• + SMS/WA: +628123070905
  • info@mutupendidikan.com

Author Archive admin

tes psikologi sma smp sd

8 Manfaat Psikotes dalam Bidang Pendidikan

Berbagai manfaat tes psikologi /psikotes memang telah terbukti dirasakan oleh berbagai klien. Psikotes/ tes psikologi bertujuan untuk mengetahui kebiasaan & perilaku siswa / mahasiswa terutama pada saat menghadapi berbagai situasi. Melalui psikotes tertentu, siswa bisa diketahui gambaran karakteristiknya. Walaupun belum bisa secara utuh menggambarkan karakter seseorang, namun tes psikologi sangat membantu untuk memberikan informasi yang penting dan menonjol dari siswa.

Dibawah  ini akan diuraikan beberapa manfaat tes psikologi yang bisa menjadi bahan informasi penting, khususnya untuk membantu tim Perguruan Tinggi/ Sekolah dalam memperlancar jalannya proses pendidikan  dan proses belajar mengajar.

Beberapa Manfaat Psikotes (Tes Psikologi):
  1. Memahami Gambaran Umum Karakteristik Siswa. Karakteristik siswa dapat digambarkan dengan menggunakan tes psikologi. Ini juga merupakan salah satu kelebihan tersendiri dari tes psikologi. Gambaran umum seseorang bisa diketahui melalui tes psikologi tertentu dengan mengacu teori-teori psikologi kepribadian.
  2. Memahami Gambaran Umum Kebiasaan Siswa. Psikotes dapat pula digunakan untuk mengetahui gambaran umum kebiasaan siswa. Psikologi itu sendiri sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku seseorang, maka kemudian kebiasaan siswa bisa diidentifikasi melalui beberapa macam tes psikologi. Dengan psikotes dapat pula melihat bagaimana reaksi siswa saat menghadapi permasalahan tertentu.
  3. Mengukur Kemampuan & Potensi Siswa. Potensi dan kemampuan siswa dapat diukur melalui tes psikologi. Dengan tes tertentu dapat diketahui di bagian mana saja siswa lebih unggul dan memiliki potensi. Melalui tes psikologi, siswa dapat diukur minat dan bakat masing-masing.
  4. Menilai Motivasi Siswa. Motivasi siswa pada obyek dan pekerjaan tertentu dapat diukur melalui tes psikologi. Tingkat kemauan siswa yang cenderung berubah-ubah atau stabil dapat disimpulkan melalui beberapa macam tes psikologi.
  5. Manfaat untuk Persiapan Konseling. Sebagai Konselor tentu memerlukan informasi tentang karakteristik siswa. Tes psikologi digunakan untuk mendapatkan data-data tersebut. Hasil dari psikotes akan ditelaah oleh konselor sebagai persiapan dari konseling.
  6. Pemeriksaan Diagnosa Kejiwaan. Psikotes merupakan salah satu bentuk pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan pada siswa yang mengalami masalah kejiwaan. Beragam tes psikologi diagnostik, dapat dipilih yang paling sesuai. Ini akan sangat berguna sekali terutama untuk menentukan diagnosa kejiwaan yang paling sesuai.
  7. Bermanfaat dalam Persiapan Konsultasi. Konsultasi dilakukan untuk membantu siswa menemukan pemecahan masalah. Psikotes dapat membantu untuk mengetahui jenis konsultasi yang tepat yang akan diberikan kepada klien (siswa).
  8. Membantu Menyusun Metode Konseling. Dengan diketahuinya masalah-masalah yang ada, maka akan dapat dirancang strategi konseling yang tepat. Tes psikologi diberikan sesuai dengan kasus atau permasalahan yang sedang dihadapi, sehingga strategi konseling yang digunakan dapat tepat sasaran.

Demikian informasi singkat tentang manfaat tes psikologi bagi dunia pendidikan. Penggunaan tes psikologi yang tepat akan dapat membantu proses pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi.

Demikian semoga bermanfaat

admin,

mutupendidikan.com


Layanan Jasa Psikotes / Tes Psikologi
>>> Informasi Tes Psikologi untuk Mutu Pendidikan <<<

Kata kunci untuk memudahkan pencarian blog ini:

tujuan tes psikologi, manfaat psikotes bagi siswa, penggunaan hasil tes psikologi, tes psikologi untuk anak, tes psikologi anak, manfaat psikologi dalam pendidikan, penggunaan hasil tes psikologis bagi guru mata pelajaran, tes psikologi pendidikan, penggunaan hasil tes psikologi bagi guru mata pelajaran, manfaat psikologi pendidikan, penggunaan hasil psikotes, penggunaan hasil tes psikotes bagi guru pembimbing,  sma, psikotes untuk smp, psikotes sd

Penyelesaian Masalah Pendidikan

5 Tahap  Melakukan Analisis Akar Masalah

Root Cause Analysis (Analisis Akar Masalah) adalah metode yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Metode ini berguna untuk membantu tim GKM lembaga Pendidikan menemukan jawaban mengapa masalah yang spesifik bisa timbul, RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dalam 5 tahap/ langkah berikut:

Tahap 1: Definisikan Masalah

Masalah apa yang sedang terjadi pada saat ini? (Masalah Siswa, Kurikulum, Kompetensi, Sarpras, dll)

Jelasklan simptom/ gejala yang spesifik, yang menandakan adanya masalah tersebut!

Tahap 2: Kumpulkan Data-Data Pendukung

Apakah memiliki bukti yang menyatakan bahwa masalah memang benar ada? (Referensi, Bukti Obyektif dll) Sudah berapa lama masalah tersebut muncul? Impact/ kerugian apa yang dirasakan lembaga Pendidikan dengan adanya masalah tersebut?

Dalam tahap ini, tim GKM perlu melakukan analisa mendalam tentang faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya masalah. Agar Root Cause Analysis (RCA) yang dijalankan efektif, kumpulkanlah wakil dari setiap departemen yang terlibat (tenaga pendidik dan kependidikan), yang memahami situasi dan kondisi masalah. Wakil tersebut dapat menjadi sumber informasi yang sangat dibutuhkan dalam RCA.

Pada tahap ini tim GKM lembaga pendidikan dapat menggunakan metode “CATWOE”. CATWOE merupakan singkatan dari Customer (konsumen), Actor (pihak yang terlibat), Transformation Process (proses yang diteliti), World View (gambaran besar/ big picture, dan area mana yang mengalami impact paling besar), Owner (pemilik proses), dan Environmental Constraint (keterbatasan).

Tahap 3: Identifikasi Penyebab yang Mungkin Terjadi
  • Uraikan urutan kejadian yang mengarah kepada masalah!
  • Pada kondisi yang bagaimana masalah tersebut terjadi?
  • Adakah masalah-masalah lain yang muncul bersamaan?

Dalam tahap ini, lakukan identifikasi sebanyak mungkin penyebab masalah yang bisa diperoleh. Dalam beberapa kasus, ada kecenderungan mengidentifikasi satu atau dua faktor kausal, lalu berhenti dan merasa sudah selesai. Padahal satu atau dua itu belum cukup/ belum lengkap untuk menemukan akar masalah yang tersembunyi.

RCA diaplikasikan bukan  untuk menghilangkan satu dua masalah yang nampak. Namun RCA akan membantu menggali lebih dalam dan menghilangkan akar dari keseluruhan masalah.

Berikut beberapa tips praktis untuk melakukan RCA :

  • Metode “5-Whys” – Tanyakan “mengapa?” berulang kali sehingga ditemukan jawaban yang paling dasar.
  • Metode Drill Down – Bagilah masalah hingga menjadi bagian-bagian kecil yang lebih detail untuk memahami gambaran besarnya.
  • Apresiasi – Jabarkan fakta-fakta yang ada dan tanyakan “Lalu kenapa jika hal ini terjadi/tidak terjadi?” untuk menemukan konsekuensi yang paling mungkin dari fakta-fakta tersebut.
  • Diagram sebab-akibat (Fishbone Diagram), berupa bagan menyerupai tulang ikan yang menerangkan semua factor-faktor penyebab yang mungkin untuk melihat dimana masalah muncul.
Tahap 4: Identifikasi Akar Masalah
  • Mengapa faktor kausal tersebut ada?
  • Alasan apa yang benar-benar menjadi dasar kemunculan masalah?

Gunakan tool/ metode yang sama dengan yang digunakan dalam langkah 3 untuk mencari akar dari setiap faktor. Tools tersebut dirancang untuk mendorong anda dan tim menggali lebih dalam di setiap level penyebab dan efeknya.

Langkah 5: Ajukan dan Implementasikan Solusi
  • Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul kembali?
  • Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan?
  • Siapa yang akan bertanggungjawab dalam implementasi solusi?
  • Adakah resiko yang harus ditanggung ketika solusi diimplementasikan?

Demikian sekilas informasi tentang langkap-langkap problem solving yang dapat digunakan oleh tim GKM Institusi Pendidikan. Semoga bermanfaat.

Hormat kami,

Admin,

mutupendidikan.com


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training/ Pendampingan
” 7 Tools dan Analisis Akar Masalah”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini) 

Kata kunci untuk membantu penelusuran: Kaizen, Improvement, Perbaikan, SPMI, SPMP, Budaya Mutu, Penjaminan Mutu, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Sekolah, Madrasah, Quo vadis, Komitmen, Resistence, Sosialisasi, Instrumen, Metode, peningkatan mutu pendidikan, kendala utama implementasi SPMI, bimtek spmi, workshop sistem penjaminan mutu internal, 7 tools, analisis akar masalah, problem solving

 

Dokumen SOP yang baik

Kriteria SOP Yang Baik

STANDARD OPERATING PROCEDURE

Dalam menyusun SOP yang baik, ada 7 Kriteria penting yang perlu diperhatikan. Apa saja ketujuh kriteria tersebut?

Berikut kriteria Standard Operating Procedure (SOP) yang baik, yaitu:

  1. Specific (khusus)
  2. Complete (lengkap)
  3. Understandable (mudah dipahami)
  4. Applicable (mudah diterapkan)
  5. Controllable (mudah dikendalikan)
  6. Auditable (dapat diaudit)
  7. dan Changeable (dapat di rubah)

Bagaimana penjelasan masing-masing ?

Silahkan diunduh materi presentasi/ slideshare berikut ini:

Kriteria SOP Yang Baik

Tetap Semangat & Salam Mutu,

mutupendidikan.com


Dapatkan Slide lengkap tentang SOP:

Silahkan di klik: Slide SOP Pendidikan


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di klik : Public Training


 

Ikutilah Pelatihan SPMI dan Audit Mutu Internal

CATAT JADWAL BERIKUT:
  1. Tgl 7-10 Nopember 2018, Hotel Neo Jl. Jawa 17 Gubeng, Surabaya
  2. Tgl 5-8 Desember 2018, Hotel Alia Cikini Jl. Cikini Raya No.32, Menteng, Jakarta Pusat

* Jadwal diatas InsyaAllah akan running apabila jumlah peserta minimal 7 orang


Dapatkan Poster disini


MEMBANGUN SPMI & AMI YANG UNGGUL

 UNTUK PERGURUAN TINGGI & SEKOLAH

TUJUAN PELATIHAN

Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi agar dapat memahami konsep SPMI & Total Quality Management (TQM) secara tepat. Peserta akan dibimbing merumuskan filosofi Continuous Improvement kedalam berbagai dokumen SPMI yang meliputi Kebijakan Mutu, Manual Mutu PPEPP, Prosedur dan formulir.

Institusi Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjalankan kegiatan Audit Mutu Internal secara periodik. Untuk itu jumlah dan kualitas tenaga Auditor yang dimiliki harus senantiasa ditingkatkan. Kompetensi Auditor  perlu ditingkatkan secara terus menerus agar hasil audit (AMI) yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah  yang maksimal bagi organisasi.

 KEUNIKAN PELATIHAN INI
  1. Penerapan “Kelas Kecil”, sehingga memungkinkan interaksi dan diskusi yang maksimal
  2. Diperbanyak praktek dan latihan pembuatan dokumen
  3. Bonus materi tambahan integrasi antara SPMI dengan ISO 9001:2015
  4. Undangan diskusi online group WA pasca pelatihan
  5. Akses gratis fasilitas E-Learning Mutu Pendidikan (Pengembangan SPMI, Audit Mutu Intrnal, Membangun Budaya Mutu, ISO 9001:2015)

 

SASARAN  PELATIHAN

Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada hari 1 dan 2, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami filosofi SPMI, TQM dan Continuous Improvement.
  2. Memahami fungsi dan peran penting berbagai dokumen SPMI.
  3. Mampu menyusun Standar Mutu, Kebijakan Mutu, Manual Mutu, ProsedFasilitasur Mutu dan Formulir.
  4. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku sesuai standar Dikti.

Setelah mengikuti pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) pada hari ke 3 dan 4, peserta diharapkan dapat:

  1. Mampu melaksanakan audit mutu internal secara profesional, independen, dan objektif;
  2. Mampu mengidentifikasi bahwa kegiatan akademik telah/belum sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan; dan
  3. Mampu mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkan secara berkelanjutan.
MATERI PELATIHAN HARI I DAN II (PENGEMBANGAN DOKUMEN SPMI)
  1. Pengenalan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Dasar hukum dan peran penting bagi Institusi Pendidikan
  2. Pengenalan SPME : Menuju Akreditasi Institusi Pendidikan
  3. Penyusun Kebijakan SPMI yang terintegrasi dengan Renstra
  4. Latihan menyusun Manual SPMI (PPEPP) yang mendukung proses PDCA (Kaizen)
  5. Latihan menyusun  Standar SPMI yang mengacu BAN-PT / LAM-PT
  6. Menyusun Sasaran Mutu yang Spesific, Measurable, Attainable, Relevant & Timed
  7. Latihan menyusun Business Process, SOP dan Instruksi Kerja SPMI
  8. Latihan menyusun Formulir SPMI
  9. Membangun Budaya Mutu. Pengembangan pola pikir, pola sikap, pola perilaku yang sesuai dengan standar Dikti.
MATERI PELATIHAN HARI III DAN IV (AUDIT MUTU INTERNAL)
  1. Pengantar Audit Mutu
  2. Klasifikasi Audit
  3. Istilah-Istilah dalam Audit
  4. Perencanaan Audit dan Unsur dalam Audit
  5. Metode Audit
  6. Daftar Pengecekan
  7. Teknik Bertanya dalam Pengauditan
  8. Kiat Keberhasilan dalam Audit
  9. Ketidaksesuaian
  10. Tindakan Koreksi
  11. Laporan Audit
  12. Tinjauan Manajemen/ Kajiulang Manajemen
  13. Kualifikasi Auditor
SIAPA YANG PERLU MENGHADIRI PELATIHAN INI

Pimpinan PT, Rektor, Dekan, Pengurus Yayasan, Kaprodi, Staf SPMI, Management Representative, Wakil manajemen, Kepala Unit, Kepala Bidang, Staf TU, Staf Akademik, Staf SDM, ISO Sekretariat dan Stakeholder lainnya.

 

 DURASI PELATIHAN

4 hari kerja, Pkl. 09.00 s.d. 17.00 WIB.

 
METODE PELATIHAN

Presentasi, diskusi, studi kasus dan praktek latihan. Materi disajikan dalam bahasa Indonesia.

FASILITATOR

Bagus Suminar SE., SPsi., MM & Tim

Kompetensi Fasilitator:

  • Praktisi SPMI PerguruanTinggi
  • Konsultan ISO 9001:2015
  • Certified Lead Auditor
  • Fasilitator SPMI & Audit Mutu Internal
  • Konsultan TQM, 5S dan Organizational Development
  • Praktisi Bisnis dan Motivator
INVESTASI
  • Rp. 3.200.000,- /peserta (harga normal)
  • Early bird : Rp. 2.800.000,- /peserta (Pendaftaran & pelunasan 1 minggu sebelum training)

* Biaya diatas tidak termasuk biaya penginapan

FASILITAS PELATIHAN

Sertifikat, Modul softcopy, Training kit, Lunch, dan 2x Coffee Break

 


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


Untuk informasi Pelatihan, In-House Training & Pendampingan silahkan kontak disini


 Kata Kunci untuk penelusuran: pelatihan spmi, pelatihan audit mutu internal, pelatihan spm-pt, training spmi dan ami, training sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi, jaminan mutu perguruan tinggi, monevin perguruan tinggi, lokakarya spmi dan audit mutu pendidikan, bimtek spmi dan ami, bimbingan teknis spmi dan ami

14 Point Peningkatan Mutu Pendidikan

Dr. Edward Deming, pelopor gerakan manajemen mutu, memperkenalkan 14 Point penting untuk peningkatan mutu produk atau jasa.

Ke 14 Point tersebut adalah:

  1. Ciptakan tujuan & Sasaran yang mantap demi Perbaikan Produk dan Jasa.
  2. Adopsi pengunaan falsafah baru.
  3. Kurangi ketergantungan pada inspeksi massa untuk mencapai mutu.
  4. Akhiri praktek-praktek  menghargai bisnis dengan harga.
  5. Tingkatkan secara konsisten sistem produksi dan jasa, untuk meningkatkan mutu dan produktivitas. Gunakan metode statistik untuk menemukan titik permasalahan.
  6. Lembagakan pelatihan kerja. Lembagakan penggunaan metode-metode modern.
  7. Lembagakan kepemimpinan. Bangun pola kepemimpinan yang membimbing.
  8. Hilangkan rasa takut, agar setiap orang dapat bekerja secara efektif & Efisien
  9. Uraikan kendala-kendala antar departemen. Kembangkan cara-cara untuk membuka komunikasi  yang efektif antar unit kerja
  10. Hapuslah slogan, desakan dan target serta tingkatkan produktivitas tanpa menambah beban kerja
  11. Hapuskan/kurangi standar kerja yang menggunakan quota numerik
  12. Hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggaan pegawai atas keahliannya
  13. Kembangkan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja
  14. Tempatkan  dan dorong setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi

Bagaimana aplikasi untuk bidang pendidikan?

Untuk lebih jelasnya, silahkan di unduh file slideshare berikut ini:

TQM & 14 point Peningkatan Kualitas

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Mutu,

mutupendidikan.com


INFO PUBLIC TRAINING :

 Silahkan di Klik : Public Training


 

Komitmen membangun SPMI Pendidikan

Tips SPMI 1# Bangunlah Komitmen untuk Perbaikan Terus Menerus

TIPS SPMI1#
Bangunlah Komitmen untuk Perbaikan Terus Menerus

SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) Suatu lembaga Pendidikan tidak akan bisa berhasil apabila tidak ada komitmen dari segenap pimpinan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus (Kaizen)

Pakar Kaizen asal Amerika Dr. Edwards Deming, penulis dari Out of the Crisis, mengatakan Mutu haruslah menjadi visi dan patokan untuk melakukan perbaikan terus-menerus. Pendekatan Mutu harus menjadi cara sebuah organisasi manapun (termasuk institusi pendidikan)  dikelola, dipimpin dalam melakukan usaha bisnis.

Lembaga pendidikan yang tidak memperdulikan mutu tentu akan berangsur-angsur ditinggalkan stakeholdernya (pemangku kepentingan). Konsumen baik yang internal (dosen, karyawan, tenaga kependidikan) maupun konsumen ekstenal (mahasiswa, orang tua, pengguna lulusan, dunia usaha, dunia industri) tentu akan meninggalkan organisasi pendidikan tersebut apabila kecewa dengan layanan pendidikan yang diberikan.

Perlu direnungkan nasihat bijak berikut ini: “Keunggulan” – Entah dalam Upaya Negara, perusahaan, Perlombaan dalam bidang olah raga/ Atletik, atau Tujuan Pribadi – Tentu berasal dari Pengejaran Perbaikan yang Tanpa-Akhir (terus menerus).

Pimpinan lembaga pendidikan harus membuat komitmen untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus. Komitmen tersebut perlu dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut “Kebijakan SPMI”. Apabila komitmen dalam kebijakan SPMI tersebut telah disusun dan disahkan, maka perlu disosialisasikan dan dilaksanakan dengan penuh semangat dan motivasi.

Dalam konsep SPMI, Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dituangkan dalam sebuah dokumen SPMI yang dikenal dengan istilah standar SPMI. Didalam standar SPMI berisi pedoman/ indikator/ patokan yang harus dicapai untuk mewujudkan mutu. Keberhasilan SPMI akan tercermin sejauhmana organisasi berhasil melakukan perbaikan terus-menerus melalui perbaikan standar SPMI.

Tentu saja perbaikan standar SPMI tidak akan bisa dicapai tanpa adanya komintmen yang kuat dari jajaran pimpinan lembaga pendidikan. Komitmen tidak saja dibuat untuk sekedar ditulis dalam sebuah kertas, namun perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan.

Dr. Deming menyatakan bahwa “Tidak ada hal yang harus ditingkatkan terus menerus seperti halnya mutu”. Kapan pun kita berhasil menjangkau satu titik kepuasan atas produk atau layanan, saat itulah waktu kita melanjutkan ke perbaikan berikutnya.

Demikian semoga bermanfaat.

 

Salam hormat,

admin,

mutupendidikan.com

Quotes Minggu Ini…

IMG_20150501_075617

Quotes Hari Ini…

Fokus pada Konsumen

Quotes Hari Ini…

 

IMG_20150415_032550

Quotes Minggu Ini…

Masalah Sistem Organisasi