONFLIK muncul karena ada 2 PERSEPSI yang berbeda
  3. ADANYA PERILAKU yg dilakukan secara sadar oleh salah satu pihak UNTUK MENGHALANGI tujuan fihak lain

4 strategi penyelesaian konflik

4 Strategi yang dapat dilakukan dalam mengelola konflik adalah Menghindar, Memperhalus, Memaksa dan Berkolaborasi. Pengertian masing-masing adalah sebagai berikut:

  1. Menghindar (Denial) : menarik diri secara fisik dan mental dari konflik yang terjadi
  2. Memperhalus (smoothing) : mengakomodasikan kepentingan pihak lain
  3. Memaksa (fight) : menggunakan taktik kekuasaan untuk memenangkan konflik
  4. Kolaborasi : menghadapi konflik secara langsung dan menyelesaikannya dengan cara memuaskan semua pihak.

Untuk penjelasan detailnya silahkan diunduh file slideshare dibawah ini:


Silahkan diunduh Slideshare dibawah ini:

SPMI & Manajemen Konflik


Demikian, semoga materi singkat ini bermanfaat…

Salam mutu,

mutupendidikan.com

pelatihan & pendampingan


Untuk In-house training “SPMI & Manajemen Konflik dalan Organisasi”
Hubungi Customer Service kami

Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: Konflik dalam lembaga pendidikan, Konflik di perguruan tinggi, konflik di sekolah, konflik di madrasah, SPMI, TQM, ISO 21000, Manajemen Konflik, Conflict Management, Konflik yang fungsional, Konflik organisasi, Pelatihan, Training, In-house Training

Kepemimpinan, SPMI & Budaya Mutu

SPMI & Peran Penting Kepemimpinan


Silahkan diunduh file presentasi berikut ini:

SPMI & Peran Penting Kepemimpinan


Dear All,

Bapak/Ibu yang berbahagia. Salam Mutu!

Untuk membangun SPMI & budaya mutu pendidikan seperti yang kita harapkan, tentu saja dibutuhkan pola kepemimpinan yang sesuai. Edward Sallis dalam bukunya Total Quality Management in Education menjelaskan panjang lebar tentang pola kepemimpinan TQM pada organisasi kependidikan. Bagaimana penjabarannya?

Bagi yang berminat mempelajari, silahkan di unduh file Slideshare berikut ini:

Klik disini:

SPMI & Peran Penting Kepemimpinan

Demikian, semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Untuk Informasi In-House Training Kepemimpinan & Budaya Mutu

Silahkan hubungi bagian Customer Service kami


Layanan Devisi Psikologi Pendidikan:

Layanan Tes Psikologi (Psikotes) untuk lembaga pendidikan. Kunjungi Disini


Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: SPMI, TQM, Kepemimpinan, Team Work, Leadership, Pemberdayaan, Empowerment, Bawahan, Motivasi, Komunikasi, mengarahkan, Leading, Komunikasi, Tes Psikologi, Psikotes

Permasalahan Pendidikan & manajemen mutu

Kendala utama implementasi SPMI


Dapatkah Slideshare disini:

Quo Vadis SPMI


Tidak sedikit lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah) yang menerapkan sistim penjaminan mutu SPMI, tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Program penjaminan mutu telah dilaksanakan, perangkatnya telah disiapkan, dokumennya telah dibangun, investasi jutaan rupiah telah dikeluarkan, namun perbaikan mutu yang diharapkan tidak kunjung dapat dirasakan dan tidak ada perubahan signifikan, bahkan tragisnya semua pelaksana menjadi apatis, mengapa hal ini dapat terjadi?

Dari begitu banyak problem/ kendala implementasi SPMI diantarannya adalah sbb:

  • Lemahnya komitmen dari otoritas institusi pendidikan (PT, Sekolah dan Madrasah)
  • Lemahnya dasar hukum untuk menjamin legalitas pelaksanaan SPMI-PT & SPMP Sekolah /Madrasah.
  • Gaya kepemimpinan yang kurang optimal
  • Keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM pada PT/ Sekolah yang paham tentang SPMI/SPMP secara utuh dan benar.
  • Ketidak-pedulian dari para pemangku kepentingan internal tentang pentingnya budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • Budaya penolakan (resistance) yang kuat terhadap setiap perubahan, termasuk perubahan ke arah perbaikan mutu, dari pejabat struktural, dosen, guru maupun tenaga kependidikan.
  • Kelemahan dalam sosialisasi terhadap seluruh pemangku kepentingan, termasuk juga kesalahan strategi pengelolaan organisasi.
  • Sikap dan pendapat bahwa tanggungjawab untuk menjamin, meningkatkan, dan membudayakan mutu hanya terletak pada Pimpinan atau para pejabat struktural, dan bukan pada setiap individu yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
  • Kelemahan dalam merumuskan isi kebijakan, standar dan manual SPMI/SPMP, termasuk kelemahan dalam perumusan indikator Sasaran keberhasilan yang terukur.
  • Ketidak-siapan sarana dan prasarana di bidang teknologi informasi.

Bagi kawan2  yang berminat mempelajari lebih dalam, silahkan diunduh file berikut ini:


Klik disini:

Quo Vadis SPMI/ SPMP.


Demikian sekilas informasi, semoga bermanfaat dan salam mutu…

Hormat kami,

admin,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Ingin mengenal SPMI lebih dalam? Klik tautan dibawah ini:

Mutu Pendidikan


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan

“Membangun Budaya Mutu”

(Customer Service) 


Kata kunci untuk membantu penelusuran: Kaizen, Improvement, Perbaikan, SPMI, SPMP, Budaya Mutu, Penjaminan Mutu, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah, Quo vadis, Komitmen, Resistence, Sosialisasi, Instrumen, Metode, peningkatan mutu pendidikan, kendala utama implementasi SPMI, bimtek spmi, workshop sistem penjaminan mutu internal

Motivasi SPMI

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu


Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) pegawai dalam menghadapi situasi kerja di dalam organisasi (lembaga pendidikan). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri pegawai/karyawan/guru/dosen yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi (lembaga pendidikan). Sikap mental pegawai yang pro dan positif terhadap situasi-kondisi kerja itulah yang memperkuat motivasi pegawai untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.

Secara umum, teori-teori motivasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu teori motivasi dengan pendekatan isi/kepuasan (content theory), teori motivasi dengan pendekatan proses (process theory) dan teori motivasi dengan pendekatan penguatan (reinforcement theory)

Teori-teori tersebut dapat diimplementasikan pada berbagai bentuk lembaga pendidikan, baik Perguruan Tinggi, Sekolah maupun madrasah. Penerapan teknik motivasi yang sesuai akan dapat meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan kualitas Sistem manajemen Mutu pendidikan dan membantu membangun Budaya Mutu pendidikan dan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

Untuk memahami lebih dalam tentang teori-teori motivasi, berikut dapat di unduh materi SlideShare berikut ini:


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

SPMI, Motivasi Kerja & Budaya Mutu


Demikian, semoga bermanfaat dan berkah selalu.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slideshare Budaya Mutu:

Silahkan di klik: Membangun Budaya Mutu


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Dapatkan informasi terkait: Pelatihan / Bintek / Training / Training Kerja / Pelatihan kerja / Lokakarya / Workshop / Mutu / Pendidikan / Kualitas / Guru / Dosen / karyawan / Pegawai / manajemen / Kepemimpinan / Leadership / Motivasi / Sistem / Budaya / Komunikasi / Teori Motivasi Maslow / Hirarki Kebutuhan Maslow / ERG dari Alderfer / Teori Keadilan dari Adams / Teori Penguatan / Teori X dan Y McGregor / Teori Kebutuhan McClelland / Budaya Mutu / Perbaikan Berkelanjutan

Pelatihan komunikasi dan Membangun Budaya Mutu

Komunikasi, SPMI & Budaya Mutu


Dapatkan Slideshare disini:
Komunikasi, SPMI & Budaya Mutu

Keberhasilan implementasi SPMI pada lembaga pendidikan di Perguruan Tinggi, Madrasah dan sekolah-sekolah tentu saja terletak pada keberhasilan proses komunikasi yang terjadi dalam organisasi, baik dalam bentuk komunikasi antar individu, antar kelompok maupun antar organisasi.

Komunikasi merupakan pondasi penting dari “rumah” SPMI/ TQM. Dengan ketrampilan komunikasi, koordinasi antar individu dalam organisasi akan berjalan dengan baik dan  sinergi untuk mencapai sasaran SPMI/ TQM akan dapat dicapai.

Dalam lembaga pendidikan yang menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), ketrampilan komunikasi tente merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan. Dalam mewujudkan indikator standar SPMI tentu memerlukan ketrampilan dalam melaksanakan manual PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan). Pelaksanaan PPEPP, tentu tidak dapat berjalan optimal tanpa didukung ketrampilan komunikasi yang efektif.

Bagaimana bentuk detail proses komunikasi dalam organisasi?

Bagaimana memahami unsur-unsur penting proses komunikasi beserta upaya peningkatannya?

Berikut dapat diunduh SlideShare terkait dengan proses komunikasi, SPMI/ TQM dan berbagai tema penting yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Total Quality Management/ SPMI

Bagi yang berminat, silahkan di unduh SlideShare berikut ini:

Dapatkan Slideshare disini:
Komunikasi, SPMI & Budaya Mutu

Demikian, semoga bermanfaat…

 

Salam Mutu,

mutupendidikan.com

Pelatihan & Pendampingan


Hubungi Customer Service untuk informasi
Pelatihan : “Mengembangkan Komunikasi, SPMI & Budaya Mutu Lembaga Pendidikan”

Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: modul pelatihan komunikasi, materi pelatihan komunikasi efektif ppt, tor pelatihan komunikasi efektif, proposal pelatihan komunikasi efektif, makalah budaya mutu, pengertian budaya mutu sekolah, konsep budaya mutu, budaya mutu pendidikan, membangun budaya mutu, budaya mutu lembaga pendidikan, pengembangan budaya mutu sekolah, contoh budaya mutu.

Pelayanan Prima

Ikutilah Pelatihan Pelayanan Prima Pendidikan


CATAT JADWAL PELATIHAN PELAYANAN PRIMA UNTUK LEMBAGA PENDIDIKAN
Hari Sabtu, Tgl 7 Desember 2019, Hotel Neo Jl Jawa no. 17 Gubeng Surabaya

PENDAHULUAN

Pelatihan pelayanan prima (service excellent)  ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan mengenai bagaimana memperlakukan stakeholder/konsumen sehingga merasa puas dan dapat terjalin relasi jangka panjang. Lembaga pendidikan memiliki berbagi stakeholder yang memiliki keinginan dan harapan yang berbeda-beda. Ketrampilan hubungan personal dan memahami aspirasi konsumen (stakeholder) menjadi pusat dari pelatihan pelayanan prima ini, termasuk didalamnya bagaimana memperlakukan stakeholder yang kecewa terhadap layanan pendidikan yang telah diberikan.

MATERI PELATIHAN
  1. Mengenal keinginan & kebutuhan stakeholder lembaga pendidikan (Siswa, Ortu, Komite, Masyarakat, dll)
    • Pentingnya memenuhi kebutuhan stakeholder
    • Mengambil hati stakeholder
    • membina hubungan dengan stakeholder
    • Dapatkan cinta dari konsumen & pastikan stakeholder kembali lagi
  2. Bagaimana penanganan untuk Stakeholder yang kecewa?
    • Hal-hal yang menyebabkan stakeholder kecewa & langkah-langkah memperbaiki
    • Bagaimana kiat melayani stakeholder yang kecewa
    • Membalik situasi & menumbuhkan sikap positif
  3. Menghadapi pribadi yang “sulit”
    • Ancaman & dampak bagi kepuasan stakeholder pendidikan
    • Rahasia memenangkan kerjasama & membangun sinergi
  4. Langkah strategis/ taktis dalam manajemen Pelayanan Prima
    • Membangun organisasi, budaya mutu & budaya pelayanan prima
    • Kiat sukses pelayanan prima dalam dunia pendidikan
    • Latihan dan praktek pelayanan prima
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Pimpinan Institusi Pendidikan, Yayasan, Kepala Unit Kerja, Dosen, Guru, MR, Ka TU, Yayasan. dll

 DURASI PELATIHAN

Pelatihan berlangsung selama 1 (satu) hari. Pkl. 09.00 s.d. 17.00.

 METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Joelistyono Soearibowo & Team

(Konsultan MSDM,  Pengembangan Softskills, Pengembangan Organisasi, Analisis Jabatan, Motivasi, Perilaku Keorganisasi, Membangun Komunikasi efektif, Budaya Organisasi, Pelayanan Prima & Selling skills)

INVESTASI
  1. Rp. 800.000,- /peserta (harga normal)
  2. Early bird : Rp. 700.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)
FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Softcopy modul pelatihan, Training kit, Lunch, Coffee Break 2x

(Peserta diharapkan membawa laptop)


Ingin Mengembangkan Budaya Mutu Institusi Pendidikan?

Unduh Slideshare berikut : Membangun Budaya Mutu Pendidikan 

INFO PUBLIC TRAINING:

 Silahkan di Klik: Public Training

Untuk informasi Pelatihan/In-House Training/Pendampingan Hubungi
Customer Service Anda (Klik disini)

Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan / Training / Pelatihan Kerja / Training Center / Pelayanan Prima / Service Excellence / Manajemen / Sumber Daya Manusia / Sekolah / SMA /SMP /Perguruan Tinggi / Pendidikan / Indonesia


 

SPMI, Budaya Mutu & Perencanaan Karir Individu

Perencanaan Karir, SPMI & Budaya Mutu


Silahkan diunduh file presentasi sbb:

Individual Career Planning


Titik awal dari perencanaan karir tergantung pada individu masing-masing, dimana setiap orang bertanggung jawab atas tercapainya karir masing-masing. Untuk mencapai tujuan ahkir karir, organisasi/ lembaga pendidikan didorong menyediakan layanan konseling untuk memberikan motivasi dan pemahaman karir pada segenap karyawan (dosen/ guru/tenaga kependidikan)

Pengertian Karir (Career) 

Suatu pekerjaan yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang dalam suatu organisasi yang memberikan kelangsungan, keteraturan, dan nilai bagi kehidupan seseorang. Contoh karir dalam lembaga pendidikan adalah tenaga pendidik (guru, dosen, dan tutor), tenaga struktural, administrasi, dan pustakawan.

Pertanyaan Pembuka
  • Sejauh mana “Kejelasan Peluang Karir” berpengaruh positif pada motivasi kerja Dosen/ Guru/ Tenaga Kependidikan?
  • Dapatkah organisasi/ lembaga pendidikan meningkatkan “Motivasi Kerja & Budaya Mutu” apabila kebutuhan “Growth” pegawai belum terpenuhi?
Komponen Career dalam Organisasi
  • Alur karir: pola pekerjaan yang beruntun
  • Tujuan karir: pernyataan posisi yang akan dicapai di masa yang akan datang
  • Perencanaan karir: seleksi tujuan karir dan arus karir
  • Pengembangan karir: perbaikan personal untuk menggapai tujuan karir
 
Tipe Career
  1. Steady state. Mengabdikan diri dalam satu jenis pekerjaan tertentu. Misalnya pekerjaan profesi pada lembaga pendidikan yaitu guru, pustakawan, dosen, dll.
  1. Linier. Adanya peningkatan keatas dalam satu jenis pekerjaan. Misalnya saat ini anda bekerja sebagai guru/ dosen pendidik kemudian anda beralih menjadi kepala sekolah atau dekan
  1. Spiral. Tetap menekuni satu bidang pekerjaan dalam waktu tertentu kemudian beralih pekerjaan dengan menggunakan pengalaman yang sudah ada. Misalnya anda bekerja di sebuah lembaga pendikan sebagai dosen, kemudian beberapa tahun kemudian anda beralih menjadi konselor pendidikan.
  1. Transitory. Beralih karir dalam jangka waktu yang cepat. Misalnya anda bekerja sebagai dosen kemudian beralih profesi sebagai seorang analyst.
Individual Career Planning

Proses dimana individu  dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langah untuk menggapai tujuan karirnya. Keterlibatan lembaga pendidikan sangat diperlukan dalam membantu siswa dalam mengidentifikasi dalam mengembangkan karirnya.

Alur Individual Career Planning
  1. Penilaian diri: mengenali kesempatan untuk perbaikan
  2. Periksa realitas: mengenali kebutuhan realistik untuk berkembang
  3. Penetapan sasaran: mengenali sasaran dan metode untuk menentukan kemajuanya
  4. Rencana tindakan: mengenali langkah dan jadwal untuk mencapai sasaran
Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Career
  1. Pendidikan formal
  2. Pengalaman kerja
  3. Sikap atasanya
  4. Prestasi kerja
  5. Bobot pekerjaanya
  6. Lowongan jabatan
  7. Produktivitas kerja
Manfaat Program Pengembangan Career
  • Meningkatkan motivasi kerja dosen/ guru/ tenaga kependidikan
  • Membantu pengembangan budaya mutu dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  • Menggunakan segenap potensi yang dimiliki secara baik dan bermanfaat
  • Meningkatkan tingkat keilmuan dengan baik dengan mengikuti steps pembelajaran yang ada di lembaga pendidikan.
  • Adanya tantangan dalam belajar yang membuat individu dapat melangkah menjadi lebih baik lagi
  • Meningkatkan tanggung jawab baik terhadap diri sendiri maupun jenis pekerjaannya

Silahkan diunduh file presentasi sbb:

Individual Career Planning


Demikian, semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat.

Salam hormat,

admin

mutupendidikan.com


Dapatkan Materi e-Learning : 

Membangun Budaya Mutu 1

Membangun Budaya Mutu 2


Info Public Training:

 Public Training


Untuk Informasi/Kritik/Saran:

Hubungi Customer Service Anda klik (disini)


Kata Kunci untuk membantu pencarian: spmi, budaya mutu, perencanaan karir, motivasi, pelatihan, bimtek, wokshop, training sdm, manajemen sumber daya manusia

Training need analysis & SPMI

Training Need Analysis bagi Lembaga Pendidikan


Silahkan diunduh materi power point berikut:

Training Need Analysis


Setiap institusi pendidikan yang menjalankan SPMI tentu memerlukan SDM yang handal & berkinerja tinggi. SDM lembaga pendidikan harus memiliki keunggulan dalam segi kemampuan, karakter, dan pemikiran. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus secara berkesinambungan mengadakan training atau pelatihan bagi segenap pegawainya (dosen/ guru/ tenaga kependidikan). Untuk mencapai tujuan pelatihan tersebut, tentu saja harus didahului dengan kegiatan yang dikenal dengan istilah “Training Need Analysis”.

 

Pengertian Pelatihan (Training)

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Kegiatan training harus tepat sasaran, sehingga mampu memenuhi kebutuhan lembaga pendidikan.

Manfaat Pelatihan:

  1. Implementasi SPMI akan berjalan lebih efektif dan efisien.
  2. Peningkatan produktivitas kerja Lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi/ Sekolah/ Madrasah)  sebagai keseluruhan
  3. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan
  4. Proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat
  5. Motivasi & semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam prganisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi
  6. Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipati
  7. Membangun komunikasi yang lebih efektif
  8. Membantu penyelesaian konflik secara fungsional.

 

Pengertian Training Need Analysis (TNA)

Proses analisis yang di lakukan manajemen lembaga pendidikan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam organisasi agar dapat meningkatkan kinerja lembaga pendidikan.

 

Tujuan TNA bagi lembaga pendidikan
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja anggota organisasi
  2. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  3. Dasar dalam penyusunan materi training
  4. Sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

 

Dalam pelaksanaan TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Performa
  • Analisis Konten
  • Analisis Biaya-Manfaat.

 

Menentukan Metode

Pelaksanaan Training Need Analysis (TNA) dapat direalisasikan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi lembaga pendidikan.

 

Langkah-Langkah TNA
  1. Analisis organisasi: menetapkan prioritas training yang sesuai dengan tujuan, visi & misi lembaga pendidikan.
  2. Analisis tugas: mengelola & menyusun tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu: memahami karakteristik SDM yang akan berpartisipasi dalam training.

 

Menetapkan Peserta Training

Penetapkan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan.  Setelah peserta ditetapkan akan memudahkan dalam pemilihan trainer yang tepat. Dengan demikian proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

 

Dukungan dan Komitmen Pimpinan Lembaga Pendidikan

Komitmen dari pimpinan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan.  Dengan adanya dukungan yang tepat, memudahkan implementasi apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan.

 

Suasana Kondusif di Lembaga Pendidikan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya (the right man in the right place)
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh pegawai (dosen, guru, karyawan)
  • Memberikan reward yang adil dan layak bagi pekerja berkinerja baik.
  • Memberikan feedback atas kinerja keryawan secara berkala. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi kerja para pegawai.

 

Biaya untuk kegiatan pelatihan

Biaya pelatihan merupakan Investasi yang harus dikeluarkan oleh lembaga pendidikan ketika memutuskan program pelatihan. Kegiatan pelatihan harus dapat meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi lembaga pendidikan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide berikut ini:

 


Unduh materi power point berikut:

Training Need Analysis


Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat, salam sukses selalu.

Salam hormat

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Pelatihan :

Layanan Mutu Pendidikan


Kata kunci untuk penelusuran: training need analysis, analisis kebutuhan pelatihan, motivasi, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia, spmi

 

 

SPMI, budaya mutu dan employee engagement

Employee Engagement dalam Organisasi Pendidikan

 


Silahkan diunduh materi dibawah ini:

(Employee Engagement dalam Organisasi Pendidikan)


Dapatkah SPMI & Budaya Mutu Pendidikan dicapai bila “Employee Engagement” masih belum optimal?

Istilah employee engagement diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menjelaskan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri. Keterikatan disini bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi juga secara emosional.

Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang “penuh dan positif” yang diberikan karyawan lembaga pendidikan (dosen/guru/ tenaga pendidikan) terhadap pekerjaan dan organisasi.

Beberapa pertanyaan:

  1. Bagaimana Employee Engagement Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  2. Bagaimana Motivasi Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  3. Bagaimana Komitmen Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  4. Bagaimana Kepuasan Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
  5. Bagaimana Budaya Kerja Dosen, Guru & tenaga kependidikan
Tipe-Tipe Pegawai
  1. Engaged : pegawai yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya.
  2. Not engaged : pegawai yang menghabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi untuk organisasi.
  3. Actively disangaged : pegawai yang tidak hanya membenci pekerjaannya namun juga menutupi ketidak bahagiaanya.
Pengertian Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Bentuk Sikap pegawai
  • kejujuran dan integritas : selalu menjunjung tinggi sikap jujur serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
  • keterampilan interpersonal : mampu mendengarkan dan memahami orang lain. Mampu berkomunikasi dengan baik.
  • sikap positif : percaya diri, optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • keterbukaan : mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • menghargai & menghormati rekan kerja : mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
Pengertian Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari pegawai lembaga pendidikan. Job Involvement secara psikologis terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor yang mempengaruhi job involvement dalam lembaga pendidikan
  1. Aktif & proaktif berpartisipasi dalam pekerjaannya
  2. Memandang pekerjaannya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
  3. Membuktikan bahwa pekerjaannya sebagai yang utama
 
Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh pegawai (pimpinan dan bawahan) yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 
Pilar yang membangun Komitmen Organisasi
  • Rasa antusias
  • Rasa memiliki
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pegawai lembaga pendidikan menjadi “engaged”
  1. Feedback dan dialog berkala dengan pimpinan lembaga pendidikan (Rektor, Ketua, Kepala Sekolah)
  2. Hubungan kerja yang berkualitas/ harmonis antar rekan kerja
  3. Persepsi positif pegawai mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  4. Kejelasan informasi mengenai harapan atas pekerjaan dalam organisasi pendidikan
  5. Peluang dan peningkatan karier
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi (formal dan informal)

Silahkan diunduh Slide Presentasi dibawah ini:

(Employee Engagement dalam Organisasi Pendidikan)


Semoga ringkasan point-point singkat ini bermanfaat.

Salam hormat

admin,

mutupendidikan.com


Informasi Pelatihan :

Pelatihan & Pendampingan


Kata kunci untuk penelusuran: employee engagement, komitmen pegawai, motivasi karyawan, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia, mutu pendidikan, spmi, standar spmi